Renegade Immortal - Chapter 1409 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 1409 · 6m baca

Fragrant Blue Signal Smoke Burns!

by Er Gen

Dirinya di masa lalu bagaikan seekor kupu-kupu yang menjelma menjadi jiwa di dalam genggaman Wang Lin. Ia mencoba untuk bertahan, tetapi yang ia tangkap hanyalah udara kosong saat jiwa wanita itu melayang ke langit dari dalam pelukannya.

Mata dirinya di masa lalu dipenuhi dengan perasaan dan kelembutan saat ia perlahan menua. Seluruh masa hidupnya berlalu, rambutnya memutih, dan ia pun mengembuskan napas terakhirnya. Ia memejamkan mata, dan pemandangan ini menjadi sesuatu yang takkan pernah bisa Wang Lin lupakan seumur hidupnya.

Wanita itu mengangkat tangan kanannya untuk menyentuh wajah Wang Lin untuk terakhir kalinya, tetapi ia kehilangan seluruh tenaganya di tengah jalan dan tangannya terkulai lemas. Air mata yang menetes dari matanya jatuh ke tanah dan berubah menjadi sekuntum bunga yang entah akan mekar atau tidak di musim berikutnya.

Dalam sekejap mata, ribuan tahun telah berlalu. Masa lalu bagaikan momen yang berlalu begitu saja.

Ribuan tahun bukanlah waktu yang singkat, tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk melupakan segalanya. Namun, Wang Lin tidak bisa melupakan hal ini dan selalu mengingatnya... Sekarang, seolah-olah waktu berputar kembali, Wang Lin sedang memeluk orang yang tak rela ia lepaskan. Akan tetapi, karena Li Muwan telah berubah menjadi serpihan jiwa saat itu, ia tidak dapat menggenggam apa pun.

Kini, meskipun Li Muwan hanyalah sebuah ilusi, ia terasa begitu nyata bagi Wang Lin hingga ia merasa seolah sedang mendekap seluruh dunia... Kecuali bahwa saat ini ia tidak memiliki kekuatan, ia tidak memiliki raga untuk terus memeluknya.

Kedua tangannya perlahan memudar saat api hitam membakar dan membuatnya menjadi transparan. Tangannya menembus tubuh Li Muwan dan lenyap.

Wajahnya berubah dengan cepat dari usia paruh baya. Seolah-olah tahun-tahun berlalu dengan cepat dan ia telah berubah menjadi seorang lelaki tua. Kemudian ia menjadi transparan... Seolah-olah masa lalu terulang kembali, hanya saja posisi mereka yang bertukar.

Satu-satunya hal yang tidak berubah adalah kelembutan di matanya saat tubuhnya perlahan lenyap. Api hitam akhirnya menguasai api biru, dan Wang Lin pun musnah sepenuhnya dari dunia ini.

Tatapan di balik api hitam itu bergerak semakin menjauh dari Li Muwan.

Tubuh Li Muwan merosot ke tanah saat ia menatap tatapan yang tampak abadi di langit, benaknya bergetar hebat.

Li Muwan berjuang untuk meronta dan berteriak, "Siapa sebenarnya kau?!" Ada rasa sakit yang tak dikenal di dalam hatinya. Ia tidak tahu dari mana rasa sakit itu berasal, tetapi rasa itu kian lama kian menguat.

Api karma tersulut dan menghancurkan segalanya, tetapi api itu tidak dapat menghancurkan hati dao milik Wang Lin serta kenangannya!

"Api karma terbentuk dari obsesiku. Aku telah menggunakan obsesiku untuk berkultivasi, dan aku telah berkultivasi seumur hidupku demi dirinya!"

"Para dewa tidak berhati dan ingin melenyapkan segala obsesi. Namun, obsesiku telah berubah menjadi api karma, dan bahkan para dewa pun tidak bisa mengambilnya dariku!"

"Jika api karma ini ingin membakar ragaku, jika api karma ini ingin menghancurkanku, aku tidak akan menghentikannya! Api ini adalah obsesi dalam hidupku, inilah dao-ku!"

"Apa gunanya berkultivasi dao tanpa hati milik para dewa? Aku berkultivasi dengan obsesiku dan menggunakan obsesi ini untuk membentuk siklus karma. Jadi apa masalahnya jika aku tidak pergi ke surga? Jadi apa masalahnya jika aku pergi ke neraka? Selama neraka itu bebas, apa buruknya?!"

Tepat saat api karma hendak menghancurkannya, pekikan Burung Vermillion yang mengejutkan bergema!

Seekor Burung Vermillion muncul di dalam api hitam. Burung Vermillion itu berukuran besar, dan warnanya bukan lagi biru melainkan hitam! Ia bagaikan burung phoenix hitam yang terlahir kembali di dalam api hitam.

Pekikan Burung Vermillion itu bergema di seluruh dunia. Pekikan itu menembus Ujian Manusia dan menyebar keluar dari batang dupa di punggung kura-kura raksasa. Suara itu mengguncang seluruh Planet Maha Kaisar!

Pemuda tampan itu telah menunggu selama beberapa hari, tetapi ia sama sekali tidak merasa tidak sabar. Ia baru saja mengeluarkan buah persik lain dan hendak memakannya ketika tubuhnya bergetar. Ia menatap lekat-lekat pada batang dupa yang pertama!

Pekikan Burung Vermillion bergema ke seluruh penjuru dunia!

Mata Penguasa Dao Blue Dream memancarkan cahaya aneh, dan terselip pula sedikit keterkejutan di dalamnya.

"Pekikan Burung Vermillion... Ini bukan Burung Vermillion biasa, ini adalah..."

Pekikan Burung Vermillion ini memang tidak biasa. Pekikan itu mengandung sifat menantang yang kuat dan takkan pernah menyerah. Suara itu tampak berasal dari neraka alih-alih dari kahyangan!

"Tidak mungkin! Grandmaster Yun Luo meramalkan bahwa bajingan kecil itu akan menghadapi ujian hidup dan mati yang sangat sulit untuk dilewati!" Ekspresi Master Simo berubah drastis saat ia menatap batang dupa pertama.

Grandmaster Yun Luo juga menampilkan ekspresi terkejut di wajah cantiknya. Tangan kanannya yang tersembunyi di balik lengan baju bergerak semakin cepat, menciptakan bayangan buram. Namun, jari-jarinya bergetar dan ujung jarinya robek, mengeluarkan darah. Seolah-olah ada kekuatan yang menghentikan ramalannya! Atau situasi Wang Lin saat ini berada di luar kemampuan ramalannya!

Burung Vermillion tua menunjukkan secercah kegembiraan dan tertawa kecil. Matanya berbinar. Sebagai Burung Vermillion generasi kedua, ia sangat memahami pekikan Burung Vermillion tersebut. Hanya dengan mendengarnya saja, ia bisa mengerti apa yang telah terjadi di dalam Ujian Manusia!

"Bagus Nak, dia berhasil membentuk kembali Burung Vermillion miliknya di bawah api karma!! Setelah ini akan datang sembilan malapetaka karma. Inilah bagian yang paling sulit!"

Hanya lelaki tua yang duduk di atas kadal itu yang masih memejamkan matanya seolah tak satupun dari hal ini mampu menarik perhatiannya.

Wanita di sisi Penguasa Dao Blue Dream sedang menatap batang dupa pertama. Ia menggigit bibir bawahnya, dan air mata yang dipenuhi perasaan rumit mengalir di pipinya.

Di dalam Ujian Manusia, Burung Vermillion hitam itu membuka sayapnya dan terbang tinggi ke langit. Tubuhnya diselimuti oleh jilatan api hitam tanpa batas dan memancarkan suhu panas yang tak terbayangkan tingginya. Namun, suhu ini sama sekali tidak mempengaruhi dunia luar dan terkonsentrasi di tubuh Burung Vermillion tersebut.

Pekikan Burung Vermillion itu menjadi semakin nyaring, dan mengandung fluktuasi yang mampu mengguncang jiwa siapa pun!

Burung Vermillion hitam itu terbentuk dari jiwa Wang Lin!

"Api karma telah menyala dan akan membakar siklus karma. Bantu Burung Vermillion-ku bangkit untuk keempat kalinya!" Burung Vermillion hitam itu mendesis dan melesat menerjang langit. Ketika ia mencapai puncaknya, api hitam meletus dari tubuhnya.

Dari kejauhan, api ini tampak seperti obor raksasa, dan inti dari api itu adalah Burung Vermillion yang sedang menari!

"Dengan api obsesiku..." Suara Wang Lin bergema di seluruh dunia. Kobaran api di sekeliling Wang Lin berubah menjadi lautan api dan menyebar dengan Burung Vermillion sebagai pusatnya.

Dalam sekejap mata, seluruh langit tertutup oleh api hitam ini, tetapi tidak ada makhluk hidup satu pun di Ujian Manusia yang dapat merasakannya!

Lautan api yang menutupi langit ini menjadi semakin kuat. Lautan api itu bagaikan gelombang dahsyat yang menyapu seluruh cakrawala.

"Dupa manusia, menyala!" Raungan Wang Lin berubah menjadi suara Burung Vermillion dan menyebar ke seluruh penjuru langit. Lautan api itu tiba-tiba menyusut ke arah Wang Lin dan berubah menjadi pilar api yang membubung tinggi ke langit.

Jiwa Wang Lin terbentuk kembali di atas Burung Vermillion hitam di dalam api. Ia mendongak menatap langit dan melambaikan tangannya.

Gemuruh, gemuruh, gemuruh, gemuruh!

Suara gemuruh bagaikan petir bergema di langit dan berubah menjadi kekuatan yang ingin merobek langit menjadi dua.

Pada saat ini, gumpalan asap hitam mengepul keluar dari batang dupa pertama di punggung kura-kura raksasa!

"Menyala!!"

"Batang dupa pertama telah menyala!!"

"Mari kita lihat berapa lama dia bisa bertahan!!" Para kultivator telah menunggu selama berhari-hari dan mulai kehilangan kesabaran. Jika bukan karena rasa takut mereka terhadap Kaisar Muda, mereka pasti sudah pergi sejak tadi. Namun, pada saat ini, mereka semua menatap kepulan asap hitam yang membubung ke atas.

Awalnya asap hitam itu menyerupai sehelai sutra, tetapi dengan cepat membesar bagaikan api sinyal. Suhu panas mulai menyebar dan Dupa Manusia itu pun terbakar dengan terang!

Pembakaran itu terjadi dengan sangat hebat. Dari kejauhan, apinya tampak mengerikan dan dengan cepat menghanguskan batang dupa tersebut. Kecepatannya sungguh luar biasa; dalam sekejap mata, lebih dari separuhnya telah menjadi abu!

Dibandingkan dengan dua batang dupa lainnya, pemandangan ini sangat mengejutkan!

Tepat ketika 10.000 kultivator mengira dupa itu akan terbakar habis, dalam sekejap, api itu tiba-tiba berhenti.

Jeda sesaat ini seolah menyatu dengan benak semua kultivator di sekitarnya, membuat jantung mereka berdegup kencang!

Master Simo menatap tajam ke arah batang dupa manusia tersebut.

Wajah Grandmaster Yun Luo sedikit pucat, dan ada secercah suram di dalam matanya.

Di dalam Ujian Manusia, Wang Lin menatap langit saat ia berdiri di atas Burung Vermillion hitam. Tubuhnya memancarkan jilatan api hitam tanpa batas dan ia menarik napas dalam-dalam. Ia menundduk menatap sosok lembut yang terkulai di atas puncak gunung dan berbisik pelan.

"Aku adalah Wang Lin!" Setelah ia menyelesaikan kata-kata terakhirnya untuk Li Muwan, ia tiba-tiba mendongakkan kepalanya.

"Sembilan malapetaka karma, datanglah!"

Sembilan malapetaka karma adalah pembalasan dari api karma. Burung Vermillion generasi pertama telah kehilangan nyawanya akibat malapetaka ini. Jika bukan karena perlindungan dari Kaisar Surgawi, ia pasti sudah tewas.

Pada saat ini, Wang Lin hendak melewati sembilan malapetaka karma sebagai Burung Vermillion generasi keenam tanpa ada seorang pun yang melindunginya!

Api berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu muncul di dunia, dengan warna putih dan hitam berada di atas serta di bawah mereka. Kesembilan warna ini adalah sembilan malapetaka. Semuanya bermula dari api hitam dan berakhir dengan api hitam, membentuk sebuah siklus.

Jika ia mampu melewati semuanya, ia akan bisa menyalakan api karmik, yang akan memungkinkan Burung Vermillion bangkit untuk keempat kalinya. Api raganya akan memasuki alam Api Ethereal!

Sembilan malapetaka karma, turunlah!

Api hitam di sekeliling Wang Lin seolah disapu oleh angin kencang dan tiba-tiba berubah menjadi merah darah. Cahaya merah darah itu tampak mewarnai seluruh daratan menjadi merah.

Gemuruh petir bergema dan api merah tak bertepi di sekeliling Wang Lin menerjang ke arahnya dari segala penjuru!

Di Planet Maha Kaisar, batang dupa pertama mulai membara kembali setelah jeda sesaat tadi.

Waktu yang berlalu tepat satu detik sejak batang dupa itu pertama kali dinyalakan!

Gunakan ← → untuk pindah chapter