The Steward Demonic Emperor - Chapter 654 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 654 · 7m baca

Have Been Around

by Night Owl

Tiga hari, itulah lamanya Zhuo Fan mengurung diri di kamarnya, menyilangkan satu kaki di atas yang lain tanpa menggerakkan satu otot pun.

Ia telah melakukan ini sejak melihat Xie Tianshang keluar dari halaman itu, yang menunjukkan bahwa penawar racun tersebut efektif dan Chu Qingcheng telah pulih.

Hari ini adalah dimulainya babak tiga sekte menengah, namun, ia sama sekali tidak berniat untuk mengintai para musuhnya, dan membiarkan Iblis Yang membawa para murid untuk menyaksikan pertarungan.

Zhuo Fan mengerutkan keningnya dalam-dalam. Pikirannya diliputi kebimbangan, dipenuhi oleh kata-kata Danqing Shen. Bagaimana seseorang bisa menghilangkan rasa cinta ketika perasaan itu bahkan belum pernah ada? Ini adalah satu pertanyaan yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.

Mungkin ia telah menempuh jalan kultivasi iblis yang sunyi ini begitu lama hingga ia terbiasa sendirian dan segala sesuatunya berjalan sesuai kehendaknya. Tapi takdir mempermainkannya, membawanya kembali dan menjeratnya berulang-ulang.

Ia tidak bisa lagi kembali hanya menjadi seorang kultivator iblis biasa.

Apakah ini cara surga untuk mengejeknya, atau mungkin sebuah ujian?

[Mungkin Yun Xuanji benar. Ini adalah kesempatanku untuk memulai kembali jalur iblisku.]

Hanya saja jalur ini terasa terlalu asing baginya sehingga ia tidak tahu bagaimana harus melangkah. Berbeda dengan jalur iblis yang ia lalui dengan mudah di kehidupan sebelumnya, ia tidak tahu apakah jalur baru ini akan membawanya ke puncak Dao.

[Sebenarnya apa yang harus kulakukan?]

Kultivasi iblis menekankan pada hati yang mati. Begitu emosi tunbuh, emosi itu akan menariknya kembali. Tapi bagaimana seseorang bisa menghilangkannya ketika ia bahkan belum pernah merasakannya?

[Ini benar-benar kacau.]

Jika seseorang menggunakan emosi tersebut untuk berlatih di jalur iblis, apakah emosi itu akan tetap murni? Bisakah itu disebut sebagai perasaan sejati yang pertama kali dimiliki? Itu tidak lebih dari sekadar cara untuk mencapai tujuan.

Namun, jika seseorang jatuh ke dalam pusaran emosi, bagaimana ia bisa begitu saja memotongnya? Jika emosi itu bisa dihilangkan dengan begitu mudah, mengapa itu masih disebut sebagai cinta sejati?

[Sialan! Jika aku melihatnya sebagai sebuah ujian, itu berarti tidak ada satu pun jalur yang benar!]

Zhuo Fan menepuk jidatnya, ragu-ragu apakah ia harus bersikeras menempuh jalur ini.

[Lebih baik mengalir saja dan mempercayai kemana hatinya membimbing.]

Jika begitu, akankah ia pernah kembali ke jalur iblisnya?

[Aku hanya semakin menjauh...]

Merasa tidak berdaya, Zhuo Fan benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia telah berdiam diri di gua pertapaannya selama tiga hari ini, bergulat dengan masalah terbesarnya sejauh ini.

[Itu hanya membuktikan bahwa jalurbu dulu terlalu hambar!]

"Zhuo Fan, kuda hitam lain telah muncul! Aku rasa kita bahkan tidak akan bisa melewati pertarungan tiga sekte menengah sekarang!" Sebuah teriakan datang dari luar halaman.

Zhuo Fan memutar bola matanya mendengar suara Iblis Yang yang tampak begitu cemas, lalu berbalik dan melanjutkan pikiran-pikiran yang berkecamuk di kepalanya.

Bugh!

Ia mendapat kejutan yang tidak menyenangkan karena Iblis Yang tidak mau membiarkannya tenang, mendobrak pintu hingga terbuka, bergegas mendekat, dan mengguncang seluruh tubuhnya, "Bocah sialan, apa kau tidak tahu hal lain selain tidur? Kau bisa tidur sepuasnya saat kau sudah mati. Kita punya hal-hal yang jauh lebih penting untuk dikhawatirkan sekarang!"

"Apa yang kau teriakkan? Bukankah kita akan menantang tiga sekte menengah besok? Biarkan saja."

"Biarkan pantatmu!"

Sikap malas Zhuo Fan membuat Iblis Yang kesal setengah mati, "Bocah sialan, kau tidak datang untuk melihat pertarungan tiga sekte menengah. Kau tahu bagaimana akhirnya?"

"Tidak mau tahu."

"Kenapa kau..."

Wajah Iblis Yang berkedut karena marah. Ia berusaha keras menahannya agar tidak meledak, "Kau tidak akan bersikap santai seperti ini jika kau melihat apa yang terjadi di babak tiga sekte menengah. Aku yakin kau akan lebih panik dariku. Sekte Dewa Pedang benar-benar kumpulan monster, kesepuluh muridnya berada di Alam Ethereal, bahkan teman lamamu itu."

Zhuo Fan mengingat teman lamanya, lalu mengangguk, "Oh, benar. Aku tidak pernah terlalu memperhatikannya ketika dia datang. Tapi sekarang setelah kau menyebutkannya, auranya memang menempatkannya di Alam Ethereal. Dia selalu menjadi seorang fanatik ilmu bela diri, seorang kultivator jenius, tapi baginya untuk bisa memasuki Alam Ethereal secepat ini benar-benar di luar perkiraanku. Tiga sekte menengah memang sangat kaya. Yah, bagus untuknya."

"Bagus kepalamu! Kau masih punya waktu luang untuk mengurus orang lain? Dia adalah ancaman terbesar kita!"

Iblis Yang sangat ingin menampar kesadaran ke kepala Zhuo Fan yang tampak begitu acuh tak acuh itu, tapi ia berhasil menahannya, "Kawan, kau adalah pemimpin kita. Tidak bisakah kau menunjukkan sedikit ketertarikan? Susunan kekuatan Sekte Dewa Pedang sama kuatnya dengan sekte tiga besar. Kau tahu bagaimana performa mereka dalam pertandingan? Mereka memenangkan semuanya, baik nomor tunggal maupun tim. Sekte Jiwa Iblis dan Sekte Pelacak Surga bahkan belum pernah menang sekali pun!"

Zhuo Fan menatapnya dengan rasa ingin tahu, "Hebat itu?"

"Ya, sehebat itu."

Iblis Yang menghela napas, "Sekte Dewa Pedang selalu menjadi yang teratas di antara tiga sekte menengah, tapi dua sekte lainnya tidak pernah tertinggal sejauh ini. Bahkan dengan dominasi sekte tiga besar atas sekte tiga menengah, tidak ada satu pun dari sekte tiga besar yang bisa menjamin kemenangan mutlak seperti itu..."

Kecemasan Iblis Yang semakin menjadi saat ia menghela napas, "Dan kemudian ada Pedang Lembut itu, dia menunjukkan kekuatan yang luar biasa, tapi aku yakin dia belum mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Seluruh anggota Sekte Dewa Pedang datang dengan persiapan matang, bahkan mereka sempat melemparkan tatapan meremehkan kepada kita. Mereka jelas tidak takut pada kita, atau lebih tepatnya, kepadamu. Mereka pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk menghadapimu. Itulah yang paling ku khawatirkan!"

"Oh, kalau begitu kita harus lebih berhati-hati."

Zhuo Fan mengangguk, akhirnya mulai bersikap serius. "Aku hanya harus menggunakan strategi andalanku untuk membuat kekalahan menjadi hal yang mustahil!"

Wajah Iblis Yang langsung cerah, "Kau punya cara seperti itu? Beritahu aku!"

"Kita tidak bertarung dengan mereka. Kita tidak akan kalah jika kita tidak bertarung." Zhuo Fan menyeringai, "Atau kita harus puas hanya menjadi sekte tiga menengah."

Wajah Iblis Yang berkedut, dan matanya menyiratkan kemarahan baru yang tidak bisa lagi ia bendung, "Zhuo Fan, apa itu caramu untuk tidak kalah? Sial! Siapa yang bilang kita akan menantang sekte tiga besar? Kaulah yang mengumandangkan rencana hebat itu! Tapi sekarang setelah kau bertemu Sekte Dewa Pedang yang menghalangi jalnamu, kau malah menciut? Kau tidak lebih dari sekadar..."

Sambil menguap lebar-lebar, Zhuo Fan berjalan pergi begitu saja di tengah-tengah omelan Iblis Yang.

Ia memiliki hal-hal yang jauh lebih mendesak untuk dipikirkan, seperti konflik batinnya sendiri. Urusan lainnya hanyalah bonus belaka.

Ia bahkan lebih tidak peduli lagi pada moto demi kebaikan sekte. Membawa mereka masuk ke jajaran tiga sekte menengah sudah lebih dari cukup untuk memenuhi bagian kesepakatannya dengan Xie Wuyue.

[Sekte tiga besar? Ha-ha-ha, itu masalah kalian!]

Iblis Yang merasa tak berdaya menghadapi sikap Zhuo Fan yang tidak peduli sama sekali.

[Tuan muda ini benar-benar sangat keras kepala, hanya melakukan sesuatu berdasarkan suasana hatinya. Jika suasana hatinya sedang bagus, dia akan bertindak arogan dan menantang segala hal di bawah langit. Jika perasaannya sedang buruk, dia lebih memilih untuk bermalas-malasan. Benar-benar sangat menyebalkan, dan tidak ada cara untuk menghadapinya.]

"Pelayan Zhuo, Sesepuh, orang-orang dari Sekte Pelacak Surga datang untuk menemui kalian!" teriak Kui Lang saat ia masuk. Melihat wajah Iblis Yang yang memerah dan sikap Zhuo Fan yang santai, ia langsung mengerti apa yang baru saja terjadi. Jadi ia membungkuk dan melapor.

Iblis Yang melirik sekilas ke arah Zhuo Fan, "Kita sudah berada di sini begitu lama dan belum pernah saling berkunjung. Jadi kenapa hari ini mereka mendatangi kita?"

"Bocah, urusan kita belum selesai. Kita bicarakan ini lagi saat aku kembali!" Iblis Yang membanting tangannya dengan keras ke bahu Zhuo Fan lalu pergi dengan penuh kekesalan.

Zhuo Fan hanya tersenyum tipis. Kui Lang tidak mengganggunya dan menutup pintu di belakangnya. Zhuo Fan kemudian teringat sesuatu dan berteriak, "Hei, Kui Lang, kembali ke sini. Ada yang ingin kutanyakan padamu."

"Pelayan Zhuo, ada yang anda butuhkan?" Kui Lang membungkuk.

Zhuo Fan melambaikan tangannya, berubah menjadi sangat serius, "Kui Lang, kau dan kekasihmu itu pasti saling mencintai secara mendalam, bukan? Kalau tidak, untuk apa kau rela menyerahkan diri padahal kau tahu itu bisa membunuhmu?"

"Dia membuatku merasa damai. Dia mengusir ketakutanku..."

"Baiklah, aku mengerti. Kau tidak perlu menjelaskannya."

Kui Lang menatap langit dengan penuh kesedihan, namun Zhuo Fan langsung memotong perkataannya, "Aku hanya ingin bertanya. Kau tahu kultivasi iblis itu menuntut ketidakpedulian pada emosi, jadi kenapa kau nekat melakukan hal ini untuk..."

Kui Lang menatapnya cukup lama, lalu menghela napas, "Pelayan Zhuo, aku tahu sekte memiliki aturan untuk tidak menjalin hubungan asmara. Tapi cinta itu bagaikan arus deras, menyapu segala sesuatu yang ada di jalurnya. Aku sudah makan asam garam kehidupan dan memahami hal ini lebih baik daripada kebanyakan orang. Baik sisi manis maupun pahitnya, beserta segala hal di antaranya. Yang bisa kukatakan adalah aku tidak menyesal. Bahkan ketika aku diturunkan statusnya menjadi seorang buruh."

"Eh, kau salah paham denganku. Ini bukan soal aturan sekte. Yang ku maksud adalah jalur kultivasi iblis. Sekarang setelah kau begitu memahami cinta, sangat sulit untuk membuat kemajuan dalam kultivasi. Kenapa kau nekat menceburkan diri tanpa ragu-ragu?"

Kui Lang menunjukkan ekspresi aneh, "Pelayan Zhuo, aku memang seorang murid di jalur iblis, tapi aku tidak pernah memikirkan hal itu secara mendalam. Aku hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain dan tidak melanggar aturan sekte. Hanya itu. Saat aku dekat dengannya, aku tidak memikirkan hal lain, selain kekhawatiran bahwa hubungan kami akan terbongkar dan kami harus menderita karenanya."

Zhuo Fan tertegun sejenak lalu mengangguk.

Seorang kultivator biasa seperti Kui Lang masih berada di awal jalur iblis dan mungkin tidak akan pernah bisa melangkah cukup jauh untuk mencapai Dao. Jadi ia tidak memikirkan banyak hal.

Zhuo Fan menggelengkan kepalanya, merasa dirinya begitu bodoh.

[Untuk apa aku bertanya padanya? Dia bahkan tidak tahu perbedaan antara sebuah jalur dan iblis. Yang dia lakukan hanyalah mengekor orang banyak.]

Karena hal itu, Zhuo Fan justru merasa kagum padanya. Di saat dihadapkan pada pilihan-pilihan sederhana, seseorang tidak akan memiliki penyesalan.

"Kau boleh pergi. Aku butuh ketenangan." Zhuo Fan mengibaskan tangannya mengusir.

Kui Lang mengangguk dan membungkuk sebelum pergi. Tapi tepat saat ia berada di dekat pintu, ia berkata, "Pelayan Zhuo, aku tidak tahu apakah pantas bagiku mengatakan ini. Pemahamanku tentang jalur iblis jauh lebih dangkal daripada pemahaman anda dan Sesepuh Yuan, namun ada satu hal yang aku yakini pasti. Aku memilih jalur iblis alih-alih jalur lurus karena jalur lurus memiliki terlalu banyak batasan. Meskipun aku tidak tahu apa yang sedang anda pikirkan, aku merasa anda juga sedang membatasi diri anda sendiri. Kenapa anda harus berbuat begitu? Aku sudah banyak berpengalaman hidup, dan jika menyangkut perasaan atau cinta, aku tidak akan pernah ragu."

"Kenapa tiba-tiba ucapanmu terdengar begitu bijak?"

Zhuo Fan terkejut, dan sebuah pencerahan tiba-tiba menghantam benaknya saat ia menatap pria itu dengan terbelalak.

Kui Lang menggaruk kepalanya, "Aku tidak akan pernah bisa lebih bijak daripada Pelayan Zhuo, aku tahu itu. Yang bisa kukatakan adalah aku tahu sedikit tentang perasaan, ha-ha-ha..."

Gunakan ← → untuk pindah chapter