Seseorang seperti Emilia mungkin masih bisa bertahan hidup di [Exiled Lands] berkat statistik rohnya yang tidak masuk akal, tetapi bahkan dia akan kesulitan jauh lebih besar dari biasanya.
Sementara itu, kerangka mayat hidup milik Leon telah mencapai para penjaga.
TANDING! TEBAS!
Medan pertempuran langsung meledak ke dalam kekacauan. [Exiled Sentinels] bertarung dengan sengit meskipun kekuatan tempur mereka lebih rendah, pedang mereka berbenturan dengan para kerangka berulang kali sementara kabut hitam mengepul dari zirah mereka.
Namun prajurit mayat hidup Leon jauh lebih kuat. Setiap kerangka memiliki kekuatan tempur sekitar 2,6 juta.
Para penjaga itu sama sekali tidak punya peluang dalam konfrontasi langsung. Satu demi satu, monster-monster itu dicabik-cabik dengan kejam.
Meski begitu, para penjaga berhasil menghancurkan tiga kerangka sebelum pertempuran benar-benar berakhir.
Mayat hidup yang hancur itu ambruk menjadi tumpukan tulang belulang dan zirah berkarat di atas tanah abu-abu.
Leon mengamati dengan tenang sebelum mengangguk puas, "Hanya tiga yang gugur."
Menimbang jumlah dan level musuh, hasil itu sangat luar biasa. Sesaat kemudian, notifikasi sistem membanjiri penglihatannya.
Ting!
[Kamu telah membunuh x12 “Exiled Sentinel” dan mendapatkan 2.400.000 poin pengalaman.]
[100% Drop Rate telah aktif.]
Dan tepat setelahnya—
Ting!
[Selamat! Kamu telah naik level ke Level 76.]
[Kamu telah mendapatkan 450 poin untuk semua atribut dan 450 poin gratis untuk didistribusikan.]
Leon menatap sekilas ke arah notifikasi tersebut sebelum mendesah.
"Hanya satu level setelah membunuh dua belas monster yang sepuluh level di atasku..."
Namun, cengiran perlahan muncul di wajahnya setelahnya, "Luar biasa."
Dalam keadaan normal, jumlah pengalaman sebesar itu akan langsung mendongkraknya beberapa level sekaligus.
Satu-satunya alasan kenaikan itu terasa kecil adalah karena kutukan [Will of Nature] yang meningkatkan jumlah pengalaman yang dibutuhkannya secara masif.
Seorang pemain biasa bahkan tidak akan pernah bermimpi untuk terus-menerus memburu monster yang sepuluh level di atas mereka secara konsisten.
Sebagian besar pemain berjuang keras melawan musuh yang selevel dengan mereka. Sementara itu, Leon dengan santainya membantai monster level 85 di level 75.
Bahkan dengan kutukan yang membatasi perkembangannya, kecepatan pertumbuhannya tetap saja tidak masuk akal.
Dan yang lebih penting... Musuh-musuh di sini jelas tidak mustahil baginya.
Ya, monster-monster itu akan menjadi semakin kuat semakin jauh dia menjelajahi [Exiled Lands].
Ya, bos level 90 yang menjaga [Magicless Core] kemungkinan besar akan sangat mengerikan.
Namun Leon tidak lagi merasa khawatir. Tidak setelah melihat ini. Keunggulan kekuatan tempurnya terlalu luar biasa. Terutama jika dikombinasikan dengan pasukan mayat hidupnya.
Leon akhirnya sedikit bersantai sebelum membuka [Storage Space] untuk memeriksa jarahan yang dijatuhkan oleh para penjaga.
Karena [100% Drop Rate] aktif... Setiap monster pastinya menjatuhkan sesuatu.
Dan mengingat ini adalah monster level 85 dari [Exiled Lands], Leon sudah punya firasat bahwa hadiahnya sama sekali tidak akan biasa.
Pandangan Leon tetap tertuju pada dua belas esensi bercahaya yang melayang di dalam [Storage Space] miliknya, ekspresinya perlahan mengeras semakin lama dia membaca ulang deskripsi yang tertera di hadapannya.
[Exiled Sentinel Essence x12: Mengonsumsi akan meningkatkan Kekuatan (Strength) sebesar 75 dan mengurangi Roh (Spirit) sebesar 10.]
"...Tunggu, apa?"
Kata-kata itu meluncur dari mulut Leon hampir seketika, karena dari semua hal aneh yang telah dia lihat sejak memasuki [Eternal Ascension], sebuah item yang benar-benar mengurangi salah satu atributnya setelah dikonsumsi bukanlah sesuatu yang dia duga akan ditemui.
Sekilas, esensi itu tampak luar biasa, karena tujuh puluh lima Kekuatan adalah peningkatan yang tidak masuk akal untuk satu item konsumsi saja, terutama jika dikalikan dua belas, namun efek samping yang melekat padanya membuat Leon berhenti dan berpikir dengan cermat.
Biasanya, tidak ada orang yang berpikiran waris dengan sukarela mengurangi atribut mereka sendiri.
Setiap poin sangat berarti di [Eternal Ascension], terutama di [Higher Domains], di mana perbedaan antara bertahan hidup dan mati bisa jadi benar-benar ditentukan oleh beberapa ribu poin kekuatan tempur.
Tetapi setelah melihat bagaimana [Exiled Lands] berfungsi, Leon langsung memahami logika di baliknya.
Tempat ini membenci sihir. Atau lebih tepatnya... tempat ini menekannya.
Saat dia tiba di sini, Leon sudah merasakan ada sesuatu yang salah dengan atmosfer di sekitarnya, meskipun dia tidak sepenuhnya mengerti apa itu sampai sihirnya melemah selama pertarungan melawan [Exiled Sentinels].
Mana di tempat ini tidak lengkap. Terdistorsi. Nyaris dilahap. Dan sekarang esensi-esensi ini pada dasarnya menawarkan sebuah pertukaran kepada para pemain.
Korbankan sebagian dari [Spirit]mu, dan sebagai gantinya, dapatkan kekuatan fisik yang luar biasa sehingga kamu dapat bertahan hidup di negeri di mana para pengguna sihir dibuat tak berdaya.
Leon perlahan mengusap dagunya sambil memikirkan hal itu.
"Jika aku mengonsumsi semuanya," gumamnya, "aku akan kehilangan seratus dua puluh Spirit..."
Dalam sekema besar, jumlah itu sungguh tidak terlalu banyak lagi baginya.
Atributnya telah mencapai level yang mengerikan setelah semua yang dia lalui baru-baru ini, terutama setelah [God-Rank Assessment], yang berarti kehilangan [Spirit] dalam jumlah kecil seperti itu hampir tidak akan membawa perbedaan.
Sementara itu, perolehan Kekuatannya sangat gila. Sembilan ratus Kekuatan hanya dari dua belas musuh.
Seorang pemain biasa kemungkinan besar akan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melakukan grinding demi perolehan seperti ini.
Leon menyeringai, "Baiklah kalau begitu..."
Nom! Nom! Nom!
Tanpa ragu-ragu, Leon langsung mengonsumsi setiap esensi satu demi satu.
Saat esensi pertama memasuki tubuhnya, dia merasakan gelombang berat menyebar melalui otot-ototnya, membuat lengan-lengannya sedikit tegang tatkala kekuatan mentah membanjiri dirinya.
Pada saat yang sama pula, Leon juga bisa merasakan sensasi terkuras yang samar dari pikirannya, seolah-olah sebagian dari energi magisnya sedang dikupas sedikit demi sedikit.
Namun penurunan itu sangat kecil dibandingkan dengan cadangan totalnya sehingga Leon hampir tidak peduli.
Ting!
[+900 Kekuatan (Strength), -120 Roh (Spirit).]
Leon mengepalkan tinjunya erat-erat. Udara di sekitar tangannya bergetar tipis hanya karena kekuatan belaka.
"Sial," tawanya pelan, "Tempat ini benar-benar luar biasa."
Dia dengan cepat memeriksa sisa jarahan setelahnya. Sayangnya, item yang tersisa sama sekali tidak berguna seperti yang dia pikirkan.
[Exiled Sword x12 (Rare)]
[Exiled Sentinel Armor x12 (Epic)]
Peralatannya tidak terlalu buruk menurut standar normal, tetapi dibandingkan dengan gudang persenjataan Leon saat ini, perlengkapan itu juga tidak bagus.
Meski begitu, dia tetap melemparkan semuanya ke dalam [Storage Space] miliknya, karena bahkan item yang tidak berguna pun pada akhirnya bisa dijual.
Begitu hal itu selesai, Leon menunggu selama beberapa menit agar kerangka-kerangka yang hancur itu pulih.
Fwoosh!
Satu demi satu, para mayat hidup yang tumbang perlahan-lahan merekonstruksi diri mereka dari partikel-partikel hitam hingga pasukannya berdiri utuh kembali.
Kemudian, tanpa membuang waktu lagi, Leon melanjutkan march-nya menuju jajaran pegunungan besar di kejauhan.
Semakin dalam dia melangkah ke dalam [Exiled Lands], semakin banyak musuh yang muncul.
Kelompok [Exiled Sentinels] menyerbunya berulang kali.
Beberapa makhluk mirip hantu bernama [Spiritless Wraiths] muncul dari tanah berusaha merobek jiwanya.
Kawanan besar [Exiled Wolves] berhamburan melewati padang rumput abu-abu dengan mata merah menyala.
Namun tidak satupun dari mereka yang menghadirkan ancaman nyata. Sebagian besar waktu, Leon bahkan tidak perlu bergerak.
Pasukan kerangkanya saja sudah cukup untuk membantai hampir semua hal yang mendekati mereka.
Kerangka mayat hidup itu merobek musuh dengan kekuatan fisik yang luar biasa, sementara Leon hanya berjalan santai di belakang mereka dengan api Celeste yang tetap terlindungi di tangan salah satu kerangka.
Namun, para [Undead Mages], menjadi semakin tidak berguna semakin jauh mereka bepergian.
Setiap kali mereka mencoba merapal sihir, hal yang sama selalu terjadi.
Mantra-mantra itu mulai terbentuk... Lalu langsung runtuh. Tempat ini praktis mencekik energi magis sebelum sempat terwujud sepenuhnya.
Pada akhirnya, Leon mendesah dan membubarkan kesepuluh [Undead Mages] itu sepenuhnya.
"Tidak ada gunanya membuang slot untuk summon yang tidak bisa bertarung," gumamnya.
Untuk saat ini, kekuatan fisik adalah satu-satunya hal yang benar-benar penting di sini.
Dan sayangnya... Itulah tepatnya alasan mengapa musuh berikutnya yang mereka temui menjadi sebuah masalah.
Chapter 308 · 5m baca
Spirit Attribute Reduced?
by Champion_Dreamer
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter