Zhuo Fan mengepakkan sayapnya di antara gumpalan awan dan melayang bagaikan dewa yang menjulang tinggi di atas para semut. Di tangannya, ia mencengkeram sebuah jantung yang masih berdetak dan meneteskan darah.
Namun, pemilik jantung ini telah lama menemui ajalnya dan kini tidak lebih dari sesosok mayat kaku, yang takkan pernah bisa menemukan ketenangan dari kengerian yang baru saja ia alami.
Para penonton mengangkat kepala mereka karena terkejut, namun saat menyaksikan keagungan Zhuo Fan, mereka bahkan lupa cara bernapas. Ketakutan begitu nyata dirasakan oleh para pengawal Lembah Neraka.
Hanya dalam satu serangan tunggal, Iblis Licik yang terkenal kejam, sesepuh nomor satu Lembah Neraka, You Guiqi, tewas.
Xie Tianyang tak percaya dengan apa yang baru saja disaksikannya, bahkan Jian Suifeng pun diliputi rasa takut saat menatap pemuda yang melayang di langit itu.
"Monster sejati!" gumam Jian Suifeng.
Zhuo Fan hanya mengendurkan cengkeramannya dan jantung itu jatuh ke tanah dengan bunyi gedebuk.
Namun, tindakan santai ini sukses merenggut jantung setiap orang yang melihatnya.
Saat tatapan dingin Zhuo Fan menyapu kerumunan orang-orang itu, mereka menundukkan kepala karena ketakutan; ngeri kalau-kalau iblis itu mengarahkan pandangannya kepada mereka.
Zhuo Fan, bagaimanapun, hanya tertawa, "Orang itu pasti sudah kabur kembali ke sarangnya. Dia benar-benar berhasil meloloskan diri lagi."
Ia tiba-tiba menubruk turun, membuat orang-orang panik dan berhamburan. Namun ia mendatangi Xue Ningxiang dan merengkuhnya.
Xue Ningxiang mengeluarkan pekikan tertahan sebelum akhirnya dibawa terbang ke awan. Keduanya kemudian menghilang dalam kilatan petir.
Di sebuah tanah lapang di luar Kota Bentang Biru, petir menyambar, menampakkan Xue Ningxiang dan Zhuo Fan yang baru saja mendarat. Saat ia menurunkannya dengan lembut ke tanah, gadis itu menatapnya dengan kebingungan.
Zhuo Fan memasang senyum tipis, "Sudah kubilang aku akan membawamu keluar kota, dan aku telah menepatinya. Sekarang, aku telah memenuhi janjiku."
"Apakah ini dunia luar?"
Xue Ningxiang mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan menarik napas dalam-dalam, senyuman menghiasi bibirnya, "Ini pertama kalinya aku berjalan-jalan di luar kota."
"Aku akhirnya bisa keluar!"
Xue Ningxiang tertawa dengan pipi yang merona, "Terima kasih, Kakak Zhuo!"
"Bukan apa-apa. Kita sudah membuat kesepakatan, bukan?" kata Zhuo Fan, "Ning'er, sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat tinggal."
"Kau mau pergi?" Xue Ningxiang mendongakkan kepalanya, matanya terkunci pada Zhuo Fan, "Ke mana?"
Ia menghela napas seraya berkata, "Aku tidak tahu. Masih banyak hal yang harus kulakukan."
Hal yang paling mendesak adalah menemukan Ngarai Petir, sisa peninggalan Kaisar Surgawi, dan mencari para ahli untuk memperkuat Klan Luo. Meskipun tidak memiliki petunjuk dari mana harus memulai semuanya, ia harus terus mencari.
Xue Ningxiang melihat tekad bulat di wajahnya dan berkata dengan lembut, "Kakak Zhuo, b-bolehkah aku ikut denganmu?"
"Tidak!" tolak Zhuo Fan, "Dengan kekuatanmu, kau akan berada dalam bahaya besar."
Xue Ningxiang menundukkan kepalanya dalam-dalam karena kecewa. Ia tahu dirinya hanya akan menjadi beban bagi pemuda itu jika ia ikut.
Zhuo Fan mengacak-acak rambutnya sambil tersenyum, "Lagi pula kau masih punya klan yang harus diurus. Klan Xue telah menyinggung Lembah Neraka dan perlu mencari seseorang yang bisa melindunginya. Kediaman Markas Pedang adalah pilihan yang bagus. Dari mulut tajam Xie Tianyang, posisinya di sana pasti cukup tinggi. Jika dia menjaminmu, Kediaman Markas Pedang pasti akan menerimamu."
Xue Ningxiang mengangkat kepalanya lalu mengangguk.
Sekarang adalah waktunya untuk mencari tempat yang aman bagi klannya. Terlalu kejam dan egois jika ia pergi bersama Zhuo Fan dan membiarkan ayah serta saudara-saudaranya berada dalam bahaya.
Ia merasa malu namun tetap enggan untuk berpisah dengannya.
"Ha-ha-ha, selamat tinggal, Adik kecil!"
Zhuo Fan mengacak rambutnya untuk terakhir kalinya dan pergi dengan senyuman. Air mata menggenang di pelupuk mata Xue Ningxiang saat ia berteriak, "Kakak Zhuo, kapan kita akan bertemu lagi?"
"Saat Cincin Petir ini berbinar!"
Zhuo Fan melambaikan tangan sambil berjalan pergi, sementara Cincin Petir di jari miliknya dan Xue Ningxiang berkedip menyala...
Di tempat lain, Jian Suifeng sedang menatap mayat You Guiqi, musuh yang telah merampas ketiga jarinya. Ia mengenang kematian You Guiqi yang mengenaskan dan suasana hatinya pun membaik.
"Oh, You Guiqi, malang sekali nasibmu, salah satu orang hebat di Kekaisaran Tianyu!"
Jian Suifeng mendapati para pengawal Lembah Neraka yang kocar-kacir dipukul mundur oleh Zhuo Fan kini kabur meninggalkan tempat itu, bahkan menelantarkan jenazah sesepuh mereka.
Hanya angin dingin yang berembus menerpa uban di sekujur tubuh You Guiqi yang terbaring di atas reruntuhan yang dingin dan keras. Matanya terbelalak lebar, meskipun cahayanya telah padam.
Xie Tianyang masih menatap ke langit, ke arah kepergian Zhuo Fan, lalu berkata dengan nada ketus, "Sialan, bagus juga kau membunuh You Guiqi, tapi apa maksudmu membawa Ning'er?"
"Tianyang, bantu yang lain untuk turun, kita akan segera menuju ke Kediaman Markas Pedang untuk mengobati mereka. Klan Xue akan menjadi klan vasal Kediaman Markas Pedang." Jian Suifeng mengisyaratkan ke arah para anggota Klan Xue yang disalibkan.
Xie Tianyang melompat dan tersenyum, "Itu memang tujuannya. Sesepuh Kedelapan, siapa sangka pemikiran kita sejalan? Aku juga berniat menyelamatkan klan Ning'er."
"Huh, siapa yang sejalan pemikirannya dengan bocah tengik?"
Jian Suifeng mendengus, "Kau sudah melihat sendiri kemampuan monster kecil itu. Hanya waktu yang bisa membuktikan seberapa jauh kekuatannya nanti. Karena dia sengaja menyelamatkan orang-orang ini, tidak ada salahnya mencari muka demi mendapatkan kebaikannya. Kita bahkan mungkin bisa menjadi teman di masa depan. Dan seandainya kita berdiri di kubu yang berlawanan, kita bisa menggunakan orang-orang ini sebagai sandera untuk menghadapinya."
Xie Tianyang hanya tersenyum masam mendengar alur pemikiran sesepuhnya itu.
[Huh, jadi kau tidak menyelamatkan Klan Xue demi aku, melainkan demi si keparat Zhuo Fan itu. Sebenarnya siapa di sini yang murid inti Kediaman Markas Pedang?]
[Jika ini sampai ketahuan orang lain, namaku bisa hancur lebur!]
Meskipun dalam hati terus mengumpat, ia tetap bergerak membantu. Toh, ini memang sudah menjadi tujuannya sejak awal, yaitu menyelamatkan Xue Ningxiang.
Namun tidak ada yang tahu kalau setengah mil dari sana, You Ming sedang meringkuk ketakutan dan menggigil hebat.
Ketakutannya pada Zhuo Fan telah tumbuh di luar batas wajar, hingga pada tingkat di mana ia mungkin tidak akan pernah bisa mengatasi bayang-bayang trauma tersebut.
[Sialan, ini sudah ketiga kalinya! Memangnya apa salahku padamu? Ke mana pun aku pergi, kau selalu datang untuk membunuh! Terakhir kali kau membunuh dua sesepuh dan sekarang kau membunuh guruku.]
[Keparat!]
You Ming mengutuk Zhuo Fan setinggi langit. Namun ketika wajah dingin Zhuo Fan kembali terlintas di benaknya, tubuhnya kembali gemetar ketakutan...
Sebulan kemudian, di taman kekaisaran ibu kota.
Dua lelaki tua sedang bermain catur di bawah sebuah paviliun. Salah satu dari mereka mengenakan jubah emas dengan pelipis memutih dan mata yang tampak sayu, dialah Kaisar Kekaisaran Tianyu.
Lelaki paruh baya lainnya memiliki janggut panjang, rambut putih, dan memancarkan aura yang mengagumkan. Setiap kali seorang pengawal menoleh ke arahnya, mata mereka dipenuhi rasa hormat.
Di tengah kicauan merdu burung-burung taman, suara bidak catur yang digerakkan menciptakan irama yang menenangkan.
Tiba-tiba, sebuah ratapan memecah kedamaian yang membahagiakan itu, "Ayah Baginda, sesuatu yang besar baru saja terjadi..."
Sebuah bola daging seberat dua ratus kilo menggelinding mendekati sang kaisar. Langkah kakinya bahkan menggetarkan tanah dan membuat papan catur berantakan.
Sambil memijat dahinya, sang kaisar tersenyum pasrah kepada lelaki di hadapannya, yang hanya tersenyum penuh pengertian.
"Cong'er, bukankah sudah kukatakan untuk menghadapi segala situasi dengan tenang? Dan apakah kau tidak melihat bahwa aku sedang bermain catur dengan Tuan Sima?"
"B-baik, aku tahu aku salah." Yuwen Cong buru-buru membungkuk kepada sang kaisar dan lelaki tua itu, lalu menyeka keringat di dahinya.
"Katakan, ada apa?"
Sang kaisar memegang bidak catur lainnya, tidak memedulikan putrinya—ralat, putranya.
Yuwen Cong meredam kegembiraannya dan berkata dengan nada serius, "Melaporkan kepada Ayah Baginda, Sesepuh Ketujuh Lembah Neraka telah terbunuh sebulan yang lalu!"
Bidak catur di tangan kaisar berdenting di atas papan dan ia menatap Tuan Sima yang sedang mengerutkan kening.
"Siapa pelakunya?" Sang kaisar kemudian mengalihkan wajahnya yang mengeras ke arah Yuwen Cong.
Melihat tidak ada orang di sekitar, Yuwen Cong berbisik, "Itu adalah seseorang dari klan yang sedang kita dukung saat ini, pengurus Klan Luo, Zhuo Fan. Sebulan yang lalu, entah apa angin yang membawanya hingga ia membunuh sesepuh ketujuh Lembah Neraka di Kota Bentang Biru di hadapan semua orang. Terungkap juga bahwa dialah orang yang membunuh dua sesepuh Lembah Neraka lainnya di Kota Angin Menjulang dan menjebak Paviliun Naga Terselubung sebagai kambing hitam."
"Apa? Seorang bocah membunuh tiga sesepuh Lembah Neraka, termasuk You Guiqi yang berharga itu? Keberanian yang luar biasa!" Tuan Sima berkata kepada kaisar, "Yang Mulia, bagaimana kita harus menghadapinya?"
Kaisar memunculkan senyum tipis dan terus bermain catur, "Jika ini hanya melibatkan tujuh pihak utama, hal ini akan menjadi pusing tujuh keliling. Tapi seperti keadaan sekarang, You Wanshan tidak akan punya muka untuk mengadu kepadaku. Jangan biarkan mereka memadamkan Klan Luo. Mutiara ku ini sebentar lagi akan memancarkan kemilaunya, ha-ha-ha..."
Bruk!
Sang kaisar membanting bidak catur dengan penuh kegirangan.
Yuwen Cong menatap sang kaisar cukup lama lalu membungkuk dan pergi.
Kediaman perdana menteri di ibu kota kekaisaran.
Perdana Menteri Zhuge Changfeng berbaring di kursi goyang dengan mata setengah terpejam, berayun dengan lembut. Tiba-tiba, sebuah bayangan hitam berbisik di telinganya.
"Apa?"
Zhuge Changfeng membuka matanya lebar-lebar karena terkejut, lalu menghela napas, "Keseimbangan antara ketujuh pihak utama kini telah terganggu. Aku harus membuat persiapan yang matang untuk mengantisipasi dampaknya."
Dan ia kembali ke posisinya semula, berayun dengan lembut di kursi goyang.
Kediaman Kepala Pendeta di Ibu Kota.
Seorang lelaki tua berambut putih sedang membaca beberapa informasi yang dikirimkan oleh salah satu anak buahnya. Saat ia membaca isinya, kerutan muncul di dahinya dan ia memberi isyarat kepada bawahannya untuk mundur.
Dengan langkah gemetar yang mencerminkan usia tuanya, lelaki tua itu berjalan ke observatorium dan mendongak menatap hamparan bintang di langit, "Bintang perang telah dekat dan kekacauan sudah di depan mata. Sebuah percikan saja sudah cukup untuk menyulut tong mesiu ini! Sang penguasa akan segera berganti, aku hanya berharap rakyat bisa melewati badai ini."
Markas besar Paviliun Naga Terselubung.
Penguasa Paviliun Long Yifey dan beberapa sesepuh sedang mengadakan pertemuan, namun dua orang anak muda juga turut hadir, Long Jie dan Long Kui. Berkat kerja keras dan tindakan cemerlang mereka, tujuh hari yang lalu Long Yifey secara resmi mengizinkan mereka untuk berpartisipasi dalam dewan sesepuh, membuat keduanya amat senang kepalang.
"Baru-baru ini, Xiao Kui dan Xiao Jie telah menunjukkan perilaku yang luar biasa. Aku mengusulkan untuk mengirim mereka berlatih di bawah bimbingan Sesepuh Agung dan mempelajari ilmu bela diri tingkat mendalam milik paviliun."
Long Yifey tersenyum menatap keduanya dan berbicara dengan bangga.
Sesepuh Ketiga berkomentar dengan wajah kaku, "Kedua anak ini memang berkembang dengan baik, namun, kemampuan mereka masih tergolong rata-rata jika dibandingkan dengan murid jenius dari faksi lain."
"Bagaimana bisa? Sesepuh Ketiga, jangan meremehkan kami. Kami sudah di ambang terobosan ke Alam Pemurnian Tulang." Long Kui memprotes sementara Long Jie menyetujuinya, "Sesepuh Ketiga benar. Aku mendengar rumor bahwa Xie Tianyang dari Kediaman Markas Pedang telah menjadi ahli Pemurnian Tulang tiga tahun lebih awal dari kita. Kita masih jauh tertinggal darinya."
"Xiao Jie terlalu merendah! Kalian pasti akan melakukan hal-hal hebat di masa depan!"
Mata Dewa Long Jiu mengangguk puas, seekor gagak hitam bertengger di bahunya; Burung Pemangsa Jiwa yang didapatkannya dari Zhuo Fan. Melihat burung itu, ekspresi Long Jiu mau tak mau melembutkan.
"Jika kalian berdua bocah separuh saja dari lelaki bernama Zhuo Fan itu, kalian pasti sudah berlatih ilmu bela diri tingkat mendalam warisan kita sekarang."
"Huh, Paman Jiu, kenapa membawanya dalam pembicaraan ini?" Long Kui selalu merasa jengkel setiap kali mendengar nama Zhuo Fan, "Dia arogan, kasar, dan tidak mau bergabung dengan Paviliun Naga Terselubung. Sekalipun dia memiliki sedikit bakat, itu tidak membuat kesuksesannya terjamin. Kami pasti akan melampauinya."
Seorang pria tiba-tiba menerobos masuk sambil berteriak, "Laporan darurat, Penguasa Paviliun!"
Sesepuh Ketiga melambaikan tangan menyuruhnya minggir setelah menerima laporan itu dan membacanya. Saat berikutnya, tangannya terhenti dan kertas itu melayang jatuh ke lantai.
"Ada apa, Sesepuh Ketiga?"
Long Jiu memungut kertas itu dengan cemas, belum pernah ia melihat Sesepuh Ketiga begitu ketakutan. Namun isi kertas itu membuat satu-satunya matanya berkaca-kaca.
"Saudaraku, aku berutang budi lagi padamu."
"Ada apa sebenarnya ini?" Long Yifey penasaran seperti orang-orang lain yang hadir dan mengambil kertas itu.
Alisnya bergetar dan suaranya mengkhayalkan kegembiraan, "You Guiqi dari Lembah Neraka telah dibunuh oleh Zhuo Fan di Kota Bentang Biru!"
"Apa?!"
Semua orang tercengang.
Siapa yang tidak kenal dengan You Guiqi? Dia adalah momok terbesar bagi semua orang, terutama bagi Long Jiu, yang matanya direbut dalam tipu muslihat You Guiqi.
Namun pria mengerikan itu justru tewas di tangan Zhuo Fan. Kaget mereka tentu saja beralasan. Bahkan Long Jie dan Long Kui pun pernah mendengar keburukan You Guiqi, bagaimanapun juga, dia adalah pria yang ditakuti oleh semua sesepuh di Paviliun Naga Terselubung.
Mereka seketika menyadari seberapa jauh Zhuo Fan telah meninggalkan mereka di belakang.
"Ha-ha-ha, kerja bagus!" Long Yifey tertawa terbahak-bahak, "Keputusanku memang tidak salah. Anak ini adalah naga di antara manusia. Tingkatkan dukungan kita kepada Klan Luo dan kirim beberapa orang untuk melindungi klan mereka. Aku yakin kita semua sepakat mengenai hal ini."
Itu adalah keputusan bulat. Bahkan para sesepuh yang tadinya menentang usulan Long Yifey untuk bersekutu dengan Zhuo Fan tidak menunjukkan satupun keluhan.
Bagaimanapun, tidak ada seorang pun di sini yang bisa melakukan apa yang dilakukan Zhuo Fan, yaitu mengirim si You Guiqi keparat itu ke liang kubur.
Dan Paviliun Naga Terselubung hanyalah permulaan. Klan-klan di seluruh benua segera mengetahui peristiwa ini. Di tengah keterkejutan dan sorak-sorai gembira, nama Zhuo Fan terukir kuat di benak banyak pemimpin klan.
Chapter 82 · 9m baca
Shocking Fame
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter