“Kau tadinya begitu licik, kenapa sekarang jadi mendadak bodoh?”
Baili Yuyu mengejeknya, “Bukankah kau takut dia baru saja menghancurkan jiwa dan ragamu?”
“Ha-ha-ha, hal ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan berbagai cobaan yang telah ku lalui untuk sampai ke sini.”
Zhuo Fan mengembuskan napas panjang, “Saat kau membalas budi, kau harus tulus, memberikan kesempatan kepada orang lain untuk memiliki kehidupan demi kehidupan yang telah ia berikan kepadamu. Hanya saja, jiwa kembaraku kali ini terlalu kuat bahkan untuk dihancurkan oleh kekuatan penuhnya. Jiwa nragaku mungkin terluka, tetapi domain milikku dapat menyerap semua bahaya, dalam batas tertentu. Pokoknya, aku mendapatkan kembali hidupku!”
Baili Yuyu tertegun, “Kau benar-benar orang aneh, membalas budi dengan taruhan nyawa.”
“Dalam situasi lain, aku bisa membalas budi dengan mudah, tetapi dia dan aku menempuh jalan yang berbeda. Dia bukan hanya mengabaikan tolonganku, tetapi bahkan jika aku bisa membantunya, itu hanya akan mencoreng keyakinannya, membawa lebih banyak mudarat daripada manfaat. Jadi, satu-satunya pilihan adalah nyawa dibayar nyawa. Meskipun aku masih membutuhkan nyawaku dan tidak bisa begitu saja melepaskannya, aku puas hanya dengan menawarkan kesempatan baginya untuk mengambilnya. Itu masalahnya jika dia gagal meraih kesuksesan, tetapi semua hutang telah lunas.”
Baili Yuyu berkedip kebingungan, “Itu sudut pandang yang sangat segar yang belum pernah kulihat sebelumnya.”
“Membayar hutang bisa disederhanakan sebagai menemukan ketenangan batin. Aku tidak berutang pada siapapun dan tidak ada yang berutang padaku. Memutus ikatan yang mengikat hanyalah sebuah formalitas, asalkan hatiku mencapai ketenteraman.”
“Benar, dendam dan rasa terima kasih adalah urusan hati. Kenapa harus pusing memperdebatkannya kalau stresnya sudah diatasi.”
Baili Yuyu mengangguk lalu memasang ekspresi serius, “Bagaimana jika aku memberimu kesempatan untuk menyingkirkan ikatan yang lain?”
Zhuo Fan menatapnya lekat-lekat, “Ada apa denganmu? Ikatan apa yang kau maksud?”
“Tentu saja budi yang setinggi langit!”
Wanita itu bergegas menghampiri sisinya dan menatap tepat ke mata Zhuo Fan, “Bagaimana pendapatmu tentang aku, Qian?”
Semua orang di dalam kereta tersentak kaget dan menatap Raja Salju Hujan Dingin dengan ekspresi dungu.
[Apa yang sedang dilakukan Raja Pedang ini, menyatakan cinta?]
[Sial, dia benar-benar berani mengambil inisiatif seperti itu, tidak seperti wanita kebanyakan yang kukenal. Tunggu, itu memang sudah biasa bagi seorang Raja Pedang!]
Semua mata kini tertuju pada Zhuo Fan, memberikan isyarat yang sangat jelas.
[Tuan, mendekati seorang Raja Pedang tidak hanya akan menguntungkan Anda, tetapi juga kami semua secara luar biasa.]
[Lihat betapa antusiasnya dia, jadi terimalah saja. Meskipun dia agak liar, dia juga punya kekuatan besar yang bisa membuat siapa pun ciut.]
Melotot memperingatkan mereka agar tidak ikut campur, Zhuo Fan menatap mata Baili Yuyu yang penuh harapan, “Ehm, Nona Yuyu, apa maksudmu?”
“Tepat seperti yang kukatakan. Biasanya, apa pendapatmu tentang diriku?”
“Biasa saja.” Jawab Zhuo Fan datar tanpa pikir panjang.
Wajah Baili Yuyu berkedut lalu menyambar pakaiannya, “Biasa saja? Kau mau mencobanya lagi?”
“Ayolah Nona Yuyu, jangan terburu-buru emosi. Tuan selalu blak-blakan, jadi mohon jangan langsung marah.” Yang lain menyadari wanita liar itu hampir mengamuk dan buru-buru menenangkannya.
Baili Yuyu tertegun sejenak lalu melepaskan cengkeramannya dari Zhuo Fan. Ia menenangkan hatinya dan memamerkan senyuman ter manisnya, “Tuan Qian, kata-katamu sangat menyakitkan. Kau sama sekali tidak mirip orang suci dan perilakunya jelas tidak mencerminkan itu, tapi kau punya satu kualitas yang menebus semuanya, yaitu tahu berbalas budi. Kau bahkan rela menyerahkan nyawamu untuk membalas kebaikan orang lain. Aku adalah wanita yang sangat menghormati pria dengan sifat seperti itu!”
“Bicaralah yang jelas, Nona, jangan bertele-tele!” rutuk Zhuo Fan.
Bibir Baili Yuyu berkedut karena kesal dan melotot ke arahnya dengan tangan terkepal, namun ia berhasil melampiaskan seluruh rasa frustrasinya lewat satu embusan napas panjang. Wajahnya kembali memasang kehangatan seperti semula saat ia menukas, “Maksudku adalah, Qian, untuk melindungimu di Kota Galefrost waktu itu, aku harus menghadapi Murong Lie sendirian. Bukankah aku menyelamatkan nyawamu? Jadi, bukankah seharusnya kau berterima kasih?”
“Tidak.”
“Kenapa?”
“Kau adalah pengawal yang diberikan oleh Baili Yutian kepadaku dan kau hanya menjalankan tugasmu. Bagaimana bisa itu disebut menyelamatkan nyawaku?”
Zhuo Fan berbicara dengan penuh keyakinan. Hati Baili Yuyu langsung mencelos, namun ia masih mencoba peruntungannya sekali lagi, “Kaukah yang menyebabkan kekacauan di Kota Galefrost itu, kalau tidak mana mungkin Murong Lie menemui kita? Karena aku yang membereskannya untukmu, paling tidak kau harus membalas budi!”
“Seperti yang kukatakan tadi, kau sekarang bekerja untukku jadi semuanya adalah bagian dari deskripsi tugasmu, termasuk namun tidak terbatas pada kepatuhan dan perlindungan. Bagaimana bisa itu dianggap sebagai balas budi?”
Zhuo Fan menatap mata penuh harap itu sambil berkata malas, “Lagi pula, hadiah apa pun yang seharusnya kuberikan kepadamu sudah kuberikan di Kota Galefrost. Kau pasti sudah babak belur sekarang jika bukan karena pedang ilahiku, kan? Aku baru saja menyelamatkan reputasi dan nyawamu. Bukankah itu bentuk rasa terima kasih yang paling tinggi?”
“Tapi itu sudah jelas, karena kalau tidak kau tidak akan bisa kabur!”
“Sebagai tuanmu, apa pun yang kuberikan padamu, jika ada, bukanlah bentuk rasa terima kasih, melainkan sebuah anugerah. Kaulah yang seharusnya berterima kasih kepadaku karena apa yang menjadi milikmu adalah milikku juga, sebagai seorang pelayan.”
Menjentik hidung Baili Yuyu, Zhuo Fan memasang senyum jahil sambil memperjelas tanggung jawabnya, lalu bertanya, “Oh ya, di mana pedang iblisku? Kenapa belum kau kembalikan?”
Baili Yuyu meliuk-liuk dan menyembunyikan kedua tangannya di punggung sambil tersipu ragu-ragu.
Alis Zhuo Fan berkedut saat menyadari pedang yang terselip di pinggangnya, lalu ia mengulurkan tangan, “Kembalikan sekarang.”
“Aku tadinya mau bertanya, mungkin, kalau boleh, apakah aku bisa menyimpannya?” pinta Baili Yuyu malu-malu.
Mata yang lain melebar saat menyadari situasinya.
[Raja Pedang Hujan Dingin ternyata bersikap plin-plan selama ini bukan untuk menyatakan cinta sama sekali.]
[Membosankan sekali, membuat kami berharap tidak tentu arah.]
Semua orang memutar bola mata malas dan mengalihkan pandangan. Hanya Zhuo Fan yang sudah bisa menebak niatnya sejak awal dan mengejek, “Menyimpannya? Apa kau tahu benda apa ini? Coba katakan padaku apakah Patriarkmu itu bersedia membiarkanmu sekadar menyentuh Pedang Pembelah itu.”
“Justru karena pedang ilahi sangat langka, baru kali ini aku bisa menggenggamnya dan merasakan kekuatan luar biasa yang dialirkan ke dalam diriku.”
Baili Yuyu tampak kembali bersemangat, “Oh, aku juga dengar kalau pedang ilahi di dunia ini hanya ada lima. Kenapa kau punya yang keenam?”
Zhuo Fan meliriknya sekilas dan mencibir, “Siapa yang bilang pedang ilahi hanya ada lima? Lebih tepatnya, hanya ada lima di dunia sekuler.”
“Dunia sekuler? Maksudmu ada lebih banyak pedang ilahi di dunia luar sana?”
“Tentu saja. Biar kuberitahu, semua pedang ilahi ini berasal dari Gunung Iblis!” gerutu Zhuo Fan dengan senyum lebar.
Baili Yuyu terkejut bukan kepalang, terguncang hingga ke akar-akarnya, “Gunung Iblis yang membuat pedang ilahi milik lima daratan?!”
“Benar sekali, para master akan membuatkan pedang yang disesuaikan khusus dengan keahlian murid-murid yang hendak meninggalkan Gunung Iblis. Pedang ilahi di lima daratan tidak lain adalah senjata yang ditinggalkan oleh mereka yang telah tewas.” Zhuo Fan mengecap-ngecapkan bibirnya, merajut kisah sanjungan yang mengejutkan.
Baili Yuyu tercengang, butuh waktu lama baginya untuk mencerna dan mendekap pedang iblis itu erat-erat ke dadanya sambil memohon, “Kalau begitu, biarkan saja pedang ini padaku, dan kau bisa minta Tuanmu untuk membuatkanmu yang lain.”
“Kau pikir semudah itu? Kenapa disebut pedang ilahi kalau begitu gampang dibuat?”
Zhuo Fan memutar bola mata jengah ke arahnya, “Siapa yang menang di Kota Galefrost?”
“Eh, Murong Lie.” Baili Yuyu ragu-ragu, lalu merengut, “Kami bertarung selama delapan hari tapi aku tetap tidak bisa mengalahkannya jadi aku pergi. Dan karena kekuatan kami seimbang, dia tidak bisa menghentikanku maupun mengejarku.”
Zhuo Fan mengangguk dan bertanya, “Kau seimbang dengan Murong Lie dan bisa bertarung dengannya selama berhari-hari. Kenapa kau kabur hanya setelah delapan hari?”
“Mana bisa dibilang seimbang? Dia sudah menggunakan Pedang Pemusnah selama seribu tahun sementara aku baru saja mendapatkan pedangmu. Aku bahkan belum bisa menyelaraskannya. Tentu saja aku kalah!”
“Bukankah itu sudah jelas?”
Zhuo Fan mengangkat bahu, “Pedang iblis itu dibuat khusus untukku, jadi tentu saja selaras denganku. Kau mempelajari Pedang Pembelah milik Baili Yutian dan itulah pedang yang paling cocok untukmu, sedangkan milikku sama sekali tidak berguna.”
“Tapi Patriark tidak akan pernah memberiku Pedang Pembelah. Lagipula, memiliki pedang ilahi yang tidak familiar sepertimu jauh lebih baik daripada tidak punya sama sekali.”
“Pedang mengikuti kehendakmu, jadi kau juga membutuhkan pedang yang selaras dengan keberadaanmu. Menggunakan pedang sembarangan, terutama pedang ilahi ini, hanya akan menghambat jalanmu.”
Zhuo Fan menolak permintaannya, “Dengar, jika kau patuh kepadaku dan berhasil menjalankan tugas yang diberikan Gunung Iblis kepadaku, aku pasti akan membawamu kembali bersamaku agar Master bisa membuatkanmu pedang ilahi yang mirip dengan Pedang Pembelah demi mencocokkan sifat alamimu. Bukankah itu jauh lebih baik daripada ngotot merampas milikku?”
Wajah Baili Yuyu langsung berseri-seri gembira, “Benarkah?”
“Pernahkah aku berbohong kepadamu?” Zhuo Fan memamerkan senyuman kemenangannya.
Baili Yuyu mengangguk gembira lalu menyerahkan pedang iblis tersebut.
Zhuo Fan terkekeh sambil mengusap bilah pedang yang berwarna hitam pekat itu. Karena pedang iblis tersebut terikat dengan pikirannya, tidak ada seorang pun yang bisa mendapatkan persetujuannya tanpa seijin dirinya.
[Atau kalau tidak, wanita ceroboh ini pasti sudah kabur membawanya alih-alih membuang waktu denganku.]
Zhuo Fan membuat gestur segel dan pedang iblis itu pun meresap masuk ke dalam tubuhnya. Ia kemudian melirik Baili Yuyu yang tampak ceria dengan senyum terselubung,
[Kekuatan dan ketenaran bisa membutakan orang dengan begitu mudahnya, membuat gadis bodoh ini pun terobsesi pada sepedang pedang. Dia bahkan tidak pernah mempertanyakan apakah pedang ilahi semudah itu dibuat.]
[Lagi pula, kapan terakhir kalinya aku bersikap jujur…]
Chapter 1003 · 6m baca
Fooled
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter