Rikuh~
Petir menyambar di antara awan dengan suara gemuruh rendah, bagaikan geraman seekor binatang buas. Langit berubah menjadi putih di kejauhan. Di sanalah dewa Kekaisaran Bintang Pedang, Baili Yutian, sedang bertapa.
Meskipun alun-alun dipenuhi dengan pertempuran dan pembantaian, ledakan-ledakan dahsyat yang tercipta berhasil membuat orang-orang tuli seketika. Zhuo Fan masih berdiri tegak di atas panggung eksekusi, matanya terpaku pada kilat dan petir, menunggu bersama Baili Jingwei.
Diiringi auman naga, Danqing Shen menyerang, mengubah ribuan ahli di depannya menjadi abu yang melayang. Sambil memainkan musik, Pedang Tujuh Catatan Kabur milik Raja Pedang Siter mengubah musuh-musuh mereka menjadi bubur. Dewa Pedang Anggur menyemburkan anggur, memicu badai api yang tidak menyisakan apa pun.
Ketiga orang itu bekerja sama untuk menahan terjangan pasukan musuh yang tak ada habisnya, dengan ekspresi suram. Mereka tahu Zhuo Fan ada di sana, tetapi mereka tidak melontarkan satupun keluhan. Mereka tahu raja melawan raja dan jenderal melawan jenderal. Lawan dari Raja Iblis Kegelapan belum juga muncul.
Gemuruh!
Petir ungu menyambar dan Qiao'er melangkah ke hadapan Baili Yuyu. Baili Yuyu menangkisnya, membuat pertarungan mereka berimbang.
Sambil menatap tajam gadis berambut ungu itu, Baili Yuyu bergumam dalam hati.
[Di mana keparat itu menemukan ahli yang begitu aneh, begitu muda dan sangat kuat secara tidak normal? Aku tadinya berniat mengalah dalam pertarungan dengan gadis ini, demi dia.]
[Jelas sekarang kalau aku terlalu banyak berpikir. Gadis itu sangat kejam sehingga jika aku bersikap longgar, aku justru akan terbunuh.]
[Sialan, bukankah keparat itu menyuruh orang-orangnya untuk tidak terlalu keras padaku? Huh, kalau begitu dia sudah lupa segalanya!]
“Kakak Yu!”
Gadis ungu itu terkikik, menggoda, “Sudah lama sejak terakhir kali kita bertemu, tapi kau masih sama kuatnya.”
Ugh!
Baili Yuyu menatapnya lekat-lekat, “Dan kau adalah…”
“Sudah melupakanku? Padahal kau bahkan sempat berpura-pura menjadi ibuku.”
“Qiao'er!”
Baili Yuyu terkesiap, matanya terbelalak, “Kau sudah besar dan sangat kuat juga? Sama seperti orang tuamu, tidak masuk akal.”
[Padahal aku tidak pernah menjadi manusia.]
Qiao'er terkikik dalam hati, “Kakak Yu, kita bersenang-senang saat itu dan selalu menganggapmu sebagai bagian dari keluarga. Kekaisaran sudah habis, jadi kenapa tidak bergabung dengan kami saja?”
“Berhenti omong kosong, kekaisaran tidak akan runtuh…”
Baili Yuyu tersulut emosi, lalu mengerutkan kening karena khawatir dan ragu-ragu. Dia adalah bagian dari klan Baili. Yang lain mungkin bisa berkhianat, tetapi jika dia pindah kubu begitu saja, dia akan merasa bersalah. Patriark mungkin bersikap keras padanya, tetapi beliau tidak pernah kejam. Bagaimana bisa dia mengkhianatinya tanpa alasan yang jelas?
Qiao'er tersenyum, “Baiklah, karena kau belum bisa memutuskan, aku tidak akan memaksa. Begitu kekaisaran runtuh, kenapa tidak tinggal bersama kami saja?”
“Hei, Nona muda, sadarlah! Pasukan kekaisaran kami telah mengepung kalian. Pikirkanlah tentang…”
“Apa itu benar-benar pasukanmu?” Qiao'er memotong perkataannya sambil menunjuk ke suatu arah.
Baili Yuyu menoleh dan mendapati pemandangan yang mengejutkan, “A-apa yang sedang terjadi?”
Para Raja Pedang dari klan Baili semuanya terkapar di tanah, babak belur dan terluka. Kubu Murong Lie menahan mereka dengan tatapan dingin. Hanya dalam hitungan menit, hasil antara kedua kubu telah ditentukan, sebuah kemenangan telak.
Baili Yuyu menatap dengan linglung.
[Kenapa orang-orang Istana Iblis begitu kuat?]
“Kakak Yu, selama abad terakhir, selain aku dan Kakak yang membantu Ayah sebagai Raja Dharma, ketiga tetua itu tidak melakukan apa pun selain bertapa untuk mempelajari ilmu pedang bersama Ayah, mengabaikan segala hal lainnya.”
Qiao'er memiringkan kepalanya, “Coba pikirkan, orang seperti apa sebenarnya mereka? Menghabiskan waktu bersama setiap hari untuk menguji ilmu pedang mereka dan mendapatkan petunjuk dari Ayah, kekuatan mereka meroket. Mereka sekarang bahkan lebih kuat daripada seorang Raja Pedang. Aku memilihmu sebagai lawanku agar para tetua itu tidak menyakitimu. Aku bahkan sudah bersikap lunak padamu, he-he-he…”
Wajah Baili Yuyu berkedut, “Kau bersikap lunak?”
“Tentu saja, kalau tidak, menurutmu kenapa kau masih bisa berdiri di sana?”
“Ugh, baiklah.”
Merasakan keringat mengucur di pelipisnya, Baili Yuyu menyadari kebenaran itu dan merasa dirinya menua seketika itu juga.
[Yang muda menggantikan yang tua.]
[Anak imut itu ternyata sengaja mengalah padaku…]
Kaisar, Baili Jingshi, tertegun bisu, merosot lemas di singgasananya.
[Semuanya sudah berakhir. Semua Raja Pedang…]
Baili Jingwei menatapnya sekilas lalu mengepalkan tinjunya, menunggu dengan tatapan yang menolak untuk menyerah.
Bum!
Disusul ledakan terakhir, Shangguan Feiyun terjatuh di antara Raja Pedang kekaisaran lainnya. Shangguan Feixiong dan Murong Lie berjalan mendekat, menatap rendah ke arah mereka.
Ouyang Changqing terkekeh, menunjuk ke arah Baili Jingtian, “Ada apa? Sekarang kau tahu bagaimana rasanya bahkan setelah seratus tahun belum terlambat bagi seorang pria untuk membalas dendam, Raja Pedang Lengan Tunggal!”
“Bunuh saja aku sekalian!” gerutu Baili Jingtian.
Ouyang Changqing mencibir. Shangguan Feixiong menatap tajam ke arah Shangguan Feiyun, “Feiyun, kau telah mengkhianati klan dan sudah menjadi kewajibanku sebagai tetua untuk membawamu kembali agar dihukum!”
“Aku tidak punya apa pun untuk dikatakan kepadamu.” Shangguan Feiyun memejamkan matanya, tinjunya masih terkepal, wajahnya yang penuh luka dan berdarah tampak begitu suram.
Shangguan Feixiong menangkupkan tangan, “Semuanya, serahkan Shangguan Feiyun kepadaku. Sisanya terserah pada tawanan Istana Iblis dan kalian untuk diperlakukan sesuka hati.”
Mereka semua mengangguk.
Petir meledak tepat saat orang-orang itu hendak dibawa pergi, berasal dari tempat yang jauh di kejauhan.
Kilatan ungu melintas dan gelombang kejut yang dahsyat menyebar ke seluruh medan pertempuran.
“I-itu…” Mereka semua bergidik merasakan tekanan yang sangat familiar itu.
Baili Jingwei berseri-seri, tertawa terbahak-bahak, “Ha-ha-ha, akhirnya! Dewa pelindung kita telah tiba! Zhuo Fan, Istana Iblis sudah habis!”
Whoosh!
Pendar ungu terbang ke atas bagaikan naga petir, mewarnai seluruh langit dengan warna ungu. Badai petir mulai berkumpul di atas, memancarkan tekanannya ke semua orang di bawah.
“Pedang Tak Terkalahkan Baili Yutian masih hidup?”
“Patriark!”
Murong Lie berteriak, sementara kubu Baili Yuyu diliputi kegembiraan, harapan untuk menang pulih kembali.
Selama Patriark masih ada, kekaisaran akan tetap bertahan.
Danqing Shen sedang menangkis pasukan ketika ekspresinya berubah suram menatap pendar ungu tersebut.
Pedang Tak Terkalahkan itu tidak terlihat selama satu abad dan dikira sudah mati.
[Sekarang dia menampakkan diri. Ini gawat, tapi…]
Banyak orang beralih menatap Zhuo Fan dengan penuh harapan.
Bum!
Murong Lie mengabaikan segalanya dan melesat ke arah pendar ungu dengan semangat bertarung, “Pedang Tak Terkalahkan, yang terbaik di dunia! Setelah seratus tahun, aku datang untuk menantangmu setelah kekalahan terakhir kita!”
“Kami juga!”
Yang lain mengabaikan Raja Pedang yang terluka dan mengikuti Murong Lie ke langit. Haus darah mereka untuk bertarung begitu membabi buta. Bahkan Qiao'er akhirnya ikut pergi, dan Baili Yuyu tidak menghentikannya.
Semua orang yang lain mengerjap dalam keheningan yang mencengangkan.
[Apakah mereka pikir bertujuh bisa mengalahkan Patriark?]
[Tidak, mereka tidak peduli tentang menang, mereka hanya ingin bertarung. Tapi apa gunanya bertarung dalam pertempuran yang sudah pasti kalah?]
Para Raja Pedang menatap ketujuh orang itu dan mulai memahami misteri dari para petarung terkuat…
Whoosh!
Pendar ungu itu menembus ketujuh orang tersebut dan menghantam pusat alun-alun, memperampakkan jubah tipis, jubah panjang, dan wajah yang menua. Matanya menatap tajam bagaikan belati, sang penguasa terkuat, Pedang Tak Terkalahkan…
Bang~
Sambaran petir berikutnya membuat ketujuh orang itu terhempas jatuh ke tanah sambil meludahkan darah. Mereka mengerang dan batuk mengeluarkan lebih banyak darah, merosot lemas di genangan darah mereka sendiri…
Chapter 1164 · 5m baca
Invincible Acts
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter