Di dalam istana yang suram ini, sebuah badai tersulut oleh suara bocah lelaki tersebut. Badai ini menyebabkan kabut bintang di sekitar planet bergolak dan mengeluarkan gemuruh menggelegar.
"Tuan, aku, Daoist Water, telah bertempur melawan dunia bersamamu dan hampir mati berkali-kali, jadi aku telah membalas budi karena kau telah menyelamatkanku. Karma di antara kita sudah berakhir. Setelah kau mati, meskipun aku mengambil alih Sekte Dewa, Sekte Dewa secara alami membutuhkan seorang pemimpin, jadi aku tidak salah dalam melakukannya!"
"Namun... Apakah kau mati atau tidak!?" Ekspresi bocah itu tiba-tiba menjadi buruk saat ia mendongak menatap kehampaan di luar, ekspresinya tampak mengerikan.
"Seharusnya kau mati. Di bawah serangan gabungan antara aku, Sang Sovereign, dan Daoist Miao Yin, beserta para kultivator misterius dari Alam Surgawi Kuno itu, bahkan jika kultivasi mu begitu mengguncang surga, kau seharusnya mati!"
"Namun, mengapa aku merasakan secercah aura mu beberapa bulan lalu? Mungkinkah kau tidak mati, melainkan berreinkarnasi dan berkultivasi lagi!?"
Ekspresi bocah berambut putih itu menjadi semakin ganas, dan matanya memancarkan niat membunuh yang mengerikan.
"Jika kau berreinkarnasi, maka para kultivator Alam Surgawi Kuno yang memeriksa jiwamu itu seharusnya tahu... Tapi beberapa bulan lalu aku merasakan aura mu, tidak mungkin salah!" Memikirkan aura dari beberapa bulan yang lalu itu, benang pikiran bocah berambut putih itu bergetar. Karena aura inilah ia menjadi panik dan bahkan mengerahkan seluruh Sekte Dewa untuk menyelidiki seperti orang gila. Bahkan setelah ia menerima giok dari Brilliant Void Saintess, meskipun ia tamak akan warisan Alam Brilliant Void, ia tetap mengirim muridnya sebagai gantinya.
Ia telah berkultivasi selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, dan ini adalah pertama kalinya ia merasakan ketakutan seperti ini sejak Tuan-nya meninggal. Ketakutan ini membuatnya mengenang kembali pemandangan sebelum kematian Tuan-nya.
Ketakutan itu terus ada hingga Tuan-nya mati. Namun, beberapa bulan lalu, ketika ia merasakan aura Tuan-nya, ketakutan itu kembali muncul sekali lagi.
Setelah merenung sejenak, bocah berambut putih itu mengatupkan giginya, niat membunuhnya begitu menggebu. Ia bergumam dingin, "Jika kau benar-benar berreinkarnasi, aku akan membunuhmu sekali lagi! Lagipula, para kultivator Alam Surgawi Kuno itu mengincar Manik Pelawan Surga (Heaven Defying Bead). Kau bisa bersembunyi di dalam Manik Pelawan Surga, dan meskipun aku tidak berani menyentuhnya, aku tetap bisa memaksan jiwa tersembunyimu keluar!"
Mata bocah berambut putih itu bersinar dan ia perlahan berlutut. Setelah merenung sejenak, ia memejamkan mata.
"Lu Zihao, tak satupun mantra mu yang mengungkapkan apapun kepada orang tua ini kecuali satu hal! Mantra Henti! Di dunia ini, hanya Tuan, Qing Lin, dan aku yang mengetahuinya. Qing Lin tidak mengira itu adalah mantra yang hebat karena ia tidak mengikuti Tuan selama aku. Ia tidak tahu bahwa mantra ini memiliki kekuatan yang mengguncang surga, dan itu adalah mantra yang dibawa Tuan dari Alam Surgawi Kuno!"
"Hentikan tubuh, hentikan jiwa, hentikan energi spiritual selestial, hentikan energi asal, hentikan langit dan bumi, hentikan aliran sungai bintang, serta hentikan ruang dan waktu. Setelah Tuan mati, tidak ada seorang pun yang lebih menguasai mantra ini selain aku!"
"Kau sedang berada di Sekte Everlasting sekarang, jadi aku akan membiarkanmu hidup sedikit lebih lama lagi. Setelah aku selesai menyempurnakan Cermin Sembilan Reinkarnasi Kuno ini, entah kau telah berreinkarnasi atau bersembunyi di dalam Manik Pelawan Surga, kau tidak akan bisa melarikan diri!" Bocah berambut putih itu membuka matanya, ada kilatan dingin di dalamnya.
Ia sangat berhati-hati dalam perjalanan ini. Apa yang membuatnya berhati-hati bukanlah Wang Lin, melainkan Tuan-nya! Ia tidak akan gegabah masuk ke sana tanpa melakukan semua persiapan yang dibutuhkannya.
Di dalam Sekte Everlasting, di atas Gunung Lu Su, Wang Lin sedang duduk di anjungan paviliun, dan ia meletakkan cangkir tehnya. Aura dewa kuno masuk melalui kedua kakinya bagaikan orang kesurupan dan berkumpul di antara kedua alisnya.
Master Sekte Everlasting dan para tetua agung sedang berbicara dengan Wang Lin, mencoba mencari tahu di mana ia mempelajari mantra-mantra semacam itu. Biasanya, Wang Lin hanya akan mengabaikan mereka dan bersikap sopan.
Namun, pihak lain telah setuju untuk memberikannya jiwa-jiwa Yin ekstrim, tetapi yang lebih penting, Wang Lin sedang menyerap aura dewa kuno dengan gilanya. Semakin banyak ia menyerap, semakin intens pula perubahan pada energi asal di sekitarnya. Untuk mengalihkan perhatian mereka, ia tersenyum dan mengobrol dengan mereka.
Apa yang mereka bicarakan kebanyakan adalah konsep-konsep tinggi, tetapi ada beberapa kebenaran di dalamnya.
"Dao surga bergantung pada hati. Selama hati mengandung dao, ia secara alami dapat berubah menjadi segalanya. Begitu ia terintegrasi dengan domain mu, ia secara alami akan berubah menjadi mantra mu sendiri..."
Tepat saat Wang Lin berbicara, dua berkas cahaya terbang menuju paviliun dan berubah menjadi dua paruh baya. Keduanya berdiri dengan hormat di luar, dan salah satunya menangkupkan tangan. "Murid telah membawakan Yin ekstrim. Master Sekte, silakan periksa."
Ekspresi Wang Lin tetap tenang, dan ia bahkan tidak melihat ke luar paviliun saat ia terus berbicara. Barulah setelah ia selesai berbicara, ia melihat ke arah luar paviliun.
Master Sekte Everlasting tadinya fokus pada kata-kata Wang Lin sebelum akhirnya memperlihatkan senyum pahit. Apa yang dikatakan Wang Lin seolah-olah tidak bermakna apa-apa, tetapi rasanya ia juga telah mengatakan sesuatu. Singkatnya, itu sangat aneh.
Pada saat ini, ia melihat tatapan Wang Lin ke luar paviliun, lalu ia batuk kecil dan berkata, "Serahkan itu kepada Rekan Daois Lu untuk diperiksa."
Kedua orang di luar paviliun itu dengan hormat mengangguk dan berjalan masuk, berhenti di hadapan Wang Lin. Mereka dengan hormat mengeluarkan enam bendera kecil dan menyerahkannya kepada Wang Lin. Wang Lin memeriksanya dengan indra ilahinya dan langsung mendapati bahwa di setiap bendera itu terdapat jiwa Yin ekstrim yang sangat murni!
Sambil tersenyum, Wang Lin berdiri dan melihat ke arah master sekte dan tetua agung. Ia menangkupkan tangan dan berkata, "Terima kasih banyak kepada kalian berdua, aku sangat berterima kasih!"
Master Sekte berdiri dan tersenyum. "Rekan Daois Lu terlalu sungkan. Kompetisi sekte peringkat 8 akan diadakan dalam lima hari. Aku harap Rekan Daois Lu akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membantu Sekte Everlasting meraih kemenangan!"
Tetua agung berdiri, menangkupkan tangan, dan tersenyum.
Ekspresi Wang Lin tetap tenang saat ia mengangguk. "Tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik! Aku telah meninggalkan Sekte Asal selama 100 tahun, jadi aku tidak akan mengganggu kalian berdua lagi dan akan pergi menemui para junior."
Master Sekte tersenyum semakin lebar dan berkata, "Saudara Lu juga tipe orang yang peduli pada para juniornya, jadi orang tua ini tidak akan menahanmu. Sun Dei, antar Rekan Daois Lu kembali ke tempat Sekte Asal berada!"
Salah satu murid yang membawakan jiwa Yin ekstrim itu dengan cepat menjawab.
"Aku mohon diri!" Wang Lin menangkupkan tangan kepada master sekte dan tetua agung sebelum berubah menjadi berkas cahaya, terbang ke udara. Ia mengembuskan napas lega yang besar.
Ia merasakan aura dewa kuno di bawah gunung menjadi semakin kuat, dan aura itu hampir mengaduk energi asal di sekitarnya. Jika ia berada di sana beberapa saat lebih lama, perubahan itu akan terdeteksi dengan jelas oleh orang lain.
Itulah sebabnya ia harus segera pergi!
Hanya dalam waktu singkat yang ia habiskan di gunung ini, bintang keenam yang runtuh telah terbentuk kembali dan berubah menjadi pusaran samar. Meskipun belum pulih sepenuhnya, dibandingkan dengan sebelumnya, ini bagaikan bumi dan langit!
"Sangat disayangkan... Namun, selama tidak ada yang memperhatikan, akan ada banyak kesempatan untuk menyerap lebih banyak energi dewa kuno dari tempat ini! Bahkan pedang yang terbentuk dari bintang itu akan jatuh ke tanganku!" Ekspresi Wang Lin netral saat ia menenangkan dirinya dan mengikuti murid Sekte Everlasting itu.
Setelah ia pergi, aura dewa kuno itu melemah lagi hingga kembali tertidur.
Dari awal hingga akhir, Wang Lin menyerapnya dengan sangat hati-hati agar tidak menarik terlalu banyak perhatian. Paling-paling, seseorang akan merasa ada sesuatu yang berbeda dari energi asal di sini, tetapi mereka tidak akan mampu melihat celah sedikit pun.
Di paviliun di Gunung Lu Su, senyum master sekte itu menghilang dan ia berkata, "Orang ini tidak normal! Begitu ia tiba, ia menyebabkan beberapa perubahan pada energi asal di sini."
Tetua agung di sampingnya mengangguk dan berkata dengan lembut, "Memang benar begitu. Karena ia berasal dari Sekte Asal dan juga anggota Sekte Everlasting ku, yang terbaik adalah tidak terlalu menekan orang seperti itu. Baginya yang bersedia berpartisipasi dalam kompetisi sekte peringkat 8 adalah berita bagus bagi Sekte Everlasting kita!"
Master Sekte merenung sejenak sebelum melambaikan lengan bajunya, dan pesan indra ilahinya bergema di seluruh Gunung Lu Su.
"Kumpulkan semua tetua agung, kita perlu membicarakan hal ini!"
Wang Lin terbang melintasi atmosfer, mengikuti murid Sekte Everlasting saat ia meninggalkan planet ini dan kembali ke planet tempat formasi diaktifkan. Sepanjang perjalanan, murid itu sangat hormat. Meskipun ia yang memimpin jalan, sejatinya ia berada setengah langkah di belakang Wang Lin dan sama sekali tidak berani melangkah mendahului Wang Lin.
Begitu memasuki planet kultivasi yang disegel itu, murid tersebut langsung mengeluarkan sebuah batu giok. Setelah mengetahui di mana letak Sekte Asal, ia langsung memimpin jalan.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk tiba di halaman Sekte Asal. Murid itu dengan hormat berkata kepada Wang Lin, "Senior, di sinilah tempat tinggal Sekte Asal. Jika Senior tidak memiliki perintah lain, Junior mohon undur diri."
Wang Lin mengangguk, lalu murid itu dengan hormat mundur dan terbang ke kejauhan.
Pada saat ini, Wang Lin adalah satu-satunya orang di langit. Ia tentu saja melihat Mu Bingmei di kejauhan dan juga Li Qianmei di halaman.
Li Qianmei berdiri di halaman. Cahaya bulan di tubuhnya membuatnya tampak seolah-olah mengenakan sehelai sutra perak. Wajahnya yang cantik tampak sangat tenang di bawah cahaya bulan.
Li Qianmei mengangkat tangan mulusnya saat ia melihat Wang Lin yang melayang di udara dan memperlihatkan senyuman yang menghangatkan hati.
"Kau kembali..."
Wang Lin mendarat di halaman beberapa puluh kaki dari Li Qianmei. Setelah merenung sejenak, ia berkata dengan lembut, "...Aku kembali."
Cahaya bulan juga menyinari Wang Lin dan memanjangkan bayangannya. Sepertinya ada sedikit tumpang tindih di ujung bayangannya dengan bayangan Li Qianmei, tetapi mereka segera terpisah.
Suasana di sekitar benar-benar sunyi, hanya menyisakan angin sepoi-sepoi yang menggoyangkan bunga dan tanaman, menimbulkan suara gemerisik yang lembut. Namun, baik Wang Lin maupun Li Qianmei terdiam di bawah cahaya bulan.
Chapter 1262 · 7m baca
Came Back
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter