Mempermainkan waktu. Memutus masa lalu. Para kultivator memang bisa melakukan hal semacam itu, tetapi tidak dengan kelihaian seperti ini. Itu karena ini adalah otoritas seorang dewa. Itu karena ini adalah mahatahu yang sesungguhnya. Di mata para dewa, sangat mudah untuk melihat kehidupan seseorang, termasuk seluruh masa lalunya.
Sungai Waktu bergejolak saat ia memenuhi dunia fana. Versi masa lalu Zhao Youde yang tak terhitung jumlahnya berlomba menuju ke arahnya.
Namun, dalam sistem kultivasi, Penguasa Kekaisaran berada tepat di bawah Kuasi-Imortal. Dan ini adalah Zhao Youde, yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di tengah umat manusia, dan sekarang berada di puncak setengah Penguasa Kekaisaran. Dasar kultivasinya membuatnya hampir sekuat dewa.
Saat menghadapi otoritas dewa yang tak terjelaskan ini, ekspresinya berubah kelam, lalu ia mengulurkan tangan kanannya ke arah kanopi surga dan membuat gerakan mencengkeram. Gerakan tangannya menyebabkan kubah surga bergeser, seolah-olah surga yang baru sedang dihadirkan.
Langit berbintang yang sangat luas mulai mengambil alih. Langit berbintang itu begitu masif hingga menutupi segalanya. Rasanya seolah-olah ia berencana untuk membawa bagian dari Kuno yang Dipuja ini pergi, seolah-olah… ia sedang menjadi alam semesta khusus untuk Zhao Youde seorang. Di dalam alam semesta itu, ada versi masa lalu dirinya yang tak terhitung jumlahnya, namun, ada jauh lebih banyak bintang dan benda surgawi daripada itu.
Benda-benda surgawi yang tak terhitung jumlahnya itu berkedip terang, dan sebagai tanggapan atas pikiran Zhao Youde, mereka menyala lalu padam.
Padamnya benda-benda surgawi yang tak terhitung jumlahnya itu menyebabkan alam semesta yang unik tersebut dengan cepat berada di ambang kehancuran. Saat runtuh, alam semesta itu menjorok ke dalam dirinya sendiri, memunculkan gaya gravitasi yang masif. Rasanya seperti alam semesta nyata yang berubah menjadi lubang hitam yang megah.
Tiba-tiba, semua kehidupan masa lalu Zhao Youde tersedot oleh lubang gravitasi tersebut, dan dilahap oleh alam semesta yang runtuh.
Tidak ada satu pun yang tersisa!
Memutus waktu. Menyebabkan kehidupan masa lalu mencoba melahap diri yang sejati. Itu adalah sesuatu yang sulit dipahami. Jika tidak satupun yang boleh binasa, hanya ada satu cara untuk mengatasi situasi tersebut. Menghancurkan. Menyegel. Dan mengembalikan semuanya ke awal.
Semua ini membutuhkan sedikit waktu untuk dijelaskan, tetapi sebenarnya terjadi dalam waktu sekejap mata seperti percikan api yang melompat dari batu api. Setelah semua kehidupan masa lalu tersedot ke dalam alam semesta yang runtuh, Zhao Youde mengepalkan tangannya.
Langit dan bumi kembali normal. Alam semestasinya menyusut, berubah menjadi mutiara hitam yang jatuh tepat di hadapannya. Tanpa ragu-ragu, ia mendongak menatap Putra Mahkota Ungu dan Sian. Pada saat yang sama, ia menjentikkan mutiara itu.
Mutiara itu terbang ke langit. Di saat yang sama, ia menghilang, lalu muncul kembali tinggi di udara di atas mutiara tersebut.
"Hancurlah!" ucapnya dengan muram.
Mutiara hitam itu meledak, menyebar untuk sekali lagi menguasai surga.
Namun, kali ini mutiara itu berubah menjadi sungai bintang. Ia melesat turun, menuju ke arah Sungai Waktu milik sang putra mahkota, untuk menghancurkannya. Itu adalah sungai bintang versus Sungai Waktu.
Putra Mahkota Ungu dan Sian tersenyum. "Sungguh menyenangkan. Kau bisa menghancurkan waktumu sendiri. Tapi bagaimana dengan waktuku?"
Sang putra mahkota mengangkat tangan dan menyentuh dahinya. Saat ia melakukannya, udara di sekitarnya berdistorsi seiring munculnya masa lalunya sendiri. Perbedaan terbesarnya adalah masa lalu itu tampak buram dan tidak mungkin dilihat dengan jelas. Orang hanya dapat merasakan kepahitan dan kegilaan yang tiada akhir, disertai dengan sikap membangkang yang ekstrem. Semua itu berubah menjadi lolongan paling ekstrem yang bisa dibayangkan.
Namun, sang putra mahkota tampak hangat dan lembut seperti biasa. Mengangkat satu jarinya, ia dengan santai memberi isyarat memanggil pada bayangan-bayangan buram di sekitarnya. Yang mengejutkan, ia memutus sebagian waktunya sendiri dari kehidupan masa lalu, lalu memasukkannya ke dalam Sungai Waktu. Sungai yang megah itu bergelora dengan dahsyat. Ombak raksasa bergulung di permukaannya.
Di dalam air, muncullah sebuah jari batu giok putih yang sangat besar. Jari itu tampak mampu menghancurkan apa saja saat air terbelah di sekitarnya. Menyapu kekuatan masa lalu, jari itu mengguncang dao langit dan bumi saat ia muncul dari sungai. Dari kejauhan, jari itu tampak mampu menopang langit dan bumi.
Jari itu kemudian melesat semakin cepat ke arah sungai bintang.
Sungai bintang itu bergetar dan memancarkan cahaya menyilaukan sebelum akhirnya runtuh, menampakkan Zhao Youde yang berwajah suram. Jari batu giok putih yang mengejutkan itu terus melaju tanpa henti.
Tepat sebelum jari itu menghantam, Zhao Youde menarik napas dalam-dalam dan melakukan gerakan mantera dengan kedua tangannya. Jari-jarinya bergerak sangat cepat hingga tampak kabur saat ia merapal serangkaian gerakan tangan. Kemudian ia berhenti dengan kedua tangan di depan dadanya sementara ibu jari dan jari telunjuknya saling bersentuhan membentuk bentuk berlian. Ia mendorong kedua tangannya ke arah jari giok yang mendekat.
Seketika itu juga, alam semestasinya meledak. Kekuatan dao agung di dalam sungai mengalir keluar untuk menyambut jari tersebut. Dao agung itu mengandung kekuatan spasial.
Ini adalah dao milik Zhao Youde, dan itu juga alasan mengapa ia mampu tinggal tanpa terdeteksi di tengah umat manusia begitu lama. Kekuatan destruktif dari dao agung tersebut menyebabkan jari giok putih Putra Mahkota Ungu dan Sian bergetar.
Dalam sekejap, langit berubah menjadi sebuah lukisan. Lukisan itu tampak buram, seolah-olah akan runtuh kapan saja.
Sambil terengah-engah, Zhao Youde kembali mendorongkan gerakan tangan kembarnya. Gambar yang merepresentasikan jari putih tersebut berpadu dengan kekuatan dao agung. Gambar itu berubah menjadi sebenang benang putih.
Dengan mata memerah karena darah, Zhao Youde mendorongkan tangannya untuk ketiga kalinya. Benang putih itu kemudian menyusut menjadi sebuah titik putih!
Zhao Youde baru saja hendak mendorongkan tangannya untuk keempat kalinya ketika tiba-tiba, fluktuasi yang mengguncang langit dan bumi berhemburan keluar dari titik putih tersebut, disertai dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga. Kemudian titik itu meledak.
Jari batu giok putih merobek ruang di sekitarnya saat ia muncul dari dalam. Jari itu kini berada tepat di depan Zhao Youde. Darah menyembur keluar dari mulut Zhao Youde saat ia terhuyung-huyung mundur. Ekspresi yang sangat serius terlihat di wajahnya sementara luka-luka berdarah menganga di sekujur tubuhnya.
"Jari Abadi Ibu Kota Giok! Kau… kau adalah Putra Mahkota Ungu dan Sian dari masa lalu! Tapi sekarang… kau bukan manusia, kultivator, atau dewa! Kau tidak hidup ataupun mati. Kau tidak ada!"
Pupil mata Zhao Youde menyusut.
Tak kalah terkejutnya adalah semua kultivator yang menyaksikan. Semua orang tahu bahwa sang guru kekaisaran sangatlah misterius. Namun, kehebatan bertarungnya telah melampaui apa pun yang dapat mereka bayangkan. Dan sekarang identitas aslinya telah diungkapkan secara terang-terangan….
Kata-kata "Putra Mahkota Ungu dan Sian" menghantam semua orang bagaikan petir. Tidak semua orang tahu siapa sang guru kekaisaran sebenarnya. Akibatnya, sebagian besar pejabat pemerintah merasa tercengang.
Xu Qing berdiri di sana dengan ekspresi dingin di wajahnya. Ia telah melihat apa yang ingin ia lihat, dan itu mengonfirmasi kecurigaannya.
Sebaliknya, sang permaisuri tidak memerhatikan sang putra mahkota. Api dewanya telah mencapai titik kritis, dan otoritas dewa yang megah kini sedang meletup-letup.
Kaisar Agung Swordsage tetap diam.
Melihat hal itu, Zhao Youde berputar untuk pergi. Ia kini menyadari bahwa tidak mungkin baginya untuk memadamkan api dewa tersebut.
Namun, Putra Mahkota Ungu dan Sian sepertinya tidak berniat membiarkan setengah Penguasa Kekaisaran ini pergi begitu saja.
"Pertama alam semesta, lalu dao agung," ucap sang putra mahkota dengan lembut. "Ketahuilah, alasan aku berbicara panjang lebar denganmu adalah karena tujuan utamaku adalah untuk mengintip takdirmu. Sekarang aku telah melihatnya."
Ia mengangkat tangannya ke arah kubah surga dan membuat gerakan mencengkeram. Darah menyembur keluar dari tubuh Zhao Youde, lalu melayang menuju telapak tangan sang putra mahkota. Sambil mengepalkan tangannya, ia memaksakan darah tersebut membentuk sehelai benang merah.
Selanjutnya, di bawah tatapan semua orang, dan saat wajah Zhao Youde memucat, sang putra mahkota memasukkan benang tersebut ke dalam rambutnya. Benang itu menyatu dengan dirinya. Ia menyerapnya.
Kemudian sebuah pemandangan yang mengerikan dan sulit di Nalar terhampar di hadapan semua yang hadir.
Zhao Youde menggigil dari ujung kepala sampai ujung kaki dan menjerit kesakitan. Ia menjadi sangat lemah, seolah-olah sesuatu yang sangat berharga baginya tiba-tiba hilang.
Takdir yang telah dilihat oleh sang putra mahkota telah direnggut.
Dalam momen krisis tersebut, Zhao Youde mengangkat tangannya dan menyentuh dahinya. Tubuhnya berubah menjadi sebuah lukisan, lalu menjadi sehelai benang, lalu menjadi sebuah titik. Dan kemudian… ia menghilang.
"Sebagian peruntungan hidupnya telah dirampas!" ucap Sunfire. Itu adalah sesuatu yang sangat misterius yang hanya bisa dilihat kebenarannya oleh Dewa Sempurna. "Menggunakan takdir untuk menyerap peruntungan musuh…. Itu adalah sihir dewa dengan pendekatan yang berbeda tetapi hasil yang sama dengan teknik yang digunakan Dewa Bapak untuk melahap Kuno yang Dipuja." Sunfire menatap Putra Mahkota Ungu dan Sian dengan ekspresi yang sangat serius. "Itu pasti cara yang kau rencanakan untuk memulihkan dasar kultivasimu dari kehidupan masa lalumu."
Sang putra mahkota tersenyum tetapi tidak mengatakan apa pun sebagai tanggapan. Kemudian ia mengangkat kakinya untuk melangkah naik ke kanopi surga.
Tidak mungkin ia akan membiarkan spesimen seperti Zhao Youde lolos begitu saja. Begitu selesai, ia menghilang untuk mengejar Zhao Youde.
Segalanya mereda di atas tanah manusia. Para dewa yang datang untuk ikut campur, baik Blazeflame, dewa malam, maupun dewa-dewa dari Raja-raja Kutub Utara, semuanya mundur secara diam-diam. Tidak ada cara untuk menghentikan proses tersebut sekarang. Bertarung adalah hal yang sia-sia.
Api dewa di Planet Kaisar Kuno kini telah mencapai sembilan puluh persen keemasan. Para kaisar masa lalu di dalam lima pusaran mengalami peningkatan otoritas dewa yang konstan. Sang permaisuri juga berada dalam posisi serupa. Kini hanya tersisa waktu sebatang dupa untuk upacara tersebut.
Saat itulah suara melengking memenuhi langit. Itu adalah suara angin kencang yang bertiup melintasi Kuno yang Dipuja. Suara itu berasal dari ibu kota kekaisaran manusia.
Seseorang di luar Kuno yang Dipuja dan di dalam tanah suci Ketenangan Kelam, melihat ke arah Kuno yang Dipuja dan melayangkan tebasan pedang.
Tebasan pedang itu melintasi langit berbintang, memutus masa kuno dari masa modern, dan mengandung momentum yang tak berbatas. Tebasan itu memiliki kekuatan untuk menghancurkan segala sesuatu di jalurnya, seolah-olah ia ingin memusnahkan langit dan bumi. Dan tebasan itu muncul di langit tepat di atas istana kekaisaran manusia di Kuno yang Dipuja.
Tebasan itu menciptakan keretakan masif sepanjang sekitar 500.000 kilometer. Proyeksi bilah pedang itu tampak bagaikan pedang surgawi yang sesungguhnya. Langit berubah warna dan angin bertiup kencang seiring munculnya niat yang menyesakkan.
Ada satu kekuatan yang paling ingin menghentikan sang permaisuri mencapai kenaikan dewa. Mereka menginginkannya lebih daripada para dewa di Kuno yang Dipuja dan lebih daripada ras-ras teratas di Kuno yang Dipuja. Tempat itu adalah tanah suci di antara banyak tanah suci. Tempat itu adalah… tanah suci Ketenangan Kelam!
Maka tibalah kekuatan seorang Kaisar Agung! Maka tibalah pedang seorang Kaisar Agung!
Dari dalam hembusan angin terdengar sebuah desahan.
Di dalam Divisi Swordsage, sosok yang tampak layu membuka matanya. Gerakan pedang terakhirnya bisa digunakan pada seorang dewa. Atau bisa digunakan… pada sebuah tanah suci!
"Kau akhirnya bergerak juga," gumamnya dengan suara parau karena usia senja dan dipenuhi emosi yang rumit.
Kemudian….
Pedang Kaisar di dalam tubuh Xu Qing bergetar dengan getaran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan cahaya pedang yang tak berbatas meletup keluar dari tubuhnya membubung ke langit.
Chapter 958 · 7m baca
Raise the Sword
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter