The Steward Demonic Emperor - Chapter 1029 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1029 · 6m baca

Desperate Measures

by Night Owl

Bali Yuyu menatap tajam keempat tetua dari dalam kegelapan, keragu-raguan menggerogoti hatinya. Zhuo Fan menyuruhnya mengambil pedang malam ini, tetapi sudah jelas hal itu tidak akan berjalan mulus di sekte terbaik di wilayah utara, bahkan untuk seorang Raja Pedang seperti dirinya.

[Sialan, sekarang bagaimana? Aku payah dalam hal berpikir!]

Bali Yuyu tidak bisa melihat jalan keluar dari situasi ini.

[Apa yang akan dilakukan si keparat itu?]

Melihat pria itu selalu bisa memikirkan rencana untuk segala hal, seharusnya situasi ini tidak berbeda.

[Kenapa aku sama sekali tidak bisa memikirkan apa pun?]

Ia mengerahkan seluruh kemampuan otaknya untuk mencari jalan keluar, namun hasilnya tetap nihil.

Pedang Penyegel Surga berada di balik sebuah penghalang dan juga menjadi sumber tenaga bagi penghalang tersebut. Itu artinya ia sama sekali tidak memiliki cara untuk mengambilnya dengan paksa. Belum lagi keempat tetua kuat yang menjaganya.

Itu adalah pertahanan sempurna yang mustahil bisa ia tembus.

[Haruskah aku kembali saja dan bertanya padanya?]

Seketika pikiran Bali Yuyu melayang ke sana, namun ia langsung menepis gagasan itu.

[Tidak, aku sudah setuju untuk mengambil pedang ini malam ini. Kalau aku terjebak lalu meminta tolong padanya, dia hanya akan menertawakanku. Lagipula, aku adalah Raja Pedang Hujan Beku yang hebat!]

[Meskipun sudah jelas kalau kekerasan tidak akan membuahkan hasil. Lalu apa yang harus kulakukan?]

[Lagi pula, aku tidak melihat cara apa pun untuk melewati pertahanan yang tidak bisa ditembus itu, jadi apa yang bisa dia perbuat?]

[Ya, dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lagipula, dia menyuruhku datang ke sini untuk memantau situasi, sedangkan mengambil pedang dalam waktu semalam itu terlalu gegabah. Rencananya yang bermasalah di sini, tidak ada hubungannya denganku. Bahkan jika aku melemparkan masalah ini padanya, dia juga tidak akan bisa menyelesaikannya.]

[Yep, benar-benar tidak ada solusinya. Jadi tidak ada rasa malu sedikit pun untuk kembali dengan membawa masalah yang tidak ada jalan keluarnya.]

Bali Yuyu menemukan alibi yang sempurna dan langsung menyerah. Ia membaur dengan kegelapan lalu menyelinap pergi.

Ia hendak menemui Zhuo Fan untuk mengeluhkan tugas yang mustahil ini.

Meskipun Zhuo Fan saat ini sedang mengurus hal lain, mengingat Sekte Laut Cerah telah mengarahkannya...

Di aula Sekte Laut Cerah, Ouyang Lingtian melangkah ringan dengan ekspresi tertegun oleh apa yang dilihatnya.

Selain Pemimpin Sekte Ling Yuntian, hadir pula Sesepuh Hei Ran dan Bu Xingyun dari Sekte Laut Matahari.

Ouyang Lingtian dengan cepat memahami situasinya dan membungkuk, "Pemimpin Sekte, kurasa Anda sudah tahu."

"Tentu saja."

Ling Yuntian menunjuk ke arah keduanya, "Sesepuh Hei Ran dan Pemimpin Sekte Bu telah menjelaskan semuanya. Aku tahu ada sesuatu yang istimewa dari Pelayan Qian, tapi aku bahkan tidak menyangka dia begitu luar biasa. Aku terkejut mendengar bahwa dia menghancurkan manifestasi roh dari energi dunia hanya dalam satu pukulan. Kau tahu persis seperti aku, bahwa hanya dengan bantuan pedang ilahi kita bisa berharap untuk melawan ketika kekuatan dunia menyatu."

Bu Xingyun memutar matanya, "Pemimpin Sekte Ling, kenapa kau masih memujinya? Dia itu mata-mata, dari wilayah tengah. Sekteku sudah berhasil membongkarnya. Ini adalah buktinya!"

"Masih terlalu dini untuk menyimpulkan hal itu."

Sesepuh Hei Ran melambaikan tangannya, "Keahliannya memang membingungkan dan luar biasa, tapi hampir tidak ada bukti yang mendukung bahwa dia datang ke Sekte Laut Cerah untuk niat jahat. Spekulasi liar hanya akan mencelakai orang yang tidak bersalah."

"Mencelakai orang yang tidak bersalah? Kebaikan apa yang bisa dibawa oleh seseorang berlatar belakang tidak jelas ke Sekte Laut Cerah? Kalau dia bukan mata-mata wilayah tengah, lalu apa, ke sini untuk mendoakan umur panjang di hari ulang tahun Pemimpin Sekte Ling? Terus bagaimana kalau dia tidak bersalah? Di masa-masa krisis seperti ini, tindakan tegas adalah sebuah keharusan, seperti menyingkirkan semua unsur yang tidak dikenal."

"Sama sekali tidak boleh, itu hanya akan mendatangkan lebih banyak masalah jika kita asal membunuh tanpa mencari tahu identitasnya." Sesepuh Hei Ran membantah usulan tersebut, mengerutkan kening membayangkan akibat buruk yang akan terjadi.

Bu Xingyun mengejek, "Apa yang kau bicarakan adalah berita heboh tentang bencana Gunung Iblis? Huh, Sesepuh Hei Ran pasti sudah jadi parno sekarang. Pertama-tama, tidak seorang pun pernah melihat Gunung Iblis dan itu bisa saja hanya bualan belaka. Kedua, bahkan jika itu nyata, apa kau pikir murid-muridnya berkeliaran di mana-mana? Apa kau pikir kau akan berpapasan dengan salah satu dari mereka di setiap langkah?"

"Kemungkinan besar hal itu terjadi kali ini."

Sesepuh Hei Ran meringis, "Kekuatan pemuda itu berada di luar nalar. Berapa banyak pemuda di daratan ini yang bisa menandinginya? Siapa lagi kalau bukan dari Gunung Iblis yang bisa menghasilkan murid seperti itu? Jika dia memang berasal dari sana, itu justru menjadi alasan kuat mengapa kita tidak boleh main-main dengannya."

"Gunung Iblis pasti sudah menguras seluruh akal sehatmu. Jika murid Gunung Iblis menentang wilayah utara, apa kita hanya akan menonton sambil tersenyum?"

"Gunung Iblis tidak pernah ikut campur dalam urusan duniawi. Selama kita tidak menyentuh mereka, mereka juga tidak akan mengganggu kita."

"Bagaimana kalau mereka yang menyentuh kita?"

"Tidak, hal itu tidak pernah terjadi sebelumnya..."

"Cukup!"

Ling Yuntian menengahi pertengkaran mereka, berseru, "Ini adalah Sekte Laut Cerah. Kami yang menentukan bagaimana cara menangani para tersangka di sini. Ini bukanlah masalah yang harus kalian pikirkan."

Keduanya mendengus kesal.

Ling Yuntian menghela napas dan berkata, "Lingtian, bagaimana caramu menghadapinya?"

"Aku tidak berani melakukan apa pun tanpa persetujuan Pemimpin Sekte. Dari apa yang kutahu tentang tindakan-tindakannya, dia bukan orang sembarangan dan tidak akan membuat keadaan menjadi sulit. Untuk saat ini, para tetua telah menyegel Yuan Qi mereka dan menempatkannya di balik penghalang, menunggu perintah dari Pemimpin Sekte!"

"Lalu bagaimana dengan masalah Pedang Membumbung yang tersegel itu?" tanya Ling Yuntian.

Ouyang Lingtian menggelengkan kepalanya, "Metode penyegelan dan pemecahan segel dari Pedang Penyegel Surga yang kita ketahui seharusnya sangat ampuh, tetapi tampaknya segel pada Pedang Membumbung ini sangat aneh sehingga metode tersebut, atau metode lainnya, tidak ada yang mempan. Hal ini membuat kita bertanya-tanya siapa pelakunya hingga mengetahui teknik penyegelan yang luar biasa ini. Kita butuh waktu untuk mempelajarinya sebelum bisa memecahkannya."

"Shangguan Feixiong adalah orang bodoh yang keras kepala, bersikeras melepaskan segel itu seorang diri, bahkan setelah setengah tahun hasilnya nihil. Kalau saja kita berdua tidak sengaja menemukannya tiga hari lalu, kita mungkin tidak akan pernah tahu, ha-ha-ha..." Sesepuh Hei Ran menghela napas.

Ouyang Lingtian mengangguk, "Hei Ran, masih punya muka kau mengatakan itu? Kau juga tidak akan pernah memberitahu kami. Masih akan gelap gulita jika Murong Lie tidak memanggilku untuk membantu."

"Orang tua bangka itu menyuruh kita tutup mulut agar dia tidak terlihat bodoh."

"Kalian berdua kakek-kakek benar-benar kehilangan akal sehat karena benar-benar menuruti permintaannya." Ouyang Lingtian memutar bola matanya.

Ekspresi Ling Yuntian berubah serius, "Pencabutan segel Pedang Membumbung adalah prioritas utama saat ini. Begitu segelnya terangkat dan semua pemimpin dari setiap wilayah berkumpul, kita baru bisa menyelidiki Pelayan Qian dan mendiskusikan bagaimana cara mengatasi masalah ini."

Mereka semua menyetujuinya, hanya Bu Xingyun yang menggerutu, "Bunuh saja dia dan bereskan semuanya!"

"Satu lagi!"

Ling Yuntian memelototinya, "Pemimpin Sekte Bu, Anda sedang berada di Sekte Laut Cerah. Bisakah Anda menghormati aturan kami? Jaga pandangan Anda."

Ugh!

Bu Xingyun meringis, "Pemimpin Sekte Ling, apa maksud ucapan Anda itu?"

"Ha-ha-ha, Pemimpin Sekte Bu pasti tahu. Di Sekte Laut Cerah, aku tahu segalanya yang sedang terjadi. Kau menyuruh muridmu memantau kelompok Qian Fan. Kalau tidak, bagaimana kau bisa tahu begitu cepat dan menjadi orang pertama yang melaporkannya kepadaku?"

"A-aku hanya melakukannya demi keselamatan Sekte Laut Cerah. Pemimpin Sekte Ling, mohon jangan salah paham." Bu Xingyun tersenyum kaku.

Puk!

Ling Yuntian menepuk bahunya sambil tersenyum, "Jika Pemimpin Sekte Bu ingin aku tidak salah paham, maka bertindaklah dengan cara yang tidak menimbulkan kecurigaan. Usahakan untuk tidak melangkah terlalu jauh lagi."

Bu Xingyun menatapnya tajam dalam-dalam lalu mengangguk gemetar.

[Orang ini ternyata tidak sebaik kelihatannya di dalam...]

Di dalam sebuah sel yang cukup luas, kelompok Zhuo Fan duduk dengan tenang dengan kultivasi mereka yang disegel. Dindingnya tidak bisa ditembus dan bahkan ada banyak penghalang spasial yang dipasang untuk mencegah siapapun melarikan diri.

Qiao'er adalah satu-satunya yang diabaikan, para tetua Sekte Laut Cerah termakan oleh akting kekanak-kanakannya yang tampak begitu tulus. Seberapa berbahayanya seorang anak kecil?

Zhuo Fan tampak tenang, mengabaikan suasana muram di dalam sel, sembari menggenggam tangan gadis cantik itu.

"Tuan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Situasinya sangat bertentangan dengan rencana kita." Tanya seorang pengawal.

Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, "Jika rencana tidak bisa mengimbangi kenyataan, kita harus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Paling buruk, kita hanya akan menunggu beberapa hari di sini sebelum mulai bergerak."

"Mereka tidak membiarkan kita lepas dari pengawasan. Apakah Tuan begitu yakin?"

"Untuk apa lagi aku setenang ini? Sekarang berhenti bicara." Zhuo Fan melotot kepadanya lalu menghela napas saat ia menoleh ke arah Chu Qingcheng yang tampak linglung, "Setidaknya aku senang ini membuat kita bisa tetap bersama. Mengingat betapa berbahayanya perjalanan ke Laut Utara, tambahan satu saat saja sudah lebih dari cukup..."

Plok~

Suara tepuk tangan bergema di ruangan kosong itu, diikuti oleh tawa, "Ha-ha-ha, tebakanku benar. Kakak Zhuo, ternyata benar itu kau. Kau masih hidup dan akhirnya kembali..."

Gunakan ← → untuk pindah chapter