Syuuush!
Begitu Leon melangkah masuk ke dalam [Balai Acara], matanya perlahan menyapu seluruh ruangan sambil mengamati setiap hal di sekitarnya dengan tenang.
Aula itu sendiri sangatlah besar, dengan pilar-pilar menjulang tinggi ke langit-langit dan cahaya keemasan yang menerangi lantai batu mengkilap di bawah kaki mereka.
Suasana di dalam terasa jauh lebih berat dibandingkan bagian akademi lainnya.
Delapan sosok sudah berdiri di dalam sana.
Tatapannya beralih ke arah mereka satu per satu, dengan cepat mengenali beberapa wajah yang familiar di antara kelompok itu: [MightyElf] dan [DemonBeast].
Keduanya berada di dekat puncak peringkat selama event berlangsung, yang berarti orang-orang lain yang hadir di sana kemungkinan besar adalah sisa pemain yang berhasil mengamankan tempat di sepuluh besar.
"Kita bertemu lagi, Celestial," DemonBeast tertawa nyaring sambil bersidekap.
Leon tidak langsung merespons, ekspresinya tetap tenang saat ia mengamati pria yang berdiri beberapa meter darinya itu.
"Aku tahu dia akan menjadi juara pertama begitu aku melihatnya," ucap pemain lain, LasagnaCat, sambil merapikan jubah merah tua di bahunya. "Itu sudah sangat jelas sejak awal."
"Bagaimanapun juga, dia mendapat [Pengumuman Global]," tambah RulerOfVines sambil mengangguk, ia dikelilingi oleh beberapa tanaman merambat yang bergerak perlahan di sekitar tubuhnya. "Masuk akal jika dia mendominasi event tersebut."
Beberapa pemain lainnya bergumam menyetujui sambil melirik ke arah Leon dan Celeste.
Adapun Azaroth, yang dikenal sebagai [MightyElf], ia sama sekali tidak mengatakan apa pun.
Tatapan matanya yang tajam sempat beradu dengan Leon selama sepersekian detik sebelum kembali berpaling.
Mereka berdua sebelumnya pernah berpapasan sekali di dalam [Hutan Beracun] yang terletak di [Domain Bawah #1], namun Azaroth tidak sedikit pun berusaha mengungkapkan fakta itu kepada yang lain.
Leon menyadari sekilas tatapan itu, meskipun ia tidak bereaksi apa pun.
Ia tidak terlalu peduli apakah pria itu mengakuinya atau tidak.
Namun pada saat itu, Leon bisa merasakan hal lain dengan jelas.
Setiap orang di aula tersebut sedang menatapnya.
Tatapan mereka menyiratkan rasa penasaran, kewaspadaan, dan dalam beberapa kasus, bahkan sedikit ketegangan kompetitif.
Bagaimanapun, ia baru saja merebut posisi pertama dalam event yang melibatkan puluhan ribu pemain.
Wajar jika orang-orang merasa tertarik.
"Soal gadis di sampingnya itu..." lanjut DemonBeast dengan senyum yang semakin lebar, matanya yang tajam beralih ke arah Celeste. "Kurasa dia juga kuat. Aku bisa merasakan ada sesosok makhluk buas yang sangat kuat di dalam dirinya tadi."
Celeste hanya mengangguk kecil sebagai respons.
Sejujurnya, ia tidak mempercayai satu pun orang yang berdiri di aula tersebut.
Mata Kemarahan!
Tanpa disadari siapapun, Celeste diam-diam mengaktifkan kemampuannya dan mulai memeriksa panel status para pemain di sekitarnya.
Mata keemasannya berpendar samar saat informasi itu muncul di hadapan penglihatannya.
Setelah beberapa detik, ia sedikit condong ke arah Leon.
"Semuanya berada di level 72 sampai 75," bisiknya pelan. "Dan nilai [Kekuatan Tempur] mereka lumayan tinggi."
Leon mengangguk pelan saat mendengar informasi itu.
Kendati demikian, ekspresinya sama sekali tidak berubah.
Meskipun para pemain yang hadir itu kuat, tak satupun dari mereka yang membuatnya merasa terancam.
Tanpa mengatakan apa-apa lagi, Leon berjalan dengan tenang menuju ke tengah ruangan.
Yang lain memerhatikan pergerakannya, tetapi sebelum ada yang sempat memulai percakapan lain...
Syuuush!
Ledakan energi yang hebat tiba-tiba meletus di atas kepala mereka.
Semua orang langsung bereaksi.
Beberapa pemain secara insting mundur ke belakang sembari mengaktifkan skill mereka atau mengambil posisi bertahan.
Bahkan ekspresi DemonBeast mengeras saat ia mendongak ke atas.
Awan kabut tebal menyelimuti langit-langit aula.
Dan dari dalam kabut itu... sesosok bayangan perlahan turun.
Mata Leon menyipit tipis.
Penilaian!
[Ketua Akademi Divine, Dominik]
[Level: 100]
[Bakat: ???]
[Kekuatan Tempur: ???]
[Detail: Ketua Akademi Divine, sangat kuat dan tampaknya mendapat kekuatan tambahan dari sesuatu.]
Begitu sosok itu muncul sepenuhnya...
BUM!
Aura yang begitu menindih meledak ke seluruh penjuru aula.
Tekanan itu menghantam setiap orang bagaikan gelombang besar, membuat udara di sekitar terasa semakin berat.
Beberapa pemain langsung berlutut dengan satu kaki.
Yang lain gemetar sambil berjuang keras untuk tetap berdiri.
"Kekuatan apa Sialan ini...?"
"Dia level 100 jadi wajar saja tapi... ya ampun..."
"Tekanan ini gila banget..."
Bahkan lutut Celeste sempat goyah sesaat menahan beratnya aura tersebut.
Meski begitu, ia mengatupkan giginya dan memaksa dirinya untuk tetap berdiri.
Sedangkan untuk Leon... Ia tidak bergeming sama sekali.
Tak tergoyahkan!
Efek pasif dari gelarnya langsung aktif, sepenuhnya menetralkan efek ketakutan yang memancar dari aura Dominik.
Bahkan tidak ada secercah pun rasa gentar yang berhasil mencapainya.
Sang ketua langsung menyadari hal itu. Senyum lebar perlahan merekah di wajahnya.
"Heh."
Dominik mengeluarkan tawa singkat sambil melambaikan tangannya dengan santai, membuat aura luar biasa yang memenuhi aula tersebut lenyap seketika.
Para pemain akhirnya bisa bernapas lega begitu tekanan itu menghilang.
"Menarik."
Dominik kemudian mendarat ke lantai dengan suara gedebuk pelan, memungkinkan semua orang untuk melihatnya dengan jelas untuk pertama kalinya.
Ia adalah seorang pria bertubuh tinggi, mendekati dua meter, dengan rambut putih yang disisir rapi dan janggut pendek membingkai garis rahangnya yang tajam.
Penampilannya memancarkan aura keanggunan yang berkelas.
Seragam yang dikenakannya jelas merupakan pakaian resmi akademi, ditandai dengan lambang rumit di bagian dada.
"Kami biasanya mengadakan perayaan bagi mereka yang berhasil masuk ke akademi," Dominik mulai berbicara sembari menautkan kedua tangannya dengan tenang di belakang punggung. "Namun, sepuluh peserta teratas adalah kasus khusus, jadi kami lebih memilih untuk menemui mereka secara terpisah."
Para pemain perlahan menjadi santai setelah mendengar kata-katanya.
Beberapa masih terlihat waspada. Yang lain sudah tampak terkesan dengan kehadiran pria itu.
Hanya Leon dan Celeste yang eksprasinya tetap tidak terbaca.
"Seperti yang mungkin sudah kalian ketahui," lanjut Dominik dengan senyum ramah, "akademi kami adalah salah satu tempat terbaik untuk tumbuh menjadi lebih kuat di seluruh [Domain Tinggi]."
Ia berjalan mondar-mandir di dalam aula sambil berbicara.
"Dan mungkin, jika beberapa dari kalian tinggal di sini cukup lama... kalian bahkan bisa menjadi sekuat diriku."
Kata-kata itu jelas menarik perhatian beberapa pemain.
Gagasan untuk mencapai level 100 saja sudah cukup untuk membuat hampir semua orang merasa bersemangat.
Bagaimanapun, seseorang yang begitu kuat akan menikmati kekayaan, status, dan pengaruh di seluruh [Domain Tinggi].
"Faktanya..." Dominik tiba-tiba menjentikkan jarinya.
B-Jentik!
Sebuah pedang seketika muncul di tangan kanannya.
Dan di saat yang sama, bola api yang berpijar terbentuk di atas telapak tangan kirinya.
"Aku kebetulan sangat mahir dalam ilmu pedang maupun sihir," ujarnya dengan bangga. "Yang berarti sepuluh peserta teratas dari event ini akan menerima sesuatu yang istimewa sebagai tambahan dari hadiah mereka."
Ia berhenti sejenak.
"Kalian akan mendapatkan kesempatan untuk berlatih di bawah bimbinganku."
Reaksinya langsung terlihat. Beberapa pemain tampak benar-benar antusias.
Gagasan untuk menerima pelatihan pribadi dari seseorang yang sekuat Dominik terasa hampir tidak nyata.
Bagi banyak dari mereka, itu adalah kesempatan seumur hidup.
Namun, Leon tetap bersikap netral.
"Yah," kata Dominik akhirnya sambil menepukkan kedua tangannya sekali. "Itu saja yang ingin kukatakan untuk saat ini."
Senyumnya semakin melebar.
"Aku yakin suatu hari nanti... kalian semua akan menjadi sangat berguna bagi tujuan yang tepat."
Untuk sesaat, matanya beralih ke arah Leon.
Hanya sepersekian detik. Namun intensitas di dalam tatapan itu tidak dapat disangkal.
"Baiklah," pungkas Dominik dengan tenang. "Kalian sekarang bisa mengambil hadiah kalian."
Ia memberi isyarat ke bagian depan aula.
"Majulah satu per satu, mulai dari peringkat terendah hingga peringkat pertama."
Proses itu langsung dimulai.
Satu per satu, setiap pemain melangkah maju untuk menerima hadiah mereka.
Setiap kali seseorang kembali, reaksi mereka kurang lebih sama.
"Wah!"
"Ini benar-benar luar biasa..."
"Sial, ini bagus banget..."
Jelas sekali, hadiah-hadiah itu sangat mengesankan.
Dan seiring meningkatnya peringkat, kualitas hadiahnya pun tampak semakin baik.
Pada akhirnya, para pemain dengan peringkat tertinggi melangkah maju.
RulerOfVines, LasagnaCat, MightyElf, dan DemonBeast.
Begitu mereka selesai menerima hadiah, hanya tersisa dua orang.
"Peringkat kedua kita," kata Dominik sambil menyeringai ke arah Celeste. "Silakan ambil hadiahmu."
Celeste sempat ragu sejenak.
Tetapi ketika ia melihat Leon mengangguk tenang kepadanya, ia menarik napas dalam-dalam dan melangkah maju.
Dominik menyerahkan sebuah gulungan yang memancarkan cahaya keemasan samar: [Gulungan Skill Ascendant].
Celeste dengan cepat meraihnya sebelum kembali ke sisi Leon.
Dan akhirnya...
"Celestial," panggil Dominik saat senyumnya semakin mengembang, "Hadiah terbaik dari semuanya disediakan khusus untukmu."
Syuuush!
Kilatan cahaya terang memenuhi ruangan.
Sebuah kotak kecil berukir terwujud di udara di hadapan Dominik, melayang perlahan di tempatnya.
"[Kotak Divine]," jelasnya. "Di dalamnya terdapat lima item yang sangat kuat. Saat kau membukanya, salah satu dari item itu akan diberikan kepadamu."
Leon melangkah maju tanpa ragu.
Ia meraih kotak itu dan langsung menyimpannya ke dalam [Ruang Penyimpanan] miliknya.
"Dan dengan itu, upacara ini selesai," ucap Dominik dengan ramah. "Kalian bebas menikmati waktu kalian di sini. Dan jika ada di antara kalian yang menginginkan bantuanku..."
Ia tersenyum tenang, "Kalian selalu bisa bertanya."
Dengan kata-kata terakhir itu, Dominik perlahan melayang ke atas.
Sesaat kemudian—
Syuuush!
Ia menghilang dalam gumpalan asap.
Begitu ia menghilang, semua orang langsung mulai memeriksa hadiah masing-masing.
Leon menoleh ke arah Celeste.
Tring!
[Gulungan Skill Ascendant: Memberikan pengguna skill tingkat ascendant yang sesuai dengan diri mereka.]
"Sial..." gumam Leon pelan sambil membaca deskripsinya. "Ini benar-benar gila."
Celeste terlihat tak kalah takjub. Hadiah itu jauh lebih baik dari yang ia duga.
Ia bahkan sudah bersiap untuk langsung menggunakannya.
Namun sebelum ia sempat melakukannya... Leon tiba-tiba mengeluarkan [Kotak Divine] dari [Ruang Penyimpanan] miliknya.
Ia menatap benda itu lekat-lekat.
Penilaian!
[Kotak Divine (???): Berisi 5 item kuat. Saat dibuka, pengguna akan menerima salah satunya.]
Leon menatap kotak itu selama beberapa detik. Kemudian sebuah senyuman tipis terukir di wajahnya.
'Heh, cuma satu item?' pikirnya, 'Aku rasa tidak.'
Mata Kemarahan jauh lebih baik daripada "Penilaian" karena tidak seorang pun yang dapat mendeteksinya.
Chapter 166 · 6m baca
The Divine Academy’s Chairman, Dominik’s Speech
by Champion_Dreamer
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter