Menjelang malam, Zhuo Fan bergerak bagaikan seekor citah melalui kebun pohon buah berjarak lima puluh mil dari Kota Bunga Hanyut. Ia berhenti di sebuah tanah terbuka dan memeriksa lapisan es di tangannya.
Ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Ia tidak menduga akan bertemu Chuchu secepat ini, dan terlebih lagi di dalam Gedung Bunga Hanyut. Apalagi ia sampai terluka oleh energi yin yang begitu familiar ini.
Kendati demikian, pertemuan ini memberinya sedikit ketenangan.
Zhuo Fan menoleh ke belakang sambil menyunggingkan senyuman aneh.
Di sinilah tempat pertemuannya dengan Pengawas Iris seharusnya berlangsung. Tempat ini juga merupakan jalur pelarian yang tertera di peta. Ia akan menyerahkan Akar Bodhi di sini.
Yang tidak diketahui oleh Pengawas Iris adalah ia tidak datang sendirian; ia membawa buntut bersamanya.
Sesosok bayangan putih bersih melayang di atas dahan tak jauh di belakang Zhuo Fan di bawah selimut kegelapan. Angin sepoi-sepoi mendesirkan dedaunan dan Zhuo Fan memasang telinganya baik-baik.
Ia tahu Chuchu ada di sini. Kapan lagi ada seorang ahli ranah Mendalam Surga yang tidak bisa mengejar seseorang selevel kultivasinya? Yah, tentu saja, fakta bahwa ia tidak menggunakan Sayap Petir mungkin ada hubungannya dengan hal itu.
Rencananya adalah mencari tahu tujuan sebenarnya dari Pengawas Iris dan identitas asli Chuchu. Siapa tahu ia bahkan bisa menemukan petunjuk tentang Akar Bodhi yang asli.
Semuanya terlintas dalam benaknya bagaikan kilatan inspirasi saat ia mengenali Chuchu. Yang tersisa sekarang adalah mempertemukan kedua ahli ranah Mendalam Surga itu dan mengungkap rahasia mereka.
Sambil tersenyum, Zhuo Fan menghela napas saat ia melihat sekeliling, "Di sinilah tempat kita seharusnya bertemu, tapi sepertinya aku terlambat. Karena dia tidak menginginkannya, aku bawa saja sekalian."
"Pff!"
Tawa lembut terdengar, disusul oleh sosok berpakaian biru yang melesat di antara pepohonan. Matanya yang lembut menatap tajam ke arah Zhuo Fan dengan marah, "Tuan Muda Song, aku tidak menyangka kau adalah pria yang tidak sabaran, sampai-sampai tidak bisa menunggu selama dua menit saja. Jika kau membawa pergi pusaka itu, satu-satunya hal yang akan terjadi adalah kehancuran klan Song!"
"Aku tahu itu, tapi kau juga harus tahu bahwa benda ini adalah sumber sakit kepala bagi kami, klan tingkat tiga. Semakin lama kami menyimpannya, semakin berbahaya pula benda itu."
"Ha-ha-ha, Tuan Muda Song memang pria yang bijaksana. Kalau begitu, silakan serahkan." Qin Caiqing tersenyum sambil melangkah maju.
Zhuo Fan mengeluarkan kotak itu dan menggenggamnya di tangan, matanya menatap lekat-lekat ke dalam mata wanita itu, siap menangkap setiap reaksi, "Pengawas, kau harus menangani ini dengan hati-hati, jangan sampai berbalik menjadi bumerang bagiku. Jika itu terjadi, maka kau harus berurusan denganku."
"Hi-hi-hi, aku tidak tahu kalau Tuan Muda Song ternyata begitu berani sekaligus sangat berhati-hati." Qin Caiqing terkikik, namun kemudian matanya membelalak saat ia membuka kotak tersebut.
Zhuo Fan juga menyadarinya.
"Ya, ini adalah pusaka Ketua Gedung Bunga Hanyut, Akar Bodhi!" Pengawas Iris mengangguk puas, "Tuan Muda Song, kerja bagus!"
Zhuo Fan mengangkat sebelah alisnya sambil menatapnya tajam.
Ia sangat paham bahwa Qin Caiqing tahu benda ini palsu, namun wanita itu pura-pura tidak tahu. Tujuannya sudah jelas, agar Zhuo Fan mencuri barang palsu dan bukannya Akar Bodhi yang asli.
Semua itu untuk memperdaya Raja Pil Kejam!
Benar saja, sebuah suara serak terdengar tertawa begitu Pengawas Iris berbicara. Raja Pil Kejam melayang di sebelah wanita itu.
"Siapa kau?" Zhuo Fan pura-pura terkejut dan mundur selangkah.
Mendengus, Yan Song memelototi Zhuo Fan dengan penuh penghinaan, "He-he-he, bajingan sialan, kau tadi melawan muridku. Apakah kau sudah lupa? Tapi itu wajar saja mengingat kau sempat pingsan."
"Kau yang melukaiku?" Zhuo Fan memasang ekspresi berpikir lalu berteriak, "Oh, aku ingat, saat aku sedang menghajar habis-habisan si keparat Yan Fu itu, ada seorang kakek tua keparat yang menyerangku secara diam-diam. Jadi kau pelakunya, bajingan?"
Mata Yan Song membelalak dan janggutnya bergetar karena murka.
Di seluruh Kekaisaran Tianyu, siapa berani-beraninya mengutuknya?
Namun itu tidak ada apa-apanya dibandingkan tuduhan bahwa ia telah menyerang seorang anak muda secara diam-diam. Ia adalah alkemis nomor satu di Aula Raja Pil, Raja Pil Kejam. Begitu berita ini menyebar bahwa ia menyerang seorang junior ranah Pemurnian Tulang secara licik, reputasinya akan hancur lebur tercoreng arang.
Ia buru-buru meluruskannya, "Keparat, itu tadi hanya untuk memberimu pelajaran."
"Huh, orang tua tak tahu malu, aku akui saja kalau kau menyerangku secara licik! Kau sudah tua tapi kau dan muridmu bersekongkol melawanku sejak awal! Huh, jadi begitulah cara Aula Raja Pil bertindak! Menang jumlah rupanya!" Zhuo Fan mengejek, seolah-olah ia menderita ketidakadilan yang luar biasa.
Qin Caiqing tertawa kecil, sementara wajah Yan Song berubah menjadi ungu kemerahan.
[Keparat ini benar-benar tidak masuk akal. Kapan aku dan muridku bersekongkol melawannya?] Jika kabar ini sampai menyebar, ia akan menjadi bahan tertawaan seisi kekaisaran.
Murid dari keturunan tujuh keluarga bangsawan menindas klan lain adalah hal yang lumrah. Tapi jika seorang tetua sampai ikut campur, terlebih lagi melawan klan tingkat tiga, itu adalah sebuah penghinaan besar.
Lebih parahnya lagi, belum pernah ada seorang pun dari tujuh keluarga bangsawan yang melakukan hal sedemikian rupa.
"Tetua Yan, redakan amarahmu. Memang begitulah karakternya, ia cepat sekali menyulut emosi orang di sekitarnya. J-jangan marah..." Qin Caiqing menasihati Yan Song, namun pada akhirnya, ia harus bersusah payah menyembunyikan senyumnya.
Melotot tajam padanya, amarah Yan Song yang tadinya sudah di ubun-ubun semakin menjadi-jadi.
"Huh, keparat sialan, kau toh akan segera mati juga. Bicara sepuasmulah!" Yan Song mengatupkan giginya rapat-rapat, tatapan matanya yang penuh amarah berhasil melunturkan senyuman di wajah Qin Caiqing, "Jangan cuma tertawa, cepat selesaikan ini!"
Qin Caiqing menyodorkan kotak itu dan Raja Pil Kejam membukanya. Kedua matanya langsung menyipit tajam.
Bum!
Yan Song membanting kotak itu ke tanah, menghancurkan berkeping-keping Akar Bodhi yang ada di dalamnya.
Qin Caiqing berseru kaget, "Tetua Yan, kenapa?"
"Ini palsu. Ini bukan Akar Bodhi!" Yan Song menatapnya dengan dingin.
Qin Caiqing tersentak, wajahnya tampak kebingungan, "Palsu... bagaimana bisa? Akar Bodhi ini selalu dijaga ketat di Paviliun Pusaka. Wanita itu bahkan belum keluar dari pertapaannya, jadi ini tidak masuk akal. Kecuali..."
Qin Caiqing mengarahkan tatapan penuh kecurigaan kepada Zhuo Fan, melangkah mendekat dengan niat membunuh yang pekat, "Tuan Muda Song, tadinya aku mengira kau tahu kapan harus mundur meskipun kau bukanlah tipe pria yang melakukannya. Aku benar-benar tidak menyangka kau adalah orang yang tega menukar barang."
"Kau meragukanku?" Zhuo Fan memasang ekspresi ketakutan lalu kabur, bersiap merentangkan sayapnya.
Ia kini telah mendapatkan apa yang ia inginkan dan berhasil membongkar tipu muslihat wanita itu. Sebagai wanita yang berkuasa, Qin Caiqing tidak melakukannya sendiri melainkan menggunakan dirinya—seorang kultivator ranah Pemurnian Tulang yang keras kepala—agar ia bisa melimpahkan segala kesalahan padanya.
Terlepas dari apakah Yan Song tertipu oleh Akar Bodhi palsu itu atau tidak, wanita itu tetap akan melemparkan kesalahan padanya.
Yan Song kemudian akan menyalahkan wanita itu karena salah memilih orang dan tidak akan memaksanya mencari Akar Bodhi lagi.
Akar Bodhi akan selamat dan wanita itu terbebas dari paksaan Yan Song, dan semua itu hanya ditebus dengan mengorbankan seorang anak klan tingkat tiga. Bukankah ini situasi yang saling menguntungkan?
Zhuo Fan mendengus dalam hati sambil mengepalkan tinjunya.
Sangat disayangkan orang yang berdiri di hadapannya bukanlah sekadar kultivator ranah Pemurnian Tulang biasa, melainkan seseorang yang telah membunuh You Guiqi—si monster Zhuo Fan.
Waktunya sudah hampir tiba. Chuchu akan segera melompat keluar dan ia kemudian bisa membunuh pasangan ini.
Apa hebatnya Pengawas Pertama Gedung Bunga Hanyut, apa hebatnya Raja Pil Kejam? Mereka tak lebih dari seorang wanita dan seorang kakek pengecut yang mahir bermain racun.
[Membunuh mereka bukanlah hal yang mudah, tapi juga tidak terlalu sulit.]
Mata Zhuo Fan memancarkan kilatan haus darah sementara ia menjilat bibirnya dengan penuh antisipasi. Seolah-olah ia adalah Raja Iblis yang bersiap melancarkan pembantaian.
Namun tiba-tiba, sesuatu terjadi.
Qin Caiqing yang tadinya melangkah mendekat, mendadak menghentikan gerakannya dan menghantamkan telapak tangan biru ke dada Yan Song.
Bum!
Di tengah ledakan keras itu, terdengar pula suara retakan tulang. Yan Song terpelanting ke udara bagaikan boneka kain sementara darah menyembur dari mulutnya.
"B-beraninya kau mengkhianatiku?" Yan Song merangkak bangkit dan menunjuk ke arahnya dengan penuh kemarahan serta kebencian mendalam.
Zhuo Fan tertegun menyaksikan adegan itu, tinjunya mengendur perlahan.
[Apa? Bukankah Pengawas Iris ingin aku yang menanggung akibatnya?] Zhuo Fan merasa kebingungan karena untuk pertama kalinya analisisnya meleset.
Ia menghela napas, [Hati seorang wanita ibarat lautan, begitu dalam dan tak terduga!]
Dugaannya tadinya adalah pilihan yang paling menguntungkan bagi wanita itu. Namun pengkhianatan ini tidak hanya akan membuat kedua belah pihak menderita, tetapi bahkan bisa berujung pada kematian mereka bersama!
"Huh, Qin Caiqing, jangan lupa, nyawamu ada di tanganku. Apa kau ingin mati?" Raja Pil Kejam menyeka darah dari sudut bibirnya sementara kristal-kristal es mulai terbentuk di dadanya.
Qin Caiqing mengangkat kepalanya, tekadnya sudah bulat, "Yan Song, dengar baik-baik. Aku adalah Pengawas Pertama Gedung Bunga Hanyut, Pengawas Iris Qin Caiqing. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan Gedung Bunga Hanyut bahkan jika aku harus membayarnya dengan nyawaku."
Zhuo Fan tertegun.
Pengawas Iris biasanya selalu tenang dan terkumpul. Pengawas yang cantik itu bahkan tidak pernah menggunakan kata-kata kasar meskipun menghadapi musuh yang dibencinya. Entah mengapa, ia mulai merasakan penghormatan yang mendalam terhadap wanita itu...
Chapter 109 · 6m baca
Iris Overseer’s Stubbornness
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter