Di ruang yang membara dan dipenuhi api keemasan, ada satu tempat yang tak tersentuh. Atau lebih tepatnya, api keemasan itu selalu menghindarinya karena rasa takut.
Zhuo Fan berdiri di tengah-tengah, menatap tajam ke arah wujud besar Decimating Dragon Ancestor dengan mata yang awas.
Mata kirinya pekat sehitam tinta, disertai kilatan api hitam dan sambaran petir hitam yang berkelabat. Sementara mata kanannya kini dihiasi oleh enam lingkaran cahaya keemasan. Mata Dewa Kekosongan telah mencapai tahap ke-6!
Decimating Dragon Ancestor menatap monster kecil ini dengan tubuh gemetar. Ia merasa seolah-olah sedang berhadapan dengan sosok yang familier, mirip seperti Sovereign Surgawi.
Namun, ia justru semakin takut pada bocah cilik ini, terutama mata kiri itu. Meskipun hanya wujud manifestasi, Mata Api Petir Kiamat itu terbuat dari kekuatan empat makhluk suci; levelnya berada di atas kelima makhluk suci itu sendiri, memberikan tekanan yang begitu menindas.
Secara logika, mata hitam itu berada di tangan pengguna yang lemah dan seharusnya tidak akan berdampak apa-apa padanya. Tapi instingnya menyuruhnya untuk merasa takut.
Ia merasa sedikit menyesal karena telah mewariskan Api Emas Pemusnah kepada Zhuo Fan dan berujung pada terciptanya sesuatu yang begitu mengerikan. Kunpeng telah memikirkan segala cara yang mungkin untuk mendapatkan kekuatan mutlak, hanya saja seekor anak anjing tanpa sengaja justru menemukannya.
[Aku ingin tahu seperti apa ekspresinya ketika dia tahu tentang ini.]
Leluhur naga itu pun merasa sedikit lega pada titik ini...
Pak!
Suara letupan terdengar dari mata kiri Zhuo Fan dan ia menggertakkan giginya. Sambil memegang matanya, saat ia menurunkan tangannya, mata itu telah kembali normal, dengan darah yang mengalir perlahan darinya.
"Ada apa?" tanya Leluhur Naga.
Zhuo Fan menggelengkan kepalanya. Rasa kehilangan yang luar biasa yang ia rasakan membuatnya berpikir tentang bagaimana cara melawan Sovereign Surgawi ketika waktunya tiba nanti, di mana metode biasa sama sekali tidak akan berguna.
Kemudian ia teringat pada api petir yang mengerikan itu, kekuatan yang selalu berada di luar jangkauan Kunpeng.
Kepalanya terasa panas dan kekuatan keempat makhluk suci itu muncul secara impulsif, menggunakan Seni Transformasi Iblis untuk meleburkan mereka persis seperti saat ia bertarung melawan Ye Lin.
Namun setelah ia berhasil, ia menyadari bahwa api petir itu benar-benar mengerikan. Tubuhnya sendiri tidak sanggup menahan bebannya. Ia tidak punya cara untuk menyimpannya di dalam tubuhnya, atau api itu akan melahapnya hidup-hidup.
Jadi ia memikirkan cara untuk menghilangkannya saat api itu terurai dengan sendirinya. Api petir itu terbuat dari kekuatan di dalam dirinya sendiri. Karena sumber kekuatan ini adalah dirinya, api itu akan kembali, dan bisa tersulut hanya dari percikan kecil. Ini tidak seperti saat Pertemuan Dua Naga, di mana api itu hanya bersifat sementara.
[Bukankah aku sedang bermain-main dengan api di sini?]
Untungnya, ia tiba-tiba teringat pada teknik Mata Dewa Kekosongan. Teknik itu menekankan pada ruang dan kehampaan, mampu menampung segalanya sekaligus ketiadaan.
Lalu ia memasuki tahap ke-6 Mata Dewa Kekosongan, Domain Kekosongan, begitu saja.
Di dalam kehampaan itu, sebuah ruang tercipta, mirip seperti dunia baru yang ingin diciptakan oleh Sovereign Surgawi.
Ia kemudian memikirkan Mata Api Petir Kiamat dan mengerti. Domain Kekosongan itu berada di dalam mata kirinya dan menyimpan api petir tersebut, mengubahnya menjadi Mata Api Petir Kiamat.
Menjadi jelas baginya mengapa Sovereign Surgawi berkata bahwa dengan memahami Mata Dewa Kekosongan seseorang bisa berlatih Mata Emas Petir Ungu.
[Inilah rahasianya!]
Saat ia mempelajari inti seni tersebut, sebuah kecelakaan terjadi. Mata api petir itu memberontak padanya, melukai mata kirinya.
[Apakah api petir itu terlalu kuat untuk ditahan oleh Domain Kekosongan ataukah tidak stabil?]
[Apakah aku kekurangan kekuatan makhluk suci kelima? Apakah mata api petir itu tidak lengkap?]
Mata Decimating Dragon Ancestor berkilat dan menghela napas lega.
[Syukurlah api petir itu tidak lengkap, kalau tidak bocah ini akan jauh lebih mengerikan daripada Sovereign Surgawi.]
[Atau kita justru mengundang bencana yang lebih buruk untuk mengatasi bencana pertama, yang bahkan merupakan ciptaan kita sendiri.]
Keduanya sama-sama tenggelam dalam pikiran, sibuk dengan perhitungan masing-masing.
Ketika matanya yang terluka pulih, Zhuo Fan menyeka air mata berdarahnya dan berbicara dengan nada berat, "Luhur Naga, kau bilang kau punya cara. Cara apa itu? Apa yang bisa kau perbuat padahal kau telah terjebak dengan begitu mudahnya?"
"Huh, Nak, jangan meremehkan kami separah itu."
Leluhur naga itu menggerutu, "Aku mungkin meremehkan situasi tadi, tapi Sovereign Surgawi harus membayar harga yang mahal untuk membuat kami terluka parah. Mungkin itu sebabnya dia bersembunyi selama ini setelah menghadapi para Sovereign lainnya. Dari caraku melihatnya, dia seharusnya sudah berada di ambang kehancuran. Maksudku, sudah sangat lama berlalu dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya di Domain Suci atau di hadapan kita. Bukankah dia menginginkan seninya kembali? Ini satu-satunya penjelasan yang masuk akal."
Hati Zhuo Fan bergetar.
[Naga ini ada benarnya juga. Karena dia belum mati tapi juga belum pulih, itu artinya dia terjebak dalam kondisi seperti itu. Mungkin dia benar-benar terluka separah itu...]
"Itulah sebabnya kita harus memanfaatkan kesempatan ini!"
Melihat pemahaman di mata Zhuo Fan, leluhur naga itu berkata, "Sebelum Sovereign Surgawi kembali, kita harus mendobrak domain fana, membebaskan diri kita, lalu membunuhnya saat dia sedang lemah. Tidak ada waktu yang lebih baik untuk menjatuhkan pria terkuat di dunia ini."
Mata leluhur naga itu berbinar. Zhuo Fan mendongak lalu mengerutkan kening, "Domain fana bukanlah sesuatu yang sesederhana ruang terisolasi yang dibuat oleh sebuah penghalang, melainkan sebuah dunia tersendiri, meskipun lebih kecil. Untuk mendobraknya bukanlah perkara mudah. Tanpa kekuatan seorang Sovereign..."
"Ha-ha-ha, jangan khawatir. Aku sudah punya rencana."
Leluhur naga tertawa penuh percaya diri, "Kita akan menggunakan susunan formasi pantulan (recoil array) untuk menyerang dengan kekuatan ekstrim dan memecahkan segel yang mengurung kita. Setelah itu, kami para makhluk suci bisa begitu saja berjalan keluar dari persembunyian dan tidak ada seorang pun yang bisa menghentikan kita, ha-ha-ha."
Alisnya bergetar, Zhuo Fan berkata, "Formasi pantulan? Itu adalah sesuatu yang pernah kukunakan di sebuah kota untuk menghadapi formasi kabut milik bocah iblis sialan. Itu tidak terlalu sulit, tapi untuk menyerang sesuatu sebesar domain fana, itu membutuhkan sesuatu yang sangat besar dan berkekuatan luar biasa."
"Kekuatan seluruh domain fana."
Mata leluhur naga itu berkilat, "Kelima daratan di domain fana masing-masing akan mendirikan formasi pantulan. Kekuatan gabungan mereka akan cukup untuk menghancurkannya, meremukkan dunia buatan Sovereign Surgawi."
[Apa?!]
Zhuo Fan tersentak dan berseru, "Menjadikan seluruh daratan sebagai dasarnya, mendirikan formasi pantulan yang lengkap? Sebesar apa ukurannya nanti? Selain jumlah sumber daya yang luar biasa banyaknya, kelima daratan itu saat ini masih saling berperang satu sama lain. Siapa yang mau mengikuti rencana gila kalian untuk membangun formasi semacam itu?"
"Hm, poin yang bagus. Itulah inti dari masalahnya."
Leluhur naga mengangguk, "Sebelum kau menjadi penguasa domain fana, mendirikannya adalah hal yang mustahil. Faksi-faksi yang ada akan menentangmu di setiap langkah. Itu sebabnya aku yakin mengandalkan Ye Lin saja adalah hal yang mustahil. Untungnya, ada kau. Sekarang setelah kau terikat dengan kami dan memiliki musuh yang sama, kita harus bertarung berdampingan, dan menyatukan upaya kita. Jika kami, para makhluk suci, tidak terjebak dan bisa keluar, memperbudak umat manusia untuk membangun formasi itu akan jauh lebih mudah daripada harus datang menemuimu."
Wajah Zhuo Fan mengeras sebelum akhirnya ia mengangguk.
Whoosh~
Leluhur naga membuka mulutnya dan memuntahkan hawa panas yang luar biasa. Kemudian, tiga bola emas besar yang berkilauan keluar dari dalam mulutnya.
Benda-benda itu persis seperti bola emas yang digunakan Ye Lin saat menyelamatkan Zhuo Fan, hanya saja ukurannya ribuan kali lebih besar.
Tiga bola cahaya yang membakar itu melayang di hadapan Zhuo Fan. Merasakan api pemusnah di dalamnya, ia terpaksa mundur beberapa langkah karena ngeri.
Leluhur naga tampak kelelahan setelah mengerahkan tenaga sebesar itu. "Nak, kau harus membantu kami karena kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk memberikan dukungan langsung. Ambil saja tiga Pil Napas Naga ini dan gunakan untuk menyelamatkan nyawamu."
"Ini..."
Zhuo Fan merasakan kekuatan luar biasa dari tiga bola cahaya raksasa itu dan menelan ludah.
Sambil terkekeh mengejek, leluhur naga mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, "Pil Napas Naga ini menyimpan kekuatan satu embusan napas naga penuh dariku. Bahkan seorang Sovereign atau makhluk suci lainnya tidak akan sanggup menghadapinya secara langsung. Mengenai Klan Sheng di Domain Suci, satu pil saja sudah cukup untuk memusnahkan mereka. Tapi memberimu ketiga pil ini membuatku kelelahan dan butuh istirahat. Karena aku berada di dalam penjara, tidak akan ada orang yang bisa memanfaatkan kelemahanku. Ha-ha-ha, meskipun terjebak, aku cukup aman..."
"Uhm, Luhur Naga..."
Zhuo Fan yang terkejut tampak serba salah, namun kemudian ia menangkupkan kedua tangannya. "Terima kasih, Luhur Naga, telah memberiku tiga Pil Napas Naga yang sangat berharga ini. Tapi sepertinya tidak akan ada orang di sekitar sini yang memiliki kekuatan setingkat itu..."
Leluhur naga memotong perkataannya dengan nada berat, "Nak, kau adalah harapanku untuk bisa keluar dari tempat ini. Aku harus memastikan kesempatan ini tergenggam erat. Tempat ini mungkin hanya domain fana, tapi sulit untuk mengatakan bahwa kau tidak akan tersandung pada sesuatu yang sangat merebutkan dan sulit. Ada Kunpeng dan... ha-ha-ha, makhluk-makhluk aneh lainnya di luar sana. Jika mereka memburumu, selalu ada baiknya memiliki kartu as terakhir."
Bergetar seketika, Zhuo Fan merenung sejenak lalu membungkuk penuh rasa terima kasih, "Aku sangat berterima kasih, Luhur Naga!"
Chapter 799 · 6m baca
Dragon Breath Pill
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter