Mantranya yang pertama, Dao Master Blue Dream perlihatkan adalah mantra serangan yang luar biasa kuat!
Mantra kedua, Perisai Terang dan Bayangan, adalah puncak pertahanan! Ketika kedua mantra ini muncul, warna dunia pun seakan berubah!
Wang Lin belum sepenuhnya memahami Stempel Pembalik Surga, dan kini ia terhanyut dalam Perisai Terang dan Bayangan tersebut. Pikirannya terus berbolak-balik di antara dua mantra yang sangat berbeda ini.
"Perhatikan baik-baik, mantra ketiga yang akan kuajarkan kepadamu adalah Penggabungan Dao! Ini bukanlah mantra serang atau bertahan, melainkan mantra dao yang memadukan mantramu dengan esensimu melalui cara yang khusus. Jika kau bisa menguasai mantra ini, kau bisa menggabungkan seluruh mantramu dan mengubahnya menjadi puluhan juta mantra berbeda, atau meleburnya menjadi satu!"
Suara Dao Master Blue Dream terdengar tenang. Setelah menampilkan Stempel Pembalik Surga dan Perisai Terang dan Bayangan, ia tidak menurunkan tangan kanannya. Sebaliknya, tangan kanannya membentuk gestur segel yang aneh dan menunjuk ke arah kehampaan.
Salah satu awan yang tadi tersingkir dengan cepat terbang mendekat dan mengelilingi ujung jarinya. Awan itu berubah menjadi gumpalan kabut dan mulai berputar dengan sangat cepat.
Saat putarannya semakin kencang, kabut itu seketika lenyap dan berubah menjadi uap air putih. Uap air tersebut juga ikut berputar dan membentuk sebuah pusaran.
Namun, pusaran itu kembali berubah dalam sekejap, menjelma menjadi setetes air yang berkilauan di atas ujung jari Dao Master Blue Dream sebelum kemudian berputar dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi.
Ketika Wang Lin mengamati pemandangan ini dengan matanya, hal itu memicu secercah pencerahan di dalam dirinya.
Tepat pada saat itu, air tersebut kembali berubah lagi. Suara retakan bergema dan air itu membeku menjadi kristal-kristal es. Kristal-kristal es tersebut dengan cepat saling mengait, mengeluarkan suara berderak yang tidak kalah nyaring dari suara guntur. Tak lama kemudian, sebuah pedang es pun muncul di ujung jarinya!
Pedang ini memiliki panjang tujuh kaki dan lebar tiga inci, memancarkan hawa dingin yang tak berujung. Ketika sinar matahari menyinarinya, pedang itu memancarkan kilau warna-warni!
Dari awan, menjadi kabut, lalu air, dan kemudian es sebelum akhirnya berubah menjadi pedang es! Pikiran Wang Lin terguncang dalam waktu singkat, merasa seolah-olah ia baru saja menangkap secercah pemahaman yang samar.
"Esensi kabut ini telah diubah oleh mantra dao ini. Tampilkan dua mantra yang perlu digabungkan!" Dao Master Blue Dream memandang Wang Lin.
Tanpa ragu, Wang Lin melambaikan tangan kanannya, dan angin hitam menderu melintasi dunia. Tujuh naga hitam muncul di dunia dan memuntahkan udara dingin yang mampu memadamkan segala kehidupan.
"Oh? Salah satu dari enam mantra Kaisar Celestial Bai Fan, Memanggil Angin! Meskipun itu bukan mantra dao, jika dilatih hingga mencapai puncaknya, mantra itu tetap saja sangat kuat!" Dao Master Blue Dream merasa takjub.
Begitu mantra Memanggil Angin selesai, Wang Lin tidak berhenti; tangan kanannya langsung membentuk segel dan menunjuk ke arah ketujuh naga hitam tersebut. Ketujuh naga hitam itu melolong menggema yang mengguncang bumi. Saat gemuruh bagai petir bergemuruh, kilatan cahaya melintas dan tetesan air hujan muncul begitu saja dari ketiadaan!
"Memanggil Hujan milik Bai Fan!" Dao Master Blue Dream mengerutkan kening. Ia tidak menyangka Wang Lin benar-benar mampu mengeluarkan kedua mantra ini. Ia pernah mendengar nama "Bai Fan" sebelumnya. Lelaki itu adalah penguasa Alam Celestial Guntur, dan mantra-mantranya sangatlah sulit untuk disatukan.
"Anak ini memang cerdas. Dia pasti menyadari bahwa aku ingin membantunya menggabungkan dua mantra, jadi dia mengeluarkan mantra-mantranya yang paling kuat..." Dao Master Blue Dream menatap Wang Lin dengan senyuman penuh makna, sementara tangan kanannya merengkuh kehampaan.
Ketujuh naga hitam itu tiba-tiba bergetar dan saling melilit membentuk pusaran raksasa. Pusaran itu menyerap semua tetesan air hujan di dalamnya.
Gemuruh petir terus bergema. Pusaran itu menjadi semakin besar hingga seolah-olah menggantikan langit.
"Berdasarkan pemahamanku, tujuan dari mantra Memanggil Angin dan Memanggil Hujan milik Bai Fan adalah untuk menutupi langit dengan angin dan menutupi bumi dengan hujan. Menutupi langit dan bumi untuk membentuk sebuah dunia! Penggabungan kedua mantra ini seharusnya sebanding dengan perlindungan Perisai Terang dan Bayangan!" Dao Master Blue Dream melambaikan tangan kanannya dan pusaran raksasa di langit mengaum semakin kencang. Lalu pusaran itu tiba-tiba mulai mengembang.
Langit tertutup oleh angin dan bumi tenggelam oleh hujan. Tidak ada jejak cahaya sama sekali dan bumi sama sekali tidak terlihat. Bahkan tidak ada energi asal; seolah-olah tempat itu telah terpisah dari ruang angkasa dan membentuk dunianya sendiri!
Dunia ini bisa berukuran besar atau kecil. Bisa sebesar alam semesta atau sekecil diri sendiri, menjadikannya bentuk perlindungan yang sangat kuat!
Saat Dao Master Blue Dream melambaikan tangan kanannya, dunia bergetar dan kembali normal. Ada sebuah bola pusaran hitam kecil yang melayang di samping pedang es tersebut.
"Apakah kau bisa memahami ketiga mantra itu, itu semua bergantung pada keberuntunganmu sendiri." Dao Master Blue Dream melangkah maju dan berubah menjadi cahaya biru. Hanya kata-kata perpisahannya yang terdengar seperti gumaman pada dirinya sendiri yang bergema setelah ia menghilang.
"Jika dia bisa memulihkan ingatannya, lupakan Klan Sutra Biru. Bahkan jika aku menjadi seorang pengkhianat bagi Sistem Bintang Kuno, lalu kenapa?" Kata-katanya sarat dengan tekad bulat, menunjukkan karakternya sekaligus menjawab pertanyaan Wang Lin sebelumnya...
Sekelilingnya sunyi senyap dan dunia menjadi damai. Seolah-olah segala sesuatu yang baru saja terjadi hanyalah ilusi semata, sekadar kenangan belaka.
Wang Lin tidak menyadari kepergian Dao Master Blue Dream karena matanya terus menatap pedang es dan bola pusaran hitam tersebut. Pikirannya terhanyut dalam apa yang baru saja terjadi. Tiga mantra yang ditampilkan oleh Dao Master Blue Dream berkelebat cepat di benaknya saat ia buru-buru memverifikasi dan memahami semuanya.
Waktu berlalu, tiga hari, tujuh hari, setengah bulan... Tanpa terasa, satu bulan telah berlalu!
Setelah satu bulan, Wang Lin masih duduk di sana tanpa bergerak sedikit pun. Kedua matanya tampak merah berurat dan dipenuhi kebingungan. Ada gelombang besar di dalam pikirannya, bergema bagaikan gemuruh guntur. Wang Lin telah berusaha memahami ketiga mantra agung ini. Namun, mantra-mantra tersebut mengandung esensi dunia. Bahkan dengan demonstrasi dan penjelasan langsung dari Dao Master Blue Dream, mantra-mantranya tetap sulit untuk dikuasai.
"Stempel Pembalik Surga... membuat langit menjadi bumi..." Wang Lin memejamkan mata seolah sedang tertidur, tetapi otaknya bekerja bagaikan orang kesurupan, seolah ia sedang mendeduksi sebuah batasan untuk menguraikan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam mantra ini.
Satu bulan, dua bulan... tiga bulan berlalu.
Wang Lin telah duduk di atas gunung selama empat bulan. Lebih dari seratus malam dan siang telah berlalu, dan sekarang musim hujan telah tiba. Langit tidak lagi biru melainkan dipenuhi awan gelap. Langit berkabut dan hujan turun rintik-rintik. Kabut itu membuat dunia tampak semakin temaram.
Wang Lin duduk di sana, membiarkan air hujan mengguyur tubuhnya, tetapi ia sama sekali tidak mempedulikannya. Meskipun matanya terpejam, kelelahan telah memunculkan dua garis darah yang mengalir keluar bagaikan air mata dan tersapu oleh air hujan. Proses deduksi di dalam pikirannya juga telah mencapai puncaknya, membuatnya merasa seolah-olah ia hampir menjadi gila.
Hari ini, hari sudah malam dan hujan terus turun dengan derasnya. Kilat kadang kala menyambar melintasi langit dan menerangi bumi. Pakaian Wang Lin sudah sejak lama basah kuyup dan tubuhnya gemetar. Rasanya seolah-olah gunung itu ikut bergetar bersamanya.
Ia tiba-tiba membuka matanya. Saat ia membuka mata, kilat menyambar melintasi langit. Sambil menerangi bumi, kilatan itu juga menampakkan mata Wang Lin kepada dunia.
Kedua matanya dipenuhi urat merah, tetapi jauh di dalam pupil matanya terdapat pantulan dunia. Langit, kilat, bumi, dan seluruh air hujan terpantul di dalam pupil matanya. Yang lebih aneh lagi, semua itu perlahan-lahan berputar!
Putaran itu hampir tidak terlihat, tetapi mereka terus berputar. Daratan di dalam pupil matanya miring dan bersiap untuk... sepenuhnya terbalik!
Saat dunia berputar, mata Wang Lin yang merah menatap dunia di hadapannya. Di bawah tatapannya, dunia yang dipenuhi hujan ini mulai berpilin. Seolah-olah dunia di luar sedang disinkronkan dengan dunia yang ada di dalam matanya, dan mulai... miring!!!
Guntur menggelegar di langit dan hujan turun semakin lebat. Seolah-olah awan telah menyadari bahaya dan ingin segera menumpahkan seluruh air hujannya. Namun, saat dunia di dalam pupil mata Wang Lin perlahan berputar, hujan di dalam pupil matanya terhenti sejenak.
Saat hujan itu berhenti, hujan di dunia nyata pun ikut berhenti!
Pada detik ini, mata Wang Lin bersinar terang. Ia mengangkat tangan kanannya dan mendorong ke arah langit sambil berkata dengan suara serak, "Pembalikan Surga!"
Begitu ia berucap, dunia meraung. Dunia di dalam mata Wang Lin terbalik, langit berubah menjadi bumi dan bumi berubah menjadi langit!
Hujan yang turun dari langit berbalik arah dan runtuh ke atas.
Itulah yang sedang terjadi di dalam dunia di dalam pupil matanya. Hal itu terpantul di dunia nyata yang sedang ia tatap pula!
Langit yang dipenuhi guntur tiba-tiba berubah menjadi bumi dan segalanya berbalik. Hujan runtuh ke atas, awan tercerai-berai, dan guntur berserakan!
Bumi yang menggantikan langit bergemuruh kencang. Saat Wang Lin menurunkan tangannya, bumi itu dengan cepat menekan turun!
Jika seseorang mendongak menatap bumi yang telah menggantikan langit itu, mereka akan melihat lautan yang terbalik, ibu kota-ibu kota fana, dan orang-orang yang berjalan di tengah hujan.
Mereka akan melihat binatang-binatang kecil di dalam hutan lebat dan ular sanca yang meliuk-liuk di dalam air. Namun mereka tampaknya tidak menyadari semua itu sama sekali!
Mata Wang Lin bersinar terang. Ia bisa merasakan dengan jelas bahwa begitu Stempel Pembalik Surga ini menekan turun, stempel itu akan mengandung kekuatan untuk menghancurkan dunia. Kekuatannya beberapa kali lebih kuat daripada semua mantra miliknya yang lain!
Ia melambaikan tangan kanannya. Bumi itu tidak jadi menekan turun melainkan seketika kembali normal. Langit tetaplah langit dan bumi tetaplah bumi!
"Ini bukanlah satu-satunya cara untuk menggunakan Stempel Pembalik Surga! Jika kau memperlakukan seseorang sebagai dunia, maka daging, darah, dan kulit mereka adalah langit, sedangkan organ dalam mereka adalah bumi. Balikkan hal itu dan daya bunuh mantra ini akan meningkat drastis!" Wang Lin merenung sejenak dalam diam dan menekan rasa bahagianya karena telah berhasil memahami mantra ini. Ia memejamkan mata dan mulai memahami mantra kedua!
Saat Wang Lin menggunakan Stempel Pembalik Surga, di Gunung Biru, tangan Dao Master Blue Dream yang memegang kecapi berhenti segerak.
"Seseorang dengan lima esensi memang sangat mengejutkan. Dia mampu mempelajari Stempel Pembalik Surga hanya dalam waktu empat bulan... Aku pikir dia akan membutuhkan waktu beberapa tahun..."
Chapter 1320 · 7m baca
Fuse
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter