Whoosh~
Sembilan pria paruh baya mendarat dengan tatapan kejam tertuju pada ketiganya. Di antara mereka, sesepuh berambut acak-acakan yang merupakan yang terkuat melangkah maju dan meludah, "Huh, kalian pasti sudah bosan hidup sampai berani menghancurkan kediaman Putra Mahkota. Di mana Yang Mulia?"
Ugh!
Hati Tuoba Liufeng terasa tenggelam, butir-butir keringat mengalir deras di punggungnya. Hanya pria di hadapannya ini saja sudah lebih dari cukup untuk menghadapi mereka; seorang ahli ranah Radiant tahap puncak.
Dalam beberapa tahun ke depan, dia bahkan akan menjadi ahli ranah Ethereal sejati dan menobatkan dirinya sebagai salah satu legenda kekaisaran, salah satu yang terbaik.
Dengan keberadaannya di sini, mereka bertiga sama sekali tidak memiliki peluang untuk kabur. Tuoba Liufeng mendesah berat meratapi situasi suram ini, seluruh harapannya telah musnah.
[Aku bertanya-tanya apakah kedatangan Zhuo Fan yang tiba-tiba ini merupakan sebuah berkah atau kutukan.]
Adiknya memang untuk sementara waktu terbebas dari sang putra mahkota berkat campur tangan Zhuo Fan, tetapi sekarang keluarga Tuoba akan dibantai karena tindakan agresif pemuda itu terhadap sang putra mahkota. Mereka bahkan mungkin akan dicap sebagai pengkhianat.
Touba Lian’er paham betul bahwa mereka sedang berada dalam bahaya besar, namun matanya masih menatap lekat-lekat ke arah Zhuo Fan yang tampak acuh tak acuh.
"Aku bertanya kepadamu. Di mana Yang Mulia?" Melihat mereka terdiam, lelaki tua itu membentak dengan geram.
Tuoba Liufeng bergidik, merasa lidahnya kelu untuk berbicara.
Touba Lian’er menunjuk ke arah tempat di mana sang putra mahkota tergeletak dengan ekspresi dingin, "Di sana. Aku ingin tahu apakah kalian masih bisa mengenalinya."
"I-itu Putra Mahkota?"
Mereka semua terkesiap ngeri melihat sosok mengerikan yang penuh tangis dan bentuk wajah yang hancur, nyaris tak menyisakan rupa manusia.
Putra mahkota mereka yang elegan dan tampan kini telah direduksi menjadi... benda mengerikan ini. Kedua matanya bengkak hingga keluar dari rongganya, hidungnya remuk tak beraturan, dan gigi putihnya yang dulunya rapi telah berubah menjadi lubang berdarah.
Satu-satunya alasan mereka bisa mengenalinya adalah karena Touba Lian’er baru saja menunjuknya.
Tertegun melihat wajah yang bahkan hanya bisa disayangi oleh ibunya sendiri, lelaki tua itu mengaum murka, "Itu ciri khas Putra Mahkota. Bagaimana, siapa, apa yang memberi kalian keberanian untuk mencelakai Putra Mahkota seperti ini? Kalian sudah habis!"
Whoosh~
Kemarahan lelaki tua itu meledak, "Bicaralah, siapa yang melakukan ini? Akan kuleteli kulitnya dan hancurkan tulangnya. Butuh waktu sangat lama sebelum aku selesai menghabisinya!"
Tuoba Liufeng merasa panik di bawah tekanan aura kesembilan orang itu. Sementara itu, Zhuo Fan masih berada di dunianya sendiri, memikirkan hal-hal yang jauh lebih penting.
"Para Yang Mulia, akulah yang melakukannya. Jika kalian ingin membunuh seseorang, bunuh saja aku!" Lian’er mengumpulkan keberaniannya dan menyatakan pengakuan itu.
Tuoba Liufeng berteriak, "Kakak..."
"Tidak apa-apa."
Lian’er memotong perkataannya, "Ini semua salahku. Tianyu dulu sering bilang kalau perempuan itu membawa malapetaka, dan sekarang aku harus akui perkataan itu benar. Kalau bukan karena aku, keluarga Tuoba tidak akan pernah berakhir seperti ini. Ini semua salahku dan akulah yang harus menanggungnya..."
Lian’er berbicara dengan nada sedih dan putus asa. Kepalan tangan Tuoba Liufeng bergetar hebat, merasa dirinya sangat tidak berguna.
Lian’er berniat menggunakan nyawanya untuk menyelesaikan semuanya dan menyelamatkan keluarga Tuoba. Tidak, keluarga itu sebenarnya sudah hancur. Dia hanya sedang memberikan kesempatan bagi adiknya dan Zhuo Fan untuk melarikan diri.
Namun, bagaimana mungkin sang kakak tega membiarkan adiknya menanggung kesalahan itu sendirian...
Tuoba Liufeng membentak Zhuo Fan, "Zhuo Fan, bajingan kau, apa begini cara seorang pria bersikap, membiarkan seorang wanita pasang badan menanggung kesalahanmu?"
"Kakak!" seru Lian’er, yang sudah membulatkan tekadnya. Jadi, kenapa kakaknya malah menyeret Zhuo Fan ke dalam masalah ini?
Tuoba Liufeng bersikap tegas saat melihat keputusasaan di mata Lian’er. Melukai putra mahkota adalah kejahatan berat, setara dengan mencoba membunuh anggota kerajaan atau melakukan pemberontakan. Dia tidak bisa membiarkan beban itu ditanggung oleh Lian’er. Semua ini terjadi karena Zhuo Fan muncul.
Kesembilan sesepuh itu akhirnya menyadari keberadaan Zhuo Fan yang sebelumnya mereka abaikan karena pemuda itu tampak begitu tenang di pinggir.
Kesembilan orang itu langsung menegang.
[Tahap Radiant lapis kedelapan! Dia memang punya kekuatan!]
Sesepuh pemimpin menyipitkan mata dan mencibir, "Aku mengerti apa yang sedang terjadi. Kau rupanya yang membuat kekacauan di kediaman Putra Mahkota. Ha-ha-ha, aku sudah menduga ada yang aneh saat seorang gadis mengakuinya. Ketika pengawal melapor kepada kami, dia bilang tidak satupun dari mereka yang mampu melawan. Mana mungkin seorang gadis kecil bisa begitu tangguh? Melihat kultivasinya yang tinggi, semuanya jadi masuk akal. Jika kami bersembilan tidak datang, tidak akan ada seorang pun di kediaman Putra Mahkota yang bisa menghentikanmu, ha-ha-ha..."
Pikiran Zhuo Fan masih sibuk memproses sesuatu.
Sesepuh pemimpin menganggap sikap itu sebagai bentuk kepengecutan dan mengejeknya, "Ha-ha-ha, tadinya kuira kau punya nyali besar saat menyerang Putra Mahkota, tapi sekarang kulihat kau hanya banyak bicara. Wajar saja, karena bahkan seorang kultivator ranah Radiant lapis kedelapan pun tidak akan bisa lolos dari kami bersembilan. Merasa takut itu hal yang wajar. Tapi membiarkan seorang wanita menanggung kesalahanmu, benar-benar tidak berguna, ha-ha-ha..."
Delapan orang lainnya menatap Zhuo Fan dengan cibiran sinis yang sama seperti pemimpin mereka.
"Tuan Zhuo, aku sudah membawakan biji teratai salju!"
Sebuah seruan gembira terdengar dari kejauhan. Pangeran keenam berlari kecil menghampiri Zhuo Fan dengan penuh semangat.
Zhuo Fan akhirnya terbangun dari lamunannya, hanya menatap sosok pangeran keenam, "Lama sekali. Cepat lempar benda itu ke dalam. Aku ingin melihat seberapa hebat sebenarnya benda ini."
Ugh!
Ejekan itu seketika tersangkut di tenggorokan kesembilan sesepuh saat melihat Zhuo Fan sama sekali mengabaikan mereka. Keduanya segera mendekat dan mulai melemparkan biji-biji itu ke dalam telaga sambil mengawasi kalau-kalau ada reaksi yang muncul. Wajah para sesepuh langsung menggelap.
[Demi Tuhan, tadinya kami pikir dia ketakutan, padahal kenyataannya dia sama sekali tidak peduli pada kami. Dia sedang mempermainkan kami!]
"Bocah, jangan mentang-mentang kultivasimu tinggi kau bisa berbuat sesukamu di Quanrong. Kau telah menghancurkan kediaman Putra Mahkota dan aku akan membuatmu membayar perbuatanmu itu..."
"Pangeran keenam, kudengar benda ini hanya memanjakan mata saja. Bukankah itu hal yang biasa?"
"Uhm, Tuan Zhuo, ini benar-benar keajaiban sejati, aku berani bersumpah. Ini adalah pemandangan langka di dunia yang tidak akan mengecewakanmu, he-he-he..."
"Oh, aku lega mendengarnya. Mari kita tonton saja..."
Zhuo Fan dan pangeran keenam justru penasaran dengan apa yang terjadi di telaga, bahkan mengabaikan kutukan penuh amarah dari sang sesepuh.
Abaikan secara terang-terangan, itulah yang baru saja mereka lakukan.
Wajah lelaki tua itu berkedut menahan geram lalu membentak, "Tangkap si penipu keparat ini, semuanya! Aku ingin dia mati!"
"Baik, Tetua!"
Para sesepuh lainnya membungkuk lalu melesat menyerang Zhuo Fan. Aura perkasa mereka yang dipenuhi niat membunuh menyelimuti langit.
Lian’er menjerit, "Awas, Zhuo Fan!"
"Gawat, niat membunuh mereka mempengaruhi telaganya dan membuatnya takut untuk bereaksi." Pangeran keenam bergidik ngeri dan berseru.
Wajah Zhuo Fan berkedut dan ekspresinya menjadi gelap. Berbalik badan, melihat delapan sesepuh yang melesat mendekat, dia membentak, "Orang-orang tua keparat, berhenti menggangguku!"
Hu~
Sebuah embusan angin dahsyat meledak keluar dan langsung menembus tubuh kedelapan sesepuh tersebut.
Para lelaki tua itu kehilangan nyawa mereka bahkan sebelum sempat menyadari apa yang telah terjadi, ambruk ke tanah bagaikan tumpukan batu.
Tuoba Liufeng dan Lian’er terkejut bukan kepalang.
[A-apa barusan itu?]
Bang!
Suara benturan nyaring bergema dan sesepuh pemimpin merasakan kedua kakinya mendadak lemas, lalu berlutut di tanah. Dia berada di barisan terdepan ketika embusan angin itu menghantamnya juga. Kini wajahnya tampak pucat pasi diliputi horor yang mencekam, "T-tidak mungkin! I-itu serangan jiwa! Ahli ranah Ethereal?!"
Zhuo Fan kembali fokus pada masalah utamanya, yaitu telaga tersebut. Dia bertanya, "Pangeran keenam, sekarang sudah tenang. Apakah benda itu akan muncul?"
"Ya, sebentar lagi." Pangeran keenam menyengir lebar.
Keduanya tampak seperti orang yang sedang bertamasya. Mereka begitu tenang dan suasana di sekitar akhirnya kembali damai.
Hanya Tuoba Liufeng, Lian’er, dan satu-satunya sesepuh yang tersisa yang menatap Zhuo Fan dengan rasa takut yang mendalam.
[Pria ini bahkan jauh lebih mengerikan dari sebelumnya!]
Chapter 811 · 5m baca
Stop Bothering Me
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter