Renegade Immortal - Chapter 697 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 697 · 7m baca

Passage of time

by Er Gen

Bagian utara planet Ran Yun, ibu kota Kekaisaran Di Shan. Seseorang sedang duduk di dalam sebuah istana yang sangat mewah. Orang ini hampir berumur empat puluh tahun dengan sedikit uban di rambutnya. Di bawah alisnya yang seperti pedang terdapat sepasang mata yang menyerupai bintang.

Orang ini sangat tampan, dan jubah hijaunya membuatnya tampak sangat mewah serta memancarkan aura keagungan.

Ada sebuah peta yang terbentang di atas meja di hadapannya. Ia merenung sambil menatap peta tersebut. Setelah sekian lama, ia mengalihkan pandangannya.

Hari sudah larut malam dan cahaya bulan membasahi bumi. Saat orang itu termenung dalam diam, ia berdiri dan berjalan keluar istana. Ia menatap bumi yang diselimuti cahaya bulan dan menghela napas pelan.

"Aku ingin tahu apakah Ayah juga sedang memperhatikan dunia ini sekarang..."

Sebuah jubah beludru katun dipakaikan ke tubuh pria itu dari belakang. Ia mengangkat tangannya untuk merapikannya di bahu dan tersenyum. "Masih belum tidur?"

Seorang wanita muncul di belakang pria itu. Wanita ini sangat cantik, dan meskipun telah berumur, ia tidak terlihat tua. Sebaliknya, ia memancarkan aura dewasa.

Mata wanita itu memancarkan kelembutan saat menatap sang pria dan berkata dengan lembut, "Angin malam terasa dingin, istirahatlah lebih awal."

Pria itu meraih tangan wanita itu sambil mendongak menatap bulan di langit dan berkata perlahan, "Qing Yi, menurutmu apa yang sedang dilakukan Ayah kita sekarang..."

Wajah Qing Yi memerah. Ia telah menemani pria ini selama bertahun-tahun dan bahkan menceritakan tentang persetujuannya dengan ayah pria itu. Waktu yang mereka habiskan bersama telah membuat perasaan mereka semakin tumbuh, tetapi pada saat ini, wajahnya tetap merona merah seperti gadis kecil.

Qing Yi berujar pelan, "Seharusnya itu ayahmu..."

Pria itu menggenggam tangan Qing Yi dan tertawa. "Ayahku adalah ayahmu juga."

Hati Qing Yi merasa manis. Ia mengikuti tatapan pria itu ke arah bulan dan berkata lembut, "Ayah seharusnya sedang beristirahat..."

Mata pria itu memancarkan cahaya aneh dan ia menggelengkan kepala. "Aku bisa merasakan Ayah sedang mengawasiku saat ini..."

Di kediaman keluarga Wang di Kota Vast Water, Wang Lin mengalihkan pandangannya dari kejauhan. Ia sedang duduk di halaman di bawah pohon ditemani angin musim gugur, mendengarkan daun-daun yang bergesekan. Kadang-kadang satu atau dua helai daun gugur dan melayang di depan matanya.

Daun-daun yang gugur pada akhirnya akan kembali ke akar pohon. Mereka seperti anak-anak yang pergi saat lelah tetapi akan selalu kembali kepada orang-orang yang mereka kasihi.

Waktu seolah mengalir dalam diam seiring gugurnya daun-daun. Waktu terus berjalan, dan dalam sekejap mata, lima tahun lagi berlalu.

Sekte Surga berukuran sangat besar dan telah meliputi ketiga kekaisaran, serta masih terus menyebar di seluruh planet Ran Yun. Jika kedamaian tetap terjaga, semuanya akan baik-baik saja, tetapi tiga tahun lalu, sebuah perubahan tiba-tiba terjadi di Kekaisaran Di Shan. Mereka mulai menindak Sekte Surga dan bahkan mengerahkan pasukan dalam jumlah besar untuk membasmi mereka.

Perubahan mendadak ini bagaikan menuangkan air ke dalam minyak panas. Perubahan tersebut membuat dunia fana menjadi kacau dan menimbulkan kehebohan besar.

Reaksi Sekte Surga sangat sengit. Hanya dalam waktu setengah bulan, mereka berhasil menguasai militer di Kekaisaran Di Shan tanpa pertumpahan darah. Enam atau tujuh dari setiap sepuluh orang di Kekaisaran Di Shan adalah pengikut Sekte Surga.

Membutuhkan waktu kurang dari sebulan untuk mengalahkan sebuah kekaisaran ibarat guntur musim semi yang meledak di lubuk hati setiap orang. Tak seorang pun siap menghadapinya, dan jiwa mereka terguncang.

Kekaisaran Da Qin dan Kekaisaran Chen Yun tidak bertindak gegabah. Mereka mengirimkan utusan ke Sekte Surga untuk menandatangani perjanjian agar tidak saling menyerang.

Kekaisaran Di Shan tidak ada lagi dan digantikan oleh sebuah kekaisaran raksasa bernama Kekaisaran Surga.

Di ibu kota Kekaisaran Surga, Wang Ping mengenakan jubah naga sambil berdiri di tempat tinggi, memandang rendah dunia. Di sisinya, Qing Yi menemaninya dalam diam.

Para pejabat Kekaisaran Surga mendongak menatap kaisar baru mereka. Mereka tidak pernah bisa menebak isi kepala orang ini. Seolah-olah tidak ada satupun di dunia ini yang memiliki nilai bagi dirinya. Seolah-olah bahkan keberadaannya yang berdiri di sini hari ini hanyalah bentuk usahanya untuk membuktikan sesuatu kepada seseorang.

Pandangan mata Wang Ping menyapu dunia di bawahnya dan menatap ke kejauhan.

Urusan di Kekaisaran Di Shan menarik perhatian para kultivator di planet Ran Yun, dan mereka mulai menunjukkan gelagat untuk ikut campur.

Kehidupan Wang Lin masih setenang air tanpa riak apa pun, dan wajahnya semakin menua. Tahun ini adalah tahun kelima sejak Kekaisaran Surga didirikan.

Kekaisaran Da Qin dan Kekaisaran Chen Yun mengingkari perjanjian mereka dan melancarkan serangan terhadap Kekaisaran Surga.

Wang Lin tidak memedulikan semua itu. Ia duduk di penginapan sepanjang hari, mendengarkan orang-orang membicarakan desas-desus tentang ketiga kekaisaran. Ia hanya minum dalam diam dan tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun.

Pelayan dari masa lalu telah meminjam uang dari kerabatnya dan membeli penginapan ini, sehingga kini ia menjadi pemiliknya. Pelayan yang baru juga sangat akrab dengan Wang Lin. Begitu melihat Wang Lin tiba, ia dengan sigap membawakan anggur dan makanan yang selalu dipesannya setiap kali datang.

Pelayan itu sangat ramah. Setelah meletakkan makanan dan anggur, ia berkata penuh perhatian, "Anda semakin tua. Paling baik jika minum lebih sedikit."

Wang Lin tersenyum dan mengangguk. "Hari ini aku hanya akan minum satu kendi!"

Pelayan itu tersenyum dan pergi melayani pelanggan lain. Saat senggang, ia bersandar di dekat konter di dekat pintu, menatap Wang Lin, lalu menghelat napas. "Sesepuh Wang ini adalah orang yang memiliki kehidupan pahit. Sudah separuh baya begini tapi tidak memiliki anak yang mendampingi."

Kasir di balik konter mengangkat tangannya dari sempoa lalu menggelengkan kepala. "Aku dengar dari seorang pelayan wanita dari kediaman mereka bahwa ia punya seorang anak laki-laki. Namun, anak itu meninggalkan rumah bertahun-tahun yang lalu dan tidak pernah kembali."

Wang Lin memegang kendi anggur lalu meneguknya. Tatapannya jatuh ke luar jendela dan ia duduk di sana sepanjang hari.

Menjelang senja, para pelayan tua datang ke penginapan. Mereka berpikir majikan mereka sudah semakin tua. Saat tidak minum, tidak masalah, tetapi setelah minum, seharusnya ada seseorang yang menemaninya. Jika tidak, mereka takut ia akan terjatuh dan melukai dirinya sendiri.

Wang Lin dan para pelayan tua itu berjalan di bawah cahaya bulan yang perlahan naik saat mereka kembali ke rumah. Rumah besar yang kosong itu tampak suram tanpa penerangan apa pun.

Setelah menyuruh para pelayan tua itu pergi, Wang Lin duduk di halaman dan mendongak menatap langit sambil bergumam, "Waktu berlalu sangat cepat. Ping Er sudah berusia 47 tahun... Mungkin ia telah menemukan beberapa petunjuk sendiri..."

Pertempuran antara ketiga kekaisaran perlahan-lahan tersingkap, tetapi dengan campur tangan para kultivator, terjadi banyak tikungan tak terduga. Namun, semua ini berubah ketika kaisar Kekaisaran Surga secara pribadi mengambil alih kendali.

Tidak peduli tingkat kultivasi apa yang dimiliki para kultivator tersebut, mereka semua akan mundur di hadapannya. Perlahan-lahan, seluruh kultivator yang ikut campur menarik diri dari dunia fana.

Selain kemunculan Wang Ping, alasan besar lainnya adalah karena keluarga Sun, Ran, dan Zhao telah mengeluarkan perintah mereka.

Wang Ping sedang duduk di kursi utama di dalam sebuah tenda berlapis emas di kamp militer. Setelah melambaikan tangan menyuruh beberapa punggawa pergi, ia berjalan keluar tenda. Matanya melewati beberapa prajurit yang lalu-lalang sebelum menatap Pegunungan Quilian di kejauhan.

Wajah Wang Ping terlihat sedikit lebih tua, dan rambut di pelipisnya telah memutih sepenuhnya. Setelah menjadi penguasa tertinggi di kalangan fana, tidak banyak kebahagiaan dalam hidupnya. Segala hal yang harus ia khawatirkan membuat hatinya merasa lelah.

Ia tiba-tiba merindukan 19 tahun masa kecilnya dan segala hal yang ia alami di desa ketika ia masih kecil.

Saat ia sedang menatap Pegunungan Quilian sambil merenung, Qing Yi keluar dari tenda. Ia berdiri di samping Wang Ping dan berkata lembut, "Kamu bilang di situlah tempatmu dibesarkan. Apakah kamu ingin pergi melihatnya?"

Penampilan Qing Yi juga menyiratkan jejak waktu saat ia menatap Wang Ping dengan lembut.

Wang Ping menghela napas dan berkata, "Mari kita pergi melihatnya..."

Beberapa prajurit mengikuti di belakang saat Wang Ping dan Qing Yi berjalan menuju Pegunungan Quilian. Wang Ping mengamati sekelilingnya. Lingkungan yang tidak dikenal itu memberinya rasa ke akraban.

Kepulan asap di kejauhan perlahan-lahan menjadi semakin jelas, lalu Desa Bulan Gugur muncul di hadapannya.

Begitu mereka mendekat, mungkin karena kehadiran para prajurit, gonggongan anjing yang ganas terdengar dari dalam desa. Di masa-masa kacau ini, para penduduk Desa Bulan Gugur semuanya sangat waspada. Begitu mendengar anjing-anjing menggonggong, mereka langsung bangkit dan membawa peralatan tani serta obor ke luar. Mereka melihat tidak jauh dari sana terdapat para prajurit berpakaian zirah lengkap serta seorang pria dan wanita berpakaian rakyat jelata.

Menghadapi tatapan permusuhan dari para penduduk desa, Wang Ping tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia menatap para penduduk desa, tetapi pada akhirnya tidak mampu mengenali satu pun dari mereka.

Wajahnya menyiratkan kepahitan. Waktu bagaikan sebuah lagu, dan dalam sekejap bertahun-tahun telah berlalu. Ia tidak mampu mengenali orang-orang yang dikenalnya dulu, karena perubahan mereka terlalu besar.

Terlebih lagi, hampir tiga puluh tahun telah berlalu. Ia tidak tahu berapa banyak orang yang telah melangkah ke dalam siklus reinkarnasi dan tidak lagi berada di sini.

"Mari kita pergi ke gunung belakang. Kakek Sun dimakamkan di sana."

Qing Yi menghela napas pelan dan berjalan maju bersama Wang Ping. Para penduduk desa di hadapan mereka ragu-ragu sejenak sebelum perlahan-lahan menyebar dan membukakan jalan.

Tepat pada saat ini, sebuah suara lemah yang diliputi keraguan terdengar.

"Wang Ping..."

Wang Ping berhenti, lalu ia berbalik dan tatapannya tertuju pada seorang penduduk desa. Itu adalah seorang wanita yang tampak berusia sekitar empat puluh tahun. Wanita itu tampak sedikit tua, namun di mata Wang Ping, ia seolah melihat gadis kecil yang pernah berkata "Aku membencimu."

Tepat pada saat ini di dekat planet Yun Xia yang jauh, Greed bergerak bagaikan sebuah meteor. Ia menatap planet Yun Xia sambil mengendus-endus dan matanya memancarkan cahaya aneh.

"Begitu aku memasuki wilayah utara, aku memiliki firasat bahwa ada harta karun di sini dan mengikuti auranya. Bau itu membawaku ke sini. Tidak salah lagi, kabut tebal itu jelas-jelas menutupi cahaya harta karun tersebut.

"Namun, planet ini terlihat agak aneh!"

Greed menatap planet Yun Xia sejenak. Setelah ragu-ragu sejenak, ia terbang ke arahnya. Sepanjang hidupnya, ia tidak pernah pergi ke tempat mana pun yang tidak memiliki harta karun. Ia memiliki intuisi yang mengerikan tentang letak harta karun.

Saat ia semakin mendekat, jantungnya berdegup kencang dan matanya bersinar semakin terang.

"Aku hanya merasakan perasaan ini saat aku mendapatkan tungku raksasa itu. Mungkinkah tempat ini memiliki harta karun yang sebanding dengan tungku raksasa itu?" Mata Greed dipenuhi dengan kegembiraan. Pada saat ini, ia benar-benar melupakan Wang Lin dan batasan yang dikenakan padanya.

Ia mengatupkan giginya erat-erat sambil menepuk kantong penyimpanan miliknya dan tungku raksasa itu muncul di hadapannya. Sambil menggunakannya untuk membuka jalan, Greed mengikutinya dan perlahan-lahan menghilang di dalam kabut.

"Orang tua ini harus melihat harta karun jenis apa ini!" Greed menjilat bibirnya.

Gunakan ← → untuk pindah chapter