Sebuah lembah terpencil dikejutkan dari keheningan damainya saat barisan orang tak berujung masuk sambil membawa nampan-nampan besar berisi hidangan eksotis yang terbuat dari binatang-binatang langka, menyerupai sebuah karya seni.
Tentu saja, para kultivator berada di atas dunia fana, melampaui kondisi manusia dan batasannya, tetapi mereka tetap memiliki etika. Seperti halnya bergabung dengan teman dan kerabat untuk merayakan acara yang menggembirakan maupun menyedihkan.
Mereka menemukan kebahagiaan di dalam suka, dan melawan kesedihan dengan kebersamaan.
Namun, orang-orang yang datang pergi membawa nampan tersebut mengenakan wajah muram dan pakaian sederhana, menduga perjamuan itu akan berakhir kacau.
Gui Hu, Kui Lang, Tie Ying, dan Yue Ling duduk dengan suram di meja pertama, dengan tatapan yang begitu menakutkan bahkan para pelayan menghindari mereka. Takut kalau aura menindas mereka akan membuat para pelayan membeku atau ketakutan hingga ke tulang sumsum.
Brak!
Kui Lang memukul meja, "Demi Tuhan, apakah Pelayan Zhuo sudah kehilangan akal sehatnya? Merekalah yang salah, tetapi justru kita yang harus meminta maaf? Ini sungguh keterlaluan!"
"Tidak peduli seberapa banyak kompromi yang kubuat dalam hidupku, aku tidak akan pernah serendah ini." Yue Ling mendengus.
Tie Ying menggelengkan kepalanya, "Kalau begitu, untuk apa kamu ada di sini? Bangkit dari pantatmu dan enyah sana!"
"Dan bagaimana persisnya kami bisa melakukan itu saat ini adalah perjamuan Pelayan Zhuo? Kita harus menunjukkan rasa hormat atas semua yang telah dia lakukan untuk kita."
Kui Lang menggerutu pelan, lalu mengumpat, "Tapi aku sangat penasaran, kenapa kalian ada di sini? Kalian berdua adalah murid luar dan dalam papan atas. Aku tidak percaya kalian bisa menerimanya dengan begitu tenang dengan gaya kalian. Kedua orang tua itu memiliki para tetua di belakang mereka dan kita bahkan tidak bisa menyentuh mereka, dan sekarang kita malah meminta maaf. Apakah kalian begitu bersemangat untuk mempermalukan diri sendiri?"
Tie Ying menyipitkan mata dan menahan amarahnya, "Aku di sini demi Pelayan Zhuo juga. Pukulan terakhir Chi Feng membuat intiku berada di ambang kehancuran dan aku hampir menjadi orang tak berguna. Berkat bantuan Pelayan Zhuo, aku bisa pulih dan bahkan masuk ke Alam Radiant. Ini adalah hal paling minimal yang bisa kulakukan."
"Pil Perengkuh Surga?"
Kui Lang terkesiap, "Pil mistis seperti itu, menyelamatkan putraku dan saudari Yue Ling begitu saja. Pelayan Zhuo seperti dewa yang menyelamatkan mereka yang terbuang. Kurasa tidak ada tetua atau yang mulia di sekte ini yang mampu melakukan apa yang telah dia lakukan. Namun hari ini..."
Kui Lang menggelengkan kepalanya dengan sedih, lalu melanjutkan, "Kakak senior Gui Hu, lalu kenapa kamu ada di sini?"
"Zhuo Fan bilang aku bisa mengikutinya ke mana saja, jadi mendengarkannya adalah hal yang mendasar," ucap Gui Hu tanpa peduli.
Yang lain tersaenyum.
Mereka mulai mengenal satu sama lain setelah sekian banyak hari berkumpul, masing-masing memiliki alasan sendiri untuk tetap berada di pihak Zhuo Fan. Kui Lang dan Yue Ling melakukannya untuk membalas budi dan tidak sedikit karena mereka merasa Zhuo Fan memiliki penawaran yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah. Tie Ying ada di sini untuk membalas dendam dari tiga tahun lalu dengan membantu Zhuo Fan menghancurkan sekte dalam. Mengambil daging dari mulut orang-orang tua itu adalah cara terbaik untuk melakukannya.
Dan benar saja, sekte dalam terpaksa mengambil tindakan, mengirimkan cucu-cucu mereka untuk membuat kekacauan. Dari langkah yang busuk dan tidak tahu malu ini, jelas bahwa bukan hanya daging mereka yang dicuri, tetapi seluruh piring mereka sekalian.
Tie Ying mungkin marah dengan perjamuan ini, tetapi secara keseluruhan dia cukup bahagia. Sang taipan Zhuo Fan telah mencapai hal yang mustahil, membuat sekte dalam, yang telah bertahan selama ribuan tahun, menjadi goyah.
Sementara Gui Hu yang paling sederhana di antara keempatnya, adalah bagian dari kubu pemenang melalui tuannya, Tetua Agung, tetapi memilih untuk tetap bersama Zhuo Fan dengan satu alasan sederhana, untuk mengasah dirinya.
Tuannya memperingatkan bahwa hanya dengan mengikuti seseorang yang teguh pendiriannya, dia bisa meningkatkan hatinya sendiri. Yang mana, lucunya, sangat kurang dimiliki oleh sekte ini.
"Ayah, kuasai dirimu, orang-orang itu mulai masuk. Selain para tetua dan yang mulia, ada juga murid luar dan dalam. Kalian semua harus menguasai diri dan jangan sampai terpancing provokasi mereka!" Kui Gang dan Yue'er datang dengan ekspresi muram dan sebuah peringatan.
Kui Lang menyipitkan mata dan membentak, "Ini keterlaluan! Orang-orang tua bangka itu pasti menyuruh mereka untuk mempermalukan kita!"
"Itu masalah terkecil kita. Mereka pasti merencanakan sesuatu yang keji, untuk mempermalukan kita dan memaksa tangan kita. Mereka mencari alasan apa pun untuk menyingkirkan kita. Seperti bagaimana mereka mengirim kedua orang elit itu untuk kita," peringatan Yue Ling dengan kilatan di matanya, "Gang'er benar. Kita harus tetap tenang."
Kui Lang mendengus marah dan duduk kembali sementara dua orang lainnya mengangguk.
Yang Mulia Bai mengamati mereka berempat dengan desahan napas seraya berkata kepada Yang Mulia Qi, "Apa gunanya semua ini? Zhuo Fan menarik karpet dari bawah sekte dalam dengan trik yang ditempatkan dengan baik, menarik para murid dengan tumpukan sumber daya. Tapi sekarang, pihak lain telah menggunakan para murid untuk menghancurkan martabat Kantor Tenaga Kerja. Dan mengadakan perjamuan sekarang hanya akan membuat keadaan semakin buruk bagi mereka. Pemimpin Sekte bilang Zhuo Fan adalah seorang dalang, jadi kenapa dia membuat langkah bodoh ini?"
"Aku pasti sudah menghajarnya sekarang jika bukan karena perintah Pemimpin Sekte!" Melihat kesombongan yang begitu kentara dari orang-orang tua yang hadir untuk kepentingan mereka dan orang-orang tua Kantor Tenaga Kerja yang muram, Yang Mulia Qi tidak bisa memastikan apakah dia telah membuat pilihan yang tepat atau tidak.
[Kru ikut tenggelam bersama kapal.]
[Bocah itu tidak lagi ingin berurusan dengan sekte dalam dan sekarang dia bahkan ingin meminta maaf!]
Hati setiap orang terbakar amarah tetapi mereka tidak punya tempat untuk melampiaskannya.
Yang Mulia Qi menghela napas, "Mereka semua terpaksa datang atas perintah Pemimpin Sekte. Tidak ada seorang pun di sini yang tertarik mempermalukan diri sendiri demi bocah itu."
Yang Mulia Bai menghela napas...
Sementara itu, di kediaman Yang Mulia Shi yang nyaman, sesepuh kedua dan sesepuh ketujuh mengenakan pakaian baru yang mewah yang cocok dengan senyum angkuh mereka.
"Yang Mulia Shi, apa kita akan pergi bersama?" sesepuh kedua tertawa.
Yang Mulia Shi tersaenyum, "Kalian berdua adalah bintang dalam pertunjukan hari ini. Aku tidak mungkin merebut panggung kalian."
"Yang Mulia Shi terlalu rendah hati. Dengan Anda sebagai pemimpin sekte dalam, bagaimana mungkin itu tidak menyertakan Anda?"
"Ha-ha-ha, tidak apa-apa. Bagaimana aku bisa hadir jika Pemimpin Sekte juga tidak ada di sana? Bukankah aku nanti akan diejek karena menindas yang lemah?" Yang Mulia Shi menyeringai.
Sesepuh ketujuh merenung dan tertawa, "Meminta Yang Mulia Shi untuk membantu kita dalam pertunjukan ini sama saja dengan memberikan mereka terlalu banyak kehormatan. Ayo, kita berdua saja sudah lebih dari cukup!"
Yang Mulia Shi mengangguk, menyetujui ide sesepuh ketujuh.
[Mereka tidak cukup layak untuk membuatku muncul!]
Sesepuh kedua berseru, "Benar, kita tidak boleh membiarkan mereka menjadi sombong dengan cara apa pun!"
"Tapi, tidak disangka mereka justru datang dengan jamuan permintaan maaf. Aku tadinya masih mengira kita sedang berada dalam jalan buntu dengan Kantor Tenaga Kerja," ucap sesepuh ketujuh.
Yang Mulia Shi terkekeh, "Ini di luar prediksiku juga, tapi itu masuk akal. Zhuo Fan adalah anak yang bijak dan tajam, dan dia hanya melakukan ini demi Xie Wuyue. Dengan Xie Wuyue yang tidak dapat membantu, semua masalah jatuh ke tangannya. Kantor Tenaga Kerja adalah rencana besar Xie Wuyue, jika itu hancur berantakan, dialah yang akan menanggung akibatnya. Berada di bawah tekanan sebesar itu memaksa dia untuk menilai ulang situasi dan menunjukkan niat baiknya kepada kita, bahkan meminta maaf. Kita tidak boleh mengejeknya karena dia sudah mengulurkan tangan."
"Tapi bahkan jika kita melakukannya, dia akan tersingkir sambil tersenyum lebih lebar, membuat kita menghajarnya lebih keras lagi! Ha-ha-ha..." sesepuh kedua mengejek.
Dua orang lainnya ikut tertawa.
Yang Mulia Shi mengangguk, "Tepat sekali, apakah dia benar-benar berpikir kita akan menyerah begitu saja setelah obrolan ringan? Huh, kita akan mendatangi mereka begitu keras hingga tidak ada yang tersisa dari dirinya atau Kantor Tenaga Kerja Elite. Dan dia sendiri yang mencari masalah ini..."
"Yang Mulia Shi, kita pasti akan membuat bocah itu kehilangan martabat untuk dibicarakan setelah ini. Dia bahkan mungkin akan bunuh diri, ha-ha-ha..." Keduanya terkekeh dalam perjalanan menuju perjamuan.
Seringai licik Yang Mulia Shi semakin mengembang.
Chapter 586 · 5m baca
Apology Banquet
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter