Renegade Immortal - Chapter 1410 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1410 · 6m baca

Shocking Change

by Er Gen

Api berwarna merah darah memenuhi langit Ujian Manusia. Api itu membentuk gelombang panas yang dahsyat dan menerjang Wang Lin. Kekuatan di dalam api ini bahkan cukup untuk membakar langit itu sendiri.

Wang Lin berada di dalam kobaran api dan berdiri di atas Burung Vermillion hitam. Dia bisa merasakan suhu dari api merah darah itu, dan saat gelombang panas itu mendekat, dia merasakan sakit yang luar biasa seolah-olah sedang terbakar.

Retribusi karma yang pertama berwarna merah. Itu merepresentasikan seluruh pembantaian yang telah Wang Lin lakukan demi obsesinya. Retribusi pembantaian ini melonjak dan berkobar dengan ganasnya.

Burung Vermillion di bawah Wang Lin menjerit kesakitan di bawah panasnya api merah ini. Bahkan jiwa Wang Lin yang baru saja pulih hampir runtuh, dan dia hampir terbakar hidup-hidup.

Meskipun dia telah mencoba memprediksi kekuatan dari kesembilan retribusi karma, dia tidak menyangka retribusi yang pertama sudah begitu sulit untuk ditanggung.

Di dalam api merah ini, hanya sesaat saja rasanya seperti keabadian. Burung Vermillion hitam tidak sanggup menahannya dan tubuhnya dengan cepat menyusut. Api hitam di tubuhnya dengan cepat berubah menjadi merah.

Jika berubah menjadi merah sepenuhnya, Burung Vermillion itu akan menjadi bagian dari retribusi pertama. Kekuatannya kemudian akan meningkat dan ia akan melahap Wang Lin!

Wang Lin meraung ke langit, dan ada secercah kegilaan di matanya. Retribusi pertama ini ternyata sangat kuat, dan dia merasa kesulitan untuk menahannya. Namun, Wang Lin tidak akan pernah menyerah. Dia melambaikan tangannya dan menarik napas dalam-dalam.

"Retribusi pertama, mari kita lihat apakah kau akan membakar ku hidup-hidup atau aku yang akan melahapmu terlebih dahulu!!" Rasa gila muncul di dalam diri Wang Lin. Semakin berbahaya situasinya, semakin dia menjadi tak kenal takut!

Pada saat ini, hanya dalam satu tarikan napas, semua api merah itu berhamburan masuk ke dalam mulutnya dan Wang Lin melahapnya dalam sekejap!

Semua ini terjadi dalam sekejap, dan semua api merah telah lenyap dari langit. Namun, api itu meletus di dalam tubuhnya dan dia menjadi seperti manusia berdarah. Cahaya darah menembus tubuhnya seolah-olah mencoba merobek tubuhnya berkeping-keping.

Tubuh ini terbentuk dari jiwa Wang Lin, dan pada saat ini, api merah itu sedang membakar jiwanya.

Di Planet Maha Kaisar, dupa pertama pada kura-kura raksasa terbakar seperti orang gila. Di hadapan mata semua orang, asap hitam yang keluar dari dupa pertama tiba-tiba berubah menjadi merah. Asap merah itu sangat mengerikan dan menerangi seluruh planet.

Para kultivator di sekitarnya terkesiap dan secara tidak sadar ingin mundur.

Tepat pada saat ini, cahaya merah yang bahkan lebih pekat terpancar dari tubuh Wang Lin. Cahaya merah itu bergerak di dalam tubuhnya, menciptakan suhu yang sangat tinggi.

Pada saat yang sama, pembakaran dupa pertama itu tiba-tiba berhenti sejenak. Rasanya seolah-olah ada kekuatan yang meletus dari dalam, menghentikannya agar tidak terus terbakar.

Burung Vermillion tua menatap dupa pertama itu dengan kecemasan di matanya.

Di dalam Ujian Manusia, Wang Lin telah melahap seluruh api merah tersebut. Dia merasa seperti puluhan ribu sambaran petir meledak di dalam tubuhnya secara bersamaan. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya merasa seolah-olah tubuhnya akan hancur berkeping-keping.

Wang Lin meraung dan melambaikan tangannya. Burung Vermillion yang setengah merah itu melesat ke arah Wang Lin dan mereka langsung menyatu menjadi satu.

Ekspresi Wang Lin tampak garang saat dia membiarkan api itu membakar bagian dalam tubuhnya. Dia menahan rasa sakit yang luar biasa sembari terus memurnikan api merah tersebut. Dia berusaha membuat api merah itu menjadi miliknya sendiri!

Tepat pada saat ini, langit berubah dan cahaya jingga muncul. Saat cahaya jingga itu muncul, retribusi kedua pun turun!

Wang Lin sama sekali tidak punya waktu untuk memurnikan api yang telah ia telan sebelum api jingga itu mengepungnya dan menerjangnya.

Setelah api jingga muncul, disusul oleh cahaya kuning yang mengerikan, diikuti oleh gelombang besar api kuning!

Yang lebih mengejutkan lagi adalah di balik api kuning itu terdapat cahaya hijau hantu. Cahaya itu bagaikan sebuah penghalang yang menciptakan api hijau mengerikan yang dengan cepat menutup jarak!

Tiga warna api telah muncul pada saat yang bersamaan! Tiga retribusi telah muncul bersamaan!

Inilah teror sesungguhnya dari kesembilan retribusi karma. Retribusi ini tidak seperti retribusi surgawi, yang memberi Anda secercah harapan dan memiliki jeda di antara setiap retribusi. Ini adalah retribusi yang bersifat destruktif, dan ia akan langsung membunuh begitu ia muncul!

Ketiga retribusi itu menutupi langit Ujian Manusia. Dupa pertama di luar bereaksi dengan mencerminkan situasi tersebut. Asap berwarna jingga, kuning, dan hijau mengepul di atas dupa itu.

"Retribusi pertama bahkan belum lewat, dan retribusi jingga, kuning, serta hijau datang secara bersamaan. Ini... Bagaimana mungkin dia bisa melewati ini?!" Ekspresi Burung Vermillion tua berubah drastis. Ini adalah pertama kalinya dia melihat sembilan retribusi karma, dan dia tidak menyangka retribusi itu akan begitu ganas.

Master Simo adalah orang yang paling bahagia melihat hal ini. Dia menampilkan senyuman kejam sambil menatap dupa pertama dan berpikir, "Meskipun aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, sepertinya keparat kecil itu akan kesulitan untuk lolos dari kematian! Sayang sekali aku tidak bisa menemukan rahasianya, tapi baguslah kalau dia mati!"

Grandmaster Yun Luo juga sedikit tenang. Luka di jari-jarinya telah sembuh. Dia melihat ke arah dupa pertama dan berpikir, "Sepertinya dia bukanlah orang yang diramalkan oleh Sang Leluhur..."

"Ayah..." Li Qianmei menggigit bibir bawahnya dan menoleh ke arah ayahnya. Masih ada kebingungan di matanya, namun itu dibarengi dengan rasa sakit dan permohonan.

Dao Master Blue Dream menghela napas dan berkata dengan lembut, "Aku akan membantunya, kau bisa tenang. Namun, aku merasa dia akan mampu melewati musibah ini."

Di dalam Ujian Manusia, tubuh Wang Lin masih memancarkan pendar merah dan matanya menyiratkan perlawanan terhadap takdir!

"Tiga dari sembilan retribusi telah muncul sekaligus. Bagus, bagus, bagus! Aku ingin melihat bagaimana ketiga retribusi ini akan menghancurkan jiwaku!" Dia tidak menyerah pada rasa sakit itu malah tertawa. Dia menahan rasa sakit di tubuhnya sembari melambaikan tangannya dan menarik napas dalam-dalam sekali lagi.

"Aku akan menghirup keempat api ini ke dalam jiwaku. Ent kalian semua yang membakarku sampai mati atau aku yang akan melahap kalian semua!"

Rasa bangga yang tak terkatakan, sikap yang tak terjelaskan terhadap kehidupan, rasa keagungan yang tak tercatat terhadap langit dan dao surgawi, serta pengejaran yang tak tergambarkan akan sebuah keyakinan. Semua hal ini telah menyatu dalam tawa Wang Lin untuk membentuk suara yang menentang takdir!

Saat tawanya bergema, kultivasi selama 2.000 tahun melintas di mata Wang Lin. Saat kenangan itu berkelebat di benaknya, orang tuanya muncul di lubuk hatinya. Kepahitan saat kembali ke kampung halaman, berlutut di depan makam anggota keluarganya, malam penuh hujan ketika keluarganya dirampas darinya. Semua pemandangan ini berkelebat di benaknya.

Saat kenangan itu muncul kembali, api jingga menerobos masuk ke dalam tubuh Wang Lin. Api itu berpapasan dengan cahaya merah.

Jika jiwa dipenuhi dengan kesedihan, seseorang akan memikirkan kampung halamannya. Jika jiwa kembali ke kampung halaman, air mata kesedihan akan tumpah di depan makam... Setelah api jingga, cahaya kuning menerobos masuk. Cahaya itu membentuk segel api di sekeliling api jingga dan membakar tubuh Wang Lin dengan gila-gilaan.

Waktu begitu kejam, dan kerinduan akan mereka yang telah berpisah akan menjadi luka abadi yang menyertai seumur hidup... Api hijau menyerupai hantu tiba-tiba datang dan menyelimuti seluruh langit menjadi hijau. Api hijau itu bagaikan hantu, dan tiba-tiba merasuk ke dalam tubuh Wang Lin.

Mata Wang Lin bersinar terang dan kenangan yang mengalir di kepalanya terhenti. Keempat jenis api itu membakar dengan liar dan kekuatan destruktif pun muncul. Kecepatan pemurnian Wang Lin sama sekali tidak bisa menandingi keempat api tersebut, dan sepertinya dia akan segera terbakar hidup-hidup. Wang Lin mengangkat tangannya dan melambaikannya untuk membuka ruang penyimpanan miliknya.

Buli-buli yang dipenuhi dengan darah naga muncul di tangan Wang Lin!

Hanya dengan seteguk darah naga ini, kekuatan api di dalam tubuh Wang Lin bisa meningkat drastis. Pada saat ini, tanpa ragu dia tertawa dan meminum isi buli-buli itu!

Dia menenggak seluruh isi buli-buli itu dalam sekali teguk tanpa menyisakan satu tetes pun!

Dia melambaikan tangan kanannya dan membuang buli-buli itu. Api di dalam tubuh Wang Lin melonjak dahsyat. Darah naga yang panas berubah menjadi lautan api dan mulai bertarung melawan keempat warna api di dalam tubuhnya!

Saat dia menahan rasa sakit itu, sebuah pusaran air perlahan-lahan muncul jauh di dalam jiwa Wang Lin. Pusaran air ini berasal dari Manik Penantang Surga yang secara bertahap mulai bangkit.

"Aku telah melahap keempat retribusi itu ke dalam jiwaku, jadi tidak ada lagi yang tersisa untuk dibakar. Kenapa retribusi kelima belum juga turun?"

Api di dalam tubuhnya telah mencapai batas. Dia melepaskan raungan dan melesat ke langit. Langit itu bagaikan sebuah penghalang, dan dia dengan cepat tiba di ujungnya.

Gemuruh bagaikan petir bergema saat langit itu runtuh!

Ada daratan lain di balik langit yang runtuh itu! Itu adalah daratan yang dipenuhi oleh jiwa-jiwa tak berujung; rasanya seperti dunia bawah!

10.000 kultivator yang menatap dupa pertama mendapati bahwa api di atasnya telah berhenti sepenuhnya. Dupa itu tetap tidak bergerak setinggi 100 kaki di atas Wang Lin.

Waktu perlahan berlalu, satu tarikan napas, dua tarikan napas... Dalam sekejap, lebih dari lima tarikan napas telah berlalu!

Burung Vermillion generasi keempat hanya mampu bertahan selama lima tarikan napas, tetapi sekarang Wang Lin tanpa diduga juga telah bertahan selama lima tarikan napas!

Enam tarikan napas!

Tujuh tarikan napas!

Mata pemuda tampan itu menyipit dan memancarkan cahaya aneh.

Tepat saat dupa itu bertahan selama tujuh tarikan napas, gelombang seruan terdengar. Ini bukan hanya dari satu orang, melainkan ribuan orang. Segera, suara itu mengguncang langit!

Apa yang membuat mereka berseru bukanlah karena dupa itu bertahan selama tujuh tarikan napas, melainkan... api pada dupa manusia itu secara tak terduga... telah padam!

Dupa itu telah padam!

Pemandangan yang tiba-tiba ini menimbulkan kehebohan. Bahkan mata Burung Vermillion tua pun melebar, dipenuhi dengan ketidakpercayaan.

"Ini... Ini..."

Master Simo tertegun sejenak dan rasa kojut memenuhi matanya.

Ekspresi Grandmaster Yun Luo berubah drastis. Dia mengabaikan luka di jari-jarinya dan mencoba melakukan ramalan sekali lagi.

Gunakan ← → untuk pindah chapter