“Tahap menengah Penghancur Nirwana!” Saat Wang Lin mendekat, ia menatap pria tua bermahkota itu dan merasakan niat membunuh yang mengerikan dari pria tersebut. Orang ini juga menggunakan jiwa untuk mantranya, dan ia jelas merupakan seorang kultivator jahat yang terkenal di Lautan Awan.
Pada saat ini, saat Master Jiwa Awan melambaikan lengan bajunya, gelombang pecahan jiwa yang tak berujung menyerang Wang Lin untuk melahapnya.
Mata Wang Lin berbinar. Tangan kanannya mengepal dan ia melayangkan sebuah pukulan. Sebuah kekuatan dahsyat muncul dan berbenturan dengan pecahan-pecahan jiwa tersebut.
Gemuruh menggelegar bergema dan kabut bintang di sekitarnya terdorong mundur. Hukuman angin berembus melewati pecahan-pecahan jiwa saat mereka menjerit, dan sebagian kecil dari mereka langsung runtuh.
Tubuh Wang Lin berkedip dan ia mundur lima langkah. Setiap langkah yang diambilnya menyebabkan bumi bergetar dan meninggalkan jejak kaki yang dalam. Setelah lima langkah, wajahnya sedikit pucat saat ia menatap Master Abu Pinus dan berteriak, “Master Abu Pinus, apa maksud dari semua ini!?”
Master Abu Pinus tertawa saat ia berdiri dan melambaikan tangannya. Ada kilatan cahaya keemasannya, dan cahaya emas itu tiba-tiba berubah menjadi ribuan pedang terbang. Pedang-pedang terbang ini terhubung bersama dengan suara klik membentuk tirai pedang dan menghentikan pecahan jiwa Master Jiwa Awan agar tidak menyerang lagi.
“Master Jiwa Awan, Sesama Kultivator Lu adalah tamu terhormat yang saya undang. Saya harap Anda mau memberi sedikit muka pada lelaki tua ini!”
Master Jiwa Awan, yang mengenakan mahkota, dengan dingin menatap Wang Lin dan menampilkan senyum palsu. “Kau menyembunyikan diri, tapi kau memang memiliki mantra Penghancur Nirwana.” Saat ia berbicara, tangan kanannya terulur dan pecahan jiwa yang tak terhitung jumlahnya berkumpul. Mereka berubah menjadi sembilan nyala jiwa raksasa di belakangnya. Mereka mengeluarkan suara letupan saat terbakar.
“Sesama Kultivator Lu, Master Jiwa Awan hanya menguji kekuatanmu dan tidak memiliki niat jahat. Tolong jangan dimasukkan ke hati.” Master Abu Pinus tersenyum dan menangkupkan kedua tangannya.
Ekspresi Wang Lin muram dan ia tidak berbicara. Ia duduk tidak jauh dari mereka dan menatap kejauhan. Ia tidak menunjukkan emosi di wajahnya, membuat orang luar tidak bisa melihat apa yang sedang ia pikirkan.
Master Abu Pinus mencemooh di dalam hatinya. Ia dan Master Jiwa Awan saling bertukar pandang dengan tatapan penuh arti lalu dengan cepat menariknya kembali.
Master Jiwa Awan mengirimkan pesan ke telinga Master Abu Pinus. “Orang ini memang memiliki kemampuan untuk membunuh Wu Qing, namun masih ada celah antara dirinya dan kultivator Penghancur Nirwana tahap menengah seperti kita. Jika aku menyerang sendirian, aku bisa membunuhnya dalam 10 detik! Jika kita bergabung, kita bisa langsung membunuhnya!”
Master Abu Pinus memejamkan mata dan mengirimkan pesan kepada Master Jiwa Awan. “Hal yang paling membuatku ngeri darinya bukanlah kemungkinan identitasnya sebagai anggota Sekte Dewa. Melainkan fakta bahwa dia jelas-jelas adalah seorang kultivator Pembersih Nirwana, tetapi mantranya bisa langsung membunuh Wu Qing. Dia jelas menyembunyikan tingkat kultivasinya. Jika aku tidak mengetahui tingkat kultivasi yang sebenarnya, itu mungkin akan menghalangi berbagai hal. Namun, setelah melihat kalian berdua bertarung, aku merasa sedikit lega. Kendati demikian, orang ini sangat licik, jadi begitu kita masuk, cobalah mengujinya beberapa kali lagi!”
Mata Master Jiwa Awan berbinar menyetujui.
Wang Lin menundukkan kepalanya saat ia duduk di sana sehingga tidak ada seorang pun yang bisa melihat kilatan dingin di matanya. Meskipun ia tampak mengerahkan kekuatan penuh, ia sebenarnya sedang menahan diri. Tidak bijaksana untuk menunjukkan kekuatan yang sebenarnya di hadapan para monster tua ini.
“Tahap menengah Penghancur Nirwana… Sungguh sangat kuat. Hanya energi asal yang terkandung dalam mantra itu saja bukanlah sesuatu yang bisa dihadapi oleh kultivator Penghancur Nirwana tahap awal. Perbedaannya bagaikan seorang pemuda dan pria perkasa… Namun, jika aku bertarung dengan harta karun terkuatku, bukan berarti aku akan kalah! Yang harus kucegah adalah kerja sama antara Master Abu Pinus dan orang itu.” Ekspresi Wang Lin tetap tenang. Ia sama sekali tidak menunjukkan petunjuk apa pun tentang apa yang sedang dipikirkan olehnya.
Pria tua dengan wajah penuh bekas luka melihat seluruh pertempuran itu. Ia diam-diam memutar cincin di jarinya dan tatapannya sesekali menyapu ke arah Master Abu Pinus.
Masih ada wanita tua berpakaian hijau yang hanya duduk dengan tenang di sana dengan mata terpejam. Ia sama sekali tidak melihat apa yang terjadi, seolah-olah ia sedang tertidur.
Waktu perlahan berlalu. Siang dan malam berpadu di benua liar yang diselimuti kabut ini. Mustahil untuk membedakan antara siang dan malam. Setelah sekitar satu jam, seblesat sinar pedang terbang masuk dari kejauhan.
Sinar pedang ini tampak sangat tajam dan mengandung energi pedang yang ganas. Sinar pedang ini sama sekali tidak membuat kabut bintang bergerak dan langsung melesat menembus ke arah mereka berlima.
Sebelum sinar pedang itu mendekat, tekanan pedang turun dari langit. Tekanan pedang ini mengandung aura yang sangat lalim. Master Abu Pinus mengangkat kepalanya dan tersenyum.
Terdengar suara dentang dan sinar pedang itu pun tiba. Pedang itu menancap ke bumi di hadapan tetua yang bernama Pang. Panjangnya tujuh kaki dan lebarnya dua jari. Warnanya putih dan diselimuti uap, serta jejak-jejak energi dingin menyebar darinya.
Rumbai emas pada gagang pedang berkibar dan mengaduk kehampaan, menyebabkan riak-riak muncul di atas pedang. Riak-riak tersebut menjadi semakin ganas dan sesosok makhluk melangkah keluar!
Orang ini bertubuh pendek. Sekilas, ia tampak seperti seorang anak laki-laki. Jika diamati lebih dekat, orang ini memiliki fitur wajah yang berpilin dan berwarna hijau bagaikan hantu. Ia tampak mengerikan, dan jika seorang manusia fana melihatnya, mereka akan mati ketakutan.
Ia melangkah keluar dari riak-riak dan duduk di samping pedang. Tingginya hanya setengah kepala lebih tinggi daripada pedang yang menancap di tanah.
“Peta macam apa yang kau berikan padaku, Master Abu Pinus? Butuh waktu lama bagiku untuk menemukan tempat ini!” Suara orang ini bernada tinggi. Ia menatap semua orang dengan suram dan terkejut saat melihat Wang Lin, tetapi ia tidak mengatakan apa pun.
Master Abu Pinus tersenyum semakin lebar. “Adik Kecil Duanmu, kau tidak bisa menyalahkanku untuk hal ini. Kaulah yang tidak mampu menemukan tempat ini.”
Anak itu mendengus dan berkata dengan tajam, “Kau bilang tempat itu memiliki Pil Reinkarnasi. Apakah itu benar?”
Master Abu Pinus mengangguk dan berkata, “Itu 100% benar. Saat aku masuk, aku hanya berada di wilayah luar dan tidak bisa masuk lebih dalam, tapi aku melihat sebuah Pil Reinkarnasi. Namun, pil itu dijaga oleh seekor makhluk buas yang ganas, jadi aku tidak bisa mendapatkannya.”
“Makhluk buas ganas apa?”
“Naga kabut tingkat 12!”
Anak itu merenung dalam diam, lalu matanya berbinar.
“Pil Reinkarnasi…” Ketika Wang Lin mendengarnya, ekspresinya tetap netral, tetapi hatinya tergerak. Namun, ia belum pernah mendengar tentang Pil Reinkarnasi sebelumnya. Memperhatikan ekspresi Master Abu Pinus, Pil Reinkarnasi ini sepertinya bukanlah fokus dari perjalanannya.
Sambil merenung, tatapan Wang Lin menyapu melewati bocah lelaki itu. Bocah lelaki ini juga merupakan seorang kultivator Penghancur Nirwana tahap menengah.
Bocah itu merenung sejenak dan berkata kepada Master Abu Pinus, “Jika kita tidak jadi pergi, apakah itu berarti masih kurang satu orang lagi?”
“Masih ada satu orang yang belum datang…” Sebelum Master Abu Pinus selesai berbicara, ia tiba-tiba mengangkat kepalanya dan melihat ke kejauhan. Hampir pada saat bersamaan, bocah lelaki itu dan Master Jiwa Awan juga mendongak.
Wang Lin dengan jelas merasakan bumi bergetar sedikit. Ia menoleh dan melihat sesosok tubuh tinggi besar mendekati benua liar dari dalam kabut. Sosok itu semakin dekat dan dekat hingga seorang pria besar dan kekar yang mengenakan jubah ungu terungkap.
Saat ia mendekat, bumi bergetar semakin hebat. Pecahan-pecahan batu kecil yang tak terhuting jumlahnya beterbangan ke mana-mana.
Saat pria bertubuh kekar ini mendekat, mata Wang Lin menyipit dan mengamati lekat-lekat ke belakang pria kekar tersebut. Ada makhluk-makhluk buas ganas yang mengikuti di belakangnya. Meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak, masih ada ratusan ekor. Namun, tingkatan mereka tidak begitu tinggi.
Dalam sekejap mata, pria kekar itu tiba di hadapan semua orang. Ia menatap semua orang dengan dingin dan berkata dengan tenang, “Aku telah tiba!”
Tidak ada yang melihatnya bergerak, tetapi saat ia berbicara, ratusan makhluk buas itu mulai mengaum, dan suaranya menggelegar membelah bumi. Beberapa makhluk buas yang ganas tiba-tiba ambruk menjadi tumpukan daging dan darah. Segera setelah itu, semua makhluk buas di belakangnya ambruk dan mati.
Ketika makhluk-makhluk buas yang ganas ini mati, tanah menjadi berwarna merah darah dan bau darah pun menjadi pekat. Pada saat yang sama, jiwa-jiwa dari para makhluk buas itu semuanya berkumpul di hadapan pria kekar tersebut dan dengan cepat memadat. Mereka akhirnya berubah menjadi pusaran hitam dan kemudian pria kekar itu mencubitnya dengan tangan kanannya. Pusaran itu langsung memadat menjadi pil hitam.
Pria kekar itu melahap pil di tangannya dan berkata dengan tenang, “Aku datang ke sini, jadi aku memurnikan semua makhluk buas ganas yang ada di sini.”
“Sekte Binatang Pertempuran!” Ekspresi Master Jiwa Awan menjadi serius dan ia menangkupkan kedua tangannya kepada pria kekar tersebut. Ia berkata, “Aku ingin tahu siapa Sesama Kultivator ini di Sekte Binatang Pertempuran? Aku adalah Master Jiwa Awan. Aku berteman dengan Tuan Besar Bo Tain yang terhormat.”
Ekspresi bocah lelaki itu juga menjadi serius, dan ia menangkupkan kedua tangannya kepada pria kekar itu.
“Master Bo Tain adalah kakak seperguruan saya. Saya Chen Tainjun.” Suara pria kekar itu tenang dan ada sedikit nada kebanggaan di dalamnya.
“Orang ini berada di tahap awal Penghancur Nirwana… Namun, bisa mendapatkan perhatian dari semua monster tua Penghancur Nirwana tahap menengah ini berarti selain sektenya, ada hal lain. Lebih penting lagi, mantra Sekte Binatang Pertempuran ini sangat menarik. Selain itu, dia bilang dia sudah berada di sini, tetapi tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Ada sesuatu yang aneh!” Wang Lin menarik pandangannya dari pria kekar tersebut.
“Kemampuan menyembunyikan diri Sekte Binatang Pertempuran memang sangat luar biasa. Aku sama sekali tidak menyadari keberadaan Saudara Chen di sini!” Master Abu Pinus bangkit dan tertawa.
Chen Tainjun sedikit mengangguk dan berkata, “Master Abu Pinus, saya dipanggil oleh wilayah tingkat 9 dan harus segera kembali ke sekte. Waktu saya tidak banyak, jadi kalian harus cepat!”
Master Abu Pinus mengangguk, lalu tatapannya menyapu setiap orang dan berkata, “Saya sangat bersyukur kalian semua bisa datang. Kita semua akan mendapatkan sesuatu dalam perjalanan ini. Tidak seorang pun dari kalian yang akan pulang dengan tangan kosong.” Ia berhenti sejenak sebelum menatap Wang Lin dan berkata, “Sesama Kultivator Lu, selain kristal asal, Anda juga bisa memilih beberapa harta karun sebagai tanda terima kasih saya!”
Wang Lin mengangguk dalam diam.
“Saya tidak akan berkata apa-apa lagi. Begitu kita sampai di sana, saya akan memberikan perkenalan yang terperinci! Lewat sini!” Setelah selesai berbicara, ia melangkah maju dan menerobos masuk ke dalam kabut bintang.
Tetua bernama Pang mengikuti tepat di belakang dan wanita tua berpakaian hijau menyusul. Cheng Tianjun dari Sekte Binatang Pertempuran melangkah maju dan dua gumpalan gas hitam berubah menjadi dua ekor binatang buas mirip elang saat ia mengikuti.
“Sesama Kultivator Lu, lewat sini.” Master Jiwa Awan menatap Wang Lin dengan senyuman yang bukan senyuman.
Ekspresi Wang Lin tetap tenang dan ia terbang ke depan. Master Jiwa Awan terbang di barisan paling belakang sambil menatap dingin ke arah Wang Lin. Keenam orang itu membentuk enam berkas cahaya yang melesat melintasi angkasa dengan Master Abu Pinus memimpin di depan.
Chapter 1179 · 7m baca
Crowd of Devils Gathers
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter