Jeritan sang orang gila itu membuat Binatang Nether terkejut. Perlahan-lahan, ia mengenali orang gila itu sebagai sosok dari sebelumnya.
Setelah mengenalinya, sebuah raungan keluar dari bayangan jiwa Binatang Nether itu. Kini setelah ia merasa takut, tubuhnya bergetar hebat dan raungannya pun semakin menjadi-jadi.
Raungan itu kontan membuat wajah sang orang gila menjadi pucat pasi dan ia mundur ketakutan.
Seandainya Wang Lin tidak ada di sana, Binatang Nether itu pasti sudah kabur tanpa pikir panjang. Namun, saat ini, kepribadiannya yang lain muncul. Setelah sempat ketakutan sesaat, matanya yang tadi kosong perlahan-lahan berputar. Ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi buas, lalu ia mengaum ke arah sang orang gila. Tubuhnya yang besar muncul sepenuhnya dan menerjang si orang gila!
Orang gila itu menjerit histeris sekali lagi dan buru-buru mundur. Namun, semakin ia mundur, Binatang Nether itu justru semakin ganas. Ia hampir saja mencapai sang orang gila.
Kedua kumisnya yang panjang mulai mencambuk udara, menghasilkan suara letupan yang menggema. Binatang Nether itu sedang sangat bersemangat sekarang. Selama ini ia selalu dibuat ketakutan oleh si orang gila, sementara si orang gila tidak pernah tampak takut sebelumnya. Kegembiraan ini bahkan membuat jiwanya merasa riang.
Raungannya semakin menjadi-jadi saat ia semakin mendekat. Karena jaraknya yang terlalu dekat, salah satu kumisnya yang melambai-lambai mengenai si orang gila. Orang gila itu menjerit dan mundur semakin cepat.
Begitu pula sebaliknya, karena kumisnya telah menyentuh orang itu, Binatang Nether tersebut juga bergetar. Ia sedikit mundur untuk menjaga jarak tertentu sebelum kembali melepaskan raungan buas untuk menakut-nakuti si orang gila.
"Si Merah Kecil, cepat, datang dan selamatkan aku!! Biarkan ia memakanmu saja supaya ia tidak memakan Raja ini. Raja ini tidak enak dimakan, AAAHH!!" Orang gila itu gemetar, merasa benar-benar ketakutan.
"Pasukan pengawal, pengawal!! Prajurit mana yang akan datang dan mengawalku!?" teriak si orang gila sambil buru-buru mundur. Ia terjatuh ke tanah dan mulai merangkak mundur dengan mengenaskan. Hal ini menunjukkan betapa takutnya ia pada Binatang Nether tersebut.
Tepat saat ia hendak diliputi keputusasaan, Wang Lin melangkah maju dan berdiri di hadapan sang orang gila. Pada saat itu, si orang gila merasa Wang Lin tampak begitu perkasa!
"Kau yang terbaik, kau benar-benar baik padaku, bahkan lebih baik daripada Kakak Besarku. Pergi sana, hentikan buas jahat ini agar tidak memakan Raja ini. Raja ini tidak enak dimakan, AAAHH..." Orang gila itu tampak begitu terguncang. Ia tidak menyangka Wang Lin akan muncul di hadapannya pada saat-saat krusial ini. Ia begitu terharu hingga melupakan segalanya.
Di matanya, Wang Lin telah menjadi satu-satunya tempat ia bisa bersandar.
"Raja ini akan memberimu hadiah. Raja ini akan memberimu Si Merah Kecil, Raja ini akan memberimu Si Perak Kecil, Raja ini akan memberimu gadis tujuh warna itu. Istana belakang Raja ini memiliki 40.000 wanita cantik, akan kuberikan semuanya kepadamu!!"
Wang Lin tidak berbicara dan mengangkat tangan kanannya. Wang Lin mengirimkan sebuah pesan batin, dan Binatang Nether itu pun terkejut. Dengan kecerdasannya yang rendah, ia tidak memahami niat Wang Lin, lalu mulai merenung dalam kebingungan.
Namun, saat ia sedang berpikir, tubuhnya secara tidak sadar melesat ke arah Wang Lin, ingin meredamkan kepala besarnya pada Wang Lin. Di mata si orang gila, Binatang Nether itu tampak sedang menyerbu lurus ke arah Wang Lin.
Beberapa saat kemudian, Binatang Nether itu menyentuh tubuh Wang Lin. Ekspresi Wang Lin berubah dan ia memuntahkan seteguk darah. Ia lalu mencengkeram si orang gila dan buru-buru mundur.
Mundurnya Wang Lin membuat Binatang Nether itu terkejut. Ia bertanya-tanya mengapa tuannya mundur. Rasanya ia belum menubruk tuannya.
Namun, Wang Lin mengirimkan sebuah pesan batin dan ia memutuskan untuk menurutinya. Di dalam benaknya, Sang Tuan ingin bermain-main dengannya. Begitu memikirkan hal itu, ia menjadi bersemangat, melepaskan raungan, dan mulai menerjang Wang Lin. Hal ini membuat langit berubah warna dan aura yang dipancarkannya menjadi begitu mengejutkan.
"Ah, ia datang lagi, datang lagi!! Ia akan memakannya, ia tidak mau melepaskanku!" Orang gila itu digendong oleh Wang Lin sambil terus menjerit histeris.
Tatapan penuh rasa bersalah di mata Wang Lin semakin kuat, tetapi ia menyembunyikannya dengan baik.
"Prajurit, selamatkan aku, prajurit, selamatkan aku... Akan kuperintahkan Kakak Besarku untuk memberimu gelar raja. Akan kuperintahkan Kakak Besarku untuk memberikan semua selirnya kepadamu. Prajurit, selamatkan aku!
"Binatang ini sangat kuat; bahkan aku pun bukan tandingannya. Binatang ini suka memakan manusia, terutama manusia yang masih hidup. Ia akan mengunyah orang itu perlahan-lahan lalu mencernanya. Jika tubuhmu rapuh, itu bukan hal buruk, karena kau akan langsung mati...
"Yang paling mengerikan adalah mereka yang memiliki tubuh tak hancur; mereka akan menderita karena dikunyah dan dicerna selama ribuan tahun hingga mati!" Wang Lin dengan cepat mundur sambil membawa si orang gila. Namun, ia tidak pernah pergi terlalu jauh dari Binatang Nether dan selalu menjaga jarak tertentu. Jaraknya cukup dekat hingga kumis Binatang Nether hampir berada tepat di depan wajahnya.
Jarak yang dekat ini memberi tekanan yang luar biasa pada si orang gila dan membuatnya merasakan ketakutan yang tak berkesudahan.
"Apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kalau kau biarkan ia memakanmu saja? Mungkin perutnya akan terlalu kenyang sehingga tidak bisa memakan diriku..." Orang gila itu gemetar dan hendak menangis. Air mata mulai menggenang di matanya.
Wang Lin dibuat tertawa kesal oleh ucapannya itu. Wang Lin menatap sang orang gila dan berkata satu per satu, "Coba lihat tubuh raksasanya itu, apakah menurutmu ia akan kenyang hanya dengan memakan satu orang saja?"
Orang gila itu tertegun sejenak dan dengan hati-hati melihat ke arah Binatang Nether yang sedang mengejar mereka. Wajahnya langsung pucat pasi dan ia menggelengkan kepalanya.
"Sayangnya, aku hanya memiliki tingkat kultivasi tetapi tidak memiliki jurus untuk mengerahkan kultivasiku itu. Andai saja aku punya jurus-jurus itu untuk mengusir binatang ini..." Wang Lin menghela napas.
"Ya, apa yang harus kita lakukan, apa yang harus kita lakukan... Aku akan mati, aku akan dimakan. Tamatlah riwayatku..." Orang gila itu gemetar dan matanya dipenuhi keputusasaan.
"Aku sudah takut pada binatang buas sejak aku masih kecil, terutama binatang buas sebesar ini."
Tepat pada saat itu, kumis Binatang Nether tanpa sadar menyapu wajah sang orang gila, membuatnya kembali menjerit histeris.
Mata sang orang gila tiba-tiba berbinar dan ia berteriak, "Aku tahu jurusnya, aku tahu jurusnya. Ya, benar ini dia. Raja ini sangat pintar. Kau bisa cepat mempelajarinya lalu mengusir binatang itu!"
Tanpa ragu ia langsung membeberkan mantra Payung Pembakar Alam dan segala hal tentang jurus tersebut kepada Wang Lin.
Ekspresi Wang Lin tetap tidak berubah, tetapi detak jantungnya berpacu dengan cepat. Ia menghafalkannya tanpa ada yang terlewat dan terus memastikannya di dalam benaknya.
Semakin ia memastikannya, ia semakin serius. Mantra ini sangat akurat. Ini adalah jurus dao agung yang bahkan tidak bisa diajarkan oleh guru Suzaku kedua dan harus dipelajari secara diam-diam.
Namun, jurus dao ini bukanlah sesuatu yang bisa dipelajari secara instan; jurus ini membutuhkan waktu kultivasi dalam pengasingan selama bertahun-tahun serta pemahaman mendalam untuk bisa dikuasai.
Tangan kiri Wang Lin membentuk sebuah segel dan jutaan batasan muncul. Versi tiruan dari Payung Pembakar Alam pun terwujud.
Begitu Payung Pembakar Alam muncul, ketakutan terpancar di mata Binatang Nether. Pikirannya yang tumpul tidak mampu memahami apa yang sedang terjadi dan mengapa tuannya menggunakan jurus seperti itu untuk melawan dirinya.
Seketika payung itu muncul, payung tersebut langsung runtuh. Wang Lin dengan cepat mundur sambil membawa si orang gila dan berkata, "Masih belum cukup."
"Ah? Belum cukup? Aku memiliki Dao Busur Pemecah Surga Li Guang. Akan aku ajarkan padamu, asalkan kau cepat usir binatang itu..." Orang gila itu tampak gugup dan langsung memberitahu Wang Lin mantra untuk jurus dao tersebut.
Setelah selesai berbicara, ia tampak masih ragu-ragu. Tepat pada saat itu, kumis Binatang Nether kembali menyapu lewat, dan si orang gila buru-buru berkata, "Akan kuberitahu jurus dao tujuh warna juga, tapi aku tidak bisa memberitahu yang lainnya. Sekalipun aku ditelan hidup-hidup, aku tidak boleh memberitahumu, ah!"
Wang Lin tidak tega untuk terus mendesak si orang gila. Jika bukan karena fakta bahwa jurus-jurus ini sangat penting baginya, ia tidak akan melakukan semua ini. Ia merasa semakin bersalah pada orang itu, tetapi pada saat yang sama benih karma telah tertanam. Meskipun terasa sedikit tidak tahu malu, Wang Lin akan membalas semua ini berlipat-lipat ganda di masa depan!
Di jalan kultivasi, begitu ia membuat keputusan, ia tidak akan ragu-ragu; inilah jalan yang ditempuh Wang Lin. Keberuntungan yang telah diberikan oleh orang gila ini akan selamanya diingat di dalam hatinya. Bahkan jika ini mendatangkan malapetaka baginya di masa depan, ia tidak akan ragu untuk terus melangkah di jalan tersebut! Semua itu karena ia percaya bahwa ia harus membalas setiap kebaikan yang telah ia terima!
Setelah menghafalkan Tombak Tujuh Warna dan Busur Li Guang, Wang Lin tiba-tiba berhenti. Ia mengangkat tangan kirinya dan menekan ke arah Binatang Nether.
Gemuruh guntur pun menggema. Wang Lin melepaskan tangan kanannya dan melemparkan si orang gila ke tanah. Ia melambaikan tangan kanannya dan kabut tebal menyelimuti dirinya serta Binatang Nether sehingga orang gila itu tidak bisa melihat apa pun.
Gemuruh guntur terus bergema di seluruh penjuru dunia. Orang gila itu terjatuh ke tanah dan menatap kabut di udara dengan mata berbinar penuh semangat.
"Kau bukan prajurit, kau adalah dermawan Raja ini. Kakak Besarku bilang aku harus membalas budi dermawanku. Kau bisa tenang karena setelah kau mati, aku akan membalas budimu, jadi kumohon hentikan binatang ini," ucap si orang gila seraya bangkit dengan tergesa-gesa dan berlari tanpa menoleh ke belakang.
"Dermawan, beristirahatlah dengan tenang. Raja ini akan mengingat hal ini dan pasti akan membalas budimu..." Orang gila itu berlari semakin kencang. Dalam kedipan mata, ia sudah berada jauh di sana.
Langit bergemuruh semakin hebat, namun hal itu tidak berlangsung lama dan kabut pun buyar. Wang Lin berjalan keluar dan menatap si orang gila sebelum melangkah maju.
Binatang Nether mengikuti Wang Lin dan mengejarnya dengan ekspresi buas.
Orang gila itu menoleh ke belakang saat berlari dan kembali menjerit histeris. "Tamatlah sudah, tamatlah sudah... Aku akan dimakan sekarang..."
Diliputi ketakutan, ia memejamkan mata dan mengatupkan giginya erat-erat. Ia lalu memanjangkan lehernya dan meraung, "Makanlah, makan saja! Mau bagaimana lagi? Makan!"
Namun, setelah menunggu lama, ia tidak kunjung dimakan. Masih dalam keadaan ketakutan, orang gila itu membuka matanya dan tertegun.
Ia melihat binatang besar yang tadinya membuatnya ketakutan itu kini memancarkan tatapan penuh keintiman, dan binatang itu sedang menggesekkan kepalanya ke tubuh Wang Lin. Wang Lin dengan lembut menepuk kepala binatang itu menggunakan tangan kanannya.
"Kau berhasil menjinakkannya? Kau, kau, kau... Kau benar-benar berhasil menjinakkannya!!" Orang gila itu terpaku sejenak. Matanya dipenuhi rasa takjub yang membara saat ia menatap Wang Lin.
"Kakak Besarku bilang ada banyak orang kuat di antara para bintang. Binatang ini sangat menakutkan, kurasa bahkan Kakak Besarku pun tidak akan bisa menjinakkannya. Ahli, kau harus menerimaku sebagai muridmu! Kau harus jadikan aku muridmu!!"
Chapter 1543 · 7m baca
Take Me As Your Disciple!
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter