Cuit—!
Disertai pekikan tajam, burung alap-alap itu menubruk Lu Xie. Ia begitu ketakutan hingga ingin langsung kabur, tapi hal itu mustahil dilakukan dengan kondisi tubuhnya yang terluka. Melawan balik adalah keputusan yang jauh lebih buruk dengan sisa tenaga yang dimilikinya.
Maka, ia pun memohon, "Tunggu, Tetua Agung! Aku tahu Gui Hu adalah muridmu dan aku tidak pernah berniat mencelakakannya..."
"Kau menganggapku anak kecil?"
Tetua Agung mengejek, "Gui Hu memiliki fisik yang bagus, dan jika kau ingin menjadi yang terbaik di sekte, kau harus melewatinya. Aku tahu persis bagaimana cara Yang Mulia Shi dan sekte dalam beroperasi. Lagipula, kau mungkin tidak akan mencelakai Gui Hu demi aku, tapi bagaimana dengan Xie Wuyue? Huh, aku sangat tahu perangai buruknya itu. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan tidak akan mengampuni siapa pun. Mengingat Gui Hu adalah bagian dari Biro Tenaga Kerja, dia tidak akan dibiarkan hidup. Akan lebih aman jika aku membawanya pergi."
Mata Tetua Agung berkilat, ia membuat gestur tangan dan cakar burung alap-alap itu memancarkan kilatan tajam.
Burung itu menembus tubuh Lu Xie dan keluar dengan mencengkeram seekor laba-laba hijau di cakarnya.
"Tetua Agung, jangan! Kumohon, lepaskan aku..." reriak Lu Xie panik.
Ia mengakhiri permohonannya dengan tangisan pilu, sementara laba-laba itu robek berkeping-keping di dalam cakar burung alap-alap tersebut.
Tatapan mata Lu Xie menjadi kosong dan ia pun ambruk ke tanah.
Tetua Agung mencibir, "Bukankah sudah kubilang? Jangan menganggapku anak kecil. Apa aku harus membiarkanmu hidup supaya kau bisa kembali untuk balas dendam? Huh..."
Tetua Agung bergegas mendatangi Gui Hu sambil menunjukkan sebuah botol kecil. Ia mengeluarkan pil pemulih dan membagikannya kepada para murid.
"Ini penawarnya, minumlah dan kalian akan baik-baik saja," ucap Tetua Agung dengan tenang. Tidak ada yang ragu-ragu, mereka langsung memakannya.
Dalam waktu lima belas menit, mereka semua bisa bergerak kembali.
Qi Changlong bertanya, "Tetua Agung, sebenarnya apa yang terjadi? Lu Xie bilang Tetua Tertinggi menyuruh kita ke sini untuk latihan khusus, tapi kemudian meracuni kita sementara kita mendengar orang-orang mati di belakang kita. Apakah mereka benar-benar meminta orang luar untuk membawa musuh ke sini? Bagaimana dengan Tetua Tertinggi?"
"Semua ucapannya itu benar."
Tetua Agung menghela napas, "Yang Mulia Shi sudah merencanakannya sejak awal, dan bahkan membawa pakar dari Sekte Pengikut Surga. Aku khawatir bahkan Tetua Tertinggi pun tidak akan sanggup bertahan."
Qi Changlong mengerutkan kening dan mengepalkan tinjunya dengan penuh kebencian, "Aku tidak menyangka Yang Mulia Shi tega menjual sekte demi kekuasaan. Dan Xie Wuyue itu, dia adalah Pemimpin Sekte yang sebelumnya! Sungguh keji dia ikut bergabung."
"Inilah yang dinamakan haus kekuasaan. Jika Xie Wuyue tidak bergabung, Yang Mulia Shi tidak akan pernah melakukan ini..." Tetua Agung mendesah.
Bai Lian bergumam, "Tetua Agung, bukankah kau berada di pihak mereka? Karena kau melakukan ini demi Gui Hu, kenapa kau tidak memberi tahu Tetua Tertinggi sebelumnya?"
"Bai Lian, apa maksudmu Guru menjual sekte ini?" Gui Hu mendelik ke arahnya, "Guru baru saja menyelamatkan nyawa kita!"
Bai Lian hanya menatap Tetua Agung, menuntut sebuah penjelasan.
Tetua Agung memasang ekspresi terluka dan mengangguk. "Ya, aku adalah tetua sekte dalam, berada di pihak Yang Mulia Shi. Tapi tujuan kami berbeda. Yang Mulia Shi menginginkan kekuasaan di dalam sekte, sementara aku menginginkan lebih banyak sumber daya untuk melatih muridku. Dalam setiap konflik internal, aku berdiri di sisinya, tapi kali ini dia menjual sekte dan aku tidak bisa lagi mendukungnya.
Namun, Yang Mulia Shi sangat berhati-hati. Saat berurusan dengan dua sekte untuk menyerang kita, dia sama sekali tidak menyebutkannya kepada siapa pun di sekte dalam. Semuanya dilakukan oleh dia dan Lu Xie. Saat kami mengetahuinya, semuanya sudah terlambat. Aku berasumsi bahwa begitu Xie Wuyue merebut kembali tahtanya, dia akan membasmi semua orang yang berpihak pada Zhuo Fan. Gui Hu mungkin tidak akan lolos, makanya aku berkhianat. Kalian boleh percaya apa saja, tapi semua yang kulakukan ini demi muridku."
"Guru!" Gui Hu terharu hingga nyaris menangis.
Yang lain mengangguk, untuk sementara mempercayainya. Alasannya sederhana: mereka tidak menemukan alasan lain mengapa ia mau menyelamatkan mereka.
Ia melakukannya demi menyelamatkan Gui Hu, yang berarti menyelamatkan mereka juga—para sahabatnya. Semakin banyak orang yang selamat, semakin besar pula kaitan yang bisa mereka bangun dan semakin tinggi peluang Gui Hu untuk tetap hidup.
Ini berarti menyelamatkan Gui Hu sama dengan menyelamatkan mereka semua.
"Ikutlah dengan ku, aku akan menyelundupkan kalian keluar sekte. Kita berada di dalam tim yang sama sekarang. Untuk bertahan hidup dari kejaran Xie Wuyue, kita harus bekerja sama."
Tetua Agung terbatuk dan wajahnya mengeras.
Qi Changlong mengibaskan lengan bajunya, matanya menyala-nyala oleh amarah, "Tidak, kakekku dan yang lainnya..."
"Nyawa kalian sendiri saja sedang dipertaruhkan dan kalian masih sempat memikirkan orang lain?"
Tetua Agung memotong ucapannya dengan bentakan, "Sekte Pengikut Surga dan Sekte Surga Mistik telah mengepung tempat ini. Tapi kakek-kakek kalian juga bukan orang sembarangan. Mungkin mereka bisa lolos. Tapi jika kalian kembali sekarang, mereka harus menjaga kalian dan kalian justru akan menjadi beban bagi mereka. Menurutku, menyelamatkan diri kalian sendiri adalah cara terbaik untuk membantu mereka."
Bibir Qi Changlong bergetar dan bahunya terkulai lemas. Bai Lian memahami perasaannya dan menundukkan kepalanya.
Sisanya menggigit bibir, merasakan kebencian yang mendalam karena merasa tak berdaya.
Tetua Agung berkata, "Jika kalian sudah paham, ayo kita pergi. Kita harus pergi sekalipun kalian tidak rela. Tinggal di sini tidak akan menolong siapapun."
Tetua Agung memimpin di depan, meninggalkan kobaran api yang mengamuk di belakang mereka.
Tetua Agung benar, yang bisa mereka lakukan dengan kekuatan yang minim ini adalah memendam kebencian itu dalam-dalam. Mereka akan membasmi keturunan para pengkhianat ini di masa depan.
Sementara itu, sepuluh mil dari Sekte Penentu Iblis, di sebuah sudut gelap hutan, ketiga iblis terengah-engah setelah berlari. Melihat tidak ada seorang pun yang mengejar di belakang, mereka berhenti untuk mengatur napas.
"Sialan, bagaimana bisa sekte hancur secepat itu?" Iblis Yang menatap yang lain dengan tidak percaya.
Mereka menggelengkan kepala.
Iblis Yang mengerutkan kening, menatap ke belakang dengan rasa sakit di hatinya, "Setelah tinggal di sana selama berabad-abad, melihatnya musnah begitu saja... Sial, siapa yang melakukan ini? Sembilan sekte wilayah barat? Aku akan langsung pergi ke Manor Naga Ganda. Aku harus membalaskan dendam ini!"
"Iblis Yang, ada yang aneh dengan hal ini," ucap Iblis Yin. "Kecuali ada campur tangan dari luar wilayah barat, tidak mungkin mereka mengabaikan aturan Manor Naga Ganda..."
Iblis Yang berteriak, "Maksudmu ini dilakukan oleh seseorang dari wilayah lain?!"
"Omong kosong!" Sebuah bentakan terdengar disusul dengan serangan telapak tangan ke punggungnya.
Terkejut, Iblis Yang balas menyerang, "Serangan musuh!"
Bam!
Kedua telapak tangan itu beradu. Tubuh gemuk Iblis Yang tetap berdiri kokoh di posisinya, sementara penyerangnya terpental ke belakang dan memuntahkan darah.
[Bukankah dia lemah?]
Terkejut, Iblis Yang mengerjap-ngerjapkan matanya lebar-lebar dan tertawa, "Mengirim orang Lemah begini untuk menghadapi kita? Jelas sekali mereka ingin kita balas membunuh mereka."
"Jika aku tidak terluka, lelaki gemuk sepertimu tidak akan selamat dari telapak tanganku!"
Rambut putih pria itu tampak kusut, menutupi wajahnya, namun suaranya langsung dikenali.
Ketiga iblis itu terperanjat. Mereka berseru, "Yang Mulia Bai, kenapa kau menyergapku? Apakah kau membawa musuh ke sini? Dan sekarang kau ingin membunuhku?"
"Berhentilah bersandiwara seolah kau tidak tahu siapa pelakunya!" Yang Mulia Bai meraung, menggertakkan gigi ke arah mereka.
Ketiga iblis itu kebingungan.
Yang Mulia Bai mengejek, "Kalian semua ini sekumpulan pembohong. Kau dan dia sudah berteman begitu lama tapi tidak tahu rencananya? Kalau saja aku tahu dari awal, aku pasti sudah membunuhnya saat kita punya kesempatan dan mendongkrak Pelayan Zhuo..."
Yang Mulia Bai dipenuhi penyesalan.
"Sebenarnya siapa yang kau bicarakan?!"
"Dia sedang membicarakan aku, Pemimpin Sekte Sekte Penentu Iblis yang sesungguhnya!" Suara dingin terdengar saat Xie Wuyue memimpin belasan pakar Alam Eter mendekat...
Chapter 787 · 5m baca
Hounded
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter