“Apa yang terjadi dengan dua orang dari Sekte Skema Iblis itu? Apa mereka sudah mati?” Merasa gelisah tanpa alasan, Xuan Shaoyu mencengkeram bahu murid itu dan bertanya.
Murid itu merasa sedikit ketakutan, menahan rasa sakit di bahunya saat ia terbata-bata, “Mereka dan Ketua Sekte awalnya berselisih. Ketua Sekte memberi perintah untuk membunuh mereka, tapi kemudian—”
“Lalu apa?” Xuan Shaoyu menatapnya lekat-lekat.
Menelan ludah, pria itu ragu-ragu, “Lalu Ketua Sekte menyuruh kami pergi. Mereka mengobrol lagi, sepertinya mencapai kesepakatan, lalu Ketua Sekte menyuruhku membawa para wanita itu—”
“Enyah!”
Xuan Shaoyu membentak, mendorongnya. Pucuk pipinya berkedut, matanya memancarkan amarah yang meledak-ledak, “Mencapai kesepakatan? Apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh orang tua bangkotan itu? Bukankah sudah kukatakan Zhuo Fan harus dibunuh? Kenapa mereka malah mengobrol?”
Murid itu perlahan bangkit berdiri, bahkan tidak berani menatap mata sang tuan muda yang sedang marah itu, “Tuan muda, jika hanya itu. Aku harus menyampaikan perintah…”
“Tunggu!”
Xuan Shaoyu membentak, membuat pria itu hampir menangis ketakutan. Ia tidak tahu bagaimana cara menghadapi tuan muda yang begitu gila ini. Ia takut tuan muda itu akan meledak dan membunuhnya.
Sejak Pertemuan Naga Ganda, tuan muda menjadi tidak seperti biasanya, suasana hatinya sangat labih. Banyak sesama murid junior yang dibunuh hanya karena kemauan sesaat.
Itu mungkin bukan masalah besar jika ini adalah sekte iblis.
[Tapi kita berada di sekte lurus! Bagaimana bisa kau membunuh sembarangan?]
Namun, karena dia adalah putra Ketua Sekte, tidak ada pilihan lain selain menanggungnya.
Pria itu berbicara di ambang tangisan, “Tuan muda, ada yang bisa kubantu?”
“Aku ikut denganmu. Aku ingin melihat permainan apa dimainkan Zhuo Fan hingga bisa membuat orang tua itu gelisah.” Xuan Shaoyu mengepalkan tinjunya sementara wajahnya berkerut karena murka.
Lima belas menit kemudian, pintu besi berat itu terbuka dengan suara derit. Xuan Shaoyu dan murid itu sudah kembali ke dalam.
Chu Qingcheng mengejek, “Sudah kembali?”
Xuan Shaoyu merasa jengkel. Ia tidak menjawab. Murid itu melangkah maju, “Atas perintah Ketua Sekte, saudari senior Qingcheng dan Qianying, silakan datang ke Aula Utama.”
“Untuk apa kami harus pergi?” Chu Qingcheng balik bertanya.
Murid itu menggelengkan kepala. “Aku tidak tahu. Setelah Ketua Sekte berbicara dengan kedua murid dari Sekte Skema Iblis itu, dia menyuruhku memanggil—”
Plak!
Sebelum ia sempat menyelesaikan kalimatnya, murid itu mengalami nasib sial berupa tamparan keras. Tamparan itu menghantam pipinya dengan begitu kuat hingga darah mengalir dari mulutnya dan ia pun tersungkur.
“Tugasmu adalah menyampaikan perintah, bukan banyak bicara!” Xuan Shaoyu mendelik.
Murid itu diliputi perasaan tidak adil, namun tidak sepatah kata pun ia keluarkan. Para gadis itu sangat gembira. Zhuo Fan berhasil membuat Ketua Sekte Xuan membebaskan mereka.
Han Qianying terkejut dan bergumam tak percaya. “Kui Lang yang kasar itu tahu cara berunding? Pasti ini ulah Zhuo Fan. Qingcheng, priamu benar-benar hebat bisa membuat Ketua Sekte mengalah.”
Chu Qingcheng tersimpum senyum, rasa bangganya terhadap Zhuo Fan tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata.
Xuan Shaoyu merasa terganggu melihat ekspresi wajah mereka dan hampir meledak amarahnya.
“Jangan senang dulu. Kalian mungkin pergi ke Aula Utama hanya untuk melihat Zhuo Fan berlutut memohon belas kasihan ayahku. Lupakan saja!”
Xuan Shaoyu membentak, “Pengawal, bawa mereka!”
“Baik!”
Seseorang datang untuk mengawal mereka. “Tunggu!”
Mereka menoleh ke arah Shui Ruohua.
“Bolehkah aku ikut ke Aula Utama untuk melihat juga?” Shui Ruohua bersuara.
Xuan Shaoyu menyipitkan mata lalu mengangguk dengan senyum mengejek, “Tentu, saudari senior Ruohua, kau dulu selalu menjagaku, tapi sejak keparat itu muncul, kau berubah. Apa kau juga telah terpikat olehnya? Kalau begitu, aku akan membawamu juga, untuk melihat siapa pemenang sebenarnya di antara kita.”
Xuan Shaoyu menjentikkan jarinya dan orang lain datang menghampiri Shui Ruohua untuk membawanya.
Merona merah, Shui Ruohua melirik ke arah Chu Qingcheng, namun yang ia dapatkan sebagai balasan adalah tatapan penuh rasa ingin tahu. Ia pun terpaksa menundukkan wajahnya yang semerah tomat, tidak berani menatap lurus ke arahnya.
Xuan Shaoyu dan ketiga gadis itu berjalan dengan angkuh menuju Aula Utama.
“Qianying!”
Melihat para gadis itu, Kui Lang yang tadinya gelisah langsung bangkit berdiri dan menghampiri gadis yang sudah dua puluh tahun tidak ditemuinya itu, lalu memegang wajahnya yang lembut.
Han Qianying bergetar, kedua tangannya dengan lembut meraba wajah yang sudah menua itu sambil berbisik lembut, “Sudah lama sekali, Kui Lang.”
“Iya, iya, anak itu sudah tumbuh dewasa…” Kui Lang mengangguk, tercekat oleh emosi.
Zhuo Fan tersenyum, lalu ia menatap Chu Qingcheng namun tidak terburu-buru menghampirinya. Ia hanya meletakkan cangkir tehnya dengan anggun dan berjalan mendekatinya. “Aku datang untuk membawamu pergi.”
“Tunggu sebentar.”
Zhuo Fan belum sempat mencapainya ketika Chu Qingcheng menghentikannya, “Kau datang untuk membawaku? Begitu saja? Kenapa?”
Semua orang tertegun, tidak mengerti maksudnya. Shui Ruohua adalah orang yang paling bingung.
[Bukankah dia selalu ingin melihat Zhuo Fan? Kenapa sekarang menolak?]
Zhuo Fan terkekeh, “Ya, aku tidak datang hanya untuk membawamu. Aku ingin memberikan jawaban yang tertunda selama sepuluh tahun.”
Mata Chu Qingcheng bergetar saat ia tersenyum. “Apa kau masih ingat pertanyaannya?”
“Tentu saja aku ingat.”
Zhuo Fan menarik napas dalam-dalam lalu mulai berkata, “Aku ingat kau bertanya padaku di Kota Bunga Melayang, apakah aku memiliki alasan untuk tinggal lebih lama.”
Chu Qingcheng mengangguk, “Dan aku ingat kau menjawab tidak.”
“Aku berbohong, dan karenanya aku bahkan batuk darah, alasan di balik darah yang kau lihat saat itu.”
Mata Zhuo Fan berkaca-kaca, seolah mengenang perasaan tersebut. “Sekarang aku ingin menjawabmu sekali lagi. Di Kota Bunga Melayang, satu-satunya alasan yang kupunya untuk ingin tinggal adalah menghabiskan sisa hidupku di rumah reot itu. Karena di sanalah aku tinggal bersama orang yang tidak pernah ingin kutinggalkan.”
Bibir Chu Qingcheng bergetar lalu melebar dalam senyuman yang memukau, “Apakah ini hanya kebohongan lain?”
“Siapa yang tahu? Kau punya sisa hidupmu untuk membuktikannya.” Zhuo Fan tersenyum sambil merentangkan tangannya. “Apakah kau bersedia menjalani sisa hidupmu di sisi iblis ini, untuk membuktikan jawaban tersebut?”
Chu Qingcheng terkikik, “Iblis bermuka tebal, aku akan mengawasimu seumur hidupku untuk melihat apakah kau berbohong. Jika aku tahu kau berbohong, huh—”
Chu Qingcheng menghentakkan kakinya lalu menerjang ke pelukan Zhuo Fan dengan erat. Ia memejamkan mata dan mendengarkan detak jantungnya sambil berbisik, “Mulai sekarang, aku akan selalu mendengarkan suara ini, untuk mengenalimu.”
“Aku sangat bahagia.” Ia melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu sementara kelembutan terpancar di wajahnya. Ia menarik napas dalam-dalam, merasa seolah seluruh dunia berada dalam kedamaian.
Atau mungkin, ia merasa telah memiliki seluruh dunia.
Shui Ruohua memperhatikan dengan terpana dan menghela napas kecewa, namun tetap mendoakan yang terbaik untuk mereka.
Kui Lang juga tersenyum, ikut berbahagia untuknya.
Hanya Xuan Shaoyu yang mendidih karena amarah, siap menyemburkan api bak gunung berapi, “Iblis keparat, aku tidak akan menyerahkan saudari junior Qingcheng kepadamu!”
“Ayah, apa-apaan ini? Kenapa ayah menyerahkan mereka kepada para iblis ini? Jika berita ini menyebar, siapa yang akan menghormati Sekte Surga Mistis lagi? Bagaimana dengan aku dan penyakitku…”
Xuan Shaoyu menoleh ke arah Ketua Sekte Xuan, yang mulai membeberkan alasan mengapa hal ini tidak boleh dilakukan.
[Dengan memberikan Chu Qingcheng kepada Zhuo Fan, bagaimana caraku memulihkan ketidakseimbangan elemenku? Aku masih membutuhkan keperawanannya! Dia hanya boleh menjadi wanitaku!]
Ketua Sekte Xuan mengetahui semua itu namun tetap bergeming. Karena ia ingin putranya selamat dan batu-batu itu berada di tangannya.
Ketua Sekte Xuan berkata, “Zhuo Fan, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan. Apakah kau akan menepati janjimu?”
“Janji apa? Kapan aku pernah berjanji padamu?” Zhuo Fan mengejek, mengingkari kata-katanya seketika itu juga.
Ketua Sekte Xuan membentak, “Zhuo Fan, beraninya kau mempermainkanku? Jangan lupa, kau sedang berada di Sekte Surga Mistis sekarang!”
“Lalu memangnya kenapa? Aku toh sudah mendapatkan apa yang kuinginkan, ha-ha-ha…” Mata Zhuo Fan berkilat, senyumannya tampak begitu iblis…
Chapter 738 · 5m baca
The Answer
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter