“Kena kau sekarang, keparat!”
Sebuah suara dingin meluncur dari belakang keempat orang itu. Tubuh mereka mendadak kaku, lalu menoleh secara refleks dan mendapati tatapan geram Gu Santong.
Ketakutan setengah mati, keempatnya menggigil sambil menundukkan kepala, tidak berani menatap matanya.
Gu Santong menggaruk hidungnya, menyapu keempat orang itu dengan tatapan dingin lalu mendengus, “Siapa tadi yang memukulku? Maju!”
“Dia yang melakukannya!”
Keempatnya bahkan tidak mengangkat kepala ketika tiga iblis langsung menunjuk Iblis Kekerasan.
Iblis Kekerasan ingin sekali menendang pantat sekumpulan bajingan tidak tahu malu ini, namun ia bagaikan anak kucing yang tak berdaya di bawah tatapan tajam Gu Santong. Ia lantas menampilkan senyum sengsara dan hampir menangis, “Ini bukan salahku, aku tidak akan pernah melakukannya kalau tidak dipaksa!”
“Oh, kalau begitu siapa yang memaksamu?” Sambil mengerutkan kening, Gu Santong mengepalkan tinjunya.
Menelan ludah dengan susah payah, Iblis Kekerasan mencicit, “Itu…”
Kriet!
Iblis Kekerasan bergidik seketika dan rahangnya menegang, namun ia tidak dapat mengeluarkan suara. Seolah-olah ada sesuatu yang disumpalkan ke dalam tenggorokannya.
Tiba-tiba, sebuah seruan ceria memasuki telinga mereka, “Gu Santong, kau akhirnya datang juga. Puji Tuhan, kupikir kami tidak akan pernah melihatmu lagi!”
Zhuo Fan dan Li Jingtian menyeret tubuh mereka yang babak belur. Wajah Li Jingtian tampak tegang karena cemas, sebaliknya, wajah Zhuo Fan memancarkan kegembiraan, seolah-olah ia tidak bersalah. Ia bahkan berjalan menghampiri dan memberi Gu Santong pelukan hangat ala seorang teman lama.
Keempat iblis itu kini mengerti mengapa Iblis Kekerasan tercekat oleh suaranya sendiri. Cacing Darah milik Zhuo Fan sedang beraksi!
Kedua orang itu memegang nasib keempat iblis di tangan mereka. Menyinggung pihak mana pun saat ini pastinya berarti kematian, bagaimanapun caranya mereka melihat situasi ini. Jadi, ketiga iblis itu membenamkan kepala mereka ke tanah demi menghindari tatapan siapa pun.
Wajah Iblis Kekerasan berkedut dan bergidik ketakutan. Ia takut mati, mengira Zhuo Fan akan menghabisinya demi menyelamatkan diri sendiri.
Melepaskan pelukan Zhuo Fan, Gu Santong menatapnya dengan rasa kesal. Zhuo Fan terperanjat dan pura-pura polos, “Ada apa?”
“Kenapa kalian kabur? Kenapa kalian memasang susunan petir di sini?” bentak Gu Santong padanya. Li Jingtian menelan ludah dengan susah payah, seluruh tubuhnya membeku, sementara keempat iblis menggigil.
Hanya Zhuo Fan yang menunjukkan ekspresi sangat terkejut, “Apa yang kau bicarakan? Siapa yang memasang susunan?”
“Bukannya kalian yang memasang susunan petir ini?”
“Mana mungkin! Kau pikir kami masih akan terjebak bersamamu kalau kami bisa keluar?” Zhuo Fan memutar bola matanya.
Gu Santong tertegun, keempat iblis itu terkejut, sementara kebingungan mendominasi semua orang yang hadir.
“Maksudmu, kalian juga terjebak di dalam sana?” tanya Gu Santong, nadanya masih menyiratkan amarah, meski sudah mereda.
Sambil menghela napas, Zhuo Fan menggelengkan kepala, “Tentu saja, kalau tidak, kami sudah lama kembali membawa bahan ramuan itu!”
“Apa, kalian terjebak di sini hanya demi mendapatkan bahan ramuan?” seru Gu Santong, amarahnya kini benar-benar susut.
Zhuo Fan mengangguk, lalu mulai mengoceh, “Gu Santong, tahukah kau mengapa ada susunan petir tingkat 6 di sini?”
Gu Santong menggelengkan kepala, sebuah tanda yang jelas bahwa ia mempercayai kebohongan Zhuo Fan sepenuhnya.
“Karena ada bahan ramuan tingkat 8 yang berharga di sini. Seseorang menggunakan susunan itu untuk melindunginya!” kata Zhuo Fan, “Demi membantumu mendapatkan bahan ramuan itu, kami harus masuk ke sarang singa, dan nyaris tidak bisa keluar hidup-hidup. Tapi untunglah kau tiba tepat waktu! Tapi kenapa kau bilang kami kabur? Bukankah sudah kukatakan kalau kami akan berburu bahan ramuan?”
“Eh, itu…” Gu Santong merona merah, memainkan jemarinya, seperti anak kecil yang tertangkap basah sedang mencuri kue. Terasa agak dongkol sekaligus bersalah.
Mereka mempertaruhkan nyawa demi kepentingannya, namun ia malah menyalahkan mereka—sungguh memalukan!
Zhuo Fan menghela napas, melirik Li Jingtian, dan keduanya memasang senyum tanpa beban. Gu Santong memang bagaikan monster mengerikan, tetapi ia masih polos seperti anak kecil, dan yang lebih penting, mudah dibohongi.
Keempat Iblis Licik tertegun bisu.
Mereka tadinya takut pada anak itu karena kekuatannya. Namun bahkan setelah tiga abad berlalu, ia tetaplah seorang anak kecil yang mudah ditipu. Kenapa mereka tidak memikirkan hal itu?
Namun rasa malu Gu Santong hanya bertahan sedetik sebelum ia menunjuk Iblis Kekerasan dengan cemberut, “Lalu kenapa mereka bergerak di dalam susunan dengan begitu bebas, bahkan melayangkan pukulan padaku? Kalian jelas-jelas menentangku!”
Tubuh mereka gemetar, diliputi keterkejutan dan rasa takut, sementara keempat iblis kembali menundukkan kepala.
Alis Li Jingtian basah oleh keringat, bibirnya kering, dan ia menatap Zhuo Fan dengan cemas memohon bantuan. [Dia mungkin berhati dan berfikir seperti anak-anak, tapi semua orang tahu kekacauan yang dia timbulkan di Tianyu tiga ratus tahun lalu!]
[Bagaimanapun juga, tidak semudah itu menipunya!]
Inilah rencana Zhuo Fan sejak awal. Jika mereka tidak bisa menahannya dengan susunan itu, mereka akan mementaskan sebuah drama. Mereka akan pura-pura menjadi korban juga, mempertaruhkan nyawa demi kepentingan si anak.
Cara ini berhasil menjelaskan mengapa mereka berada di dalam susunan, sekaligus mendulang poin simpati dari si anak. Tanpa bukti nyata, bahkan jika anak itu merasa curiga, ia tidak bisa begitu saja menghabisi mereka ketika mereka sedang mengerahkan seluruh tenaga untuk mencarikannya bahan ramuan!
Oleh karena itu, Zhuo Fan dan Li Jingtian tidak pernah menampakkan diri selama susunan itu aktif, semata-mata agar mereka bisa mementaskan drama ini dan menyelamatkan diri.
Namun, siapa sangka kalau Empat Iblis Licik yang diminta Zhuo Fan untuk mengulur waktu malah nekat memukulnya!
Situasi ini benar-benar mengacaukan rencana aktingnya…
[Pelayan Zhuo, bagaimana kalau kita serahkan saja keparat-keparat kecil ini ke hadapan singa?]
Li Jingtian berbicara melalui matanya.
Zhuo Fan menyipitkan mata, sementara keempat iblis itu menatapnya dengan penuh kecemasan. Mereka bisa merasakannya di dalam tulang mereka bahwa kata-kata Zhuo Fan selanjutnya memiliki kekuatan untuk menyelamatkan atau menghukum mati mereka.
Jika Zhuo Fan menjadikan mereka sebagai kambing hitam, mereka tidak akan punya kesempatan sama sekali, selain kematian yang cepat.
Pada detik ini, tidak ada seorang pun yang bergerak.
Gu Santong menatap Zhuo Fan, menunggu jawabannya. Li Jingtian juga menatapnya, menunggu keputusannya. Empat Iblis Licik memohon padanya dengan ekspresi wajah mereka yang tampak menyedihkan dan memelas.
Nasib semua orang berada di tangannya!
“Eh…”
Zhuo Fan akhirnya membuka mulut, dan alih-alih menjawab, ia justru balik bertanya kepada Gu Santong, “Apa kau tahu tentang susunan?”
“Tidak!” jawab Gu Santong blak-blakan.
“Sudah kuduga! Baguslah kalau begitu!”
“Eh?” Gu Santong melotot kepadanya dan Zhuo Fan buru-buru berkata, “Ha-ha-ha, jangan salah paham. Aku hanya ingin menjelaskannya kepadamu dengan jelas agar hati nuranimu tidak dibebani oleh pembunuhan orang yang tidak bersalah!”
Zhuo Fan mengusap dagunya lalu mulai menjelaskan, “Susunan diberi peringkat dari satu sampai dua belas menurut kekuatan mereka. Mengenai jenisnya, ada susunan penjebak, pembunuh, dan pengabur. Susunan petir tadi adalah jenis pembunuh. Tapi ada juga susunan penjebak yang tersembunyi di dalamnya. Apa kau menyadarinya?”
Gu Santong mengangguk. Ia tahu begitu masuk ke dalam susunan itu, ia harus menghancurkannya jika ingin keluar.
“Tapi apa kau juga menyadari susunan pengabur di sana?” Zhuo Fan tersenyum penuh teka-teki.
Gu Santong menggelengkan kepala, “Maksudmu aku terjebak dalam susunan pengabur?”
Namun kemudian ia mendengus, “Tidak mungkin. Aku tidak merasakan ilusi apa pun di sekitarku. Apa yang kulihat mungkin palsu, tapi penciumanku tidak pernah mengecewakanku. Orang itu memukulku dan aku menangkap basah dirinya…”
Saat ditunjuk, Iblis Kekerasan bergidik ketakutan. Pada saat itu, ia bahkan lebih pengecut daripada Iblis Pengecut.
Semua orang menatapnya dengan rasa jijik, [Ini adalah pertama kalinya aku bersembunyi di belakang Kakak Keempat!]
Namun di hadapan semua itu, Zhuo Fan melambaikan tangannya mengabaikannya, “Aku tidak bilang kau terjebak dalam ilusi, tapi dialah yang terjebak. Biar kutanya padamu. Apakah kalian berempat benar-benar menyerang Gu Santong?”
Sambil bergidik, keempat iblis itu langsung menangkap maksud Pelayan Zhuo. Pria itu sedang memberi mereka jalan keluar!
Maka mereka menggelengkan kepala dan membungkuk, “Kami pikir kau adalah orang lain! Mohon maafkan kami!”
“Begitukah? Lalu siapa monster kecil yang terus kalian ributkan tadi?” Gu Santong memelototi mereka.
Keempat orang itu menunjuk ke arah Zhuo Fan di tempat, “Dia!”
Wajah Zhuo Fan berkedut dan amarahnya tersulut. Bukankah itu sama saja dengan mengatakan bahwa mereka ingin membunuhnya? Tapi ini bukanlah saatnya untuk berdebat dengan keempat orang bodoh ini!
Gu Santong menatapnya dengan penuh kecurigaan, “Kau juga monster?”
“Eh, sebelum bertemu denganmu, mereka memang memanggilku begitu!” Sambil tertawa canggung, kepalan tangan Zhuo Fan berderak dan Sayap Petir terbentang di punggungnya, “Adakah orang lain yang bisa melakukan ini?”
Mata Gu Santong berkedut, “Begitu ya. Selalu kukira kau menggunakan harta magis terbang, padahal itu menyatu dengan tubuhmu. Kau memang cukup mengerikan!”
Urusan itu pun beres.
Gu Santong masih merasa sangsi, tapi ia tidak dapat menemukan alasan yang masuk akal untuk menghajar mereka habis-habisan.
Semua orang memberikan jempol kepada Zhuo Fan, mengagumi kepiawaiannya bersilat lidah dan bagaimana ia berhasil mengakhiri situasi mematikan ini.
Zhuo Fan menghela napas dan bersukacita dalam hati. [Untunglah kita bertemu Gu Santong. Kalau orang lain, kebohongan telak seperti ini tidak akan mempan dan justru akan membuat kita semua terbunuh. Semua itu karena mereka memelihara keraguan.]
Siapa pun lebih baik membunuh seribu orang tak bersalah daripada melebihi sang pelaku!
Di sinilah letak perbedaan Gu Santong. Zhuo Fan tahu bahwa anak itu menjaga keluarga kekaisaran selama tiga ratus tahun semata-mata demi sebuah janji. Namun hanya setelah menjadi tahanannya, ia sepenuhnya mengerti bahwa bagi anak ini, kata-kata adalah segalanya, dan ia butuh alasan yang kuat saat berurusan dengan siapa pun.
Ketika ia membantai separuh kota di kekaisaran, itu karena orang-orang mendesaknya. Ia tidak memulainya lebih dulu!
Maka Zhuo Fan mengambil perjudian yang heroik, nekat, dan penuh keberanian. Namun hal ini pun hanya memiliki peluang lima puluh-lima puluh. Jika Gu Santong masih bersikeras, mereka hanya bisa pasrah pada takdir dan amarah sang anak.
Untungnya, anak itu memiliki moral yang cukup baik, tidak sembarangan menggunakan kekuatannya tanpa alasan yang jelas!
Mengambil napas dalam-dalam, Zhuo Fan tersenyum. Namun Gu Santong tiba-tiba berkata, “Tunggu, kalau kalian semua melakukan ini demi sebuah bahan ramuan, di mana benda itu?”
Mereka semua kembali membeku.
Bahan ramuan tingkat 8 adalah harta karun surgawi. Bagaimana mungkin mereka bisa menemukannya begitu saja?
Tatapan tajam Gu Santong kembali terarah kepada mereka…
Chapter 237 · 6m baca
Sophistry
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter