The Steward Demonic Emperor - Chapter 1100 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1100 · 6m baca

Wait

by Night Owl

[Sialan kau dan mata terkutukmu itu. Padahal aku nyaris berhasil menghindari seranganmu. Tunggu saja. Begitu ada kesempatan, aku pasti akan mencungkil mata licik itu dari tengkorakmu!]

Hati Bali Yuyu mengamuk saat terbang menghampiri keempat orang itu. Ia menyembunyikan kekesalannya di balik topeng rasa terkejut. "Patriarch terluka? Bagaimana bisa? Beginikah cara kalian bertiga melindunginya?"

Baili Yuyun menghela napas. "Mengerahkan kemampuan terbaik pun belum cukup. Iblis laut itu benar-benar di luar nalar. Dia bahkan tidak bisa menyentuhnya."

"I-iblis laut itu begitu kuat, sampai-sampai Patriarch pun..."

Hati Bali Yuyu mencelos, tahu bahwa Zhuo Fan berada di sana sendirian bersama makhluk buas tersebut. Bagaimana mungkin Zhuo Fan bisa memiliki peluang menang di saat Pedang Tak Tertandingi saja gagal?

Dipenuhi rasa khawatir, Baili Yuyu menoleh ke arah kabut hitam dengan kepalan tangan yang tegang.

Baili Yutian tidak menyadari perubahan ekspresi Baili Yuyu. Mungkin luka-luka parah di tubuhnya telah mengacaukan indranya. Ia batuk mengeluarkan darah yang terasa sedingin es sekaligus sepanas api, lalu menghela napas. "Aku belum pernah melihat kekuatan seperti milik iblis laut itu. Aku telah mengalami kekalahan telak. Tapi ini baru permulaan. Suatu hari nanti, aku akan datang untuk menantangnya lag—ugh..."

Pedang Tak Tertandingi itu kembali batuk darah yang bercampur api dan es, wajahnya pucat pasi bagaikan selembar kertas.

"Patriarch, jangan bicara dulu. Sebaiknya kita mencari tempat yang tenang untuk memulihkan diri. Kita tidak boleh mengabaikan luka-luka Anda!" desak Baili Yuyun.

Baili Yutian menepisnya, menghela napas sambil menatap kabut hitam di belakang dengan tatapan penuh tekad. "Tidak, aku akan tetap di sini. Aku telah kalah, tapi aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri hasil dari pertarungan hebat seperti itu serta siapa pemenangnya."

"Pertarungan hebat?"

Mata Baili Yuyu berbinar. "Patriarch, apakah masih ada seseorang di sana yang bertarung melawan iblis laut itu?"

Baili Yutian menarik napas dalam-dalam lalu mengangguk. Baili Yuyun menghela napas sambil menggerutu, "Yuyu, ngomong-ngomong, ada hal yang ingin kusampaikan padamu. Sebenarnya bagaimana caramu melakukan penyelidikan? Gara-gara kau, kita nyaris mengacaukan segalanya dan musnah."

"A-apa yang kulakukan?" Bali Yuyu merasa bingung.

Baili Yuyun mendengus. "Kau masih punya keberanian untuk bertanya? Bukankah kau bilang bocah bernama Zhuo itu paling-paling hanya berada di Tingkat Keharmonisan Jiwa, cuma anak bawang?"

"Eh, ya, memangnya kenapa..."

"Kenapa?! Apa pernah terlintas di benakmu bahwa nona di sampingnya itu mungkin memiliki pusaka kuat yang bisa mencederai kami, para Raja Pedang, hingga terluka parah? Anak kecil itu hampir membuat kami bertiga tewas!"

Baili Yuyun melirik dengan tatapan penuh cela, sementara kedua rekannya mengangguk setuju, merasa diri mereka sebagai korban.

Sungguh sangat memalukan bagi mereka untuk dibuat kocar-kacir ketakutan hanya oleh seorang gadis kecil. Jika kabar ini menyebar di wilayah pusat, mereka tidak akan punya muka lagi untuk sekadar berjalan di luar.

Bali Yuyu menggelengkan kepalanya dengan bingung. "Maksudmu Qiao'er? Tapi dia sangat menggemaskan. Bagaimana mungkin dia... begitu tangguh?"

"Menggemaskan? Itu berita baru bagiku!"

Wajah Baili Yuyun berkedut-kedut, meluapkan amarah bersama kedua saudaranya. "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, guru dan murid sama saja. Yang kecil bagaikan dewa, orang tuanya tentu tidak kalah hebat! Apa kau tidak tahu dia punya benda pusaka untuk menghadapi para Raja Pedang? Lebih parahnya lagi, ayahnya punya sesuatu yang bisa menghabisi Patriarch! Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, dia baru saja mengeluarkan makhluk buas kekaisaran tingkat 9, tidak perlu diragukan lagi; itu adalah hewan spiritualnya sendiri. Sialan, itu makhluk buas kekaisaran tingkat 9! Aku berani bertaruh tidak semua Sembilan Raja Pedang jika digabungkan pun mampu menggores bulunya sebelum musnah lebur!"

Sss~

Bali Yuyu tersentak kaget. "Makhluk buas kekaisaran tingkat 9? Bukankah itu hanya mitos? Makhluk itu benar-benar ada? Dan dia memilikinya?"

"Kau tidak tahu?"

"Sedikit pun tidak!"

"Makanya aku bertanya, bagaimana caramu melakukan penyelidikan?" Baili Yuyun mendengus kesal, lalu akhirnya menoleh ke arah Baili Yutian. "Untung saja ilmu Patriarch sangat luar biasa sehingga berhasil membunuh makhluk buas kekaisaran tingkat 9 itu, yang benar-benar terkuat di muka bumi."

Mengabaikan sanjungan terang-terangan itu, Baili Yutian merasa dirinya sedang berada di titik terendah dalam hidupnya untuk memedulikan hal lain.

Hati Bali Yuyu berdegup kencang karena terkejut. "Patriarch yang membunuh makhluk buas itu? Saat gilirannya tiba, apakah Patriarch yang menghabisinya?"

Ugh!

Baili Yuyun bergidik ngeri karena hawa dingin yang tiba-tiba, wajahnya merosot. Ia melirik sekilas ke arah Pedang Tak Tertandingi lalu membentak, "Jangan ikut campur urusan yang bukan urusanmu! Namanya tidak boleh lagi disebut di dekat Patriarch!"

"Tapi bukankah aku sedang bicara denganmu, Kakak Yun?"

"Maksudku, informasimu salah dan hampir membuat kami terbunuh. Jangan sebut-sebut lagi..."

"Baiklah!"

Baili Yutian meninggikan suaranya, menghela napas ke arah kabut hitam. "Aku tadinya hendak bertarung dengannya ketika iblis laut itu tiba. Dia mengincar iblis laut itu dan aku pun ingin menemuinya, jadi kami berdua memasuki wilayah kekuasaannya. Aku tiba di sana hanya untuk melihatnya membeku oleh iblis laut dan aku pun menantang makhluk buas itu. Berakhir dengan diriku yang membeku juga bahkan sebelum aku sempat mendekat.

"Saat aku sadar, aku mendapati diriku terluka parah bersama mereka bertiga. Tapi aku menyaksikan pemandangan yang sangat mengejutkan, yang tidak akan pernah kulupakan selama aku hidup."

"Apa itu?" Bali Yuyu merasa gugup dan tidak sabar ingin tahu.

Baili Yutian menghela napas. "Zhuo Fan dan iblis laut bertarung. Tingkat kekuatannya jelas tidak setara dengan makhluk itu, tapi berkat teknik yang sangat cerdik, ia perlahan-lahan mulai mendominasi. Iblis laut itu terpaksa hanya bisa menerima serangan-serangannya. Itu terjadi setelah iblis laut tersebut terluka parah, nyaris tewas. Aku tidak tahu bagaimana caranya ia melakukan itu, tapi aku yakin dialah dalang di baliknya. Berkat pertarungannya dengan iblis laut itulah gelombang panas menerpa kami dan mencairkan es, sekaligus meninggalkan luka yang sangat dalam pada diri kami.

"Melihat bagaimana iblis laut itu menderita akibat hantaman separah itu, sudah jelas jika kami berdua yang bertarung, aku pasti sudah menjadi abu. Pedang Tak Tertandingi macam apa aku ini, ha-ha-ha! Aku telah buta seumur hidupku, tidak mampu melihat luasnya dunia ini!"

Para Raja Pedang menundukkan kepala mereka. Baili Yuyun melirik tajam ke arah Bali Yuyu. "Kau lihat? Inilah akibat dari laporanmu, mengubah harimau menjadi kucing. Dia hampir mencabik-cabik kita hingga berkeping-keping. Memikirkannya saja sudah membuatku merinding!"

Bali Yuyu tertegun, mengerjap-ngerjapkan matanya yang besar dan kosong menembus kabut.

[Pria itu sehebat itu? Sama sekali tidak terlihat seperti itu...]

"Patriarch, Anda menunggu pertarungan ini berakhir, tapi bagaimana Anda akan tahu siapa pemenangnya? Lebih baik Anda merawat luka-luka Anda dulu!" Baili Yutian membungkuk memberi hormat.

Baili Yutian berkata, "Itu sederhana. Kita tidak bisa melihat pertarungan mereka, tapi akhirnya akan sangat jelas. Jika Zhuo Fan menang, ia akan keluar. Jika makhluk buas laut itu yang menang, kabut hitam akan menyusut dan tidak meninggalkan apa pun di belakangnya."

"Menyusut? Untuk apa dia melakukan itu?"

"Ha-ha-ha, iblis laut itu pasti akan menang dengan menanggung kerugian yang sangat besar. Apa dia harus menunggu di sini kedatangan manusia lain yang ingin membunuhnya alih-alih menjilat lukanya?"

Mata Baili Yutian memancarkan keyakinan. "Jadi aku akan menunggu tepat di sini untuk melihat kesimpulannya dan memastikan siapa rival hebatku selanjutnya."

Para Raja Pedang tersentak lalu mengangguk, memilih untuk tetap tinggal bersamanya.

Bali Yuyu merasa gugup saat tetap berada di tempat itu, menunggu bukan untuk melihat akhirnya, melainkan dengan harapan di dalam hatinya agar pria itu bisa keluar dari kabut hitam tersebut.

Wusy~

Seseorang melesat melewati mereka saat itu juga dan langsung menerobos masuk ke dalam kabut. Bali Yuyu berteriak, "Bukankah dia tadi dipindahkan menjauh? Apa yang dia lakukan di sini? Apa para keparat itu tidak bisa berbuat apa-apa?"

"Oh, ada seseorang yang merasa bosan hidup dan datang untuk mati."

Baili Yuyun menyadari hal itu dan mengejek, "Pertarungan di sana adalah pertarungan yang bahkan bisa menghabisi nyawa kita, dan kita saja hanya menonton dari pinggir jalan. Bagi seorang gadis rendahan di Tingkat Ethereal lapisan ke-5 untuk nekat masuk ke sana, itu sama saja dengan bunuh diri. Ha-ha-ha..."

"Atau mungkin bocah itu menang dan dia akan selamat."

"Atau bocah itu kalah dan iblis laut tidak akan membiarkan satu pun manusia hidup."

"Semuanya terserah takdir, ha-ha-ha..."

Ketiga Raja Pedang itu mencemooh, sementara Bali Yuyu merasa gugup memikirkan apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia ikut masuk? Namun ia segera menepis pikiran itu begitu terlintas di kepalanya.

[Aku tadinya menyelamatkannya demi bajingan busuk itu, tapi sekarang dia sedang bertarung sampai mati, jadi untuk apa aku pusing memikirkan nasibnya?]

[Terserah lah, biarkan dia pergi. Bagiku sama saja bagaimana pun akhir hidupnya.]

Mata Bali Yuyu memancarkan kilat dingin, hatinya mengambil pendirian yang lebih kejam.

[Lebih baik dia mati saja. Dengan begitu bocah sialan itu tidak akan punya beban pikiran lagi, ha-ha-ha...]

Gunakan ← → untuk pindah chapter