Bang!
Mayat Zhang Fugui menghantam tanah dengan darah mengucur dari setiap lubangnya, matanya terbuka lebar tanpa tahu apa-apa.
Murid-murid yang lain mundur, menggigil ketakutan.
Kui Lang membungkuk lagi kepada Inspektur Sun, “Inspektur, aku telah berurusan dengan pelakunya. Apa perintah Anda?”
Inspektur Sun juga adalah rubah tua, yang tahu kapan harus tidak bertanya dan hanya memperingatkan, “Kui Lang, Yue Ling, aku tidak peduli permainan pribadi apa yang kalian mainkan, tapi jauhi urusan sekte, atau kalau tidak—”
Inspektur Sun menggantung ancamannya dengan niat membunuh yang kejam, membuat keduanya mengangguk-angguk ketakutan.
“Juga…” lanjut Inspektur Sun, “Selama satu dekade berdampingan dengan Ketua Sekte, aku hampir tidak pernah melihatnya mengamuk seperti ini. Tapi yang lebih langka lagi adalah kemarahan yang dia pendam. Zhuo Fan itu mungkin seorang buruh, tapi sebaiknya kalian waspada lain kali.”
Hati keduanya merosot, meringis.
[Sebenarnya siapa dia sampai-sampai Ketua Sekte pun tidak mau menyentuhnya? Ini masalah sepele tapi dari sikap Ketua Sekte...]
Keduanya merasa semakin buruk.
Inspektur Sun menjentikkan lengan bajunya, “Karena pelakunya sudah dihukum, aku akan melaporkan kemajuanku. Sebaiknya kalian bersikap baik!”
Inspektur Sun melesat ke angkasa.
Keduanya membungkuk lagi, “Hati-hati di jalan, Inspektur Sun!”
Mereka baru menegakkan tubuh setelah pria itu hilang dari pandangan mereka. Mata mereka dipenuhi keterkejutan.
Sesepuh Yuan datang sambil terkikik, “He-he-he, sudah kubilang. Zhuo Fan itu tidak normal…”
“Enyah!”
Keduanya membentak.
Sesepuh Yuan tersentak dan mundur.
Keduanya mengurus mayat tersebut dan murid-murid lainnya bubar, menunggu di sekitar Kantor Buruh agar Zhuo Fan datang.
Mereka menunggu dan terus menunggu, hingga larut malam. Saat itulah Zhuo Fan berjalan dengan gaya pongah sambil memanggul sapu di bahunya.
Yue Ling menggertakkan giginya, geram, “Zhuo Fan, sekarang kamu baru muncul? Dari mana saja kamu? Apa kamu tidak tahu kalau kamu harus kembali setelah tugasmu selesai?”
“Tidak, tidak ada yang memberitahuku,” kata Zhuo Fan santai.
Yue Ling merasa canggung, ia dan Kui Lang kehabisan kata-kata. Mereka telah menempatkannya di kediaman Ketua Sekte dengan niat yang jelas agar tidak melihatnya lagi. Membuang-buang kata pada orang mati bukanlah hobi siapa pun.
Namun bajingan ini tidak hanya kembali, tetapi malah melawan. [Dia punya backingan sehebat itu sampai Ketua Sekte pun tidak ingin berurusan dengannya.]
Keduanya memperhatikan Zhuo Fan dengan rasa takut dan curiga.
Mereka sangat ingin membuatnya tak berkutik, tetapi ketakutan pada para pendukungnya mengalahkan keinginan itu. Jadi keduanya menemui jalan buntu, menatap Zhuo Fan yang bertingkah angkuh sambil memamerkan gayanya.
Menahan amarahnya, Kui Lang berkata, “Karena ini pelanggaran pertamamu dan kamu tidak tahu, aku akan membiarkannya. Tapi lain kali kamu akan dihukum!”
Fakta bahwa dia tidak langsung menebas kepala Zhuo Fan di tempat menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak ingin mencari masalah dengan Zhuo Fan.
Zhuo Fan menyeringai. [Mereka pasti sudah mendapat kabar itu sehingga meruntuhkan keangkuhan mereka sendiri.]
Namun Zhuo Fan sama sekali tidak peduli, “Tentu, aku akan menunggunya kalau begitu.”
Ia melewati keduanya dengan memutar bola matanya, bahkan tidak melirik mereka.
“Hei, apa begini caramu bersikap? Kamu berada di bawah kami, seorang buruh, tapi kamu malah memerintah kami?” Kui Lang hampir meledak kemarahannya.
Yue Ling melotot ke arah punggungnya, tetapi menahan semua kebencian itu, “Kui Lang, dia memiliki latar belakang khusus. Sebelum kita tahu pasti apa itu, sebaiknya kita tidak menghadapinya. Kita akan mencari tahu semuanya setelah kita menyelidiki latar belakangnya.”
Kui Lang mengangguk, hidungnya megap-megap karena marah...
Sementara tugas-tugas berikutnya dibagikan, hanya Zhuo Fan yang dibiarkan menganggur karena tidak ada seorang pun yang melimpahkan pekerjaan padanya dalam urusan para sesepuh.
[Tuan muda ini pasti memiliki latar belakang yang luar biasa hebat hingga bisa bertindak sesumbar.] Yang lebih parah lagi, apa pun yang dicoba oleh keduanya justru akan menjadi bumerang bagi mereka sendiri.
Kasus sebelumnya telah membuktikannya. Mereka menyuruhnya menyapu kediaman Ketua Sekte, namun ia malah bersantai hingga Ketua Sekte melampiaskan emosinya pada Kantor Buruh.
Jika mereka terlambat bereaksi sedikit saja, mereka pasti sudah berakhir sebagai kambing hitam.
Yue Ling kehilangan niat untuk mengganggu Zhuo Fan, bahkan berharap agar pemuda itu tidak datang mencari masalah. Hal itu sampai pada titik di mana setiap kali tugas dibagikan, mereka sengaja memilih Zhuo Fan untuk membersihkan tempat-tempat paling terpencil.
Seperti pemakaman leluhur, plaza di pintu masuk yang dijaga oleh dua murid yang menyambut tamu; hal-hal semacam itu.
Itulah satu-satunya tempat di mana ia tidak bisa membuat masalah, atau kekacauan apa pun yang ia buat bisa ditutupi.
Zhuo Fan menghabiskan dua bulan berikutnya dengan santai dan tanpa beban, benar-benar mengabaikan saran Xie Wuyue.
Mengenai cara mendapatkan beberapa poin jasa untuk berpartisipasi dalam ajang Dua Naga itu, terima kasih saja tapi tidak usah.
Ia memiliki semua kedamaian dan ketenangan yang dibutuhkan untuk berkultivasi di sini, di Kantor Buruh. Berjalan dengan gaya orang yang diduga memiliki latar belakang tinggi, yang lain memberinya ruang yang luas, hanya lelaki tua bermental terbuka yang mampir untuk berdiskusi tentang Dao. Secara keseluruhan, hidup ini terasa indah, menikmati ketenangan yang telah ia dambakan sejak lama.
Mengenai Kantor Buruh yang sangat miskin dalam hal sumber daya, [Huh, beri jalan, si kantong uang sedang lewat!]
Zhuo Fan tidak bisa lebih bahagia lagi selama beberapa bulan terakhir, tepat pada saat promosi sekte dalam Sekte Skema Iblis dimulai. Bukan karena ia peduli...
“Ehem, ini adalah tugas kita, Kantor Buruh, untuk membangun panggung promosi murid luar. Bekerjalah dengan giat, kawan-kawan, jika tiga hari kemudian ada sesuatu yang tidak beres dan kompetisi tidak dapat dilenggarakan, nyawa kalian taruhannya!”
Kui Lang, Yue Ling, dan Sesepuh Yuan berbicara kepada para buruh. Kui Lang menggunakan suara lantangnya untuk mengintimidasi mereka.
Yang didapatnya justru ejekan, “Mereka kan cuma berkelahi, apa gunanya membuat pertunjukan dari hal itu? Apa murid luar begitu tidak berguna sampai-sampai mereka tidak bisa bertarung tanpa panggung? Lingkaran Asura kita jauh lebih cocok.”
Pff!
Yang lain menutup mulut mereka.
Semua orang tahu siapa pelakunya bahkan tanpa melihat. Satu-satunya orang yang membantah dua bos mereka di Kantor Buruh seperti orang bodoh sejati, adalah Zhuo Fan dengan latar belakang khususnya.
Begitu khususnya sampai-sampai dua anak manja yang penuh kesombongan ini hanya bisa menggertakkan gigi mereka.
Hal ini telah terjadi selama beberapa bulan terakhir, melontarkan sindiran kepada mereka setiap kali ada kesempatan.
“Zhuo Fan, berhenti mengeluh. Kamu mau hidup atau tidak?” Kui Lang meradang.
Zhuo Fan mengangkat bahu, “Mau.”
Kui Lang tampak seperti hendak menangis. Dialah bos di Kantor Buruh, tetapi semenjak bajingan ini muncul, reputasinya terus merosot di tangan si tiran menyebalkan ini.
Dia benar-benar anak manja yang menyebalkan!
Yue Ling memegang kepalanya, meratapi nasibnya.
Ia tidak pernah mencari-cari kesalahan anak itu, namun si bocah memiliki rencana lain, sangat mengganggu mereka setiap kali ada kesempatan dan membuat mereka kesal.
[Kenapa semua anak manja para sesepuh dan Venerable berakhir di Kantor Buruh? Setidaknya bawa beberapa dari mereka ke sekte luar!]
Tetapi mereka semua tahu bahwa anak manja ini suatu hari nanti pasti akan naik pangkat dan pergi. [Tapi kapan, beberapa tahun lagi?]
Apa pun akan lebih baik daripada terjebak di tempat yang sama dengannya...
Menyipitkan mata, mereka memelototi Zhuo Fan yang tidak terpengaruh, lalu menghela napas atas kesialan mereka.
Sesepuh Yuan tertawa terbahak-bahak.
“Ayah!”
“Kakak!”
Kedua suara yang tiba-tiba itu mengejutkan semua orang. Mereka melihat dua anak muda bergegas menghampiri.
Yang satu adalah gadis manis yang dikenal Zhuo Fan, Yue’er, dan yang satunya lagi adalah seorang pemuda berusia dua puluhan yang mengenakan pakaian mewah dan memiliki kemiripan yang mencolok dengan Kui Lang. Kemungkinan besar itu putranya.
Yue’er dan Kui Lang tersenyum saat melihat satu sama lain, tetapi Zhuo Fan mengamati tangan Yue’er yang lemas dengan tatapan tajam.
[Masih terluka?]
Chapter 531 · 5m baca
Chapter 531
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter