The Steward Demonic Emperor - Chapter 928 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 928 · 6m baca

Leading

by Night Owl

Setelah teh harum itu aman berada di perutnya, Zhuo Fan dengan santai memegang cangkirnya seraya mendesah puas. Ia tersenyum dan memberi gestur kepada Shangguan Yulin, “Di lubang yang lembap dan gelap seperti ini, teh panas terasa seperti surga. Bukankah begitu, kawan-kawan? Ha-ha-ha…”

“Ya, benar, benar…”

“Tuan Gu memang tahu cara menikmati hidup, ha-ha-ha…”

Para tetua langsung melontarkan rentetan pujian, semuanya menyunggingkan senyum lebar. Zhuo Fan bisa mengatakan apa saja dan mereka akan tetap menerimanya.

Wajah Shangguan Yulin berkedut karena rasa sakit hati yang begitu mendalam hingga kematian pun tampak seperti pilihan yang lebih baik. Saat itulah ia sadar. Zhuo Fan sedang mempertontonkan sandiwara berlebihan ini setelah sekian hari menderita di bawah siksaan, dan kini hal itu berubah menjadi siksaan terburuk dalam hidupnya.

Mengutip perkataan Konfusius, “Dalam sosialisme, jangan takut akan kelangkaan melainkan ketimpangan, jangan takut pada kemiskinan melainkan ketidakstabilan.”

Hal sebaliknya berlaku juga di sini. Dalam kasus kedua orang ini, rasa sakit menjadi berlipat ganda ketika seseorang sedang menikmati masa-masa indahnya. Sementara jika yang lain menderita, maka tidak peduli siksaan apa yang diterima, hal itu tidak akan pernah merenggut kebahagiaan yang dirasakannya jika ia bisa melihat yang lain menderita.

Inilah divergensi, inilah sifat dasar manusia.

Namun bagi seorang pemuda yang sangat ambisius dan telah berjuang seumur hidupnya, ia tidak akan pernah sanggup melihat orang lain menikmati mimpi-mimpi yang sangat ia dambakan. Zhuo Fan sedang berendam dalam perhatian dan pujian para tetua, menikmati rasa hormat yang bahkan melebihi apa yang akan diterima oleh seorang Kepala Klan.

Yang lebih parah lagi, orang yang menuai semua keuntungan itu tidak lain adalah Zhuo Fan, satu-satunya pria yang ia benci setengah mati. Bagi pemuda itu, hal ini bukan sekadar melukai egonya, melainkan menghancurkannya berkeping-keping beserta hatinya.

[Kenapa? Kita sama-sama mata-mata Shangguan Feiyun, jadi kenapa kalian menyanjungnya dan bukan aku? Aku tetaplah tuan muda dari Shangguan Feiyun! Dia cuma orang luar! Kenapa kalian memperlakukannya seperti ini?]

Hati Shangguan Yulin dikonsumsi oleh rasa cemburu, membuat penderitaannya terasa semakin menyayat.

Mata Zhuo Fan bersinar.

[Itu sudah cukup untuk pemanasan.]

Ia memandang para tetua, “Para Senior, mohon tinggalkan kami berdua. Aku ingin berbicara secara pribadi dengan muridku. Apakah itu memungkinkan?”

“Tentu, tentu, kami di sini untuk memenuhi segala permintaan Tuan Gu, ha-ha-ha…”

Para sesepuh memberi hormat dan memimpin para pria keluar, “Kalau begitu kami mohon diri. Tuan Gu, jika ada apa pun, katakan saja.”

Pintu batu yang berat itu bergemeretak dan menutup gua yang gelap ini.

Shangguan Yulin merasa mati rasa.

[Bagaimana mungkin mereka adalah para tetua agung dari Klan Shangguan? Yang kulihat hanyalah sekumpulan penjilat tanpa harga diri!]

Begitu pintu tertutup, senyum sumringah para tetua langsung lenyap, berganti dengan ekspresi suram.

Tetua Keenam mengejek, “Saudara-saudara, tua dan muda, siapa sangka kalian punya sisi yang begitu memuakkan, Ha-ha-ha…”

“Sudahlah hentikan. Bocah itu ingin kita ikut bermain, itulah satu-satunya alasan kita mau melalui penghinaan seperti ini!” Tetua yang tadi meminta kursi dan meja memutar bola matanya, yakin bahwa ia tidak akan pernah berhenti diejek oleh saudara-saudaranya karena ia paling membenci hal memalukan ini.

Tatapan menggoda dari yang lain membuktikannya.

Seorang sesepuh melambaikan tangan dan kembali memasang ekspresi serius, “Cukup bercandanya. Ini adalah masalah krusial. Menggunakan mata-mata yang sudah berkompromi untuk menyampaikan pesan adalah hal yang sangat berbahaya dan bisa memicu kesalahan yang tak terduga. Memahami hal ini adalah yang paling penting. Bocah itu ahli dalam permainan pikiran, dan semakin cepat kita membuat pion kita, Shangguan Yulin, berbaris sesuai keinginan kita, maka akan semakin baik. Kita akan kehilangan segalanya jika dia berulah di tengah jalan.”

“Gu Yifan sangat lihai dan berani, tidak pernah menyerahkan apa pun pada kebetulan. Kita telah melihatnya sendiri. Bagaimana mungkin dia gagal padahal dia berhasil mempermainkan Baili Jingwei juga? Meskipun, dia melakukan itu dari balik bayang-bayang dan memegang keuntungan karena dianggap remeh. Sekarang dia menentang Baili Jingwei secara terang-terangan, dengan putranya sebagai taruhannya, dia pasti akan berhati-hati dua kali lipat. Apa jeleknya mengorbankan sedikit harga diri kita demi Pedang Soaring?” Sesepuh lainnya angkat bicara.

Para pria itu mengangguk, tidak lagi merasa tertekan oleh tindakan merendahkan yang terpaksa mereka lakukan…

Setelah para tetua pergi, Zhuo Fan dibiarkan sendirian bersama Shangguan Yulin di dalam gua yang gelap. Ia meletakkan cangkirnya dengan lembut lalu berdiri, “Apa kau tidak penasaran bagaimana mereka begitu menuruti setiap perkataanku?”

Shangguan Yulin memutar bola matanya.

[Persetan denganmu! Silakan saja, bajingan, teruslah berpura-pura sampai kau muak sendiri!]

“Kau adalah seorang tahanan di sini, begitu juga aku. Kita berdua adalah pengkhianat klan, jadi kau tidak seharusnya membenciku. Jujur saja, kita berdua ini sama.”

Zhuo Fan mendesah, matanya menyiratkan keputusasaan, “Demi Sanzi muda, aku tadinya hanya ingin membawa Shangguan Qingyan kembali ke klan lalu pergi, tapi mereka langsung menangkapku begitu kedokku terbongkar. Aku sama terperangkapnya denganmu saat ini.”

Shangguan Yulin memelototi dan mengejeknya, “Terperangkap? Dari sudut pandang ini kau lebih mirip seorang raja. Semua tetua menciumi kakimu, hampir melemparkan Yan’er kepadamu serta posisi Kepala Klan. Apa yang tidak disukai dari semua itu?”

“Kepala Klan? Ha-ha-ha, aku bukan darah daging mereka dan aku punya catatan kriminal. Rekam jejakku tidak sepenuhnya bersih. Kau pikir mereka akan menempatkan orang sepertiku di pucuk pimpinan?”

Zhuo Fan mengangkat alisnya, “Kau terlalu banyak berpikir. Dan lagi, satu-satunya alasan mereka menunjukkan rasa hormat adalah agar mereka bisa mendapatkan satu hal yang paling mereka inginkan.”

Shangguan Yulin tersentak, “Pedang Soaring!”

“Ya, benda itu.”

Mata Zhuo Fan bersinar, “Aku memegang Pedang Soaring dan mereka terpaksa mengikuti permainan ini, sambil berusaha mengorek dariku di mana pedang dewa itu berada. Jebakan madu pun dipertimbangkan…”

“Apa?!”

“Tenanglah, mereka belum berhasil meluluhkanku.”

Shangguan Yulin menegang secara refleks. Dari anggota Klan Shangguan yang datang ke wilayah tengah, hanya ada satu wanita yang disertakan.

[Jebakan madu itu pastinya berarti…]

Pikiran Shangguan Yulin belum selesai ketika Zhuo Fan datang untuk meyakinkannya.

Kemudian ia terkikih, “Mental ku sekuat baja, meskipun kurasa itu tidak akan bertahan lebih lama lagi. Kau juga tahu kan, soal Yan’er itu…”

“Tutup mulutmu! Kau tidak boleh memanggilnya seperti itu!” maki Shangguan Yulin.

Zhuo Fan mengibaskan tangannya, merasa telah menemukan titik lemah pemuda itu, dan balik menyerang, “Ini bukan salahku. Orang-orang itu terus saja mendekatkan kami. Mereka berjanji bahwa aku hanya perlu menyerahkan Pedang Soaring kepada mereka dan aku akan menjadi menantu mereka, serta memegang seluruh kekuasaan. Kau tahu aku teguh pendirian. Pikiran tentang putraku yang berada di tangan Shangguan Feiyunlah yang membuatku menolak menyerah selama ini. Aku tetap ingin menggunakan pedang itu untuk mendapatkan putraku kembali.”

“Pergilah sana kalau begitu. Kenapa kau malah meracau soal Yan’er padaku?”

“Kira-kira aku sudah melakukannya dari dulu kalau aku bisa, dasar bodoh. Apakah bajingan-bajingan di luar itu akan pernah mengizinkanku melakukannya?” cibir Zhuo Fan.

Para tetua itu berada tepat di luar, menempelkan telinga ke pintu dengan kemarahan yang mendidih.

[Bajingan? Dia tahu kita mendengarkan di sini tapi masih punya keberanian memanggil kita bajingan?]

Shangguan Feixiong dan Shangguan Qingyan baru saja datang dan mendengarkan percakapan itu. Begitu perkataan Zhuo Fan tentang menjodohkan mereka terdengar, wajah Shangguan Qingyan langsung memerah padam, matanya menyiratkan kemarahan. Meskipun tanpa alasan yang jelas, ia juga tersenyum malu-malu.

Ia tahu itu semua adalah bagian dari rencana Zhuo Fan…

Alis Shangguan Yulin bergetar hanya karena mendengar nama Shangguan Qingyan disebut, “Lalu apa yang kau inginkan?”

“Aku berada di bawah pengawasan ketat, tapi hanya dikurung di sini. Aku dikurung di gua ini bagaikan seorang tahanan.”

Mata Zhuo Fan bersinar, “Itulah kenapa aku butuh seseorang untuk mengirimkan pesan ke Manor Flying Cloud, untuk mengatur tempat pertukaran. Begitu aku mendapat kesempatan bernapas, aku akan bergegas menyelamatkan putraku. Mengenai jejak pelarianku, aku yakin orang-orang di manor itu akan dengan senang hati membereskannya. Ini sekadar meminjam kekuatan.”

Shangguan Yulin menatap tajam ke arah Zhuo Fan.

[Tentu saja, menggunakan Manor Flying Cloud untuk membantu dirimu sendiri kabur.]

Hal ini pada gilirannya membuatnya memahami maksud Zhuo Fan, dan ia pun menyeringai, “Maksudmu menyuruhku yang pergi?”

“Tepat sekali. Sudah kubilang kita ini sama, kau dan aku. Kita tidak bisa tinggal bersama Klan Shangguan dan kau butuh tempat tinggal baru, bukan? Itu membuatmu menjadi satu-satunya orang yang bisa kupercaya karena tujuan kita selaras. Karena kita berdua sama-sama ingin pergi, kau tidak akan menjualku.”

Sambil tersenyum lebar, Zhuo Fan berkata, “Karena aku memegang Pedang Soaring, Klan Shangguan menganggapku berharga. Mereka tidak akan begitu saja membiarkanku pergi tapi mereka dengan senang hati akan memenuhi segala keinginanku. Aku akan meminta mereka membebaskanmu dan kemudian kau bisa mengirimkan pesan itu. Kita akan bekerja sama agar kita berdua mendapatkan apa yang kita inginkan, kan?”

Gunakan ← → untuk pindah chapter