“Bukankah lebih baik jika kita saling melupakan… Ya…” Wang Lin tidak melihat Li Qianmei saat wanita itu pergi. Hati Wang Lin tidak bergeming sedikit pun untuk wanita yang juga bernama Li tersebut. Hatinya telah mati; hatinya mati bersama raungan penuh amarah di bawah rembulan itu. Hatinya telah tercabik-cabik, terkoyak berkeping-keping pada detik ketika Liu Mei merenggut jiwa penuh dendam itu.
Daripada kita harus saling bergantung, bukankah lebih baik jika kita saling melupakan?
Dua jenis emosi yang berbeda ini mewakili dua sikap hidup yang berbeda, serta dua pilihan yang berlainan. Sepanjang hidup Wang Lin, ia telah menemui banyak wanita yang jauh lebih cantik, lebih berbakat, dan lebih unggul daripada Li Qianmei dalam segala aspek.
Entah itu Kupu-Kupu Merah, Xi Zifeng, Liu Mei, Mu Bingmei, Lu Yanfei, atau sekadar mereka yang hanya berpapasan sekejap dengannya.
Para wanita ini semuanya berlalu begitu saja, tetapi pada akhirnya, hanya Li Muwan dan Liu Mei yang berhasil merangsek masuk ke dalam hatinya. Wang Lin bukanlah tipe orang yang memahami seluk-beluk emosi. Pergolakan di awal kehidupannya telah mengubahnya menjadi sesosok iblis haus darah, di mana kedua tangannya telah basah oleh lumuran darah. Bahkan mereka yang menyebut diri mereka iblis pun tidak dapat menandingi kekejaman Wang Lin.
Ia sama sekali tidak mengerti arti cinta. Kalaupun ia pernah memahaminya, pemahaman itu hanyalah secercah kepolosan semasa ia masih muda, jauh sebelum ia menapaki jalan kultivasi. Dulu, ia membayangkan suatu hari nanti akan lulus ujian dan menjadi pejabat. Setelah itu, ia akan pulang ke kampung halaman dengan seorang istri di sisi-nya. Bersama-sama, mereka akan menemani kedua orang tuanya hingga hari tua.
Namun, setelah tragedi yang menimpa keluarga Teng, Wang Lin bahkan sempat merasakan kematian sekali, dan pengalaman itu mengubah kepribadiannya secara drastis. Kepedihan mendalam telah membuka jalan pikirannya. Berkultivasi, terus berkultivasi—dunia kultivasi hanya mengakui mereka yang kuat!
Wang Lin sama sekali tidak tahu apa perasaan sebenarnya terhadap Li Muwan. Setelah Li Muwan tiada, ia menghabiskan waktu lebih dari seribu tahun dalam kesendirian. Ia berjalan seorang diri menerobos kehampaan dengan linglung, dan saat ia melangkah menyusuri jalan kultivasinya, ia terus-menerus mengenang sebuah perasaan… Lambat laun, seiring bertambahnya usia, ia pun mengerti.
Li Muwan telah meresap ke dalam hatinya seiring kenangan-kenangan dari seribu tahun terakhir itu. Wanita itu telah tertanam sangat dalam, amat sangat dalam.
Wanita lainnya, Liu Mei, juga berhasil menyusup ke dalam hati Wang Lin, tetapi jalurnya sangatlah berbeda. Sangat menyakitkan, amat menyakitkan… Pada akhirnya, Liu Mei tetap menang. Namun, kemenangan itu diraih dengan cara merobek lubang pada hati Wang Lin yang telah mati dan mengubur dirinya sendiri di dalamnya.
Hati Wang Lin telah mati dan tercabik-cabik oleh orang lain. Ia tak berdaya… lebih baik mereka saling melupakan.
Kepergian Li Qianmei dengan menggerai rambut birunya secara sengaja telah mengungkap identitas aslinya. Di seluruh Lautan Awan, dialah satu-satunya orang yang memiliki rambut berwarna biru.
Ia sebenarnya tidak harus melakukan hal itu, tetapi ia tetap melakukannya.
Jenius dari Sekte Pemecah Surga tingkat 9, Li Qianmei, telah duduk bersanding dengan Wang Lin dan bahkan diberi sebuah lukisan oleh Wang Lin. Hal ini disaksikan oleh semua kultivator di sekitarnya.
Li Qianmei menggunakan cara ini untuk memberikan jawaban kepada khalayak ramai mengenai apakah Wang Lin benar-benar anggota Sekte Dewa atau bukan.
Lelang terus berlanjut, tetapi pandangan para kultivator di sekitar terhadap Wang Lin kini telah berubah. Sebelumnya, banyak yang tidak yakin dengan identitas Wang Lin sebagai anggota Sekte Dewa. Ada keraguan yang tersimpan di dalam hati mereka, meski disembunyikan dengan baik.
Namun, sebagian besar keraguan itu sirna berkat kepergian Li Qianmei.
“Barang berikutnya yang akan dilelang adalah sebuah batu gunung!” Tetua yang memimpin pelelangan menatap Wang Lin, lalu sesuatu muncul di tangannya.
Benda ini adalah sebongkah batu gunung yang tidak utuh. Batu itu rusak di sana-sini dan tampak berantakan; bentuknya sangat jelek.
Melihat batu gunung itu, Wang Lin seolah terbawa kembali ke masa-masa pertempuran sengit yang ia lalui di Allheaven. Batu gunung itu pun telah runtuh di sana. Wang Lin hanya berhasil mengumpulkan serpihan yang tersisa dan memadatkannya. Benda itu akhirnya menjadi harta karun yang tidak berguna di dalam kantong penyimpanannya.
“Seribu giok surgawi!” Setelah sesaat terhenyak, sebuah suara terdengar dari barisan kultivator di sekitarnya.
Cendekiawan berpakaian putih yang mengenal Wang Lin berkata dengan lembut, “Lima ribu giok surgawi!”
Tetua Sekte Mantra Dao yang duduk di atas salah satu lempparan batu di depan berkata dengan tenang, “Sepuluh ribu giok surgawi!”
Tidak ada orang lain yang menawar batu ini. Selain beberapa kultivator berkuat, kebanyakan orang menganggapnya tidak berharga. Namun, sebelumnya, ketika Wang Lin menyerahkan barang-barang tersebut kepada Sekte Giok Berharga, semua orang sempat melihat dengan jelas wujud kedua harta karun itu.
Semua orang tahu bahwa batu gunung ini milik Wang Lin.
Hanya dengan mengeluarkan sepuluh ribu giok surgawi demi menjalin persahabatan dengan Wang Lin, para kultivator ini merasa pengorbanan itu sangat sepadan. Di Lautan Awan, sepuluh ribu giok surgawi bukanlah jumlah yang kecil.
Ekspresi Wang Lin tetap datar saat tangan kanannya membentuk sebuah segel dan sebuah batasan (restriction) melesat ke arah batu gunung tersebut. Batasan itu jatuh menimpa batu itu, menciptakan riak gelombang energi sebelum akhirnya lenyap. Sebuah aura kuno tiba-tiba memancar keluar dari batu gunung itu.
Aura kuno ini mengandung jejak perjalanan waktu. Hal ini seketika membuat para kultivator di sekitar memasang wajah serius.
Para kultivator tingkat Pemecah Nirwana tidak terlalu terusik. Namun, para kultivator tingkat Pengamat Nirwana dan Pembersih Nirwana langsung memandangi batu gunung itu lekat-lekat dan mulai merenung.
“Jiwa gunung!” Wanita cantik yang mengenal Wang Lin tampak sedikit terkejut. Ia mengamati batu itu dengan cermat sebelum menggelengkan kepala dan berkata, “Sayang sekali, benda ini sudah hancur.”
“Ini bukan batu gunung biasa, ia memiliki energi spiritual surgawi! Mungkinkah benda ini adalah bagian dari gunung di Alam Surgawi?”
Cendekiawan berpakaian putih itu berkata dengan tenang, “Dua puluh ribu giok surgawi!”
“Meskipun benda ini tidak berguna bagi kita yang berada di tingkat Pemecah Nirwana, para murid junior di sekte dapat mempelajari mantra yang terkandung di dalamnya… Yang lebih penting lagi, benda ini kemungkinan besar berasal dari Alam Surgawi dan kemudian dimurnikan menjadi bentuk seperti ini!” Tetua Sekte Mantra Dao merenung sejenak lalu perlahan berujar, “Tiga puluh ribu giok surgawi.”
“Empat puluh ribu giok surgawi!” Sebuah suara terdengar dari kejauhan. Itu adalah Ouyang Long, yang duduk di atas lempengan batu di bagian belakang.
Tetua Sekte Mantra Dao berkata, “Seribu kristal asal!”
Suasana di sekitarnya mendadak hening. Tidak ada lagi yang menawar, dan pada akhirnya tetua Sekte Mantra Dao berhasil membelinya.
Meskipun batu gunung ini tidak biasa, benda itu tidak sampai memicu kehebohan besar di pelelangan; paling-pula hanya menimbulkan riak kecil. Namun, keterkejutan yang ditimbulkan oleh barang berikutnya benar-benar di luar dugaan, bahkan bagi Wang Lin sendiri.
“Harta karun ini adalah sebuah zirah!” Tetua Sekte Giok Berharga menarik napas dalam-dalam. Ada secercah keraguan sekaligus kegembiraan di dalam matanya. Ia melambaikan tangan kanannya, dan gumpalan gas hitam pun muncul. Samar-samar terlihat bentuk setelan zirah di dalamnya.
Begitu gas hitam ini muncul, ekspresi beberapa kultivator di sekitarnya langsung berubah drastis dan mereka memajukan posisi duduk untuk melihat lebih dekat. Di antara mereka termasuk pria tua dengan wajah penuh bekas luka, cendekiawan berpakaian putih, dan yang lainnya.
“Aku mohon kepada Rekan Daois Lu untuk membuka segelnya agar kami bisa melihatnya dengan lebih jelas.” Orang tua itu menangkupkan tangan ke arah Wang Lin, sekaligus mengungkap bahwa benda ini milik Wang Lin.
Wang Lin memperhatikan ekspresi pria tua itu. Setelah berpikir sejenak, tangan kanannya menunjuk ke arah setelan zirah tersebut dan sebuah batasan melesat menuju gumpalan gas hitam. Gas hitam itu tampak bergolak hebat, berputar-putar liar sementara lapisan-lapisan batasan perlahan memudar. Akhirnya, seluruh batasan lenyap dan gas hitam itu tidak lagi tampak buram. Gas tersebut dengan cepat menyusut menjadi setelan zirah berwarna hitam legam yang memancarkan energi iblis yang luar biasa kuat.
Energi iblis ini begitu pekat hingga warna langit di sekitarnya berubah. Sebuah pusaran raksasa samar-samar muncul di langit; pusaran itu sepenuhnya berwarna hitam dan berputar secara perlahan.
Saat segel pada zirah itu dilepaskan, suasana di sekitarnya langsung senyap seketika. Mata semua kultivator terbuka lebar, bahkan para monster tua tingkat Pemecah Nirwana pun terperanjat. Mata mereka bersinar terang dengan kilatan yang belum pernah terlihat sebelumnya!
Beberapa kultivator bahkan bangkit berdiri karena terkejut, sementara mata mereka dipenuhi rasa tidak percaya.
Pria tua berwajah penuh bekas luka terkesiap dan bergumam, “Zirah Iblis Sekte Dewa!!”
“Zirah Iblis Ilahi!!”
“Itu benar-benar Zirah Iblis Ilahi!”
“Zirah Iblis Ilahi yang hanya dimiliki oleh Sekte Dewa. Energi iblis yang terpancar dari benda ini sangat pekat; ini pasti Zirah Iblis Ilahi tingkat 4!” Seluruh arena lelang langsung bergemuruh akibat kemunculan setelan zirah ini.
Para kultivator yang bisa datang ke pelelangan ini semuanya berpengetahuan luas, memiliki kekuatan tinggi, dan bermental baja. Namun, pada detik ini, ketahanan mental mereka runtuh seketika akibat keberadaan Zirah Iblis Ilahi ini!
Tetua Sekte Mantra Dao menangkupkan tangan ke arah Wang Lin dan berkata, “Rekan Daois Lu, apakah Anda benar-benar berniat menjual benda ini?”
Begitu ia berbicara, suasana di sekitarnya langsung terdiam. Pandangan semua orang tertuju pada Wang Lin.
Ekspresi Wang Lin tetap tenang saat ia menatap zirah iblis yang tersaji di hadapannya. Ia tidak menyangka bahwa bahkan zirah ini ternyata memiliki kaitan dengan Sekte Dewa. Ketertarikan yang kuat terhadap Sekte Dewa di Lautan Awan perlahan tumbuh di dalam hati Wang Lin.
Wang Lin berkata dengan tenang, “Aku hanya menginginkan kristal asal!”
“Bagus. Aku bersedia mengeluarkan tiga ribu kristal asal untuk membelinya!” ucap tetua Sekte Mantra Dao dengan nada tegas!
“Wanita ini menawar lima ribu kristal asal!” Wanita tua yang sebelumnya bertukar peta bintang dengan Wang Lin menatap zirah itu dengan tatapan penuh misteri saat ia mengajukan penawaran.
Cendekiawan berpakaian putih menarik napas dalam-dalam dan berkata, “Aku yakin kalian semua ingin membelinya untuk mempelajari mantra milik Sekte Dewa. Hanya anggota Sekte Dewa yang memiliki benda seperti ini, dan barang ini sangat jarang bocor ke luar. Aku harus mendapatkannya. Aku menawar delapan ribu kristal asal!”
Tetua Sekte Mantra Dao sempat ragu sejenak lalu menggertakkan giginya. “Sepuluh ribu kristal asal!” Sekte Mantra Dao tidak memiliki terlalu banyak kristal asal; sepuluh ribu sudah menjadi batas maksimal kemampuannya.
Begitu harga ini diucapkan, para kultivator di sekitarnya sontak terkesiap. Tingkat pelelangan semacam ini bukanlah sesuatu yang bisa diikuti oleh kebanyakan orang. Tepat pada saat itu, sebuah suara bernada eksentrik bergema.
“Sekte Mi Luo tingkat 7 menawar tiga belas ribu kristal asal!” Para kultivator di sekitar langsung menoleh ke sumber suara. Seorang pemuda berpakaian kuning yang memegang kipas di tangannya lah yang meneriakkan penawaran tersebut.
Tetua Sekte Mantra Dao menatap zirah itu lekat-lekat lalu menghela napas panjang. Ia berhenti menawar. Orang-orang lainnya pun terdiam. Ini adalah batas kemampuan mereka; mereka tidak memiliki kristal asal sebanyak itu.
“Lima belas ribu kristal asal!” Suara Ouyang Long bergema, disertai sedikit nada gemetar di dalamnya. Bahkan bagi dirinya sendiri, harga setinggi ini sudah membuat pikirannya bergetar.
Pemuda berpakaian kuning itu mengerutkan kening dan berkata, “Delapan belas ribu kristal asal!”
“Dua puluh ribu kristal asal!” Ouyang Long menggertakkan giginya.
“Dua puluh lima ribu kristal asal!” Ada kilatan dingin di mata pemuda berpakaian kuning tersebut.
“Tiga… tiga puluh ribu kristal asal!” Keringat dingin mulai membasahi kening Ouyang Long.
“Kamu hanyalah orang dari Sekte Giok Berharga tingkat 5; dari mana kamu mendapatkan begitu banyak kristal asal!?” Pemuda berpakaian kuning itu bangkit berdiri dan menatap tajam ke arah Ouyang Long. Ada kilatan niat membunuh di matanya, namun ia tetap mengenali identitas Ouyang Long.
Chapter 1177 · 7m baca
Divine Devil Armor
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter