Mata Xu Qing memerah, lalu, persis seperti anak kecil yang tertangkap basah sedang berbuat nakal, ia menundukkan kepalanya.
"Guru!"
Sosok yang muncul itu tidak lain adalah Master Ketujuh, yang telah bersembunyi di tengah kerumunan sepanjang waktu itu. Ia sempat mengatakan kepada para muridnya bahwa ia pergi untuk bersembunyi, dan kenyataannya, tempat persembunyiannya adalah tempat yang paling berbahaya dari semuanya, yaitu ibu kota kabupaten itu sendiri. Mengingat apa yang telah terjadi di Forbidden by the Immortal, sama sekali tidak mungkin baginya untuk meninggalkan murid-muridnya begitu saja tanpa mengkhawatirkan mereka. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk tetap tinggal. Ia telah menyuruh Xu Qing dan Chen Erniu untuk menunggu selama sebulan sebelum pergi, karena ia sudah memutuskan untuk diam-diam tetap tinggal dan mengawasi mereka. Dan sekarang ia memilih untuk menampakkan diri.
Menyadari mata Xu Qing yang memerah dan sikapnya yang penuh penyesalan, Master Ketujuh menghela napas dalam-dalam. "Angkat kepalamu!"
Xu Qing bergidik dan mendongak.
"Xu Qing, sebagai Gurumu, aku rasa kau tidak melakukan kesalahan apa pun. Bahkan, aku bangga memiliki murid sepertimu! Aku tidak tahu apa akibat dari semua ini nantinya. Tapi aku tetaplah Gurumu! Dan tidak mungkin seorang Guru hanya berdiam diri dengan acuh tak acuh sementara muridnya mempertaruhkan nyawanya. Kau bersujud kepadaku. Kau menyuguhkan teh untukku. Sejak saat itu, menjadi tanggung jawabku untuk menjamin keselamatanmu."
"Begitu juga dengan aku!" Cahaya biru berkilauan di tengah kerumunan saat Sang Kapten muncul. Sebenarnya ia sudah siap untuk turun tangan sejak tadi, hanya saja Adik Perguruan kecilnya itu selalu tampak punya rencana cadangan yang siap digunakan. Karena itulah ia menunggu saat yang tepat. Setelah melihat Guru mereka menampakkan diri, tanpa ragu sedikit pun ia bergegas maju untuk berdiri di sebelah Xu Qing. Sambil menyeringai, ia berkata, "Kenapa kau malah mencoba melakukan hal sebesar ini tanpa mengajakku?"
Tak terhitung banyaknya mata yang tertuju pada Sang Guru dan kedua muridnya. Pada saat yang sama, aura takdir yang bahkan lebih pekat berkumpul di atas Xu Qing. Fenomena itu bahkan memengaruhi kanopi langit, menciptakan pusaran air raksasa yang bahkan bisa dilihat oleh orang biasa, dipenuhi dengan kilatan petir dan suara gemuruh guntur. Semua orang merasa sangat terguncap.
Xu Qing menarik napas dalam-dalam saat ia merasa kepalanya berputar pusing.
Sementara itu, Master Ketujuh menatap wakil gubernur. "Aku telah menemui Putra Mahkota Violet dan Cyan!"
Mata wakil gubernur tiba-tiba berkedip dengan cara yang sama sekali tidak tampak tenang.
"Dan murid keempatku benar. Kau benar-benar tidak layak menjadi pengikut Putra Mahkota. Kenapa? Karena kau suka bersembunyi di balik bayang-bayang. Kau sama sekali tidak punya keberanian!"
Wakil gubernur memejamkan matanya selama beberapa detik. Saat ia membukanya kembali, tatapannya sudah kembali tenang.
"Koalisi Delapan Sekte dari Prefektur Penerima Kaisar bersalah karena memicu pemberontakan. Beritahu semua orang di Kabupaten Penyegel Laut bahwa sekte ini dijatuhi hukuman pemusnahan!"
Master Ketujuh tertawa. "Kau pikir bisa menakut-nakutiku dengan kata-kata seperti itu, bodoh? Enyahlah bersama ancaman pemusnahanmu itu!"
Ia melangkah maju ke arah wakil gubernur. Seketika itu juga, boneka tersebut bergerak untuk mencegatnya, dan sesaat kemudian, dentuman pertarungan bergema. Master Ketujuh memang bukan tandingannya, namun ia memiliki banyak sumber daya yang bisa ia gunakan. Sihir dewa meletus! Meskipun ia tidak mungkin bisa mengalahkan boneka tingkat keempat Void Returning itu, ia setidaknya bisa melawannya untuk sementara waktu.
Seluruh situasi telah jungkir balik. Ada begitu banyak lika-liku dalam peristiwa ini sehingga sulit bagi semua orang yang hadir untuk mencernanya.
Saat suara dentuman bergemuruh menyapu ibu kota kabupaten, niat membunuh melonjak di dalam mata wakil gubernur. Ia tahu betul bahwa ia harus mengakhiri semuanya secepat mungkin. Oleh karena itu, ia melangkah maju untuk mengakhiri semuanya secara langsung.
Namun, pada saat itulah Master Ketujuh, bahkan saat ia sedang bertarung melawan boneka tersebut, berteriak, "Aku tahu kau ada di sini! Bahkan muridku saja bisa menebak siapa dirimu. Jadi kenapa sialannya kau tidak melakukan apa-apa? Jangan bilang kau akan membiarkan kedua muridku mempertaruhkan segalanya sementara kau hanya menonton saja???"
Secaris cahaya berwarna darah melesat dari altar, bergerak dengan kecepatan penuh. Tak seorang pun di kerumunan yang bisa memprediksi hal ini akan terjadi. Dalam sekejap mata, sosok itu melesat turun dan bergabung dengan Qingqin, yang masih menghadapi boneka pertama. Sosok itu mengenakan pakaian zirah berwarna merah darah, dan mengenakan topeng berwarna darah, semuanya memancarkan cahaya merah pekat. Itu adalah bawahan Pangeran Ketujuh yang sama yang memimpin operasi di Forbidden by the Immortal. Itu adalah Jenderal Besar Darah Teror!
Panglima-panglima tertinggi lainnya jelas terkejut melihat campur tangannya. Namun, Pangeran Ketujuh sama sekali tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Xu Qing menoleh untuk melihat Jenderal Besar Darah Teror.
Saat para penonton meneriakkan seruan kaget, Jenderal Besar Darah Teror melakukan gerakan mantera dengan kedua tangannya, lalu mendorongkan tangannya ke arah boneka yang sedang bertarung melawan Qingqin.
"Penguasa Istana Istana Keadilan. Kakak Hengxin: sadarlah!!"
Teriakan Jenderal Besar Darah Teror membuat ratusan ribu kultivator yang hadir merasa terguncap hingga ke lubuk hati mereka. Xu Qing pun terkejut. Para kultivator dari Istana Keadilan merasa hati mereka seperti hancur, dan amarah mulai berkobar di dalam diri mereka. Terlebih lagi bagi orang-orang biasa. Bagaimanapun, telah diumumkan bahwa Zhang Hengxin, penguasa Istana Keadilan, telah gugur di garis depan utara selama perang berlangsung!
Menanggapi teriakan Jenderal Besar Darah Teror, boneka itu bergidik. Matanya yang tadinya kosong tampak berkedut sedikit, dan getaran menyapu seluruh tubuhnya. Kemudian tangan boneka itu menyentak ke atas, seolah atas kemauannya sendiri, dan mulai melakukan gerakan mantera yang sangat mirip dengan gerakan Jenderal Besar Darah Teror.
Kedua tangan mereka saling berbenturan, dan jeritan yang memekakkan telinga keluar dari mulut boneka tersebut. Zirah boneka itu hancur, menampakkan bahwa tubuhnya terbuat dari pecahan-pecahan tak terhitung yang dijahit menjadi satu.
Kemudian, sebuah jiwa tanpa raga melayang naik, yang menyerupai seorang pria kekar dan perkasa. Tubuh aslinya telah hancur tak dikenali, tetapi jiwanya akan selalu tampak sama. Dan wajah dari jiwa itu... adalah wajah salah satu dari tiga penguasa Istana Kabupaten Penyegel Laut, Zhang Hengxin dari Istana Keadilan!
Semua orang di ibu kota kabupaten yang menyaksikan peristiwa ini tampak tercengang.
Jiwa tanpa raga itu tidak dapat bertahan hidup terlalu lama sebelum akhirnya melayang lenyap. Jiwa itu juga tidak dapat berbicara. Yang bisa dilakukannya hanyalah memandang dengan penuh kepedihan ke arah Kabupaten Penyegel Laut, persis seperti yang telah dilakukan oleh sang gubernur dan Penguasa Istana Kong.
Kemarahan para kultivator Istana Keadilan membumbung tinggi hingga mencapai tingkat yang mengguncang langit dan bumi, sementara mereka semua memelototi wakil gubernur.
Sementara itu, Jenderal Besar Darah Teror berbalik menghadap wakil gubernur, mengangkat tangannya, dan menarik topengnya. Saat ia melepasnya, ia memperlihatkan wajah yang sangat akrab.
"Lama tidak berjumpa, Wakil Gubernur!"
Wakil gubernur menatap balik dan menghela napas. Ia sudah banyak menghela napas hari ini. "Yao Tianyan! Aku terkejut kau berani keluar dari persembunyianmu!"
Ratusan ribu kultivator terguncang sampai ke akar-akarnya. Ternyata, Jenderal Besar Darah Teror sebenarnya adalah Marquis Yao, yang telah menghilang dari medan perang dan kemudian dicap sebagai pengkhianat dan pemberontak! Rangkaian peristiwa mengejutkan yang terjadi di ibu kota kabupaten membuat semua orang tertegun karena syok.
Xu Qing berjuang mengendalikan napasnya saat ia menatap boneka yang tersisa, berharap bisa mengenali beberapa ciri pengenalnya. Dari apa yang bisa ia lihat, itu bukanlah Penguasa Istana Kong....
"Aku tidak ingin menampakkan diri secepat ini," ucap Marquis Yao lembut. "Gubernur tua telah menunjukkan belas kasih kepada klan ku, dan aku masih belum menyelesaikan tugas yang beliau berikan kepadaku. Tapi aku tidak punya pilihan. Siapa yang bisa menebak keadaan akan berubah menjadi seperti ini?
"Orang dewasa sepertiku tidak mungkin membiarkan seorang anak manusia dibunuh di depan mataku. Aku telah mengalami banyak hal dalam hidup. Aku mencapai puncak karierku. Aku pernah dikejar-kejar, dikutuk, dan dianggap cemerlang sekaligus terkenal kejam. Jika aku mati, ya sudahlah. Tapi... kata-kata anak inilah yang menjaga keselamatan beberapa anggota klan ku yang tersisa. Dan itu adalah budi yang tidak bisa kulupakan."
Ia menatap Xu Qing dengan hangat sejenak sebelum mengalihkan perhatiannya kepada wakil gubernur.
"Adapun kau, Wakil Gubernur, rencana licikmu ini sungguh luar biasa, harus diakui. Kau berhasil mengelabui semua orang, sampai-sampai tidak ada di antara kami yang saling mempercayai. Namun, kau juga melakukan kesalahan. Saat berada di garis depan, Kakak Hengxin, Kakak Rongyu, dan aku sendiri sama-sama menggunakan sihir kutukan jiwa pada satu sama lain agar kami bisa benar-benar saling percaya."
"Kau mendambakan fisik mereka, dan dengan demikian mengubah mereka menjadi boneka setelah mereka mati. Tetapi kutukan jiwa tersebut memungkinkan jiwa tanpa raga mereka untuk bangkit kembali. Meskipun itu hanya memberi waktu sesaat untuk kesadaran sebelum jiwa tanpa raga itu buyar, itu... sudah lebih dari cukup sebagai bukti."
Ucapan Marquis Yao didengar oleh semua orang yang hadir. Hal itu disaksikan oleh langit, bumi, dan seisi rakyat! Nyala amarah mulai berkobar dengan terangnya di seluruh ibu kota kabupaten. Tak terhitung banyaknya pasang mata yang mulai berkedip dengan niat membunuh. Dalam sebuah pergantian situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya, seluruh niat membunuh itu terpusat pada wakil gubernur.
Xu Qing mendongak, dan ia bisa merasakan bahwa, meskipun dirinya tidak lebih dari secercah api kecil, ia berhasil membakar seluruh dunia. Semuanya sekarang menjadi masuk akal. Semua kepingan bukti saling klop.
"Dan sekarang aku harus mengutip ucapan Xu Qing," ucap Marquis Yao dengan tenang. "Wakil Gubernur, kau menjalankan rencana dengan begitu teliti, sangat wajar jika pada akhirnya kau akan terbongkar. Jadi, apakah kau berani mengakui kejahatanmu? Silakan tunjukkan kesalahan apa pun yang telah kubuat."
Wakil gubernur terdiam untuk waktu yang cukup lama. Lalu ia mengembuskan sisa energi vital yang kotor. Dengan tampak sangat tenang, ia beralih menatap Pangeran Ketujuh.
Pangeran Ketujuh menatapnya balik tanpa ekspresi. Bukanlah suatu kejutan bagi Pangeran Ketujuh bahwa Marquis Yao telah bersembunyi di antara para panglimanya. Bagaimanapun, Pangeran Ketujuh sendiri lah yang secara diam-diam menyelamatkan sang marquis. Ia memiliki banyak alasan untuk melakukan hal itu. Salah satunya adalah agar ada seseorang yang bisa mengawasi wakil gubernur. Alasan kedua adalah sebagai antisipasi jika ayahnya sang kaisar mulai curiga bahwa ia sedang merencanakan sesuatu. Menyelamatkan marquis akan menjadi bukti untuk membuktikan bahwa ia sedang bekerja sama dengan rencana ayahnya, dan bahwa ia melakukan segalanya demi kepentingan umat manusia. Berdasarkan apa yang ia ketahui tentang ayahnya, selama ia bisa membuktikan hal tersebut, ia akan aman. Dibandingkan dengan potensi kerugian yang ada, potensi keuntungannya sangatlah besar: menjadi pahlawan umat manusia, memperluas wilayah manusia, membawa kembali Holytides ke dalam pelukan bangsa. Semua itu dapat dianggap sebagai pencapaian yang tak tertandingi.
Mengingat apa yang dipertaruhkan, sama sekali tidak ada peluang baginya untuk menjadi pihak yang kalah. Saat ini, ia justru berharap wakil gubernur mencoba membongkar rahasianya. Bagaimanapun, tidak peduli apa pun yang dikatakan oleh wakil gubernur saat ini, tidak akan ada seorang pun yang mempercayainya. Kendati demikian, ia tidak mengira wakil gubernur benar-benar akan melakukan hal itu. Kesepakatan dengan kaum Holytide belum selesai, yang berarti mangkuk yang ia inginkan belum juga berada di genggamannya.
Selain itu, Pangeran Ketujuh sama sekali tidak berniat mengingkari janjinya. Segala hal yang sedang terjadi adalah tanggung jawab wakil gubernur. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pangeran Ketujuh. Oleh karena itu, ia memilih untuk tidak membantu kedua belah pihak. Ia hanya berdiri di tepi dan mengawasi. Saat melakukannya, ia semakin memusatkan perhatiannya pada Xu Qing.
Setelah memandang Pangeran Ketujuh, wakil gubernur membuang muka. Ada begitu banyak tatapan yang terpaku padanya, penuh dengan niat membunuh. Sambil melirik sekeliling, ia akhirnya memusatkan pandangannya pada Xu Qing. Orang inilah, yang tidak pernah ia anggap serius sama sekali, yang tiba-tiba menghancurkan segalanya dan memberikan hukuman mati pada hatinya.
Ia telah mengenali Xu Qing sejak pertama kali melihatnya di Istana Swordsage. Ia tahu bahwa junjungan dan tuannya memiliki seorang adik laki-laki di kehidupan saat ini. Kendati demikian, wakil gubernur tidak pernah merasa Xu Qing layak untuk diberi banyak perhatian. Bagaimana mungkin seseorang yang pernah melihat naga besar peduli pada seekor ular kecil?
Ia selalu mengasumsikan bahwa sang adik laki-laki hanyalah pelengkap kecil yang menempel pada junjungan dan tuannya, yang jarak kedudukannya bagai bumi dan langit. Namun sekarang ia tidak berpikir seperti itu lagi. Sekarang ia menyadari bahwa ada banyak hal tentang Xu Qing yang mengingatkannya pada junjungan dan tuannya.
"Xu Qing," ucapnya lembut, "aku bisa memberitahumu siapa aku sebenarnya sekarang, beserta namaku." Mata wakil gubernur berkilat penuh kenangan. "Aku adalah gubernur Kabupaten Penyegel Laut pada masa Kerajaan Berdaulat Violet and Cyan. Namaku adalah Bai Xiaozhuo. Puluhan ribu tahun yang lalu, akulah gubernur tempat ini. Tempat ini adalah milikku."
Ucapannya membuat benang kesadaran semua penduduk pribumi Kabupaten Penyegel Laut bergetar hebat. Pandangan Xu Qing semakin menajam.
Nama 'Wilayah Holytide' mulai digunakan setelah pengkhianatan Adipati Agung Holytide. Sebelumnya, tempat itu memiliki nama yang berbeda. Wilayah itu adalah Wilayah Violet dan Cyan. Nama kuno lainnya juga dikaitkan dengan lokasi ini, yang membentang kembali ke masa Kaisar Mirrorcloud. Kala itu, tempat itu disebut Kerajaan Berdaulat Violet and Cyan. Raja dari kerajaan tersebut lemah dan tak berdaya, sehingga putra mahkotanya akhirnya mengambil alih urusan negara. Selama masa itu, Kabupaten Penyegel Laut... menyandang nama yang sama seperti sekarang: Kabupaten Penyegel Laut. Pada tahun 315 penanggalan Violet Cyan, putra mahkotanya tewas di benua selatan. Pada tahun yang sama, Kerajaan Berdaulat Violet and Cyan runtuh.
Bai Xiaozhuo, murid dari sang putra mahkota, yang merupakan gubernur terakhir Kabupaten Penyegel Laut, berdiri menyaksikan ketika seluruh kultivator lain di kabupaternya tewas. Sambil menitikkan air mata darah, ia merusak separuh wajahnya agar tampak seperti wajah dewa yang hancur.
Kemudian, ia mengucapkan kata-kata terakhirnya sebelum mati. "Aku akan menemani putra mahkota dalam kematian. Lalu aku akan bangkit seribu tahun sebelum dirinya, untuk merintis jalan baginya sebagai pelindung dao-nya."
Chapter 533 · 9m baca
Apprentice of the Crown Prince, Bai Xiaozhou (part 2)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter