The Steward Demonic Emperor - Chapter 689 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 689 · 6m baca

Soul Chain Array

by Night Owl

Arena telah dipadati oleh penonton sejak pagi buta, bukan hanya oleh delegasi dari berbagai negara, melainkan juga oleh tim dari setiap sekte.

Meskipun jiwanya terluka parah, Han Yunfeng yang berwajah pucat tetap menyeret tubuhnya yang kelelahan untuk menonton.

Hari ini adalah hari di mana seluruh wilayah daratan barat akan mengalami perombakan besar. Sekte tingkat tiga bawah yang tadinya dipandang sebelah mata kini berhasil merangsek maju ke hadapan sekte-sekte tingkat tiga atas dan menantang para penguasa yang tak tersentuh selama ribuan tahun.

Semua orang menunggu saat ini untuk melihat apakah mahkota para raja itu masih akan bertengger di kepala mereka lebih lama lagi.

Whoosh~

Sang hakim sekali lagi menampakkan diri di atas arena. Ia membungkuk hormat kepada para yang mulia dan memandang ke arah penonton dengan rona merah di pipinya. Tampaknya ia sangat antusias menyambut hari ini, sama seperti orang-orang lainnya.

"Tim dari kelima sekte, silakan masuk!"

Sekte Ultimate Clarity, Hellion Flame, dan Universal Righteous Sect memimpin dengan muncul secara bersamaan. Para pemimpin tim dari Sword God Sect dan Demon Scheming Sect menyusul di belakang mereka, berjalan dengan santai.

Begitu Zhuo Fan muncul, penonton langsung bersorak riuh. Sudah menjadi rahasia umum sekarang bahwa satu-satunya alasan sekte tingkat tiga bawah yang kecil itu bisa mencapai titik ini adalah karena murid inilah yang merintis jalannya.

Tentu saja, semua orang akan memerhatikan pemimpin yang luar biasa ini. Mereka sangat ingin melihat keajaiban seperti apa lagi yang akan ia ciptakan selanjutnya.

Hanya Universal Righteous Sect yang memandang Zhuo Fan bagaikan wabah penyakit di daratan ini, dipenuhi dengan kebencian dan sedikit rasa takut.

Hakim menyapu pandangannya yang dingin ke seluruh penjuru. Meskipun sudah sangat jelas, ia harus tetap mengikuti prosedur. "Murid-murid Sword God Sect, apakah kalian ingin menantang sekte-sekte tingkat tiga atas?"

"Tentu saja!" seru Wen Tao penuh semangat.

Sang hakim mengangguk.

[Keberanian yang luar biasa! Jiwa mereka jelas terluka tapi mereka masih datang untuk bertarung. Mereka benar-benar murid sejati Sword God Sect!]

Sang hakim beralih menatap Zhuo Fan dan berteriak, "Murid-murid Demon Scheming Sect, apakah kalian menantang sekte-sekte tingkat tiga atas?"

Suara sang hakim menggema di telinga setiap orang yang hadir di sana. Semua mata kini tertuju pada Zhuo Fan, menantikan jawabannya.

Zhuo Fan bergumam sejenak, lalu melirik Ye Lin sebelum berseru, "Itu sudah pasti, karena akulah yang terkuat di sini!"

Riuh rendah suara penonton langsung meledak.

Janji Zhuo Fan lebih dari sekadar rasa percaya diri. Semua orang bergidik mendengar ucapannya.

[Kami tahu kau sangat tangguh, tapi kau masih harus melalui jalan panjang untuk menjadi yang terkuat!]

[Jangan lupa masih ada talenta terbaik daratan barat, Wu Qingqiu. Bahkan jika kita mengabaikannya, masih ada Ye Lin yang sedang naik daun!]

Meskipun keduanya belum pernah benar-benar bertarung, dari apa yang telah mereka tunjukkan sejauh ini, semua orang percaya bahwa kemampuan Ye Lin tidak kalah dari Zhuo Fan.

[Untuk apa kau berani melontarkan pernyataan selancang itu?]

Yang Mulia Double Dragons saling berpandangan, sama-sama bingung. Semua orang tahu Zhuo Fan sangat tenang dan bukan tipe pembual yang tidak tahu di mana posisinya berdiri.

Ucapan Ye Lin berikutnya membuat semua orang mengerti apa yang sedang terjadi.

"Zhuo Fan, akulah murid terkuat di daratan barat. Kau hanya runner-up, dan kakak seperguruanku ada di urutan ketiga." Ye Lin berbicara dengan penuh kekuatan dan keyakinan.

Kerumunan penonton menjadi semakin bersemangat sekarang. Melihat keduanya saling bertukar tatapan tajam, mereka diliputi oleh perasaan yang aneh.

Rasanya seperti melihat dua ekor harimau yang memperebutkan satu gunung yang sama.

[Pertarungan antara keduanya pasti akan sangat luar biasa!]

Wu Qingqiu menggelengkan kepalanya, "Adik seperguruan, jangan seret aku ke dalam pertarungan kalian. Lagipula, aku sudah menjadi talenta terbaik di daratan barat bahkan sebelum kau ada, jadi bagaimana bisa kau menempatkanku di posisi ketiga? Kau seharusnya tidak mengatakannya meskipun itu benar?"

"Wu Qingqiu, apakah adik seperguruanmu itu sebenarnya adalah kakak seperguruan rahasia selama dua dekade? Ha-ha-ha..." Yan Mo merasa ingin mengggodanya. Namun, setelah itu ia merasa sedih.

Dulu, satu-satunya orang yang menjadi lawannya, targetnya, hanyalah Wu Qingqiu. Dengan mengalahkannya, ia akan menjadi yang terbaik di daratan barat. Tapi takdir berkata lain, ada dua orang aneh di sekitarnya yang justru mendepak Wu Qingqiu ke posisi ketiga. Lalu akan jadi apa posisinya sendiri?

Rasanya tujuannya selama ini justru semakin menjauh darinya.

Yan Mo menghela napas, merasa sama tertekannya dengan Wu Qingqiu.

Hanya kelopak mata Zhao Dezhu yang berkedut-kedut, dipenuhi dengan kebencian yang membara saat keduanya saling berhadapan.

Panggung tantangan sekte-sekte tingkat tiga atas dilangsungkan secara berurutan.

[Kalian bahkan belum melewati Universal Righteous Sect, tapi kalian malah hanya peduli pada keparat dari Ultimate Clarity Sect itu? Apa kalian menganggap kami angin lalu?]

[Kalian benar-benar sangat menyebalkan!]

[Tunggu saja pembalasanku, Zhuo Fan...]

Zhao Dezhu mendelik penuh kebencian sambil mendengus, sorot matanya memancarkan kilatan yang semakin dingin.

"Para rival memang harus bertarung untuk menentukan siapa pemenangnya!"

Yang Mulia Hei Ran menatap Yang Mulia Bai Mei dan terkekeh, "Ha-ha-ha, Zhuo Fan tahu betul apa yang sedang dilakukannya. Dia sama sekali tidak ceroboh sebelum menghadapi lawan yang sesungguhnya!"

"Sebelum menang atau kalah, setiap orang harus menanamkan keyakinan di dalam hati mereka. Jika tidak, pertempuran akan sudah kalah bahkan sebelum dimulai. Deklarasi Zhuo Fan sebagai yang terkuat telah memutus segala jalan mundur. Segera, mereka berdua akan menunjukkan kemampuan terbaik yang mereka miliki. Ini akan menjadi pertarungan yang sangat layak untuk disaksikan!"

Yang Mulia Bai Mei tampak gembira, bahkan jauh lebih tidak sabar daripada penonton di bawah sana.

Hu~

Sang hakim berdiri di antara Zhuo Fan dan Ye Lin, memutus percikan ketegangan di antara keduanya.

Menatap tajam ke arah Zhuo Fan lalu beralih ke Ye Lin, sang hakim mendengus, "Apa yang kalian berdua tatap? Masih terlalu cepat bagi kalian untuk bertarung. Giliran kalian akan tiba pada waktunya. Kenapa terburu-buru?"

Sss~

Zhao Dezhu memutar bola matanya, hampir tersedak oleh amarahnya sendiri.

[Hei, Tuan Hakim, kau seharusnya bersikap netral. Tidakkah kau bisa sedikit saja bersikap adil? Apa maksud dari ucapanmu itu? Kenapa kau mengabaikan kami?]

[Jika giliran mereka yang akan tiba, apakah itu berarti Universal Righteous Sect pasti akan kalah?]

[Jika bahkan kau saja sudah menganggap kami sebagai pecundang, lalu apa gunanya bertarung?]

Wajah para murid Universal Righteous Sect menjadi pucat satu per satu, terdiam dalam kebisuan yang suram. Hal serupa juga terjadi di kubu Hellion Flame.

Universal Righteous Sect bukan satu-satunya yang berada di hadapan para penguasa puncak. Ada juga Hellion Flame. Mereka tidak begitu dipenuhi kebencian karena pemimpin mereka, Yan Mo, bukanlah seorang suci, dan ia juga tidak keras kepala. Ia benar-benar mengagumi kekuatan Zhuo, jadi ia hanya merasa sedikit kecewa, itu saja.

Berkat intervensi sang hakim, keduanya kembali ke posisi masing-masing. Pertandingan berikutnya adalah pertarungan antara Universal Righteous Sect dan Sword God Sect.

Seperti yang sudah diduga, tim Sword God Sect yang mengalami luka jiwa harus berhadapan dengan taktik licik Universal Righteous Sect dalam hal menghemat tenaga, membuat mereka kewalahan dan memotong pendek tantangan mereka.

Kini giliran Demon Scheming Sect untuk bertarung melawan Universal Righteous Sect dalam pertarungan tim.

Semua orang duduk di ujung kursi mereka, menyaksikan penantang terakhir memulai pertarungannya.

Hum~

Kedua penjaga gerbang membuat gestur segel dan membuka pintu menuju arena pertarungan. Zhuo Fan menyentuh Cincin Petir saat ia memimpin timnya masuk ke dalam. Universal Righteous Sect juga tidak mau tinggal diam dan segera mengikutinya.

Whoosh~

Kedua tim sudah berada kembali di lembah terpencil itu. Zhuo Fan melambaikan tangannya, menyuruh anggota timnya yang lain untuk mundur sedikit sementara ia maju sendirian. Ia kemudian menampilkan senyuman jahat, "Kalian semua tidak usah ikut campur. Aku ingin menjadikan orang-orang ini sebagai kelinci percobaan untuk jurus baruku."

"Zhuo Fan, keangkuhanmu sudah melewati batas. Kau berani menghadapi kami bersepuluh seorang diri?" Zhao Dezhu memicingkan mata dan membentak.

Zhuo Fan mengejek, "Dalam setiap pertempuran, kalian tidak pernah sekalipun mengerahkan kemampuan penuh. Aku seorang diri saja sudah lebih dari cukup. Sebenarnya, kalian harusnya merasa terhormat karena para pengecut licik seperti kalian mendapat kehormatan dilawan olehku."

"Kau ini..."

Mulut Zhao Dezhu berkedut-kedut saat ia menatap tajam ke arah Zhuo Fan. Auranya bergejolak, namun ia segera berhasil menguasai diri dan menampilkan senyuman ganjil, "Humph, Universal Righteous Sect selalu berjuang demi keadilan yang benar. Bahkan jika semua orang salah paham terhadap tujuan mulia kami, itu tidak masalah. Selama kami bisa menghentikan kalian para iblis untuk masuk ke sekte-sekte tingkat tiga atas, kami akan menghentikan pertumbuhan jalur sesat. Kami tidak akan gentar menghadapi kematian. Kami tidak akan goyah!"

"Kau bilang kami tidak bertarung secara maksimal dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya. Baik, sekarang kami akan menggunakan segalanya untuk menghadapi kalian, para iblis. Tidak masalah jika yang lain ingin bergabung. Kami tidak peduli dengan iblis-iblis picisan. Kami hanya ingin berurusan dengan kejahatan utamanya!"

Zhao Dezhu membentuk segel tangan dan melesat maju. "Formasi Sepuluh Orang, Rantai Jiwa!"

Sembilan murid lainnya juga bergerak, mendarat membentuk lingkaran di sekeliling Zhuo Fan sambil merapal segel tangan mereka.

Pada saat itu, angin tiba-tiba berubah arah, bertiup kencang seiring suara derincing rantai yang menggema di udara.

Rantai-rantai tak kasat mata melesat keluar dari setiap murid, saling terhubung dan membentuk lingkaran yang rapat. Sebuah penghalang tak terlihat tercipta dan mengurung Zhuo Fan serta kesepuluh orang itu dari dunia luar...

Gunakan ← → untuk pindah chapter