Perjalanan Zhou Ru untuk mencari sang paman terus berlanjut. Ia sama sekali tidak tahu alasan pamannya pergi, jadi ia bertekad untuk menemukan Wang Lin dan menanyakan alasannya.
Saat ini, Wang Lin sedang berada di puncak sebuah gunung dengan seluruh giok selestial miliknya terhampar di atas tanah di sekelilingnya.
Sambil bersila di tengah lingkaran tersebut, ia menyingkirkan segala pikiran lain di benaknya dan berkonsentrasi untuk berkultivasi.
Tingkat kultivasi Wang Lin saat ini telah mencapai puncak tahap Pembentukan Jiwa dan domainnya telah mencapai kesempurnaan, sehingga kini ia harus menerobos ke tahap Transformasi Jiwa.
Tahap Transformasi Jiwa adalah tujuan yang dikejar oleh semua kultivator.
Begitu mereka mencapai tahap Transformasi Jiwa, domain mereka dapat terwujud secara nyata, membuat kekuatannya mencapai tingkat yang tak bayangkan. Selain itu, mereka akan mampu menyerap energi spiritual selestial. Ini berarti seluruh teknik dan mantra mereka akan mengandung energi spiritual selestial, membuat kekuatan mereka menjadi jauh lebih dahsyat.
Di zaman kuno, sebelum Alam Selestial runtuh, seorang kultivator Transformasi Jiwa bukanlah pemandangan yang langka. Namun, sekarang setelah Alam Selestial runtuh, seorang kultivator Transformasi Jiwa adalah sosok yang sangat kuat.
Kunci untuk menerobos dari tahap Pembentukan Jiwa ke tahap Transformasi Jiwa adalah jumlah giok selestial. Semakin banyak giok selestial yang ada, semakin pekat pula energi spiritual selestial yang dihasilkan, sehingga peluang untuk menerobos ke tahap Transformasi Jiwa akan semakin tinggi.
Tentu saja, domain seseorang juga memegang peran besar dalam mencapai tahap Transformasi Jiwa. Jika domain seseorang belum mencapai kesempurnaan, maka orang tersebut tidak akan memiliki harapan untuk pernah mencapai tahap Transformasi Jiwa.
Pemahaman tentang hukum langit sangatlah penting bagi seorang kultivator Transformasi Jiwa.
Pemahaman Wang Lin tentang hukum langit berbeda dari orang lain. Setelah melihat bahwa utusan langit adalah dewa kuno, ia mengembangkan sedikit keraguan.
Apa sebenarnya hukum langit itu…
Pemahaman Wang Lin sebelumnya adalah bahwa hukum langit adalah hukum alam yang selalu ada, seperti hukum kehancuran.
Tidak ada yang bisa menggantikan hukum langit. Para kultivator semata-mata menentang hukum langit dan melepaskan diri darinya. Tidak ada yang mengira bahwa mereka dapat menggantikan atau mengendalikan hukum langit.
Namun, setelah Wang Lin melihat dewa kuno tersebut, pemahamannya tentang hukum langit mengalami perubahan yang halus.
Ada sebuah misteri di hadapannya, tetapi dengan pemahamannya saat ini, ia tidak dapat memahami keseluruhannya.
“Hukum langit… menarik!” Mata Wang Lin berkilau.
Ia menarik napas dalam-dalam dan membuka seluruh pori-pori di tubuhnya untuk menyerap energi spiritual selestial dari giok-giok selestial di sekitarnya.
Saat Wang Lin pergi ke Alam Selestial, ia berhasil mendapatkan cukup banyak giok selestial. Giok-giok selestial inilah yang menjadi kekuatan pendorong bagi Wang Lin untuk mencapai tahap Transformasi Jiwa. Pada saat ini, gelombang energi spiritual selestial yang kuat memasuki tubuh Wang Lin.
Dibandingkan dengan beberapa kali terakhir ia menyerap energi spiritual selestial, kali ini rasanya jauh lebih tidak menyakitkan. Energi spiritual selestial itu melonjak masuk ke dalam tubuhnya dan menekan energi spiritual yang sudah ada di dalamnya.
Kedua kekuatan yang berbeda itu bagaikan air dan api yang memulai pertempuran hidup dan mati di dalam tubuhnya.
Tubuh Wang Lin memiliki banyak energi spiritual, jadi pada awalnya, ketika hanya sedikit energi spiritual selestial yang masuk, energi itu langsung dipukul mundur. Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin banyak energi spiritual selestial yang masuk, energi spiritual tersebut tidak lagi mampu menahan energi spiritual selestial.
Meskipun jumlah energi spiritual masih jauh lebih banyak daripada energi spiritual selestial, perbedaan kualitasnya terlalu tinggi. Sehelai benang energi spiritual selestial setara dengan seluruh energi spiritual dari seorang kultivator Formasi Inti.
Akibatnya, energi spiritual itu secara alami terdorong mundur.
Ketika seorang kultivator Pembentukan Jiwa menjadi seorang kultivator Transformasi Jiwa, energi spiritual mereka akan melewati salah satu dari dua jenis perubahan. Yang pertama adalah seluruh energi spiritual didorong keluar dari tubuh seseorang, dan kemudian, ketika tubuh itu hanya berisi energi spiritual selestial, tubuh tersebut bermutasi dan menerobos ke tahap Transformasi Jiwa.
Metode ini relatif mudah dan merupakan cara yang dipilih oleh kebanyakan kultivator. Namun, semua energi spiritual itu terbuang sia-sia dan harus dikultivasikan kembali dari awal. Selain itu, kultivasi mereka pada tahap awal Transformasi Jiwa akhirnya menjadi tidak stabil.
Metode ini juga mengharuskan seorang kultivator untuk melakukan kultivasi pintu tertutup selama 100 tahun untuk menyesuaikan tubuh mereka.
Metode kedua adalah memurnikan energi spiritual di dalam tubuh seseorang hingga mencapai kualitas yang sama dengan energi spiritual selestial. Metode ini sangat sulit karena energi spiritual harus dimurnikan secara terus-menerus.
Tetapi begitu berhasil, metode ini memberikan keunggulan besar selama tahap awal Transformasi Jiwa. Seseorang tidak perlu melakukan kultivasi pintu tertutup selama 100 tahun dan tetap akan mendapatkan hasil yang sama.
Keuntungan dari metode kedua adalah menghemat 100 tahun kultivasi pintu tertutup dan secara alami ini meningkatkan kecepatan kultivasi dengan pesat.
Wang Lin memilih metode kedua. Lagipula, ia tidak memiliki waktu untuk menjalani 100 tahun kultivasi pintu tertutup.
Energi spiritual di dalam tubuhnya sedang dikompresi oleh energi spiritual selestial. Energi spiritual yang telah dikompresi itu kemudian perlahan-lahan berkumpul di dantiannya. Selanjutnya, energi spiritual selestial akan mengalir melalui pembuluh darah di sekitar dantiannya. Ini adalah proses transformasi. Energi spiritual selestial bagaikan batu gilingan yang menggerus energi spiritual di dalam tubuh Wang Lin untuk memurnikannya hingga titik di mana ia bisa menyatu dengan energi spiritual selestial.
Proses ini sangat lambat. Dalam sekejap mata, tiga bulan telah berlalu.
Wang Lin masih belum bergerak. Dua pertiga dari giok selestial di sekelilingnya telah berubah menjadi abu-abu dan beberapa di antaranya bahkan telah hancur berkeping-keping.
“Belum cukup…” Mata Wang Lin tiba-tiba terbuka. Tampaknya ada energi spiritual selestial yang bergerak di dalam matanya. Saat ini ia tampak seperti seorang dewa.
Meskipun jumlah giok selestial yang dimiliki Wang Lin tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dimiliki oleh sekte-sekte besar, jumlah itu tetaplah banyak. Namun jika dilihat sekarang, jumlah itu masih jauh dari cukup untuk mencapai tahap Transformasi Jiwa.
Ia baru melewati 1% dari proses transformasi, dan energi spiritual di dalam tubuhnya baru sebatas terkompresi namun belum menyatu.
Wang Lin bergumam pada dirinya sendiri, “Pantas saja hanya ada sedikit kultivator Transformasi Jiwa. Jumlah giok selestial yang dibutuhkan untuk mencapai tahap Transformasi Jiwa adalah sesuatu yang bahkan tidak sanggup ditangani oleh beberapa sekte besar. Pantas saja…”
Leluhur Klan Iblis Raksasa menggunakan sumber daya dari seluruh klan dan semua giok selestial yang dibawa kembali oleh Chi Hu untuk akhirnya mencapai tahap Transformasi Jiwa. Ini hanya berhasil karena Klan Iblis Raksasa juga memiliki persediaan giok selestial yang besar sejak klan mereka pindah ke planet Suzaku.
Sebenarnya, leluhur Klan Iblis Raksasa bisa saja mencapai tahap Transformasi Jiwa sejak lama, tetapi mereka kekurangan giok selestial, sehingga hal itu tertunda hingga baru-baru ini.
Harus diakui bahwa giok selestial tidak hanya digunakan untuk menerobos dari tahap Pembentukan Jiwa ke tahap Transformasi Jiwa. Begitu seorang kultivator berada di atas tahap Transformasi Jiwa, mereka membutuhkan giok selestial untuk bertarung, menyembuhkan luka, dan bahkan memurnikan harta karun.
Rumor mengatakan bahwa jumlah giok selestial yang diperlukan untuk mencapai tahap Ascendant adalah puluhan ribu kali lebih besar daripada jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai tahap Transformasi Jiwa. Kemudian untuk tingkat di atasnya, jumlahnya sungguh tak terbayangkan.
Satu-satunya tempat untuk mendapatkan giok selestial adalah Alam Selestial.
Setelah Alam Selestial runtuh, pembuluh darah selestial menghilang, menyebabkan jumlah giok selestial menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, orang dapat dengan mudah membayangkan betapa berharganya sebuah giok selestial.
Di dunia kultivasi saat ini, semakin waktu berjalan, semakin sedikit pula kultivator tingkat tinggi yang akan ada karena semakin sulit untuk menemukan sumber daya untuk berkultivasi.
Sebulan kemudian, seluruh giok selestial Wang Lin telah hancur dan tidak ada lagi energi spiritual selestial yang tersisa. Ia terpaksa menghentikan penyerapannya.
“Pagoda itu memiliki banyak energi spiritual selestial, tetapi karena aku berjanji kepada Zhou Yi bahwa aku akan melindungi mayat selestial itu, aku tidak boleh mengincar pagoda tersebut…” Wang Lin berdiri dan menatap ke kejauhan.
Kesadaran ilahinya menyebar dan mencakup sebagian besar bulan. Setelah menyelesaikan 1% konversi, kesadaran ilahinya juga menjadi jauh lebih kuat.
“Sekte Penyucian Jiwa pasti memiliki banyak giok selestial yang disimpan… Sekte-sekte lain hampir pasti memilikinya juga… Aku tidak bisa meminta secara baik-baik, jadi aku harus mencurinya. Aku harus mencapai tahap Transformasi Jiwa!” Mata Wang Lin bersinar terang dan kemudian tubuhnya menghilang.
Zhou Ru tampak tak bersemangat. Sambil menunggangi punggung Si Putih, ia menatap dataran luas di hadapannya.
“Meninggalkanku sendirian di sini sementara dia pergi entah ke mana, benar-benar menyebalkan!” Zhou Ru memegang sebuah buah di tangannya dan menggigitnya dengan penuh kekesalan.
“Ru Er kecil…”
Sebuah suara yang sangat akrab memasuki telinga Zhou Ru. Ia terkejut dan langsung membalikkan badan. Di belakangnya, sosok akrab Wang Lin perlahan-lahan muncul.
“Paman!” Wajah Zhou Ru dipenuhi dengan kegembiraan saat ia melompat turun dari punggung Si Putih. Dalam beberapa langkah, ia tiba di hadapan Wang Lin dan langsung memeluknya.
Zhou Ru bukan lagi seorang anak kecil; usianya yang sekarang sudah menginjak 20 tahun.
“Paman, dari mana saja? Kau meninggalkanku sendirian.” Mata Zhou Ru memerah.
Di mata Wang Lin, ia tetaplah seorang anak kecil. Ia dengan lembut menepuk kepala Zhou Ru, sementara matanya menyiratkan sedikit emosi yang rumit seraya tersenyum. “Paman pergi keluar untuk mengurus beberapa urusan dan sekarang sudah selesai. Ru Er kecil, apakah kau merindukan orang tuamu? Paman akan mengantarmu pulang…”
Zhou Ru menyeka air matanya dan berkata dengan gembira, “Kita akan pergi? Baik, baik!”
Wang Lin menatap Zhou Ru. Ia menyaksikan sendiri anak ini tumbuh dewasa, persis seperti Da Niu.
Ia menepuk tas penyimpanan miliknya dan pagoda itu terbang keluar lalu mendarat di sisi mereka. Setelah Zhou Ru melihat pagoda itu, ia mengerucutkan bibirnya dan berkata, “Paman, aku ingat saat aku masih kecil aku hampir mati kelaparan di dalam pagoda itu…”
Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan sejumlah besar buah dari bulan langsung memenuhi bagian dalam pagoda tersebut.
Setelah Zhou Ru dan Si Putih masuk ke dalam pagoda, Wang Lin mendongak menatap langit. Sebuah titik hitam perlahan-lahan membesar hingga akhirnya terungkap sebagai makhluk buas nyamuk.
Makhluk itu meraung saat mendarat di hadapan Wang Lin dengan binar kegembiraan di matanya. Mulutnya yang besar menjilati Wang Lin. Terlihat jelas bahwa ia sangat merindukan Wang Lin.
“Ayo pergi, kita pulang!” Wang Lin menepuk punggung makhluk buas nyamuk itu sebelum melompat naik.
Makhluk buas nyamuk itu meraung kencang lalu melesat menembus langit.
Di dalam kehampaan, Wang Lin mengeluarkan kompas bintang dan menyimpan makhluk buas nyamuk tersebut saat ia terbang menuju planet Suzaku.
“Giok selestial, aku butuh giok selestial!” Mata Wang Lin berkilau terang saat kompas bintang itu meluncur menuju planet Suzaku bagaikan kilat.
Bulan tidak pernah berada jauh dari planet Suzaku, jadi hanya setelah setengah bulan berlalu, planet Suzaku sudah berada di hadapan Wang Lin.
“Ada apa ini?” Wang Lin mengerutkan kening setelah memindai planet Suzaku.
Ia bisa merasakan aura yang sangat kuat dari planet tersebut. Aura ini berasal dari tanaman raksasa yang terbuat dari kabut hitam.
“Ini adalah… Klan Immortal yang Terlantar!” Mata Wang Lin menjadi dingin saat ia melesat menembus planet Suzaku bagaikan sebuah meteor.
Menembus atmosfer planet tersebut, kompas bintang itu turun secepat kilat.
Ia melihat sekitar selusin kultivator sedang terlibat dalam pertempuran hidup dan mati tidak jauh dari sana, dan ia mengenali salah satu dari mereka.
Chapter 410 · 7m baca
Soul Transformation (1)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter