Dengan alis yang bergetar di balik topeng elang, Zhuo Fan melirik ke balik jeruji besi secara refleks. Pintu penjara terbuka dengan derit dan sesosok figur yang tak asing lagi, Wu Qingqiu, melangkah masuk ke hadapannya.
Dengan senyum puas, ia menatap penuh antusias saat semakin mendekati Zhuo Fan.
Zhuo Fan menggelengkan kepala sambil terkekeh, "Bagaimana kau bisa menebaknya?"
"Dari semua orang di muka bumi ini, hanya Saudara Zhuo yang akan merasakan begitu besar cinta untuk Adik Qingcheng. Begitu pula sebaliknya, di mana Adik Qingcheng hanya mempercayai Saudara Zhuo dari lubuk hatinya yang paling dalam."
Mata Wu Qingqiu bersinar, lalu ia menghela napas, "Aku tadinya sulit percaya bahwa seorang sahabat baik yang telah pergi selama bertahun-tahun akan muncul kembali di hadapanku. Berkat perkataan Senior Ouyang lah yang membuatku melompat pada kesimpulan liar tersebut. Ia bilang kau tidak akan pernah mencelakai adik perempuan itu demi cinta, dan dia benar. Itu menyisakan hanya dirimu yang memiliki cinta abadi sedemikian rupa untuknya. Maka satu-satunya solusi, betapapun mustahilnya dan tidak peduli seberapa kecil kemungkinan orang itu, adalah jawaban yang paling masuk akal. Karena itulah aku datang untuk melihat apakah kau memang benar-benar ada."
Zhuo Fan menggelengkan kepala. Ia meraba topeng elang di wajahnya dan perlahan menurunkannya, "Saudara Wu memang bijaksana melampaui usianya. Kau berhasil menemukanku. Tanpa aku atau Ye Lin saat itu, Tanah Barat pasti sudah menobatkanmu sebagai murid terbaiknya. Saudara Wu memang tiada tandingan."
"Aku tahu itu. K-kau benar-benar ada di sini..."
Mengabaikan kata-kata itu, Wu Qingqiu memandangi senyum tenangnya dan tatapan matanya yang tajam, sementara emosi meluap-luap di dadanya. Ia butuh waktu setidaknya satu menit penuh untuk menenangkan hatinya, "Ini benar-benar seperti tembakan di dalam jurang tergelap, namun ternyata itu nyata. Di mana saja kau selama bertahun-tahun ini, bahkan sampai meninggalkan Istrimu?"
Zhuo Fan balas menatap tanpa berkata apa-apa.
Wu Qingqiu melirik ke arah Chu Qingcheng yang tetap tenang namun tatapannya kosong di sisi lengan Zhuo Fan dengan ekspresi masam, "Seorang pria selalu ingin meninggalkan jejaknya. Bisnis apa pun yang harus kau selesaikan, tak seorang pun akan bisa menghentikanmu. Adik Qingcheng sangat pengertian dan pasti akan membiarkanmu pergi. Setidaknya yang bisa kau lakukan adalah kembali dengan selamat dan tidak memperlakukan adik seperti ini. Rambutnya tidak hanya memutih, tapi ia juga menutup hatinya dari setiap orang. Sedangkan untukmu, kulihat kau telah pulih dari rasa sakitmu, dilihat dari rambut hitammu yang bagus, kau hidup dengan cukup baik rupanya. Aku hampir tidak mengenali daratan."
Nada bicara Wu Qingqiu menyiratkan sedikit celaan dan kemarahan atas bagaimana Zhuo Fan memperlakukan Chu Qingcheng, yang ia anggap sebagai saudari baiknya sendiri.
Zhuo Fan tidak membela diri, menerima setiap teguran itu dalam diam.
"Kau adalah sosok yang paling kami kagumi, terutama oleh Yan Mo dan tentu saja oleh adik junior kita."
Wu Qingqiu memelototinya, "Kau unggul dalam akal dan kekuatan, mendapatkan rasa hormat penuh dari kami. Ketika kami mendengar bahwa kau telah tewas, banyak dari kami yang ingin membalas dendam. Kami telah memikul tanggung jawab untuk merawat janda yang kau tinggalkan. Bahkan Yan Mo yang liar itu pun bersikap perhatian terhadap Adik Qingcheng, semua karena setiap orang di generasti kita melihatmu sebagai yang terbaik sejati di Tanah Barat. Dan apa yang kau lakukan? Memalsukan kematianmu dan menghilang selama empat-lima tahun. Kau telah mengecewakan Adik Qingcheng yang selalu mengharapkan kepulanganmu, dan kau telah mengecewakan saudara-saudara yang mengagumimu."
Nada bicara Wu Qingqiu semakin meninggi karena geram.
Zhuo Fan menarik napas dalam-dalam, merasakan rasa malu, "Entah itu empat atau lima tahun, itu tetaplah waktu yang lama. Aku percaya bahwa aku bisa menanggung semuanya sendiri. Qingcheng memang akan menderita, tetapi kemudian disusul oleh kelegaan karena dalam satu atau dua dekade, lukanya akan mulai sembuh dan dalam lima puluh tahun ia akan bisa melanjutkan hidupnya. Satu abad kemudian, ia bahkan tidak akan mengingatku lagi. Cinta yang paling mendalam akan terkubur oleh pasir waktu, bukan? Tapi..."
Zhuo Fan merasakan hatinya berdarah setiap kali ia menatap mata kosong istrinya itu.
"Adik Qingcheng bahkan tidak menunggu. Begitu kau dinyatakan tewas, hatinya ikut mati bersamamu." Wu Qingqiu berkata dengan serius, "Aku hanya ingin tahu, mengapa kau tidak kembali jika kau selamat? Tidak peduli seberapa banyak kau berubah, ia tetap bisa mengenali kalau itu adalah dirimu bahkan saat di panggung turnamen dulu. Mungkin jika kau tinggal bersamanya, kau bisa membuka hatinya kembali. Dalam urusan hati, hanya sumber masalahnya yang bisa menyembuhkannya. Tidak ada pil di dunia ini yang bisa menyembuhkannya, karena kaulah obatnya."
Zhuo Fan menggelengkan kepala dengan sedih, "Aku tidak bisa menemuinya, karena aku berharap ia akan belajar untuk melupakannya..."
"Kenapa?"
"Ini demi kebaikannya sendiri. Aku tidak ingin menyakitinya." Zhuo Fan menggenggam tangannya, "Jika aku mati besok, apakah aku harus membiarkannya mati bersamaku?"
Wu Qingqiu tertegun, "Apa maksud perkataanmu itu?"
"Hidupku bukanlah milikku sendiri dan bisa direbut kapan saja. Aku hanya tidak ingin membebaninya." Zhuo Fan menghela napas panjang.
Wu Qingqiu terperanjat, "Aku mungkin tidak tahu masalah apa yang sedang kau hadapi, tapi aku bisa memahami maksudmu. Apakah maksudmu semua yang telah kau lakukan adalah agar ia bisa tetap hidup?"
Zhuo Fan mengangguk, matanya meredup karena kelelahan.
"Maaf, aku tadi terbawa emosi. Seharusnya aku tahu kau tidak akan pernah sekejam itu pada Adik Qingcheng." Wu Qingqiu mengalah dan membungkuk setelah berpikir sejenak.
Zhuo Fan melambaikan tangan, "Tidak apa-apa, memarahiku justru membuatku merasa sedikit lebih baik. Aku justru sangat berterima kasih kepadamu dan semua orang yang meluangkan waktu untuk merawat Qingcheng selama tahun-tahun ini."
Wu Qingqiu menggelengkan kepala, "Sudah kewajiban sesama saudara, hal yang wajar."
"Wajar apa, kau sama sekali tidak mengerti perempuan!"
Sebuah suara omelan terdengar dari belakang, "Kalau boleh kukatakan, sebagai kakak senior utama dari Manor Naga Ganda, kau seharusnya mencaci maki pria kejam ini karena menelantarkan istrinya!"
Keduanya menoleh ke belakang dan terkejut mendapati bahwa itu adalah Shangguan Qingyan dengan mata merah karena menangis dan menatap mereka dengan penuh amarah.
Zhuo Fan bingung, "Apa yang kau lakukan di sini? Kira-kira penjara Sekte Laut Cerah ini tempat apa? Ini bukan taman bermain."
"Ya, aku sudah bilang pada para senior di luar untuk tidak membiarkan siapa pun mengganggu kami. Kenapa kau bisa..." Wu Qingqiu menatapnya dengan heran.
Bruk~
Shangguan Qingyan menghentakkan kakinya saat berjalan mendekat, sambil menggerutu, "Aku tahu kau adalah kakak senior utama Manor Naga Ganda, Wu Qingqiu, dan para senior itu membiarkanmu masuk karena kedudukan pentingmu di Manor Naga Ganda, tapi kau tetaplah hanya seorang murid. Aku, di sisi lain, adalah nona muda dari klan Shangguan, kesayangan ayahku. Jadi, menurutmu siapa yang akan lebih dibela oleh orang-orang tua itu?"
Uh!
Wu Qingqiu kehabisan kata-kata.
[Memang benar, Manor Naga Ganda memimpin Tanah Barat, tapi aku hanyalah seorang murid di lingkungannya. Tidak peduli seberapa besar dukungan yang kudapat, itu hanya akan bertahan selama beberapa dekade saja. Ketika angkatan baru berikutnya datang, aku akan segera dilupakan.]
Sementara klan Shangguan dari Tanah Timur akan selalu menjunjung tinggi nona muda mereka dalam kedudukan tertinggi apa pun yang terjadi. Status mereka berada di dunia yang berbeda.
Tentu saja orang-orang tua itu tidak akan berani menginjak harga diri nona muda Tanah Timur tersebut.
Wu Qingqiu memutar bola matanya dan menggerutu.
[Para tetua Sekte Laut Cerah ini benar-benar keras kepala.]
Ia gagal menyadari bahwa mereka tidak akan membiarkan seorang murid Tanah Barat menemui tersangka utama mereka kecuali jika mereka memang bersikap tegas. Itu semua karena mereka tidak ingin membuat Manor Naga Ganda yang berada di belakang pemuda itu merasa tersinggung sehingga mereka mengizinkannya masuk.
Karena membuat Manor Naga Ganda murka sama artinya dengan memusuhi seluruh Tanah Barat. Mereka tidak akan sanggup menanggung akibatnya.
Hal yang sama juga berlaku untuk Shangguan Qingyan.
Jadi nona muda ini menerobos masuk ke dalam penjara dan langsung berdiri di hadapan Zhuo Fan dengan tatapan tajam.
"Eh, Nona Muda Shangguan, apakah aku telah melakukan sesuatu untuk membuatmu marah?"
Zhuo Fan tampak kebingungan.
Bibir Shangguan Qingyan bergetar lalu mengangguk, "Ya, kau melakukannya, karena kau sama sekali tidak punya petunjuk tentang apa yang dipikirkan wanita!"
[Eh, bisa diulangi?]
Zhuo Fan tertegun sejenak, menoleh ke arah Wu Qingqiu untuk mencari jawaban, namun pemuda itu tampak sama bingungnya, hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.
"Zhuo Fan, aku tahu semua tentangmu dan Itrimu, setiap detail kecilnya!"
Mata Shangguan Qingyan menyala karena marah, "Kalian telah melewati begitu banyak hal bersama, jadi kenapa kau begitu bodoh? Tidakkah kau melihat apa yang sebenarnya ia inginkan?"
Zhuo Fan meringis, ekspresinya berubah serius...
Chapter 1030 · 5m baca
Constant Visitation
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter