“Tidak disangka aku bisa membuat kesalahan.”
Pemilik kedai itu membawa tasnya sambil berjalan menyusuri sebuah gang terpencil. Dia tidak berbicara, hanya menghela napas saat berjalan.
Namun kemudian sebuah suara terdengar dari belakang, “Pemilik, mohon tunggu sebentar.”
Dia berhenti karena terkejut dan melihat ke belakang untuk mendapati Zhuo Fan sedang berjalan mendekat.
“Kau orang yang tadi…” Dia mengenali Zhuo Fan. Dialah orang yang menunjukkan kepada semua orang bahwa giok hitam milik si pemilik kedai adalah palsu.
“Ada apa, kau butuh sesuatu?”
“Ha-ha-ha, kawan, aku menyukai giok hitammu itu dan aku akan membayarnya sepuluh batu spiritual.” Zhuo Fan tertawa, melirik ke arah tas pria itu.
Setelah bergumam sejenak, si pemilik kedai memandang Zhuo Fan dengan tatapan aneh, “Tuan, kau tahu batu ini palsu, jadi kenapa harus membayar sepuluh batu spiritual? Nona tadi bilang harganya cuma tiga.”
Sambil menggelengkan kepala, Zhuo Fan menambahkan, “Sekalipun palsu, batu ini masih bisa dikira sebagai batu asli. Aku mungkin bisa menjualnya lagi sebagai giok hitam.”
“Oh, begitu rupanya. Kau ingin menipu orang lain agar membelinya.” Pemilik kedai itu mengangguk paham lalu mengedarkan pandangan ke sekitar, “Karena begitu keadaannya, situasinya sudah berbeda sekarang. Batu ini jauh lebih berharga daripada sekadar sepuluh batu spiritual.”
“Lalu, berapa yang kau inginkan?” Zhuo Fan menyipitkan mata dengan niat membunuh.
“Setidaknya lima puluh!” Si pemilik menunjukkan sifat liciknya, “Kalau tidak, aku akan mencari mangsanya sendiri dan menjualnya seharga seratus.”
Berkat pengingat dari Zhuo Fan, si pemilik kedai menyadari betapa langkanya orang yang bisa membedakan giok hitam asli dan palsu. Dia bisa menjual barang palsu itu sendiri dan meraup untung besar.
“Jadi, mau beli atau aku harus cari orang lain?”
Melihat ekspresi Zhuo Fan, si pemilik tahu bahwa pemuda itu tidak membawa batu spiritual sebanyak itu. Tapi tidak masalah, dia bisa menjualnya sendiri dan memperdaya orang lain dalam prosesnya. Dia pun berbalik untuk pergi.
“Tunggu!”
Begitu dia melangkah, sebuah tangan mencengkeram bahunya bagaikan cakar besi, memicu pekikan kesakitan dari sang pemilik kedai.
“Kawan, jangan terlalu serakah,” peringat Zhuo Fan.
“Huh, kalau memang serakah, kenapa? Giok hitam ini milikku dan aku akan menjualnya dengan harga berapapun yang kuinginkan…”
Suaranya terhenti saat Yuan Qi hitam merasuki tubuhnya.
Setelah seluruh tubuhnya menghitam, embusan angin menerbangkan abu sisa tubuhnya ke udara.
Sambil menarik napas, Zhuo Fan merasakan Yuan Qi-nya sedikit meningkat. Dia adalah seorang ahli Kondensasi Qi lapis pertama. Pemilik kedai yang berada di lapis ketujuh Foundation Establishment itu hampir tidak memberikan banyak bantuan untuk meningkatkan kekuatannya.
Dia sebenarnya hanya ingin bertransaksi secara wajar, namun si pemilik kedai bersikap kejam dan memaksanya mengambil tindakan ini.
Zhuo Fan mengambil giok hitam itu dan kembali ke penginapan.
Dia tidak ketagihan membunuh, tapi beberapa orang memang hobi mencari mati.
Zhuo Fan menemui Kapten Pang di penginapan dan melemparkan sebuah kantong kepadanya, “Pang Tua, ini.”
Kapten Pang kebingungan, “Eh? Sepuluh batu spiritualnya utuh? Bukankah kau tadi membelinya?”
Zhuo Fan sempat meninggalkan Kapten Pang di penginapan setelah meminjam sepuluh batu spiritual, dengan dalih menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Namun, batu spiritual yang sama kini tergeletak di dalam kantong tanpa tersentuh sedikit pun.
“Ah, kakek tua itu sangat baik sampai-sampai dia memberikannya begitu saja padaku,” elak Zhuo Fan.
“Lagi pula, Pang Tua, berjaga-jagalah di depan pintu kamarku dan jangan biarkan siapa pun masuk.”
Setelah berkata demikian, dia menutup pintu kamarnya. Kapten Pang merasa aneh, tetapi karena mereka sekarang sudah seperti saudara, dia tetap menuruti permintaannya. Alhasil, dia duduk bersila di depan pintu kamar Zhuo Fan sebagai pengawal.
Zhuo Fan sadar betul apa yang terjadi di luar kamarnya dan mengangguk puas. Dia sangat beruntung bisa menemukan orang yang begitu setia.
Selanjutnya, dia meletakkan giok hitam di atas meja dan mengeluarkan Yuan Qi gelapnya.
Bum!
Lapisan luar batu itu retak dan terkelupas, memancarkan cahaya merah darah.
Benda itu bukan lagi giok hitam, melainkan giok berlumuran darah. Terlebih lagi, benda itu memancarkan aura bagaikan sebuah jantung yang berdetak kencang, berkedip terang dan redup secara berirama.
“Aku tahu benar, ini adalah Roh Darah!”
Zhuo Fan menelan ludah, berusaha keras menahan ekspresi kegirangan yang teramat sangat di wajahnya.
Roh Darah bisa berasal dari batu apa saja. Syarat utamanya untuk terbentuk adalah harus dimandikan dalam darah jutaan manusia, menyerap esensi matahari dan bulan selama ribuan tahun hingga akhirnya berwujud. Itu adalah harta karun seorang kultivator jalur iblis, sebuah pusaka yang amat langka.
Seorang kultivator dapat menggunakan Roh Darah untuk membentuk Bayi Darah. Dalam pertempuran, dia bisa mengerahkan Bayi Darah itu untuk menyerap esensi darah lawan lalu membunuhnya. Terlebih lagi, Bayi Darah itu dapat tumbuh seiring dengan perkembangan kultivatornya. Begitu Zhuo Fan tumbuh cukup kuat, bahkan seorang Kaisar pun tidak akan berani berurusan dengannya.
Berdasarkan Catatan Rahasia Sembilan Kesunyian, dahulu kala ada seorang kultivator iblis kuno yang hebat, Leluhur Iblis Darah, yang melatih Bayi Darah hingga ke Tingkat Suci. Bahkan kesepuluh Kaisar kuno enggan menjadikannya musuh.
Leluhur Iblis Darah merasa tak terkalahkan dan pergi menantang Kaisar Sembilan Kesunyian demi memperebutkan gelar kultivator iblis terkuat. Pertarungan itu berlangsung sangat sengit, di mana Kaisar Sembilan Kesunyian terluka parah pada akhirnya; nyaris tidak bisa mengalahkan Leluhur Iblis Darah hanya dengan selisih setengah jurus.
Namun, Kaisar Sembilan Kesunyian berhasil mendapatkan metode rahasia Leluhur Iblis Darah untuk memelihara Bayi Darah, menyempurnakannya, dan memasukkannya ke dalam Seni Transformasi Iblis. Kaisar Sembilan Kesunyian sebenarnya ingin melatih Bayi Darah itu juga, tetapi tidak pernah sempat melakukannya.
Zhuo Fan, sang Kaisar Iblis, sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan keberuntungan sebesar ini setelah bereinkarnasi untuk melatih Bayi Darah.
Jika dia memilikinya di kehidupan masa lalunya, seorang Saint (Orang Suci) bukanlah apa-apa.
Pikiran itu membuatnya begitu tidak sabar untuk menyayat pergelangan tangannya dan menuangkan darahnya sendiri ke atas giok darah tersebut.
Chapter 13 · 4m baca
Blood Spirit
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter