Trang!
Itulah satu-satunya suara yang tercipta saat pedang itu melesat ke arah Zhuo Fan.
Pendar merah yang mengikutinya menyembunyikan sifat kebinatangan, memancarkan kekuatan dan keliaran yang sanggup meremukkan nyali orang-orang awam.
Zhuo Fan berdiri dengan santai, siap meraih pedang itu dan mematahkannya begitu saja bagaikan ranting kayu.
"Anak muda, kalian pendatang baru di Kota Awan Terbang?"
"Ya."
"Kami adalah pengawal Manor Awan Terbang. Kami mendapat perintah untuk memeriksa setiap pendatang baru. Di mana tuan rumah tempat ini? Panggil dia keluar..."
Teriakan keras dari luar terdengar oleh kedua orang di dalam itu.
Tertegun, bilah pedang gadis itu ditarik kembali ke sisinya, menghentikan serangannya. Alisnya berkerut menghadapi interupsi yang tiba-tiba ini.
Zhuo Fan merenung sejenak sebelum tersenyum dalam hati.
[Gadis bodoh ini pasti ketakutan begitu mendengar nama Manor Awan Terbang.]
[Tertangkap basah adalah hal terakhir yang ada di benaknya.]
Hal ini semakin memperkuat dugaan Zhuo Fan. Gadis itulah yang terlibat dalam insiden pembobolan sebulan lalu.
Dengan senyuman sinis, mata Zhuo Fan berbinar.
Gadis itu merasa jengkel melihat senyum menyebalkannya. Pedang giok itu kembali diarahkan ke leher Zhuo Fan saat ia membentak, "Apa yang kau senyumkan? Hentikan itu!"
Zhuo Fan menutup telinga.
[Bukannya aku yang takut, tapi kau. Jadi apa yang perlu ditakutkan?]
Zhuo Fan mendongak, menatap dengan ekspresi geli dan merendahkan. Gadis itu murka mendapati dirinya diabaikan, bahkan saat ia menekan bilah pedang itu ke leher Zhuo Fan. Pria itu mendadak menjadi begitu percaya diri sambil melihat ke arah lain. Namun, amarah sebesar apa pun darinya tidak akan mengubah situasi.
Para pengawal Manor Awan Terbang sedang berada di depan pintu, membuat tindakan pembunuhan saat ini menjadi hal yang sangat tidak disarankan.
[Begitu mereka pergi, huh!]
Gadis itu menyipitkan mata, mengerucutkan bibirnya karena kesal...
"Nona..."
Zhuo Fan menunjukkan ekspresi kejam saat ia berucap, "Kau lebih baik membunuhku saja. Aku bukan orang baik, bahkan berniat menamparmu saat kau pingsan."
"Huh, aku sudah tahu itu. Tapi aku tidak akan membunuhmu karena hal itu, tapi..." Gadis itu mendengus dan melotot, lalu pipinya merona merah.
Dengan senyuman aneh, Zhuo Fan mengangguk, "Ya, aku telah mencuri ciuman pertamamu, kurasa itu belum cukup menjadi alasan untuk membunuh. Aku telah melakukan sesuatu yang jauh lebih keji hingga membuatmu marah dan ingin membunuhku."
"Lebih keji? Apa maksudmu?" Gadis itu tertegun.
Zhuo Fan terkekeh, lalu menyipitkan mata sambil mengukurnya, berbisik di telinganya, "Nona, selamat, kau sekarang sudah menjadi wanita seutuhnya!"
"Apa?!"
Gadis itu bergidik, tak mampu mempercayai kata-kata itu, "A-apa yang baru saja kau katakan?"
Zhuo Fan mengejek, "Apa aku kurang jelas? Baiklah, biar kuperjelas. Aku telah merenggut keperawananmu."
Bum!
Sebuah badai meledak di kepala gadis itu, terguncang hingga ke lubuk hatinya yang paling dalam sambil menggelengkan kepala, "Tidak, itu tidak mungkin, tidak mungkin..."
"Kau pikir begitu?"
Zhuo Fan terkekeh geli, "Nona, kau sendiri yang paling tahu betapa indahnya tubuhmu. Coba pikirkan, seorang pria berada di sisimu saat kau tidak sadarkan diri, seorang pria dewasa seutuhnya. Mungkinkah sesuatu terjadi? Apakah sesuatu benar-benar terjadi? Pikirkan sendiri..."
"Kubunuh kau!"
Gadis itu kehilangan kendali dan melolong, mengarahkan pedangnya ke arah Zhuo Fan di tengah derai air mata.
Seolah itu belum cukup baginya, Zhuo Fan semakin memancing emosinya, "Ayo, bunuh aku, tapi itu tidak akan mengubah apa pun karena seseorang telah mengambilmu. Hal itu tidak akan pernah berubah. Dengan para pengawal Manor Awan Terbang di luar pintu, jika kau membunuhku, kau akan segera menyusulku. Mungkin kita bahkan akan mati bersama, bersama selamanya. He-he, yah bukan berarti aku keberatan, lagipula anakku bisa merawat dirinya sendiri. Selama Nona tidak memiliki hal lain yang perlu dikhawatirkan, mari kita mati atas nama cinta!"
"K-kau..."
Matanya bergetar hebat saat ia menggertakkan giginya. Pedang itu bergetar namun tidak bergeser sedikit pun.
[Aku tahu benar. Dia tidak sendirian di kota ini.]
[Dia mungkin memiliki kerabat yang jauh dari sini, tapi itu saja tidak cukup membuatnya ragu.]
Menghadapi penghinaan seperti itu, bertindak impulsif adalah naluri pertama manusia.
Namun ia ragu karena orang-orangnya masih berada di sekitar sini dan dalam bahaya. Jika sesuatu terjadi padanya, itu akan mengalihkan perhatian mereka dan memudahkan para pengawal menangkap mereka.
Pemikiran tentang keselamatan rekan-rekannya membuat ia ragu bahkan di ambang kematian.
Zhuo Fan semakin yakin bahwa gadis ini adalah petunjuk yang sangat berharga.
Pedang itu terjatuh ke tanah dan gadis itu memeluk lututnya sambil terisak. Siapa pun akan merasa hancur mendengar tangisannya.
Wu~
Zhuo Fan tersenyum dan menepuk kepalanya, "Nona, apa kau jadi membunuhku?"
"Pergi sana!" Bentaknya nyaring bak bansos, ingin rasanya menelan pria itu hidup-hidup.
Zhuo Fan tentu saja mengabaikannya, seraya tersenyum, "Kalau begitu, biarkan aku memberitahumu satu rahasia kecil. Kau sebenarnya masih gadis suci."
"Apa?" Sambil bergidik, gadis itu mendongak kaget, "K-kau tidak berbohong?"
Zhuo Fan menggelengkan kepala, "Itu tubuhmu sendiri dan kau tidak tahu? Kenapa masih bertanya?"
Wajahnya merona merah, gadis itu merasakan sendiri keadaan tubuhnya dan menundukkan kepalanya karena malu, "L-lalu kenapa..."
"Aku hanya ingin melihat reaksi terbesarmu."
Zhuo Fan berkata, "Begitu kau mengira dirimu telah ternoda, kau bahkan tidak peduli lagi dengan masalah ciuman, bukan? Saat kau hampir mati, siapa peduli apakah kau masih suci atau tidak? Manusia selalu memiliki batas yang tidak boleh dilanggar, tapi begitu batas itu terlewati dan semuanya sudah terjadi, untuk apa terus dipikirkan? Kau seharusnya lebih memikirkan apa yang masih kau miliki daripada meratapi apa yang telah hilang."
Zhuo Fan berjalan ke luar, "Sekarang, mari kita temui para pengawal Manor Awan Terbang itu. Semakin kau bersembunyi, semakin besar kecurigaan yang kau timbulkan. Lebih baik menghadapi mereka dengan tenang. Sekalipun kau adalah orang yang mereka cari, sama sekali tidak mungkin para pengawal rendahan itu bisa mengenali wajahmu."
Zhuo Fan terkekeh dan berjalan mendahului dengan ekspresi puas.
Gadis itu tertegun terlalu lama hingga tidak bisa bereaksi.
Zhuo Fan kini tampak seperti seorang bijak yang penuh kearifan, sama sekali tidak mirip dengan bajingan yang baru saja ia perankan. Bahkan gadis itu merasa kejadian tadi sudah berlalu sangat lama.
Zhuo Fan hanyalah seorang kultivator Tahap Pancaran lapisan ke-5, namun kepercayaan diri dan ketegasannya berhasil membuat jantung gadis itu berdegup kencang.
"Satu lagi..."
Zhuo Fan berhenti sejenak, mengangkat tangannya, "Jangan coba-coba bersikap pintar ketika kau bahkan tidak mengenal dirimu sendiri. Kepintaran terkadang justru menjerumuskan diri sendiri, ha-ha-ha..."
Zhuo Fan berlalu sambil tertawa.
Gadis itu melotot lalu terkikik geli. Pipinya semakin merona, dan entah kenapa, jantungnya tak kunjung bisa tenang.
[Kedatangan mendadak para pengawal Manor Awan Terbang ini pasti menjadi penyebabnya.]
Gadis itu menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri, lalu mengikuti langkah Zhuo Fan. Tempat paling aman justru berada di tengah bahaya.
"Senior, ada yang bisa kubantu?"
Bergegas ke pintu masuk, Zhuo Fan mendapati belasan ahli Tingkat Harmoni Jiwa, semuanya mengenakan simbol Manor Awan Terbang berupa awan putih.
Zhuo Fan langsung membungkuk, bersikap rendah hati.
Melihat kultivasinya yang begitu rendah, orang-orang itu mengabaikannya dan bertanya sekadar formalitas, "Apakah kalian pendatang baru di kota ini?"
"Ya."
"Anak siapa ini?" Seorang pria menunjuk ke arah Gu Santong.
Zhuo Fan membungkuk, "Senior, dia satu-satunya anakku."
"Dari mana asal kalian?"
"Tanah Barat."
"Untuk apa?"
"Menghindari kejaran."
"Apakah ada orang lain di sini?"
Ugh!
Zhuo Fan tertegun, tidak yakin apakah sang gadis akan mengikutinya untuk menemui orang-orang ini.
Jika ia menjawab ada tetapi gadis itu tidak muncul, ia akan menghancurkan dirinya sendiri. Namun jika ia menyangkal lalu gadis itu kedapatan bersembunyi di sini, akibatnya akan sama saja.
Pengawal itu mengerutkan kening dan mengulang, "Apakah ada orang lain lagi di sini?"
"Aku di sini!"
Gadis itu bergegas datang dengan senyuman cerah...
Chapter 855 · 5m baca
Inspection
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter