The Steward Demonic Emperor - Chapter 656 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 656 · 6m baca

Qu Shen

by Night Owl

“Tapi mereka bilang Zhuo Fan melumat para murid Sekte Penjinak Binatang dengan satu kepalan tangan, bahkan sesepuhnya. Tidak mungkin dia bahkan tidak bisa bereaksi terhadap serangan telapak tanganku.”

Tetua Qi merasa curiga. Ren Cong juga melihatnya namun mengabaikan kecurigaan itu, “Ha-ha-ha, tidak usah berpikir terlalu keras tentangnya, Tetua Qi. Zhuo Fan baru berada di Tahap Radiant tingkat 3. Seberapa kuat sih dia? Rumor itu pasti dibesar-besarkan. Kalau tidak, kenapa dia tiba-tiba memilih duduk diam ketika semua sekte hadir untuk melihatnya? Aku yakin dia hanya menakut-nakuti para murid tiga sekte menengah agar menyerah saat bertarung dengannya. Hanya orang picik yang menggunakan trik murahan.”

“Mengenai kematian sesepuh Sekte Penjinak Binatang, Yang Mulia Dwi Naga telah mengumumkan bahwa dia melanggar aturan karena menyerang tamu dan dieksekusi oleh Yang Mulia Hei Ran. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan keparat itu. Aku yakin itu cuma rumor lain yang dia sengaja sebarkan untuk menakut-nakuti orang lain. Tapi tidak denganku, aku tidak akan tertipu, ha-ha-ha…”

Tetua Qi menatap Ren Cong dan akhirnya mengangguk. “Tuan muda memang bijak. Aku pasti sudah terlalu tua sampai-sampai termakan trik anak kecil.”

“Yang baru menggantikan yang lama, ha-ha-ha…”

Ren Cong merasa sangat bangga pada dirinya sendiri, lalu menatap kedua pemuda di sampingnya, “Cong Shan, Cong Lin, dalam pertarungan besok, jika yang lain mempercayainya, pastikan kalian langsung membunuh Zhuo Fan untuk mematahkan semangat mereka dan menunjukkan kepada semua orang betapa dia seorang pembohong. Urusan sisanya bereskan nanti, paham?”

“Dimengerti, tuan muda.” Keduanya mengangguk.

Senyum Ren Cong semakin lebar.

Besok, semua orang akan melihat bagaimana mereka tertipu oleh kebohongan besar anak itu.

[Hanya aku, Ren Cong dari Sekte Heaven Trailing, yang melihat kebenaran.]

[Karena kekuatan tidak bisa mengalahkannya, aku akan menggunakan kecerdasan, he-he-he…]

Pagi hari di hari kedua, arena sudah dipadati penonton. Meskipun ini adalah panggung tantangan tiga sekte menengah, tiga sekte teratas juga turut hadir.

Hanya saja, kali ini mereka penasaran dengan dua orang. Yang pertama adalah kuda hitam paling misterius sepanjang masa, yang berasal dari Sekte Demon Scheming, yaitu Zhuo Fan.

Yang kedua adalah orang yang bahkan lebih mereka perhatikan, karena bukan hanya dirinya sendiri, tetapi seluruh sektenya adalah yang terkuat di antara tiga sekte menengah, yaitu Pedang Lembut Wen Tao dari Sekte Sword God.

“Ha-ha-ha, tiga sekte teratas yang selalu tak terkalahkan selama ribuan tahun kini mulai terusik. Tapi yang naik bukanlah Sekte Demon Scheming, melainkan Sekte Sword God! Aku penasaran siapa yang akan tersingkir.”

Wu Qingqiu terkekeh, menyaksikan lautan manusia yang berdatangan.

Yan Mo juga ada di sana, “Apa gunanya bertanya? Sekte yang paling berpotensi turun adalah Sekte Universal Righteous. Itulah akibatnya jika selalu berada di posisi paling buncit.”

“Kamu begitu yakin mereka akan berada di posisi terbawah lagi kali ini?” Wu Qingqiu mengangkat alisnya.

Yan Mo mengangguk tanpa ragu, “Tentu saja, selalu seperti ini. Perebutan posisi nomor satu di antara tiga sekte teratas selalu terjadi di antara dua sekte kita, sementara Sekte Universal Righteous hanya sekadar pelengkap.”

“Aku tidak peduli apakah mereka berada di bawah, atau bahkan jika kita yang di bawah. Aku hanya berharap pria itu segera bertarung denganku. Hanya itu yang kuinginkan. Seseorang tidak akan pernah bisa tenang sebelum bertarung melawan rival takdirnya!” Ye Lin merasa bosan setengah mati, mencari targetnya di antara penonton.

Yan Mo bertanya, “Hei, rasanya aku ingin bertarung denganmu.”

“Kamu?”

Ye Lin mengejek, “Tidak ada gunanya, sekarang enyah sana!”

“Kamu…” Yan Mo tersedak kesal, sementara Wu Qingqiu tertawa.

Wus!

Sang juri kembali muncul di atas panggung, membungkuk ke udara kosong, “Selamat datang, Yang Mulia!”

“Selamat datang, Yang Mulia!” Orang-orang lainnya turut membungkuk.

Yang Mulia Dwi Naga muncul di kursi kehormatan mereka dan memberi isyarat agar hadirin duduk kembali.

Yang Mulia Hei Ran bersuara, “Mulai!”

“Tiga sekte menengah dan tiga sekte rendahan, masuki arena!” Juri berteriak.

Sekte Sword God, Sekte Demon Soul, dan Sekte Heaven Trailing berjalan memasuki arena. Setelah mereka menyusul Sekte Mystical Heaven dan Sekte Demon Scheming.

Melihat Zhuo Fan memimpin timnya dan tidak tampak seperti akan duduk diam kali ini, para penonton langsung bersemangat karena tahu dia akan bertarung.

Yan Mo, Wu Qingqiu, dan yang lainnya juga merasa antusias. Wu Qingqiu sangat ingin tahu apa yang bisa dilakukan anak ini hingga mendapat penilaian tinggi dari juniornya yang aneh itu.

Wen Tao menyeringai pada Zhuo Fan, dipenuhi dengan semangat juang, “Zhuo Fan, reputasimu mendahuluimu. Kita akhirnya akan bisa melihat sekilas kemampuanmu. Kuharap kau tidak mengecewakan nama besarmu.”

“Lawan aku, dan kau akan melihatnya.” Zhuo Fan memutar bola matanya.

Wen Tao tertegun sejenak, lalu mengangguk, “Aku akan menunggu.”

Han Yunfeng menatap Zhuo Fan, lalu akhirnya berkata, “Senang berkenalan denganmu, Zhuo Fan, aku putra sulung Sekte Demon Soul—”

“Han Sulung!” Zhuo Fan memotong perkataannya, memicu beberapa tawa tertahan dari Sekte Demon Scheming dan Sekte Demon Soul.

Han Yunfeng terbatuk kecil dan berkata, “Aku Han Yunfeng. Karena ajaran keras ayahku, dia hanya memberi nama pada kami bertiga setelah usia lima tahun, tergantung pada kekuatan kami. Hanya yang terkuat yang berhak mendapat nama, sementara yang lain tidak memilikinya. Itulah sebabnya hanya aku yang punya nama. Mereka adalah putra kedua dan putra ketiga.”

“Oh, ayahmu benar-benar kejam. Pantas saja dia Pemimpin Sekte iblis.” Zhuo Fan mengangguk, lalu sebuah pertanyaan terlintas di benaknya.

[Jika Pemimpin Sekte bersikap begitu kejam, apakah dia tidak memiliki rasa kasih sayang pada anak-anaknya?]

[Ugh, jalan iblis memang penuh dengan misteri.]

Han Yunfeng melanjutkan, “Aku tadinya berencana melawanmu di Pertemuan Dwi Naga, tapi aku mempertimbangkannya kembali. Sangat tidak bijak melakukan sesuatu yang sudah kau tahu akan gagal. Jadi, meskipun ada sedikit penyesalan, jika kau ingin menantang kami, Sekte Demon Scheming terpaksa harus menolak undanganmu.”

Alis Zhuo Fan berkedut kagum, menatap lawannya dengan pandangan baru.

[Anak ini tahu kapan harus mundur, layaknya seorang pria sejati yang berambisi. Dan dia juga putra seorang Pemimpin Sekte. Sangat berbeda dari seseorang tertentu…]

Pandangan mata Zhuo Fan beralih ke arah Ren Cong, yang masih memasang senyum sinis di wajahnya, “Bodoh, dia mempercayai kebohonganmu. Dan kau masih termakan gertakannya?”

Zhuo Fan menggelengkan kepala, menggaruk hidungnya, dan memberikan mengheningkan cipta sejenak sebagai penghormatan.

Yang Mulia Dwi Naga melihat kemunculan Zhuo Fan dan terkejut. Mereka saling berpandangan lalu mengangguk.

Mereka sempat mengira Zhuo Fan terlalu kuat untuk tahap awal kompetisi ini, namun setelah mengamati panggung tiga sekte menengah, mereka menyadari para murid kali ini bukanlah tandingan yang lemah.

Tanpa bantuan Zhuo Fan, Sekte Demon Scheming tidak akan punya apa-apa untuk diandalkan hari ini, yang pada akhirnya akan mencederai penilaian adil mereka terhadap potensi sekte tersebut. Oleh karena itu, mereka membiarkan Zhuo Fan bertarung.

Zhuo Fan mendongak dan menyadari anggukan samar mereka, tahu bahwa dirinya bebas untuk beraksi sepenuhnya.

Dia sedang di atas angin!

“Dalam kategori tunggal tiga sekte rendahan, Sekte Mystical Heaven keluar sebagai pemenang. Dalam pertandingan tim, Sekte Demon Scheming pemenangnya. Berdasarkan aturan Pertemuan Dwi Naga, Sekte Mystical Heaven dapat mengambil inisiatif untuk menantang sekte lain hanya di pertandingan tunggal, sementara Sekte Demon Scheming hanya dapat menantang sekte lain dalam pertarungan tim. Sekte sekalian, siapa yang akan kalian tantang?”

Juri menoleh ke arah kedua tim.

Tetua Yun membungkuk, “Sekte Mystical Heaven milikku selalu berada di bawah bimbingan Sekte Heaven Trailing. Meskipun kami cukup beruntung meraih posisi pertama di panggung tiga sekte rendahan kali ini, kami hanya ingin mempertahankan posisi kami dan tidak berniat menyinggung sekte menengah mana pun. Sekte Mystical Heaven menolak untuk mengajukan tantangan.”

[Penjilat!]

Semua orang di sana merasa ingin muntah mendengar kata-kata lelaki tua licik ini.

[Dia menjilat di usianya yang sudah senja? Apa dia tidak punya rasa malu?]

[Bimbingan Sekte Heaven Trailing apa katamu? Kalian itu cuma anjing peliharaan mereka!]

Para gadis bersemu merah karena malu di bawah tatapan jijik dari kerumunan penonton. Mereka menatap Tetua Yun dengan penuh kebencian.

[Kita ini tetap sebuah sekte! Jadi kenapa kita harus menjual harga diri dan menjadi kacung orang lain?]

Hanya Ren Cong yang merasa semakin bangga pada dirinya sendiri, mengangguk seolah hal itu adalah sesuatu yang wajar.

Zhuo Fan justru mengagumi tindakan Tetua Yun.

[Dia benar-benar tidak punya rasa malu sedikit pun, persis seperti diriku di masa lalu.]

Sejak pria itu membalikkan kekalahan menjadi kemenangan, Zhuo Fan menyadari kesabaran dan kelihaian Tetua Yun dalam menyusun strategi.

Berlagak tidak tahu apa-apa saat posisinya tidak diuntungkan, lalu menyerang begitu saat yang tepat tiba.

Dia mungkin terlihat menjilat dan memalukan, tapi sebenarnya dia adalah pelayan paling berbahaya bagi Sekte Heaven Trailing.

Begitu sang majikan lengah terhadap anjing ini, anjing itu pasti akan langsung menerkam leher majikannya.

Itulah definisi dari keluwesan yang sesungguhnya!

Juri beralih menatap Sekte Demon Scheming.

Zhuo Fan melangkah maju sebelum Fiend Yang sempat berbicara, “Lawan, tentu saja!”

Sementara Sekte Mystical Heaven hanya bisa tunduk, Sekte Demon Scheming telah melampaui level tersebut, siap menendang sekte-sekte menengah yang arogan ini dari singgasana mereka dan merebut mahkota untuk menguasai tiga sekte penjaga Tianyu bagi diri mereka sendiri.

Gunakan ← → untuk pindah chapter