[Apa?]
Shangguan Qingyan menatap kaget bergantian ke arah Murong Xue dan Ouyang Changqing, sebelum akhirnya tersenyum. "Kakak, kamu telah menyembunyikan kekasihmu dariku selama ini sambil terus menggoda percintaanku. Sekarang kita harus merayakan pernikahan kalian dengan bersulang!"
"Omong kosong apa itu?"
Murong Xue mendelik tajam kepadanya lalu menatap binar penuh harap di mata Ouyang Changqing. "Kakak Ouyang, apa kamu sudah melupakan janji kita?"
"Tentu saja tidak."
Ouyang Changqing berbicara dengan penuh kebanggaan. "Menggenggam surga, menggoncangkan kelima daratan, berdiri di atas semua orang, dan hanya berada di bawah satu orang!"
Murong Xue mencibir. "Kalau begitu, Kakak Ouyang, mana dari keempat hal itu yang sudah kamu capai?"
"Meskipun aku baru memenuhi satu, tiga hal lainnya hanya masalah waktu dengan keunggulan awal ini. Walaupun pernikahan masih agak jauh, setidaknya kita bisa bertunangan dulu."
"Wah, betapa percayanya dirimu. Apa yang memberimu kepercayaan diri sebesar itu?" goda Murong Xue.
Ouyang Changqing mengangkat dagunya tinggi-tinggi, membusungkan dadanya, dan berkata, "Sudah jelas aku akan menggenggam surga. Kamu tahu siapa ayahku, orang terkuat di daratan utara, Ouyang Lingtian, yang memegang Pedang Penyegel Surga! Bukankah pedang suci itu akan diwariskan kepadaku?"
"Pedang-pedang suci di kelima daratan belum tentu diwariskan dalam satu keluarga, melainkan berdasarkan kemampuan." Murong Xue mendengus.
Ouyang Changqing mengangguk penuh pengertian, kebanggaannya sama sekali tidak terusik. "Kamu benar, tapi jika kita tidak mengikutsertakan Ayah, sebenarnya siapa aku? Pemenang kompetisi murid utama daratan utara. Aku sekarang adalah murid terbaik di daratan utara dan kelak akan mengambil tempat ayahku untuk menjadi yang terbaik di daratan utara. Kakak Xue harus setuju."
Murong Xue membuang muka, tetapi tetap memberikan sedikit anggukan.
Ouyang Changqing menyeringai. "Adapun menggoncangkan daratan, itu akan datang dengan sendirinya seiring aku menjadi yang terbaik di daratan utara."
"Lalu, bagaimana dengan berada di bawah satu orang?"
Shangguan Qingyan bertanya dengan antusias. "Dengan tujuan setinggi itu, untuk tetap berada di bawah seseorang, siapa sebenarnya orang itu? Apakah orang tua aneh Pedang Tak terkalahkan itu? Meskipun itu cukup jelas mengingat dia tidak pernah dikalahkan selama sepuluh ribu tahun terakhir dan pasti akan tetap begitu selama beberapa ribuan tahun ke depan."
Ouyang Changqing mengejek. "Nona Muda Shangguan, kamu benar-benar meremehkanku. Aku adalah pria yang ditakdirkan untuk membelah surga. Begitu aku memahami ilmu pedang dari Pedang Penyegel Surga, status tak terkalahkannya akan tinggal sejarah, humph..."
"Nah, tipe orang seperti itulah yang paling aku benci, sombong setengah mati. Dia tidak ada bedanya dengan para pemuda tak berguna yang suka pamer di mana-mana. Mengatakan bahwa kamu berada di atas Pedang Tak Terkalahkan bahkan tanpa pernah menemuinya adalah kegilaan mutlak."
Wajah Murong Xue mengeras saat ia melakukan kontak mata dengan Shangguan Qingyan.
Shangguan Qingyan mengangguk-angguk, masih menatapnya dengan penuh rasa penasaran. "Karena bahkan Pedang Tak Terkalahkan pun berada di bawahmu, lalu siapa yang ada di atas?"
"Bukankah itu sudah jelas?"
Ouyang Lingtian menangkupkan tangan ke arah langit dengan wajah lurus. "Ikatan keluarga adalah yang terpenting. Tidak peduli seberapa dewa diriku nantinya, aku akan tetap menjadi anak Ayah. Hanya Ayahku yang bisa berdiri di atasku. Mengenai berdiri di atas semua orang, itu akan datang dengan sendirinya setelah mengalahkan Pedang Tak Terkalahkan, ha-ha-ha..."
Ugh!
Hati Shangguan Qingyan terasa tenggelam saat ia melihat kecongkakan pria itu yang menjengkelkan, seraya merasakan penderitaan Murong Xue. "Sekarang aku mengerti maksudmu tentang keempat tujuan itu yang kelihatannya sederhana. Selain kamu dan ayahmu, semuanya tidak ada apa-apanya."
"Bukan tidak ada apa-apanya, tapi sudah ditakdirkan terjadi," ucap Ouyang Changqing dengan nada berat.
Murong Xue memutar bola matanya. "Kalau begitu, datanglah lagi saat hal yang tidak ada apa-apanya itu menjadi kenyataan."
"Kakak Yan'er, ayo kita masuk dan lupakan saja orang menjemukan ini." Murong Xue melemparkan bunga prem salju itu, meraih lengan Shangguan Qingyan, dan berjalan masuk. "Aku jauh lebih ingin kamu menceritakan tentang priamu daripada mendengarkan bualan menyebalkannya ini..."
Shangguan Qingyan mengangkat bahu dan mengikutinya tanpa punya pilihan lain. Ouyang Changqing berteriak dari belakang, "Kakak Xue, aku pasti akan berhasil, percayalah padamu!"
[Percaya pada dengkulmu!]
Murong Xue mengumpat dalam hati.
"Changqing, aku percaya padamu!" Sebuah tawa datang entah dari mana saat sesosok yang akrab tiba-tiba merangkul lengan Ouyang Changqing. "Changqing, sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu dan lihatlah betapa kamu telah tumbuh, bahkan sudah berada di tingkat 8 Tahap Harmoni Jiwa. Tidak ada murid sepertimu di tiga daratan lainnya. Batasnya adalah langit, kubilang padamu, ha-ha-ha..."
Wajah Ouyang Changqing berseri-seri, egonya tersanjung. "Kakak Murong, sudah lama sekali. Aku juga merindukanmu!"
Murong Xue berhenti sejenak dan menatap Shangguan Qingyan sambil menghela napas. "Aku hanya tidak tahu apa yang dilihat kakak pada pria itu sampai-sampai rela menyerahkan adik perempuannya."
"Xue'er, apa kamu bilang sesuatu?"
"Bukan apa-apa. Sekarang Kakak sudah di sini, apakah itu berarti kamu menemukan petunjuk untuk melacak mereka?" Murong Xue masih menggandeng Shangguan Qingyan saat ia membungkuk hormat sekadarnya.
Murong Lie yang tadinya tersenyum seketika berubah muram. "Jangan ingatkan aku. Ketiga orang itu seperti hantu, lenyap begitu saja dari muka bumi. Sekte Laut Awan telah mencari selama enam bulan sekarang tetapi hasilnya tetap nihil. Mereka pasti sudah meninggalkan daerah itu dan semua petunjuk telah hilang, aku terpaksa harus kembali."
"Siapa sebenarnya mereka sampai bisa lolos dari kejaran Dewa Pedang Matahari yang Membara? Apakah mereka sehebat itu?" tanya Shangguan Qingyan penasaran.
Ouyang Changqing juga merasa bingung. "Dengan Kakak Murong dan kekuatan perkasa Sekte Laut Awan yang menyisir wilayah mereka, mereka seharusnya sudah ditemukan dalam hitungan menit. Bagaimana bisa tidak ada jejak sama sekali? Ini sungguh membingungkan. Kakak Murong, maukah kamu menceritakan lebih banyak tentang mereka? Aku akan mengumpulkan semua orang dari kelima sekte dan memeriksa setiap orang. Kami tidak akan membiarkan batu terlewatkan, dan kami pasti akan menemukan mereka!"
"Tidak, kumohon jangan. Itu hanya akan membuat daratan utara semakin gelisah. Kelompok Pedang Tak Terkalahkan sedang bersembunyi dan menciptakan kekacauan seperti itu hanya akan merugikan kita. Mereka akan menggunakan kesempatan ini untuk menyusup."
"Ya, Xue'er benar. Tidak perlu berusaha separah itu hanya untuk tiga orang. Musuh sejati kita bagaimanapun juga adalah Baili Yutian." Murong Lie mengangguk tegas.
Ouyang Changqing merenung lalu mengalah.
"Apakah itu berarti, Kakak Murong, mereka bukan dari wilayah tengah? Siapa sebenarnya mereka?" Shangguan Qingyan menangkap maksud di balik perkataan Murong Lie.
Murong Xue menghela napas. "Pria itu licik bagaikan iblis, menyebabkan ribuan korban di wilayah tengah lalu menghilang tanpa jejak. Sekarang dia muncul di daratan utara bersama seorang ahli yang bisa bertarung imbang dengan kakakku. Sebenarnya apa yang dia rencanakan? Kita masih belum yakin dengan sikapnya mengenai konflik di daratan utara, tapi dia tanpa ragu adalah elemen yang berbahaya."
"Bahkan Kakak Murong pun tidak bisa menangkapnya? Sebenarnya siapa dia?" seru Shangguan Qingyan, sementara Ouyang Changqing menatap dengan terkejut.
Murong Xue tetap menjadi orang yang menjelaskan, "Aku tidak tahu siapa dia, hanya saja dia meninggalkan satu nama di wilayah tengah, Gu Yifan."
[Apa?]
Shangguan Qingyan ternganga, hampir mengucapkan pikirannya dengan lantang. Namun, ia berhasil menguasai diri tepat waktu, meski wajahnya mendadak pucat.
[Bagaimana bisa itu dia? Kenapa orang-orang dari keluarga Murong mengincarnya? Sekarang bagaimana?]
Saat ia sedang berpikir untuk mencari tahu, Ouyang Changqing memperburuk keadaan dengan desahannya, "Dari namanya saja aku sudah bisa menebak dia orang jahat. Aku tidak pernah mendengar nama yang lebih buruk dari itu."
"Siapa orang yang berpikiran waras akan menggunakan nama asli mereka saat melakukan kejahatan?" Murong Xue memutar bola matanya ke arah pria itu.
Ouyang Changqing mengangkat bahu. "Sudahlah, karena kita tidak akan menemukannya dalam waktu dekat, apalagi dengan nama palsu dan menyembunyikan jejaknya, lebih baik aku mengurusi pencarianku sendiri. Kakak Murong, mau ikut?"
"Siapa yang sedang kamu cari?" Murong Xue mencibir. "Pemimpin Sekte Ling benar-benar mempercayai seseorang yang dangkal sepertimu untuk mencari orang yang mencurigakan? Kamu hanya akan membuat mereka kabur ketakutan!"
Suasana hati Ouyang Changqing langsung menciut. "Kakak Xue, jangan meremehkan aku. Pemimpin Sekte Ling secara pribadi memintaku untuk melakukan penyelidikan. Sebuah kafilah baru saja tiba di sekte, milik klan Qian, salah satu dari tiga klan pedagang besar di daratan utara. Pemimpin Sekte mendapati kepala pelayan mereka, Qian Fan, bertingkah aneh dan memintaku untuk menyelidikinya."
"Qian Fan?"
Wajah Shangguan Qingyan memucat, teringat akan ucapan Zhuo Fan bahwa Qian Fan adalah nama aslinya. Meskipun tidak yakin apakah itu benar, ia percaya itulah nama yang digunakannya sekarang.
[Sialan, dia bahkan menyuruhku merahasiakannya! Belum lama berlalu dan dia sudah dicurigai. Sekarang setelah kakak beradik Murong mengincarnya, apa yang harus kulakukan?]
Shangguan Qingyan diliputi oleh kecemasan dan kekhawatiran.
[Pria keparat itu selalu tahu caranya membuatku gelisah...]
Chapter 1012 · 5m baca
Suspicion
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter