Setelah Tiongkok menyelesaikan Sub-Menara pertama dan yang kedua muncul di Mongolia, Saluran Komunikasi menjadi gempar sepanjang hari.
[Pohon Dunia: Tiongkok << apakah orang-orang ini sudah sepenuhnya kehilangan kemanusiaan mereka?]
[Tupai Terbang: Jutaan nyawa dipertaruhkan dan mereka menolak untuk membagikan informasi...]
[DagingDaging: Apa mereka tidak punya nurani sebagai manusia?]
[Pulpen: Bagaimana bisa mereka begitu egois]
[No.39: Aku melihat beritanya, rupanya mereka menuntut Mongolia menyerahkan semua sumber daya mereka?]
[Lethe: Apakah mereka benar-benar ingin bertindak seperti itu? Mereka melihat Person123 dan tidak merasakan apa-apa?]
Sebagian besar orang mengutuk Tiongkok karena menolak membagikan informasi Sub-Menara dan menekan Mongolia.
[Harimau Hitam: Wang Kai bertaruh nyawa untuk menjadi yang pertama menyelesaikannya. Hak apa yang kalian miliki untuk mendikte apa yang harus dia lakukan?]
[Pegunungan Rocky: Kalian harus tahu bahwa tindakan yang egois adalah menuntut seseorang menyerahkan informasi yang didapat dengan susah payah secara cuma-cuma]
[Bunga Liar: Jutaan nyawa omong kosong. Mereka punya waktu seminggu penuh, tinggalkan saja kota itu]
[Hilir: Kenapa semua orang hanya menyalahkan Wang Kai? Tunjukkan padaku satu saja pendaki tingkat atas saat ini yang benar-benar membagikan informasi.]
[Zhang Wei: Kalau begitu, pergi sana dan menangislah pada Person123 lalu memohon padanya untuk menyelesaikannya untuk kalian wkwk]
Dan sebagian pendaki Tiongkok membelanya.
[Hwapung: Mongolia seharusnya berterima kasih kepada kita. Tanpa Wang Kai, bagaimana mungkin mereka bisa menyelesaikan ini sendiri?]
[DoDoDo: Dengar, jika kalian tidak ingin bernegosiasi, urus sendiri sana. Tidak suka ini, tidak suka itu, sebenarnya apa sih yang kalian inginkan]
[Bintang Jatuh: Tutup mulut kalian sebelum kami pecahkan kepala kalian satu persatu, keparat-keparat gila asal Tiongkok]
[DagingDaging: Keparat tak tahu malu yang terus mengoceh di sini]
[Hada: Woah woah, tenanglah, teman-teman Mongolia. Apakah kalian semua sudah dievakuasi dari Ulaanbaatar?]
Semua orang sibuk mengutuk dan berkelahi satu sama lain.
[Baterai: Person123 tidak akan benar-benar pergi menyelesaikannya untuk mereka, kan...?]
[Siklon: Jauh banget sampai ke Mongolia padahal]
[Radiwe: Hei, seandainya saja Person123 itu orang Mongolia]
[Tsetseg: Aku orang Mongolia, tolong bantu kami, Person123... Mongolia berada di ambang kehancuran!]
[Takoyaki: Tapi apakah Person123 bahkan bisa menyelesaikannya? Bukankah dia sekarang level 40?]
[Pohon: Wang Kai tidak mau buka mulut jadi kita tidak tahu pasti. Jika itu adalah tingkat kesulitan yang membutuhkan sekitar level 50, bahkan Person123 pun akan kesulitan]
[Amazon: Jangan bicara yang tidak-tidak. Untuk apa pula Person123 menyelesaikan Sub-Menara]
[Selada: Jika sesuatu terjadi padanya, umat manusia akan tamat]
Perdebatan terus berlanjut ke sana ke mari, dan pada akhirnya, orang-orang hanya bisa menonton dan melihat apa yang akan terjadi pada Mongolia. Satu-satunya pihak yang darahnya mendadak dingin adalah warga Mongolia itu sendiri.
[Sisa waktu untuk Sub-Menara Kedua: 5 hari, 8 jam, 9 menit, 17 detik]
[Sub-Menara Kedua telah diselesaikan hingga lantai akhir.]
[Waktu hingga Sub-Menara Ketiga muncul: 5 hari, 8 jam, 9 menit, 16 detik]
Itu terjadi, sampai pesan tentang Sub-Menara Mongolia yang telah diselesaikan tiba-tiba muncul.
[Segitiga: ?]
[Ujian Hidup: Hah, apa]
[Danau: Apa Wang Kai yang menyelesaikannya?]
[Requiem: Padahal tidak ada berita apa pun tentang itu? Apakah Mongolia menerima tuntutan Tiongkok?]
[Oliver: Sepertinya tidak. Bahkan Mongolia dan China tampaknya sama-sama tidak tahu apa yang terjadi?]
Pihak Mongolia, yang notabene adalah pihak yang terlibat langsung, dengan cepat memperjelas bahwa mereka sama sekali tidak tahu siapa yang telah menyelesaikan Sub-Menara tersebut.
Jika seorang pendaki dari negara lain yang menyelesaikannya, seharusnya ada semacam pengumuman, tetapi semua orang mendengar kabar itu untuk pertama kalinya.
Menaranya telah diselesaikan, namun tidak ada seorang pun yang mengakuinya?
Hal itu membuat orang-orang hanya memiliki satu kesimpulan yang mungkin tentang siapa yang telah menyelesaikan Sub-Menara tersebut.
[Raja Singa: Ah... jangan bilang, itu kau lagi?]
[Kue Ceri: Ya ampun wkwk, memangnya siapa lagi kalau bukan dia]
[Kereta Api: Person123! Person123! Person123! Person123! Person123!]
[Premium: Jika kau yang menyelesaikannya, setidaknya beritahu kami di Saluran Komunikasi, Person123-nim...]
[Timbangan Keadilan: Benar-benar pasifis terhebat dalam sejarah umat manusia. GOAT]
[Rantai Besi: Beda kelas banget dari orang seperti Wang Kai, serius deh]
[Teras: Bandingkan dia dengan sesuatu yang sepadan;]
[Verryverry: Sepertinya orang-orang Tiongkok pulang dengan tangan hampa wkwkwk sangat memuaskan]
[Litman: Serakah setengah mati tapi akhirnya tidak dapat apa-apa, bahaha]
[Pahlawan: Hei tunggu, jangan-jangan sebenarnya Person123 itu orang Mongolia...?]
[Peluit: Dia mungkin hanya pergi langsung ke Mongolia. Kalau dia orang Mongolia, bukankah seharusnya dia menyelesaikannya lebih cepat?]
Orang-orang memuji dirinya hari ini seperti biasa, dan Tiongkok kini menjadi bahan ejekan.
Brak!
Sebuah rumah mewah nan megah.
Wang Kai melemparkan gelas wiski yang tadi ia minum. Pecahan kaca dan minuman keras berserakan di atas lantai marmer.
Duduk di hadapannya, Li Wei, seorang anggota Komite Sentral Partai, tersentak, lalu dengan cepat menguasai ekspresinya. Ia melontarkan pertanyaan dengan tenang, dibumbui sedikit nada tuduhan.
"Apa artinya ini. Bukankah kau bilang dengan pasti bahwa tingkat kesulitan ini berada di luar kemampuan Person123 untuk diselesaikan?"
"... Kau bertanya padaku. Ini tidak masuk akal."
Wang Kai bergumam, wajahnya menyiratkan iritasi dan kemarahan yang pekat.
"Keparat itu level 40, bukan? Kau harus berada setidaknya di level 50 untuk menyelesaikan tingkat kesulitan itu."
Entah ada perbedaan tingkat kesulitan di antara Sub-Menara, atau Person123 jauh lebih kuat dari perkiraan.
Ia telah mematikan salurannya setelah melihat banjir ejekan di sana, darahnya mendidih, dan kini ia memberikan perintah kepada Li Wei.
"Dengar, Sub-Menara berikutnya, aku akan menyelesaikannya bagaimanapun caranya. Begitu Sub-Menara ketiga muncul, siapkan semuanya agar aku bisa pindah ke lokasinya secepat mungkin."
"Ehem... Sebaiknya aku melaporkan ini dulu kepada para petinggi."
"Apa lagi yang perlu dilaporkan? Apa kalian tidak menginginkan Vena Mana itu? Aku akan menyuapi kalian semuanya, jalankan saja tugas bodohmu dan bantu aku dengan benar."
Keparat kecil yang kurang ajar. Li Wei mengutuk dalam hati dan mengangguk.
Person123 telah menyela entah dari mana dan mereka dengan bodohnya membiarkan ikan tangkapan Mongolia lepas dari kaitan, tetapi Sub-Menara berikutnya harus semuanya diamankan oleh Tiongkok, persis seperti yang dikatakan Wang Kai.
Pengganggu yang menyebalkan itu telah mulai bergerak, jadi tidak ada lagi waktu untuk memeras lebih banyak lewat jalur negosiasi.
Mengingat sifat Person123, ia hampir pasti akan mencoba menyelesaikan Sub-Menara berikutnya juga. Wang Kai harus menyelesaikannya lebih cepat dari pria itu.
Hak Aktivasi untuk Vena Mana, yang dianugerahkan kepada pihak yang menyelesaikannya. Selama ia memegang hak itu, tidak peduli di negara mana Sub-Menara itu berada, Tiongkok dapat menegosiasikan bagian Vena Mana dari posisi yang mendominasi.
"Sialan, bertindak asuransi jadi pahlawan kesiangan yang menyedihkan..."
Wang Kai bertekad bahwa ia akan menyelesaikan Sub-Menara ketiga terlebih dahulu dan menunjukkan kepada Person123 perbedaan kelas di antara mereka berdua.
Lima hari berlalu sementara ia menunggu Sub-Menara ketiga muncul.
[Sub-Menara Ketiga telah muncul.]
Tanpa diduga.
Negara tempat Sub-Menara ketiga muncul adalah Jepang.
Setelah Tiongkok dan Mongolia, tiga kemunculan Sub-Menara berturut-turut terpusat di Asia Timur Laut. Sebuah kebetulan yang mengejutkan.
Bagaimanapun juga, itu adalah kebetulan yang beruntung bagi Tiongkok. Jaraknya tidak terlalu jauh, sehingga mereka dapat dengan cepat bergerak memasuki radius Sub-Menara tersebut.
Wang Kai, yang telah bersiaga di bandara, bergerak di bawah bimbingan para pengawalnya begitu pesan itu muncul.
Reservasi? Bea cukai? Ketika Partai menunjukkan kekuatannya, semua itu sama sekali tidak diperlukan.
Ia langsung mengamankan kursi di penerbangan tercepat menuju Kota Sendai, Jepang, dan naik ke pesawat.
Karena tidak mungkin mengetahui di negara mana Sub-Menara akan muncul, cara ini jauh lebih cepat daripada jet pribadi yang memerlukan izin sebelumnya.
[Sub-Menara Ketiga telah diselesaikan hingga lantai akhir.]
"...??"
Itu terjadi saat ia baru saja duduk di kursi kelas satu miliknya.
Wang Kai melepas kacamata hitamnya, menatap pesan tidak masuk akal yang muncul di hadapan matanya.
"Persetan."
Sub-Menara ketiga baru saja muncul sekitar dua puluh menit yang lalu.
Dan apa? Diselesaikan?
Kecuali jika seseorang sudah berada di dalam radius Sub-Menara begitu benda itu muncul, kecepatan seperti ini mustahil dilakukan.
Wang Kai, dengan mulut ternganga karena tidak percaya, bergumam seolah-olah ia tidak dapat mempercayainya.
"Keparat Person123 itu..."
Jangan bilang sebenarnya dia orang Jepang selama ini?
Sub-Menara ketiga yang muncul di Kota Sendai, Jepang.
Pemerintah Jepang bahkan tidak sempat mendeklarasikan keadaan darurat.
[Sub-Menara Ketiga telah diselesaikan hingga lantai akhir.]
Menara itu telah diselesaikan kurang dari setengah jam setelah kemunculannya.
Saluran Komunikasi meledak sekali lagi.
Tidak mengherankan jika Person123 adalah orang yang menyelesaikannya kali ini juga, tetapi yang memicu kontroversi menjadi kobaran api yang besar adalah kecepatan penyelesaiannya.
[Reynold: Dia menyelesaikannya dalam waktu di bawah 30 menit?]
[Sug: Itu kecepatan yang mustahil kecuali dia memang sudah berada di Jepang sejak awal...?]
[Kunang-kunang: Tunggu sebentar, apakah Person123 sebenarnya orang Jepang?!]
Orang-orang berbisik-bisik dan mengobrol, bertanya-tanya apakah kewarganegaraan Person123 sebenarnya adalah orang Jepang.
Karena hanya itu satu-satunya cara agar kecepatan tersebut masuk akal.
Mongolia membutuhkan waktu dua hari penuh untuk diselesaikan, tetapi Jepang hanya butuh waktu dua puluh menit.
Tentu saja, ada kemungkinan ia sedang berlibur di Jepang dan kebetulan berada di dalam radius Sub-Menara, tetapi probabilitas terjadinya hal itu sangatlah kecil.
Saluran Komunikasi membara, dan dalam waktu singkat, suasananya berubah hingga menganggap status Person123 sebagai orang Jepang sebagai sebuah kepastian.
Pihak yang paling bersemangat dari semuanya adalah orang-orang Jepang.
[Awal: Person123 orang Jepang? Ini serius?]
[Takamura: Secara situasional probabilitasnya sangat tinggi...!]
[Monsoon: Jadi selama ini, kita orang Jepang yang menyelamatkan umat manusia?]
[Ramen: Cukup mengejutkan (wkwk)]
[Iblis Pedang: Aku sudah menduga ada yang aneh... tidak masuk akal jika Jepang belum menghasilkan satu pun pembersih tingkat Mimpi Buruk hingga detik ini]
[Manusia Lintas: Bukannya kita tidak mempunyainya. Dia adalah salah satu dari kita sejak awal mula]
[Rhythm: Aku bangga banget! Person123!]
Pemegang rekor tertinggi untuk tingkat kesulitan Mimpi Buruk sekaligus penyelamat umat manusia, Person123, ternyata orang Jepang?!
Bagi warga Jepang, yang bersama Korea belum pernah menghasilkan satu pun pembersih tingkat Mimpi Buruk hingga saat ini, berita ini memberikan gelombang euforia nasionalisme yang jauh melampaui dosis mematikan.
Kantor berita di seluruh dunia dengan cepat melaporkan berita tersebut sebagai tajuk utama utama.
Dunia dilemparkan ke dalam kekacauan atas kontroversi mengenai status Person123 yang diduga orang Jepang.
Waktu telah berlalu sejak aku menyelesaikan Sub-Menara kedua dan pulang ke rumah.
Sangat tidak masuk akal, negara tempat Sub-Menara ketiga muncul adalah Jepang.
Ada apa ini?
Apakah ada semacam kutukan di Asia Timur Laut?
Bagaimanapun juga, begitu Menara itu muncul, aku bersiap untuk terbang ke Jepang.
Jarak ke Sendai, Jepang, sekitar 1.300 km. Tekad yang Diperlukan: 130.000.
Waktu pengisian sekitar 6.000 menit, 100 jam.
Setelah menyelesaikan Sub-Menara Mongolia, selama lima hari, mengisi daya di sana-sini setiap kali aku tidak tidur, aku telah mengumpulkan sekitar 85 jam.
Kali ini, aku hanya butuh tambahan 15 jam untuk melakukan perjalanan ke sana.
Perjalanan pulangnya, tentu saja, akan dimulai dari nol lagi.
Aku selesai mengisi daya Perangkat Teleportasi dan langsung berpindah ke Jepang.
[Kamu telah berhasil menyelesaikan Lantai 1.]
[Kamu telah berhasil menyelesaikan Lantai 2.]
[Kamu telah berhasil menyelesaikan Lantai 3.]
Monster-monster di lantai awal tidak berbeda dari sebelumnya.
Tetapi begitu aku mendaki lebih tinggi, situasinya mulai berubah sejak Lantai 5.
Minotaur berubah menjadi semacam monster berwajah triceratops.
Dan sekumpulan kelelawar telah digantikan oleh kawanan serangga yang ukurannya hampir sebesar burung.
Hanya monsternya saja yang berubah; tingkat kesulitannya sendiri kurang lebih sama.
Aku menerobos lurus hingga mencapai lantai sepuluh terakhir, di mana bos yang menanti adalah seekor drakula.
"Oh...7"
Ketika aku menyerang dengan Semburan Api, tubuhnya berubah menjadi darah dan berpencar, lalu menyatu kembali.
Sial... kemampuan itu kelihatannya cukup berguna.
Kemampuan fisiknya lebih rendah daripada Ksatria Hitam, bos dari Sub-Menara kedua.
Tetapi kemampuan pencairan itu menjadikannya monster yang sulit untuk dihadapi.
Wusss...
Menghadapi Sinar Penghancur, tentu saja, situasinya menjadi seimbang.
Jika terkena tepat sasaran, ia musnah tanpa menyisakan setetes darah pun di belakang.
[Sub-Menara Ketiga telah diselesaikan hingga lantai akhir.]
[Kamu telah mendapatkan kepemilikan atas Sub-Menara Ketiga.]
Sub-Menara ketiga, diselesaikan dengan mudah.
"Hah..."
Alasan aku menghela napas adalah karena.
Mengisi ulang Perangkat Teleportasi untuk bisa pulang ke rumah terasa jauh lebih menyiksa daripada menyelesaikan Menaranya sendiri.
Aku keluar dari Menara.
Menghentikan waktu berulang kali di tengah hutan Jepang yang bahkan tidak kuketahui lokasinya, aku mengisi ulang Perangkat Teleportasi dan pulang.
Ketika aku sampai di rumah, adik perempuanku sedang berbaring di sofa sambil menonton TV.
"...?"
Aku hendak menuju kamarnya ketika sebuah siaran berita yang tidak masuk akal di layar TV menarik perhatianku.
– Sub-Menara Jepang telah diselesaikan dalam waktu di bawah tiga puluh menit. Peristiwa ini juga diduga kuat diselesaikan oleh Person123, dan sebuah kontroversi meledak mengenai apakah Person123 sebenarnya adalah orang Jepang...
Ya ampun.
"Person123 orang Jepang...?"
Adikku, yang juga ikut menonton, bergumam kaget.
"Kamu lihat tidak? Mereka bilang Person123 itu orang Jepang!"
"Ehm... ya. Betul."
Itu cukup mengejutkan.
Aku langsung mengerti kenapa berita konyol ini sampai disiarkan.
Ah, itu karena aku menyelesaikannya terlalu cepat.
Aku melompat ke Jepang hampir seketika begitu Sub-Menara itu muncul. Hmm, kalau dipikir-pikir lagi, itu adalah kesalahpahaman yang wajar terjadi.
Aku mengecek Saluran Komunikasi sejenak dan, seperti yang kuduga, situasinya sedang kacau balau. Aku langsung mematikannya lagi.
Ugh... mengisi ulang alat teleportasi membuatku sangat kelelahan.
Tanpa terlalu memikirkannya, aku masuk ke kamarmu—ke kamarku.
Bagaimanapun juga, kesalahpahaman itu akan terselesaikan dengan sendirinya begitu aku menyelesaikan Sub-Menara berikutnya.
Biarkan saja mereka bersenang-senang untuk sekarang.
Chapter 57 · 1m baca
Sub-Tower (3)
by 봡바봡
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter