Ding~
Di tengah hutan lebat, Zhuo Fan berdiri membelakangi semak-semak di belakangnya dengan hening dan fokus. Dia bahkan bisa mendengar suara deringan nyaring yang berasal dari balik semak tersebut.
Zhuo Fan menghela napas.
[Tidak ada amal baik yang luput dari ganjaran.] Dia berniat menyelamatkan sang gadis, tapi malah mendapati wanita itu dalam keadaan tanpa busana. Jadi, mereka berhenti sejenak di dekat semak-semak agar gadis itu bisa berpakaian. Namun, gadis ini rupanya memerlukan waktu yang sangat lama untuk melakukannya. [Apa kau tidak bisa sekadar mengenakan mantel atau jubah lalu beres? Coba lihat aku!]
Keresek~
Rumput di belakangnya bergemerisik dan Zhuo Fan berbalik. Ia seketika dibuat terkejut bukan kepalang.
Ia belum sempat melihat wajah gadis itu dengan jelas saat proses penyelamatan tadi, tetapi sekarang, setelah ia melihatnya dengan saksama, gadis itu ternyata sangat memesona. Ia memiliki hidung mungil yang imut, lekuk tubuh yang amat menggairahkan, serta mata besar yang memancarkan emosi yang rumit.
Jika melihat pakaiannya, ada kontras yang mencolok dari jubah sutra yang halus dan anggun. Pakaian itu dirancang dengan mengutamakan kebebasan bergerak. Deringan konstan yang ia dengar tadi akhirnya menarik perhatiannya pada gelang gadis itu yang dihiasi lonceng kecil, menyempurnakan penampilan keliarannya.
[Dia orang asing!]
Zhuo Fan mengamati tanpa bisa berkata-kata. Tidak pernah terlintas dalam benaknya bahwa di tempat yang dipenuhi oleh para murid klannya, ia akan menemukan seorang gadis yang bukan penduduk asli Tianyu!
Menyadari tatapan terang-terangan yang diterimanya, gadis itu tersipu malu. Ia menggeliat karena rasa malu, namun masih memiliki cukup keberanian untuk memelototinya tajam, "Apa yang kau lihat? Awas ya, kucolok matamu itu!"
"Cih, lagian tidak ada juga yang bisa dilihat. Kenapa kau begitu garang?" sindir Zhuo Fan.
Padis itu semakin merona merah dan merasa kesal. Ia adalah seorang gadis suci yang masih sendiri, lalu tiba-tiba ia harus berurusan dengan orang asing yang telah melihat lebih dari sekadar sekilas. Bagaimana ia bisa menghadapi dunia sekarang?
Ia merasa begitu malu, sangat ingin membenamkan wajahnya ke dalam dada.
[Pergi sana, mati!]
Sementara itu, Zhuo Fan berjalan pergi sambil mengutuk, "Sialan! Aku sudah salah menyelamatkan gadis, buang-buang waktu saja..."
Dengan tatapan penuh amarah, gadis itu mendesis, "Apa maksud perkataanmu itu? Kau menyesal sudah menyelamatkannya?"
Ia melompat ke hadapannya dan mengunci Zhuo Fan dengan tatapan tajamnya.
Kata-kata Zhuo Fan berhasil menyulut emosinya, membuat rasa malunya seketika menguap.
[Aku ini seorang wanita eksotis, impian setiap pria! Merupakan sebuah kehormatan terbesar bagimu bisa menyelamatkanku, bahkan sampai bisa melihat seluruh tubuhku.]
[Gaya bicara macam apa itu, seolah-olah kaulah yang ditemukan telanjang? Akulah yang dirugikan di sini. Kau telah merusak kehormatanku!]
[Huh, babi serakah!]
Tatapan mata gadis itu seolah ingin membakar Zhuo Fan menjadi abu, berniat mencabik-cabiknya menjadi berkeping-keping.
Lalu bagaimana tanggapan Zhuo Fan? Ia hanya menepis gadis itu saat melangkah melewatinya, "Singkirkan tubuhmu, aku sudah membuang terlalu banyak waktu percuma untukmu."
Gadis itu menatap punggung Zhuo Fan yang berjalan pergi dengan angkuh, lalu mengerjap.
[Dan kau menyebut dirimu seorang pria?]
Ini adalah pengalaman pertamanya. Semua pria yang pernah ia temui selama ini selalu terpikat oleh pesonanya, tidak sedingin es seperti pria ini. Kemudian ia teringat kilatan hasrat di mata pria itu ketika tak sengaja melihat tubuhnya di udara tadi, dan jelas sekali bahwa pria ini adalah pria sejati dari ujung kepala sampai ujung kaki. [Lalu kenapa?]
Barulah ia sadar. Apa yang sedang dilakukannya sekarang? Bukannya menuntut pertanggungjawaban karena kehormatannya telah ternoda, ia malah bersikap penuh harap? [Ah, memalukan sekali...]
Ia mendekap pipinya yang bersemu merah,pikirannya melayang pada berbagai kesimpulan yang tidak-tidak.
Bukannya Zhuo Fan peduli. Ia mengabaikan pertemuan 'takdir' ini dan bahkan hampir melupakannya begitu saja. Apa gunanya mengingat setiap orang yang hanya numpang lewat di hidupnya?
Aum!
Hembusan angin secara tiba-tiba menandakan kemunculan seekor macan kumbang emas saat makhluk itu melompat turun dari pohon di atas.
Ia menatap Zhuo Fan dengan buas, memamerkan taringnya yang berbau busuk.
"Binatang spiritual tingkat 4, Macan Kumbang Emas Penyeberang Gunung!" seru gadis itu ketakutan.
Zhuo Fan hanya mengerutkan kening dengan sedikit rasa khawatir.
Mengingat binatang spiritual tingkat 4 adalah pemandangan umum di Gunung Raja Buas, ia merasa cemas memikirkan apa yang mungkin terjadi pada Yunhai.
Gadis itu mengira Zhuo Fan terpaku di tempat karena ketakutan luar biasa dan bergegas maju untuk menyelamatkannya.
Binatang spiritual itu mulai menertawakan reaksi konyol Zhuo Fan.
[He-he-he, aku berhasil membuat bocah itu ketakutan setengah mati dengan kemunculanku. Sempurna, sudah berhari-hari aku tidak menikmati hidangan lezat!]
Aum!
Kucing besar itu menerkam, rahangnya siap menelan Zhuo Fan bulat-bulat.
Zhuo Fan tersenyum ketika matanya bersiap memancarkan kekuatan untuk melenyapkan ancaman tersebut, namun sesosok bayangan anggun tiba-tiba melompat ke depan dan menghalangi binatang buas itu.
Ding~
Gelang gadis itu berdenting merdu saat ia menghadapi sepasang mata buas itu dengan pesonanya. Gadis itu kemudian mulai menggerakkan pinggangnya mengikuti alunan dentingan tersebut, bagaikan sedang menari.
Yang bisa dilakukan oleh binatang itu hanyalah ternganga dalam keadaan terhipnotis oleh tarian sang gadis.
Zhuo Fan tertegun. Ia tidak pernah tahu bahwa seseorang bisa menghadapi binatang spiritual dengan cara yang begitu tidak biasa.
Melalui tarian dan kekuatan jiwa, seseorang dapat memikat lawannya. Manusia hampir tidak terpengaruh, tetapi binatang spiritual dengan pikiran mereka yang sederhana langsung menelannya mentah-mentah.
Seiring dengan gerakan tarian gadis itu, kepala binatang spiritual tersebut terkulai dan matanya menjadi kosong.
Kemudian gadis itu bertepuk tangan.
Kepala binatang buas itu miring dan ambruk. Ketakutan dan rasa pusing di matanya berubah kontras dengan ekspresi kepuasan di wajahnya.
Sambil terengah-engah, gadis itu menyeka keringat di dahinya.
Zhuo Fan tersenyum, "Ha-ha-ha, kau benar-benar hebat. Dunia ini sungguh luas dan ada banyak cara untuk menyelesaikan masalah yang sama."
"Hei, jangan hanya berdiri di sana dan mengomentari keahlianku dari singgasana tinggismu!" Setelah memelototinya sejenak, gadis itu berkata, "Jika kulihat-lihat, kau hanyalah seorang kultivator Pemurnian Tulang tingkat 9. Pantas saja binatang spiritual tingkat 4 ini membuatmu ketakutan setengah mati."
"Berlaku juga untukmu. Siapa tadi yang kutebak bokong telanjangnya berhasil kuselamatkan dari danau itu?" cibir Zhuo Fan. Gadis itu kini sepenuhnya berhasil menarik perhatiannya.
Sambil tersipu, gadis itu mendengus, "Bagaimana bisa disamakan? Makhluk di dalam air itu adalah binatang spiritual tingkat 6... Tunggu! Bagaimana bisa kau terbang sebagai kultivator Pemurnian Tulang? Bagaimana kau menyelamatkanku? Aku sendiri berada di tingkat 2 Alam Surga Mendalam, tapi bahkan aku tidak bisa lolos dari monster itu!"
Setelah akal sehatnya kembali, ia menyadari betapa tidak masuk akalnya situasi ini. Bagaimana ia bisa lolos dari takdir berakhir menjadi makan siang binatang spiritual tingkat 6?
Zhuo Fan tidak berniat membeberkan semua rahasianya kepada orang asing dan hanya memamerkan Sayap Petir miliknya sambil tersenyum, "Benda ini cukup cepat, cukup untuk melarikan diri dari ular air."
Gadis itu mengerjap sesaat lalu mengangguk, "Begitu ya, senjata spiritual terbang tingkat 6."
Melihat sayap yang diselimuti petir itu membuat gadis tersebut merenung. Lalu ia berkata dengan sungguh-sungguh, "Hei, anak muda, karena kau telah menyelamatkanku dan aku telah menyelamatkanmu, kita anggap lunas!"
Zhuo Fan mengangguk. Meskipun sebenarnya, ia bisa dengan mudah menghadapi kucing besar tadi.
"Tapi..." Gadis itu merona lagi entah kenapa dan dilanda keragu-raguan. Suaranya melemah hingga ke tingkat di mana bahkan Zhuo Fan akan kesulitan mendengarnya jika bukan karena kultivasinya.
"Kau masih berhutang padaku karena sudah melihat tubuh telanjangku..."
"Oh, masuk akal juga."
Zhuo Fan mengangguk dan terkekeh, "Aku sangat mengertimu. Jangan khawatir, aku bukan tipe orang yang membiarkan hutang tidak terselesaikan. Tunggu sebentar."
Zhuo Fan kemudian melepas sabuk pinggangnya.
Gadis itu membelalakkan matanya dan memalingkan muka karena malu, "Apa yang sedang kau lakukan, bajingan?"
"Kau bilang aku memanfaatkan penderitaanmu, jadi aku hanya mengembalikan budi. Ini seharusnya membuat kita seimbang. He-he-he, tenang saja Nona, aku sama sekali tidak akan meminta imbalan apa pun, termasuk kehormatan." Zhuo Fan tertawa kecil, menatap wanita yang sedang menggigil itu dengan pandangan penuh rasa ingin tahu.
Gadis itu kini meradang, "Pria mesum sialan! Bukan itu maksudku!"
"Lalu apa lagi? Maksudmu kau ingin lebih?" Zhuo Fan menyeringai, "Baiklah, aku yang murah hati ini tidak akan bersikap sekecil itu pada seorang gadis tertentu. Silakan, raba aku sesukamu. Ha-ha-ha, lakukan apa pun yang kau inginkan padaku, aku tidak akan mengeluh. Sungguh, tidak akan protes sama sekali."
"Ahh~, pria mesum menyebalkan! Aku sudah muak denganmu!" Gadis itu menghentakkan kaki dan cemberut, "A-aku hanya ingin kau membantuku mendapatkan Mata Air Pembentuk. Aku tidak butuh melihat... melihat..."
"Mata Air Pembentuk?"
Suasana hati Zhuo Fan yang tadinya bermain-main langsung lenyap, digantikan oleh keseriusan yang mendalam.
[Masalah ini... mulai menjadi menarik...]
Chapter 271 · 5m baca
Beast Mistress
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter