Wus!
Sesuatu melesat di udara bagaikan bintang dingin, mengincar Zhuo Fan. Ia mengambil langkah mundur untuk mendongak.
Sebilah belati berkelebat nyaris melewati hidungnya, disusul oleh ayunan pergelangan tangan yang lembut.
Dengan reaksi cepat, Zhuo Fan mencengkeram tangan tersebut, hingga terdengar pekikan manis saat sang pemilik yang anggun menampakkan wujudnya.
Itu adalah seorang gadis berusia delapan belas tahun, dengan mata yang bersinar, alis tanpa cela, dan penampilan yang polos. Meskipun mata yang memesona itu memancarkan niat membunuh yang dingin.
[Sungguh seorang murid sekte iblis sejati, begitu muda dan sangat psikopat.]
Menyipitkan mata, Zhuo Fan yang berpengalaman langsung dapat menebak wataknya, namun ia hanya menggelengkan kepala.
Berkelana di dunia sekuler, ia telah menyaksikan kebaikan Luo Yunchang, kepolosan Ning’er, ketulusan Qingcheng, dan belas kasih Shuang’er. Begitu kembali ke dunianya, di tengah-tengah para iblis, ia merasa sedikit canggung.
Melihat gadis ini, ia teringat pertama kalinya ia menginjakkan kaki di sekte iblis dulu—kekejaman dan kebiadaban tanpa ampun terhadap segala hal fana, sifat dasar yang sengaja ia pinjam. Seolah-olah satu-satunya tujuan keberadaannya di bumi ini adalah untuk menghancurkannya!
Iblis lahir dan mati di dalam hati.
Setelah melihat berbagai keajaiban dunia, hal itu justru memberikan efek negatif pada sifat keiblisannya. Atau lebih tepatnya, sifat itu mengalami transformasi, berkembang ke tingkat yang sepenuhnya baru.
Tanpa tahu seberapa tinggi tingkatannya, yang ia tahu adalah hatinya jauh lebih teguh bahkan daripada Kaisar Iblis di masa lalu.
“Ha-ha-ha, anak ayam, kau baru saja melangkah ke sekte iblis dan sudah berani menantang seekor elang. Anak muda memang selalu penuh ambisi. Sayang sekali kau masih jauh dari kata elang.”
Kring!
Zhuo Fan memuntir tangan gadis itu ke punggungnya, membuatnya meringis kesakitan. Gadis itu melemparkan kepalanya ke belakang ke arah Zhuo Fan namun tidak mengeluarkan suara sedikit pun, hanya mengatupkan giginya rapat-rapat.
Zhuo Fan mengangkat alisnya. [Gadis ini benar-benar keras kepala.]
Gadis itu kemudian meliukkan tubuhnya, melepaskan sendi bahunya dengan suara bergemeretak. Tangan satunya yang memegang belati pendek langsung dihujamkan ke arah Zhuo Fan.
Zhuo Fan terkejut.
[Gadis ini adalah perwujudan sejati dari jalan iblis. Dia persis seperti diriku di masa lalu.]
Semacam rasa empati tumbuh di lubuk hati Zhuo Fan.
Gadis itu memiliki tingkat kultivasi yang sama dengannya, tetapi di situlah kesamaan mereka berakhir. Jiwa Zhuo Fan jauh lebih tangguh daripada seorang ahli Alam Radiant. Mustahil baginya untuk mengejutkannya, apalagi saat ia menggunakan jiwanya untuk memindai setiap gerakannya.
Namun, Zhuo Fan tidak keberatan memberinya sedikit kelonggaran.
Sabet!
Belati pendek itu menancap di dada Zhuo Fan. Mata gadis itu langsung berbinar ceria.
“Kau senang atas hal semacam ini? Terlalu percaya diri karena sebuah kebetulan hanya akan membuat seseorang rentan terhadap kematian mendadak; sebuah kesalahan umum di kalangan anak muda.”
Gadis itu tiba-tiba menjerit kaget saat mendapati Zhuo Fan balas tersenyum tanpa ada nada kemarahan dalam suaranya.
Gadis itu tertegun.
[Dia aneh sekali. Untuk apa dia tersenyum padahal aku baru saja menusuknya? Apa dia sengaja melakukannya?]
[Tidak mungkin. Mana ada orang sebodoh itu.]
Satu hal yang pasti, belati itu sama sekali tidak melukainya. Jadi ia mencabutnya untuk mencoba lagi, kali ini mengincar tenggorokan Zhuo Fan.
“Hentikan seketika!”
Bentakan itu mengumumkan kedatangan empat gumpalan asap yang melesat ke dalam sekte lalu merwujud kembali di depan sang gadis.
Melihat Zhuo Fan ditusuk oleh gadis itu, Empat Iblis Licik hampir merobeknya menjadi empat bagian.
Zhuo Fan berteriak, “Kalian hentikan! Lepaskan dia.”
Plak!
Gadis itu membanting tubuhnya ke tanah dengan keras, menatap keempat wajah penuh amarah di dalam gumpalan asap dengan tatapan bingung.
Iblis Kekerasan memelototinya, “Bocah sialan, berani-aninya kau membunuh di dalam Sekte Penuntut Iblis? Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?”
“Siapa kalian? Kenapa kalian membuka penghalang Sekte Penuntut Iblis?” Gadis itu mengerutkan kening.
Namun tidak ada rasa takut sedikit pun di wajahnya.
Zhuo Fan mengaguminya. [Gadis ini punya nyali juga.]
Keempat iblis itu tertawa menyeramkan dan Iblis Kekerasan mengejek, “Hi-hi-hi, Nona kecil, kau benar-benar tidak tahu apa-apa. Kami adalah kuartet pahlawan kultivator iblis yang telah berkelana selama bertahun-tahun. Semua orang mengenal kami, semua orang takut pada kami...”
“Yah, aku tidak kenal. Bagaimana bisa Sekte Penuntut Iblis memiliki orang-orang seperti kalian? Begitu mencurigakan, licik, dan menyeramkan...” Gadis itu mendengus.
Empat Iblis Licik meledak dalam amarah, “Hei Nona, mau melihat wajahmu tanpa mulut?”
“Persetan dengan itu, itu terlalu mudah baginya. Mari kita robek dia menjadi empat!”
“Tidak, delapan!”
“Tidak, enam belas!”
“Tidak, seratus...”
Empat Iblis Licik kembali berdebat tentang metode eksekusi untuk gadis itu ketika sebuah tawa cekikikan terdengar, “Oh, para Tetua Eksekutif. Kenapa kalian bertengkar di depan pintu? Apakah kalian ingin seorang Tetua melemparkan kalian ke penjara petir itu lagi, selamanya?”
Ugh!
Keempatnya terdiam seketika saat melihat seorang wanita berusia tiga puluhan, tampil menggoda dan berdandan seperti wanita dewasa yang memikat.
Gadis itu berseru melihat kemunculannya, “Kakak Seperguruan, mereka sebenarnya adalah bagian dari kita? Bukankah Kakak bilang tidak mengenal mereka...”
“Ha-ha-ha, gadis konyol, mereka berempat adalah Empat Iblis Licik dari Sekte Penuntut Iblis yang namanya pernah menghebohkan dunia. Mereka baru kembali beberapa waktu lalu dan menjadi Tetua Eksekutif. Kau masih berada dalam pengasingan saat itu, berlatih Pedang Pemangsa Iblis.” Wanita itu memotong ucapannya sambil terkikik.
Melihat wanita itu menyanjung mereka, Empat Iblis Licik pun ikut terkikik, mengangkat dagu mereka dengan rasa bangga yang luar biasa.
Zhuo Fan, di sisi lain, menyeringai karena alasan yang berbeda.
Gadis itu menggerutu, “Apakah Sekte Penuntut Iblis ini sudah begitu kosong hingga orang-orang aneh ini pun bisa menjadi Tetua Eksekutif?”
“Hei, aku tersinggung mendengarnya! Pikirkan lagi kalau tidak mau aku robek mulutmu!” bentak Iblis Kekerasan.
Zhuo Fan menepuk bahunya, “Nona hanya berbicara apa adanya, lupakan saja. Karena aku adalah pendatang baru, mengapa kalian tidak mengenalkanku pada wanita-wanita cantik ini.”
Empat Iblis Licik terkejut dan menatap Zhuo Fan dengan pandangan aneh. [Sejak kapan Pelayan Zhuo jadi begitu tertarik pada wanita?]
Tidak punya pilihan, mereka menuruti permintaannya sambil tertawa.
“He-he-he, tidak pernah menyangka akan mendengar Pelayan Zhuo mengatakan itu. Baiklah, Hu Mei’er, layani Pelayan Zhuo yang agung ini dengan baik!” Iblis Kekerasan terkikik pada wanita itu.
Gadis muda itu menatap tajam ke arah mereka dan menegur, “Aturan sekte melarang urusan asmara. Kalian berempat tahu betul hal ini. Aku akan melaporkan kalian kepada Pemimpin Sekte, jadi bersiaplah menerima hukuman!”
“Hei, Nona kecil, aku rasa merobek mulutmu terdengar semakin menarik.” Iblis Kekerasan meretakkan buku-buku jarinya, namun Zhuo Fan menghentikannya.
Zhuo Fan berkata datar, “Nona, aku adalah murid baru dan hanya ingin mencari beberapa teman baru. Tidak ada maksud lain.”
Gadis itu hanya mendengus kesal.
Sementara itu, Hu Mei’er bersikap sangat ramah, menggenggam tangan Zhuo Fan dengan penuh kelembutan dan membelai rambut putih panjangnya, “Murid baru... Pasti sangat sulit bagimu di luar sana di alam liar hingga rambutmu memutih di usia sekecil ini. Kau pasti mengalami trauma.”
“Aku baik-baik saja,” jawab Zhuo Fan sambil tersenyum.
Tangan Hu Mei’er meraba-raba tubuhnya semakin berani, tanpa rasa sungkan, “Tapi sekarang setelah kau di sini, aku akan menjagamu dengan baik. Kau tidak perlu khawatir tentang apapun.”
“Terima kasih, Kakak Seperguruan,” ucap Zhuo Fan tersenyum, hatinya sekokoh batu.
Iblis Kekerasan terkikik, “Hu Mei’er, dia berada di bawah tanggung jawabmu, jadi sebaiknya kau jangan mengabaikannya.”
“Aku tidak akan pernah tega melupakan Adik Seperguruan yang selucu ini.” Sambil menepuk pipi Zhuo Fan, ia terkikik, “Tapi kenapa kalian memanggilnya Pelayan Zhuo? Apakah itu namanya, Guanjia?”
“Bukan, aku sebelumnya hanya seorang pelayan di sebuah klan,” Zhuo Fan tersenyum. “Namaku Zhuo Fan.”
Hu Mei’er mengangguk, “Zhuo Fan, luar biasa dan mengagumkan. Nama yang bagus.”
“Tentu saja, Pelayan Zhuo adalah pahlawan perkasa yang diundang secara pribadi oleh Pemimpin Sekte. Setidaknya dia adalah seorang elit, calon Pemimpin Sekte masa depan. Nama yang bagus sudah pasti cocok untuknya.” Iblis Kekerasan tertawa terbahak-bahak, seolah-olah dialah yang memilihkan nama itu.
Namun Hu Mei’er tersipu malu sementara matanya berbinar licik.
Adapun sang nona muda, ia duduk bersandar di tanah dengan satu lengan terkulai lemas di sisinya, mengabaikan segalanya, bahkan calon Pemimpin Sekte yang baru saja ia coba bunuh.
Jika Zhuo Fan benar-benar akan menjadi penerus Xie Wuyue, masa depannya dipastikan akan suram.
Chapter 520 · 5m baca
Chapter 520
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter