The Steward Demonic Emperor - Chapter 895 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 895 · 5m baca

Invite

by Night Owl

Beberapa kursi dan sebuah meja batu diletakkan di halaman depan. Salah satu kursi tersebut diduduki oleh seorang lelaki tua berpenampilan santai, yang sedang menyeruput teh seolah-olah dia sedang berada di rumahnya sendiri.

Di sampingnya, seorang gadis cantik tampak berhati-hati-hati mengintip ke arahnya dengan ekspresi serba salah.

Danqing Shen langsung tahu alasannya dalam sekali pandang, tetapi dia pura-pura bebal. "Nona Gu, apa yang membuatmu begitu gugup? Silakan kembali mengurus urusanmu jika memang ada yang harus dikerjakan. Aku hanya akan menunggu Grandmaster Gu di sini."

"Tidak bisa begitu. Sepupu pasti akan menegurku jika membiarkan Raja Pedang yang terhormat sendirian. Mohon abaikan kelakuan dan sambutanku yang kurang sopan ini, ha-ha-ha..."

Shangguan Qingyan menjadi kaku dan memasang senyum aneh sementara hatinya membara karena kesal.

Dalam mimpi terliarnya pun, dia tidak menyangka Danqing Shen akan datang bertamu. Meninggalkannya sendirian tentu saja tidak mungkin. Lelaki tua itu bisa saja berjalan-jalan dan tidak sengaja menemukan klannya.

Begitu ketahuan, semuanya akan hancur lebur padahal mereka sudah begitu dekat. Mereka akan menderita kerugian besar bahkan sebelum penyergapan kedua dimulai.

Itulah sebabnya, meskipun perasaannya sedang tegang bukan main, dia menahannya bagaikan seorang pejuang sejati. Ditambah lagi, dia merasa sangat jengkel.

[Di mana, sih, pengawal yang aku utus untuk melapor pada Ayah? Apa yang harus kulakukan? Kenapa Ayah tidak mengatakan sesuatu?]

[Dan di mana Gu Yifan itu? Aku hampir mati berdiri di sini...]

Dengan senyum penuh arti, Danqing Shen membuka suara, "Nona Gu terlalu sungkan. Aku datang secara mendadak, jadi kau bisa menganggapku seperti orang tua biasa lainnya. Kalau tidak begitu, aku malah tidak enak hati."

"Raja Pedang Pembelah Naga terlalu rendah hati, menganggap diri sendiri sebagai orang tua biasa," balas Shangguan Qingyan sambil tersenyum.

Danqing Shen melambaikan tangan dengan santai seraya menggoda, "Nah, jika Nona Gu bersikeras, melihat Grandmaster Gu yang belum juga datang, apakah boleh jika aku jalan-jalan sebentar ke bagian belakang tempat ini?"

Danqing Shen bahkan sudah bangkit berdiri.

"Eh..."

Shangguan Qingyan tersentak dan menjadi semakin gugup. "Kediaman sederhana ini sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan kediaman seorang Raja Pedang. Aku khawatir itu akan mengecewakan Anda."

"Bagaimana bisa? Gunung tidak harus tinggi, yang penting ada dewa yang tinggal di dalamnya. Danau tidak harus dalam, yang penting ada naga yang tidur di dasar air. Rumahku sederhana, namun kehadiranku membawa kebaikan. Betapa pun bobroknya rumah Grandmaster Gu, rumah seorang alkemis tingkat 11 tetap jauh lebih unggul daripada tempat siapa pun, ha-ha-ha..."

Danqing Shen mulai melangkah pergi.

Sss—

Shangguan Qingyan terkesiap, ketakutan setengah mati. Bergegas menghentikannya, air mata nyaris menetes di pelupuk matanya, "Tuan Raja Pedang, benar-benar tidak ada hal yang istimewa di tempat ini. Silakan bersantai di sini dan nikmati teh Anda..."

"Nona Gu, wajahmu terlihat agak pucat. Apakah kau sedang sakit?"

"Ah, ya, ya, aku merasa sedikit tidak enak badan."

"Kalau begitu, kau harus segera minum obat dan beristirahat! Kau tidak perlu menjagaku, aku bisa berjalan-jalan sendiri, ha-ha-ha..." Danqing Shen terkikik, mempermainkan gadis muda itu.

Shangguan Qingyan gemetar seluruh tubuh, air mata menggenang di matanya.

[Apa yang harus kulakukan? Bagaimana cara menghentikannya?]

Sebuah tawa terdengar dari belakang, "Tuan Raja Pedang, Anda telah memberi kehormatan besar pada rumah ini dengan kehadiran Anda. Angin apa yang membawa Anda ke mari? Ada yang bisa kubantu, Tuan?"

"S-sepupu!"

Zhuo Fan berjalan mendekat dengan langkah santainya. Shangguan Qingyan langsung berseri-seri karena girang, menatapnya bagaikan seorang penyelamat.

Zhuo Fan tertawa dalam hati melihat ekspresi panik wanita itu. "Yan'er, kondisi tubuhmu sedang tidak stabil. Masuklah ke dalam dan beristirahatlah. Serahkan Raja Pedang Pembelah Naga ini kepadaku."

"Baiklah."

Shangguan Qingyan mengangguk dan menatapnya sekilas. Sambil membungkuk hormat kepada Danqing Shen, dia pergi dengan perasaan lega, persis seperti seorang narapidana yang baru selesai menjalani masa hukumannya.

Melihat gadis itu melenggang pergi dengan gembira, Danqing Shen mengejek, "Ha-ha-ha, anak ini mirip burung yang berhasil lepas dari sangkar. Kurasa dia tadi sangat ketakutan."

"Dan aku ingin tahu, itu salah siapa? Memangnya kenapa kau malah mengerjai anak kecil, hah?" cibir Zhuo Fan.

Danqing Shen mengangkat bahu. "Apa kau bisa menyalahkanku? Sejak kapan penyambutan tamu dilakukan di halaman depan dan bukan di ruang tamu atau bahkan halaman belakang? Itu namanya tidak sopan!"

"Bukannya kau tidak tahu alasannya. Semuanya tidak akan berakhir baik jika rahasia ini terbongkar."

Zhuo Fan memutar bola matanya sambil menunjuk sebuah bangku batu. "Mari kita bicara di sini saja, daripada membuat semua orang jantungan karena ketakutan."

"Kenapa, apa aku seseram itu?"

"Bagaimana menurutmu?"

Sambil mendesah, Zhuo Fan berkata, "Kau saja tidak melihat sendiri betapa pucatnya pengawal Klan Shangguan yang datang melapor padaku tadi. Siapa pun pasti akan ketakutan setengah mati jika salah satu dari Sembilan Raja Pedang Wilayah Tengah datang bertamu. Bahkan sebelum ke sini, aku melihat para anggota Klan Shangguan berkerumun ketakutan saat melihatku datang, bahkan Shangguan Feixiong sampai menumpahkan tehnya."

Danqing Shen mendengus dingin saat kembali duduk di kursinya. "Shangguan Feixiong? Ha-ha-ha, terakhir kali aku melihatnya, dia tidak tampak ketakutan."

"Terakhir kali dia adalah Kepala Klan terkuat di Wilayah Timur, sementara sekarang dia hanyalah seorang mata-mata di Wilayah Tengah. Bagaimana bisa disamakan? Apakah dulu kau berani menyerangnya di Wilayah Timur? Apakah dia berani menyerangmu sekarang, di Kota Awan Terbang?"

Zhuo Fan memutar bola matanya dan mencibir, lalu duduk di sebelah Danqing Shen.

Danqing Shen mengangguk. "Terdengar kejam, tapi memang benar situasinya tidak sama, ha-ha-ha..."

"Jadi, ada apa kau..."

"Baili Jingwei yang mengirimku. Seperti yang sudah kau prediksi, mereka ingin memecah belah kita..." Sambil menyeringai, Danqing Shen mulai menceritakan semua hal yang mereka perbincangkan, lalu mengakhirinya dengan sebuah desahan. "Anak muda, kau benar-benar hebat. Aku harus akui itu, kau bisa menghadapi musang tua Baili Jingwei sendirian. Sampai-sampai kau bisa mengendalikan segalanya secara penuh dari balik bayang-bayang."

Zhuo Fan tersenyum lebar. "Baguslah, kalau mereka memang ingin memecah belah, dia justru membuat tugas mata-mata tua ini menjadi lebih mudah. Tepat seperti yang kuinginkan, ha-ha-ha..."

"Musang licik!" Danqing Shen terkikik.

Zhuo Fan menatapnya lekat-lekat, lalu keduanya tertawa terbahak-bahak. Mereka berdua sama-sama merasa senang dengan cara mereka sendiri. Zhuo Fan senang karena melihat rencananya berjalan mulus, dan Danqing Shen senang karena bisa membantu sahabat baiknya.

Bagaimanapun juga, keduanya sedang berada dalam suasana hati yang sangat baik dan tidak ada yang bisa merusak kegembiraan itu...

"Kepala Klan, Tuan Muda Gu benar-benar hebat. Dia menghadapi Raja Pedang Pembelah Naga seperti seorang profesional. Sama sekali tidak ada jejak rasa takut di wajahnya, luar biasa! Sekarang aku mengerti kenapa Baili Jingwei tidak mencurigainya."

Para ahli Klan Shangguan sedang mengamati dari balik bayang-bayang, bersembunyi di kamar para tetua.

Meskipun suara percakapan itu tidak sampai ke telinga mereka, suasana keakraban di antara keduanya sudah lebih dari cukup untuk menjelaskannya. Shangguan Feixiong mengangguk dengan bangga. "Aku telah membuat keputusan yang tepat dengan menerima keponakan angkat ini."

"Kepala Klan memang luar biasa bijaksana!" Yang lain menyanjung dan memuji, kecuali Shangguan Yulin yang merasa tidak suka di dalam hatinya.

Zhuo Fan dan Danqing Shen mengakhiri obrolan singkat mereka, memanggil Shangguan Qingyan untuk memberitahukan sesuatu, lalu membuat Klan Shangguan terpana saat mereka berdua berjalan pergi keluar.

Begitu keduanya pergi, Shangguan Feixiong langsung menghampiri Shangguan Qingyan. "Yan'er, apa yang terjadi? Kenapa Danqing Shen membawa Yifan pergi?"

"Oh, Ayah, ini Ayah!"

Kedatangan sekelompok petua itu sempat membuatnya terkejut sesaat. Namun setelah melihat itu adalah ayahnya dan yang lainnya, dia berkata dengan penuh semangat, "Ayah, Danqing Shen mengundang Tuan Gu ke kediamannya. Sepertinya dia sangat menghargainya. Kali ini akan menjadi kesempatan bagus untuk menyelesaikan peta itu!"

Plak!

Sambil mengepalkan tinjunya karena terlalu bersemangat, Shangguan Feixiong menoleh ke arah yang lain. "Apakah Danqing Shen menyadari keberadaan kita selama dia di sini?"

"Kepala Klan, kita memasang penghalang di bagian belakang untuk menyembunyikan aura kita. Dia seharusnya tidak menyadari keberadaan kita."

"Bagus, ini adalah petunjuk dari langit!"

Mata Shangguan Feixiong berbinar, nada bicaranya tegas. "Kalian semua, kita sudah cukup banyak berselisih dalam misi ini. Pihak Manor Awan Terbang begitu menginginkan Yifan sementara mereka mengabaikan tempat ini. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak tahu apa-apa tentang kita, belum lagi kita melihat sendiri sikap Yifan tadi. Dia dan Raja Pedang Pembelah Naga akur, dan kuripikir begitu pula dengan dua orang lainnya. Kalau begitu, kita harus bersantai dan memanfaatkan kesempatan langka ini! Yang kita butuhkan sekarang adalah agar Yifan menyelesaikan petanya dan penyerangan akan segera dimulai!"

Mereka semua menangkupkan tangan dan berseru, "Baik, Tuan!"

Shangguan Yulin menyeringai.

Shangguan Yulin berdiri di samping sambil tersenyum bangga, dengan sesuatu yang jahat tersembunyi di balik senyumannya itu...

Gunakan ← → untuk pindah chapter