Beberapa orang mengatakan bahwa hidup dan mati adalah hal yang paling tidak bisa ditebak di dunia ini. Ini karena manusia fana tidak tahu kapan mereka akan menemui ajal. Misteri kematian bagaikan sebilah pisau tak kasat mata yang tergantung di atas kepala mereka, memicu ketakutan hingga ke lubuk jiwa yang paling dalam.
Namun, mereka tidak tahu bahwa hidup dan mati hanyalah sebagian kecil dari sesuatu yang jauh lebih besar. Jika ditelusuri hingga ke akarnya, mereka akan menyadari bahwa itu hanyalah sejenis karma.
Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari sebab karmik di masa lalu dan akibat karmik di masa kini.
Sama seperti Liu Mei, yang saat ini sedang duduk bersila di sebuah kamar di Planet Seribu Ilusi. Sambil menyentuh kantong penyimpanannya, ia menatap lingkungan asing di luar sana, dan hatinya merasa jauh lebih tenang.
Seolah-olah ia tidak akan merasa kesepian selama benda yang ada di dalam kantong penyimpanannya itu masih bersamanya.
Ia mengusap kantong penyimpanannya dengan lembut. Wajah Liu Mei kembali menyiratkan sedikit rasa sakit, tetapi rasa sakit itu dengan cepat digantikan oleh keheningan yang dingin.
Seolah-olah sesuatu di dalam kantong penyimpanan tersebut memancarkan riak-riak gelombang energi.
Setelah merasakan fluktuasi di dalam kantong itu, Liu Mei menggigit ujung jarinya. Ia kemudian memeras setetes darah segar dan menjentikannya ke dalam kantong penyimpanan. Fluktuasi itu pun berangsur-angsur menghilang.
Liu Mei menghela napas. "Harta karun yang telah ku persiapkan untuknya sekarang sudah tidak berguna lagi..."
Sebuah peristiwa besar sedang berlangsung di Planet Seribu Ilusi. Seorang leluhur yang telah pergi ribuan tahun lalu telah kembali. Ia juga membawa pulang seorang murid dengan bakat yang luar biasa, dan tiga bulan dari sekarang, sebuah ritual garis keturunan akan diadakan untuk murid ini demi menjadikannya anggota inti dari keluarga Huan.
Berita tentang masalah ini menyebar dengan cepat bagaikan badai hingga setiap planet yang memiliki hubungan dengan Planet Seribu Ilusi mengetahuinya.
Planet Ran Yun adalah salah satu planet bawahan dari Planet Seribu Ilusi.
Setelah Sun Tai pergi, Wang Lin dengan tenang berkultivasi di dalam kamar. Ada lebih dari lima puluh ribu keping giok selestial di dalam kantong yang ditinggalkan oleh Sun Tai. Itu adalah batas maksimal dari apa yang bisa diperoleh Sun Tai.
Jika ditambahkan dengan giok selestial sebelumnya, Wang Lin memiliki total sedikit di bawah tiga ratus ribu keping giok selestial. Matanya bersinar terang dan ia bergumam pada dirinya sendiri, "Ini seharusnya sudah cukup!"
Ia berdiri dan kemudian menghilang dari kamar. Ketika ia muncul kembali, jaraknya sudah lebih dari lima puluh ribu kilometer dari rumah tersebut. Kesadaran ilahinya menyapu area sekitar sebelum ia menepuk kantong penyimpanannya dan sejumlah besar giok selestial beterbangan keluar.
Wang Lin duduk bersila dan tangannya membentuk segel, melepaskan berbagai batasan. Setelah lusinan batasan dipasang, kepingan giok selestial itu jatuh satu per satu, membentuk sebuah formasi raksasa.
Formasi ini tidak bernama; ini adalah sesuatu yang diciptakan sendiri oleh Wang Lin dari kemampuan ketiga sungai dunianya. Formasi ini dapat menyerap giok selestial dalam jumlah besar dan menggunakan hantaman yang kuat untuk meningkatkan kultivasinya.
Saat lebih dari tiga ratus ribu keping giok selestial berjatuhan, Wang Lin menepuk kantongnya sekali lagi dan Formasi Pedang Tujuh Bintang terbang keluar. Formasi itu mengelilingi Wang Lin, melindunginya. Pengawal selestial juga keluar dari bayangannya dan melebur ke dalam ketiadaan. Jika ada yang berani mengganggunya, pengawal selestial itu akan membunuh tanpa ragu-ragu.
Setelah menarik napas dalam-dalam, Wang Lin memejamkan matanya. Tangannya membentuk segel lalu diletakkan di atas lututnya, kemudian ia berkata dengan lembut, "Hancurkan!"
Suara ucapannya berubah menjadi sebuah mantra dan menyebar bagaikan suara gemuruh yang keras. Hal itu langsung menyebabkan giok selestial di sekitarnya meledak dan berubah menjadi debu. Pada saat ini, seolah-olah seluruh langit dan bumi tertutup oleh debu dari giok selestial tersebut. Kemudian, kekuatan energi spiritual selestial yang tak terbayangkan tiba-tiba meledak keluar.
Energi spiritual selestial ini sangat kuat, hingga pada tingkat yang mengerikan. Energi itu berubah menjadi tornado energi spiritual selestial dengan Wang Lin sebagai pusatnya dan melesat lurus ke langit.
Sebuah riak yang kuat menyebar, menyebabkan guntur bergemuruh di seluruh penjuru dunia.
Tornado energi spiritual selestial itu menjadi semakin kuat seiring dengan semakin banyaknya giok selestial yang meledak. Energi spiritual selestial dari batu-batu giok itu memicu tornado, membuatnya semakin dahsyat. Rasanya seolah-olah ia siap untuk menembus keluar dari Planet Ran Yun.
Hanya tiga orang di Planet Ran Yun yang merasakan dengan jelas badai energi spiritual selestial yang kuat ini. Orang pertama tentu saja adalah Sun Xi, yang berada paling dekat.
Sun Xi sedang berkultivasi ketika ia tiba-tiba membuka matanya, yang dipenuhi dengan keterkejutan.
Orang kedua adalah seorang paruh baya yang berada di kedalaman gletser di sisi lain Planet Ran Yun. Orang ini berada di dalam seonggok es abadi, menyerap energi dingin di dalamnya. Saat ledakan energi spiritual selestial itu terjadi, ia membuka matanya. Matanya memancarkan cahaya dingin saat ia menatap ke arah lokasi badai energi spiritual selestial yang misterius itu.
"Apakah itu sebuah peringatan..." Pria paruh baya itu ragu-ragu sejenak lalu mengabaikannya.
Orang ketiga berada di bagian tengah Planet Ran Yun, tempat keluarga Ran berada.
Di kediaman leluhur keluarga Ran, seorang lelaki tua dengan rambut putih di seluruh kepalanya menyipitkan matanya saat ia mendengarkan laporan lelang dari seorang anggota keluarga. Setelah mendengar bahwa pil tingkat 8 hanya terjual seharga satu keping giok selestial, ia mendengus dingin dan matanya dipenuhi dengan ketidakpuasan.
Tepat saat ia hendak berbicara, ia mendeteksi kemunculan badai energi spiritual selestial tersebut. Ia segera berdiri dan menatap ke arah badai selestial itu dengan ekspresi suram.
Setelah sekian lama, ia bergumam pada dirinya sendiri, "Apa maksudnya..."
Di dalam tornado, tangan Wang Lin membentuk segel. Ia tiba-tiba membuka matanya dan berteriak, "Serap!"
Satu kata itu bagaikan auman guntur yang dapat menghancurkan tornado. Wang Lin membuka mulutnya dan tornado itu dengan cepat disedot ke dalam mulutnya.
Sebuah sungai dunia bawah samar-samar muncul di sekitar Wang Lin. Sungai dunia bawah itu berputar mengelilingi Wang Lin dan membentuk kekuatan tak kasat mata yang memadatkan tornado energi spiritual selestial tersebut.
Tornado energi spiritual selestial itu sedang dihirup oleh Wang Lin; seolah-olah ia sedang melahap surga. Sejumlah besar giok selestial mengelilingi Wang Lin, dan meridiannya langsung membengkak beberapa kali lipat. Energi spiritual selestial itu langsung dilahap begitu memasuki jiwa asalnya.
Saat ini tubuh Wang Lin bagaikan Jurang Pasang Surut, dan jiwa asalnya adalah lubang hitam yang menelan segala sesuatu di Jurang Pasang Surut.
Tornado energi spiritual selestial yang kuat itu sedang dilahap oleh Wang Lin. Tornado itu dengan cepat menyusut hingga benar-benar tertelan. Kulit Wang Lin sedikit kemerahan, matanya cerah, dan sambaran petir berderak di seluruh tubuhnya.
Tornado raksasa itu menghilang dan dunia kembali normal. Selain fakta bahwa tidak ada awan di sekitarnya, semuanya kembali normal. Seolah-olah segala sesuatu yang baru saja terjadi hanyalah sebuah ilusi.
Sungai dunia bawah itu perlahan-lahan memudar hingga menghilang tanpa jejak.
Wang Lin menarik napas dalam-dalam. Ia kemudian berdiri dan matanya menyala terang bagaikan obor.
"Aku hanya butuh pencerahan pada ranahku untuk mencapai tahap menengah Ascendant! Namun, aku tidak bisa terburu-buru mendapatkan pencerahan ranah... Itu bisa terjadi pada detik berikutnya, atau dalam sepuluh tahun, atau dalam seratus tahun..."
"Sekarang saatnya untuk menyelesaikan beberapa urusan... Aku ingin berkultivasi dengan damai di Planet Ran Yun, tetapi beberapa orang tidak ingin kedamaian ini berlanjut. Karena dia ingin menyeretku ke dalam masalah ini, maka dia harus menunjukkan ketulusan yang cukup! Aku menduga ketiga orang itu mengerti maksud dari penampilanku barusan." Wang Lin menyeringai sinis dan melambaikan tangannya. Formasi Pedang Tujuh Bintang terbang kembali ke dalam kantongnya dan pengawal selestial itu sekali lagi kembali ke dalam bayangannya.
Sambil berjalan, ia menggunakan teleportasi jarak jauh. Pada saat yang sama, ia menyebarkan kesadaran ilahinya untuk mencakup seluruh planet. Setelah mengunci kultivator Ascendant tahap menengah tersebut, Wang Lin menghilang.
Di kediaman leluhur keluarga Ran, ekspresi lelaki tua itu berubah dan matanya bersinar terang. Kemudian tubuhnya berkedip dan langsung berteleportasi keluar. Ia muncul lima ribu kilometer dari kediaman keluarga Ran dan kemudian tangannya membentuk segel. Sambar petir muncul, dan tanpa ragu-ragu, ia melemparkannya ke arah kekosongan.
Lelaki tua itu melambaikan tangannya dan sebersit petir muncul di langit disertai suara gemuruh yang keras.
Telapak Petir, salah satu mantra Ascendant milik leluhur keluarga Ran!
Sambaran petir itu melesat langsung ke arah kekosongan. Pada saat ini, dengusan dingin terdengar dari kekosongan dan sosok Wang Lin muncul. Ia tidak bergerak, tetapi bayangan di bawahnya berkedip. Pengawal selestial itu berkelebat di hadapan Wang Lin dan Telapak Petir itu langsung runtuh.
Pada saat yang sama, bayangan pengawal selestial itu muncul di hadapan leluhur keluarga Ran dan mendorongnya dengan lembut. Leluhur keluarga Ran langsung memuntahkan setetes darah dan terbang mundur bagaikan meteor. Ia kemudian memuntahkan lebih banyak darah dan wajahnya menjadi sangat pucat. Ia dengan cepat mengeluarkan sejumlah besar pil dari kantongnya dan menelannya.
Semua ini terjadi dalam sekejap; begitu cepat hingga leluhur keluarga Ran hanya merasakan ngeri di dalam hatinya disertai dengan rasa takut yang mendalam.
"Sebenarnya berapa tingkat kultivasinya... Ini terlalu mengerikan!! Dia tidak ingin membunuhku; jika tidak, aku pasti sudah mati karena serangan itu tanpa ragu! Orang ini, mungkinkah kultivasinya berada di puncak tahap akhir Ascendant?!" Leluhur itu terkesiap.
Bayangan pengawal selestial itu menghilang di belakang Wang Lin. Kemudian Wang Lin menatap dingin ke arah leluhur keluarga Ran dan bertanya dengan tenang, "Apakah kau yang ingin menyeretku ke dalam masalah dari empat tahun lalu?"
Pikiran lelaki tua itu bergetar. Setelah merenung sejenak, ia mengertakkan gigi dan berkata, "Rekan Kultivator, masalah ini adalah kesalahanku. Aku melakukan ini hanya karena..."
"Aku tidak ingin mendengarkan alasanmu. Jika kau ingin menerima perlindungan dariku, kau harus menunjukkan ketulusanmu! Ketulusan yang telah kau tunjukkan sejauh ini masih belum cukup!" Wang Lin meletakkan kedua tangannya di belakang punggung dan tampak sangat tenang.
Lelaki tua itu menarik napas dalam-dalam. Ratusan ide berputar di dalam kepalanya, lalu ia segera bertanya, "Maksud Rekan Kultivator?"
Wang Lin berkata perlahan, "Berikan aku sembilan puluh persen dari semua giok selestial yang dimiliki keluargamu!"
Lelaki tua itu merenung dan mulai ragu-ragu di dalam hatinya.
Wang Lin melihat ke depan dan berkata dengan tenang, "Kalian berdua, keluarlah juga!"
Dua ilusi muncul di tempat yang ditatap Wang Lin. Mereka adalah Sun Xi dan pria paruh baya yang berada di dalam gletser. Mata mereka dipenuhi dengan teror. Adegan di mana leluhur keluarga Ran hampir kehilangan nyawanya hanya dengan satu sapuan telah sangat mengguncang hati mereka.
"Kalian keluarkan tujuh puluh persen giok selestial keluarga kalian sebagai pertukaran untuk perlindungan!" Wang Lin menunjuk ke arah Sun Xi.
Mata Sun Xi menjadi serius dan ia langsung mengangguk. "Rekan Kultivator Xu, aku tidak masalah dengan hal ini! Selama aku bisa keluar dari bayang-bayang empat tahun lalu, aku bisa menerima syarat ini!"
"Sedangkan untukmu, berikan aku sembilan puluh persen giok selestial keluargamu!" Pandangan Wang Lin tertuju pada pria paruh baya yang berada di dalam gletser.
"Selain itu, ada juga sisa pil dan kantong penyimpanan milik anggota keluarga Huan dari empat tahun lalu. Bawakan aku semuanya tanpa ada satu pun yang kurang!
"Juga, jika giok selestialku tidak cukup, kalian semua harus mencarikan lebih banyak untukku. Jika jumlahnya tidak cukup untuk kultivasiku, maka aku tidak akan mau ambil pusing dengan urusan ini!"
Chapter 671 · 7m baca
The Celestial Wind Blows Gently, the Trees are Not Silent
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter