“Kakak Song!” seru Dong Xiaowan saat melihat Zhuo Fan pingsan. Ia ingin mendekatinya, tetapi Dong Tianba menarik tangannya.
Dong Tianba sedang mengamati tetua berjubah hijau itu dengan wajah serius. Zhuo Fan telah membuat Yan Fu berada dalam kondisi separuh mati, dan membantu pemuda itu hanya akan mendatangkan murka sang tetua.
Tindakan itu mungkin tidak terpuji, tetapi selama kau bisa lolos hidup-hidup dari bentrokan dengan Tujuh Keluarga, segalanya hanyalah detail kecil yang tidak penting.
“Hei, Nadis, urus muridku!”
Raja Pil Kejam menoleh ke arah Xiao Dandan, matanya memancarkan kilatan hijau. Gadis itu bergidik ketakutan sembari menunjuk dirinya sendiri, “M-maksud Kakek aku?”
“Jangan banyak tanya. Muridku berakhir seperti ini karena ulahmu. Siapa lagi yang harus merawatnya kalau bukan kau?” ucap Yan Song tanpa bisa membantah.
Xiao Dandan terpaksa menurut meskipun dalam hati ia menolaknya mentah-mentah.
Tubuh Yan Fu yang babak belur itu menimbulkan rasa jijik yang luar biasa di hatinya. [Siapa yang menyuruhnya sok pahlawan membela aku? Bukan aku! Dia sendiri yang menyeretku ke sini untuk mencari masalah dengan Song Yu, dan sekarang setelah dia terluka, aku yang harus merawatnya?]
Menyadari rasa jijik di wajah Xiao Dandan, Yan Song berkata dengan nada mengancam, “Gadis, muridku terluka demi membela dirimu, dan kau malah berniat mengabaikannya?”
Sambil bergidik, Xiao Dandan menggelengkan kepalanya berulang-ulang, “Eh, tidak, saya tidak berani!”
“Huh, baguslah kalau begitu. Muridku telanjur menyukaimu, jadi sebaiknya kau tidak membuatnya kecewa, atau aku akan membuatmu memohon agar kematian segera menjemputmu!”
Mendengus dingin, Yan Song menyerahkan murid kesayangannya itu di bawah perawatan Xiao Dandan, lalu berjalan menghampiri Zhuo Fan. Pemuda itu tergeletak di tanah, tampak seolah-olah napasnya telah berhenti, tetapi pikirannya bekerja keras memperhatikan segala sesuatu yang sedang terjadi.
Selain itu, ia tidak terkena racun separah seperti yang ia tunjukkan pada orang-orang.
Ia hanya menetralisir ketiga racun Yan Fu menggunakan Seni Transformasi Iblis dan sengaja bersandiwara untuk menipu para penonton.
Merasakan niat membunuh yang begitu nyata dari setiap langkah Yan Song, kepalan tangan Zhuo Fan semakin mengerat.
[Aku bahkan sudah akting keracunan sampai mati, tapi seorang tetua sepertimu masih ingin menghabisiku?]
Jika keadaan mendesak, satu-satunya pilihan yang ia miliki adalah membongkar identitas aslinya.
Meskipun memiliki tubuh harta karun iblis tingkat 5, serangan telak dari seorang ahli ranah Surga Mendalam (Profound Heaven) pasti akan meninggalkannya dengan luka berat. Setidaknya, organ-organ dalamnya akan mengalami kerusakan parah.
Zhuo Fan bersiap untuk bereaksi kapan saja dan melumpuhkan Raja Pil Kejam yang menjengkelkan itu!
Tiba-tiba...
Petir menyambar-nyambar di Cincin Petirnya, membuatnya terperanjat. [Orang itu tidak mungkin ada di sini, kan?]
Namun, tawa yang sangat akrab bergema saat sesosok bayangan melesat seratus meter dari tempat Zhuo Fan berada, “Ha-ha-ha, kukira Raja Pil Kejam yang agung dan luar biasa itu hebat, rupanya dia hanya gemar merunduk dan menindas yang lemah!”
Tidak lain adalah Xie Tianyang dari Kediaman Bangsawan Pedang (Sword Marquise Abode), pemuda yang pernah melewati hidup dan mati bersama Zhuo Fan. Di sampingnya berdiri seorang tetua yang sama seperti sebelumnya, Tetua ke-8 Jian Suifeng!
[Sialan, waktu kemunculanmu benar-benar pas!]
Zhuo Fan merasa gembira, diam-diam memasukkan Cincin Petir ke dalam cincin penyimpanan yang lain saat semua orang tidak melihat. Suara sambaran petir itu pun lenyap, tetapi Xie Tianyang tidak ambil pusing dan terus menatap Yan Song dengan tatapan arogan.
“Bocah tengik, apa kau datang untuk ikut campur urusanku?”
Yan Song melotot tajam ke arahnya, ledakan niat membunuh meletup dari tubuhnya. Jian Suifeng mendaratkan tangannya di bahu Xie Tianyang, “Tianyang, urusan ini bukan urusan kita.”
“Tetua ke-8, Kota Mengalir Bunga (Drifting Flowers City) bukanlah wilayah kekuasaan Aula Raja Pil (Pill King Hall), untuk apa kita harus takut padanya?” Xie Tianyang menyeringai sambil mendongakkan dagunya.
Jian Suifeng menggelengkan kepalanya. Sejak pertempuran di Kota Bentangan Biru (Blue Expanse City) antara You Guiqi dan Zhuo Fan, sifat usil Xie Tianyang semakin menjadi-jadi. Ia tidak tahan jika melihat ketidakadilan terjadi di depan matanya.
Sifat seperti ini sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi juga tidak mendatangkan kebaikan.
Biasanya sang tetua tidak pernah menghentikannya. Namun kali ini, pemuda itu sudah bertindak terlalu jauh. Berani ikut campur dalam urusan Tujuh Keluarga Besar, hal ini sukses membuat para tetua Kediaman Bangsawan Pedang dilanda kepanikan luar biasa. Ia bahkan tidak bisa membayangkan apa konsekuensinya nanti.
Zhuo Fan itu bertindak seorang diri, berani mencari masalah dengan siapa pun yang menghalangi jalannya sesuka hati. Namun, Tianyang mewakili Kediaman Bangsawan Pedang. Sebenarnya apa yang diajarkan para tetua kepadanya selama ini?
Lagi pula, kenapa dari sekian banyak orang, dia harus mencari gara-gara dengan Raja Pil Kejam?
Jian Suifeng tersenyum masam seraya meminta maaf untuk menggantikan Xie Tianyang, “Ha-ha-ha, Tetua Yan Song, aku adalah Tetua ke-8 Kediaman Bangsawan Pedang, Jian Suifeng. Mohon jangan masukkan ucapan pemuda yang belum tahu apa-apa ini ke dalam hati!”
“Pantas saja dia berani bertindak selancang itu. Ternyata dia berasal dari Kediaman Bangsawan Pedang!”
Pandangan mata Yan Song beralih menatap keduanya sejenak, lalu menggelengkan kepala ke arah Zhuo Fan yang terengah-engah, “Terserahlah, aku akan melepaskan masalah ini demi Kediaman Bangsawan Pedang dan tidak akan menghukum bocah keparat ini dengan tanganku sendiri. Lagipula, dia sudah menghirup racun muridku dan usianya tidak akan lama lagi.”
Yan Song sengaja menekankan kata ‘murid’, menegaskan fakta bahwa muridnyalah yang pada akhirnya akan membunuh anak muda ini. Itu adalah sebuah pesan tersirat kepada mereka, ‘Ini tidak ada hubungannya denganku. Aku tidak sedang menindas yang lemah, jadi jangan coba-coba kalian menyebarkan rumor palsu dan merusak nama baikku, Kediaman Bangsawan Pedang!’
Jian Suifeng langsung paham akan makna tersembunyi di balik ucapan itu dan mengangguk, “Ha-ha-ha, Tetua Yan Song memiliki murid yang luar biasa. Mana mungkin orang biasa bisa menandinginya? Bocah ini berani cari masalah dengannya, jadi kematian memang sudah pantas dia dapatkan!”
Yan Fu mengangguk puas. [Setidaknya orang tua ini tahu cara menjaga perasaan.] Ia kemudian melesat ke hadapan Xiao Dandan, lalu membawa gadis itu beserta sang murid pergi dari sana.
Muridnya memang menang, tetapi itu adalah kemenangan yang sangat memalukan.
Jika ia berlama-lama di sana, Kediaman Bangsawan Pedang mungkin akan menyadari bahwa muridnya sebenarnya dikalahkan habis-habisan dan hanya menang karena meracuni lawannya secara licik. Jika itu terbongkar, ia benar-benar tidak akan punya muka lagi untuk tampil di hadapan publik!
Awalnya tidak banyak yang mengetahui hal ini, hanya Menara Mengalir Bunga (Drifting Flowers Tower), Hutan Riang (Merry Woods), dan Lembah Neraka (Hell Valley), tetapi semakin sedikit yang tahu, tentu akan semakin baik—semua ini demi menghindari aib.
Begitu lelaki tua itu pergi, Jian Suifeng menarik napas dalam-dalam. Meskipun dalam hatinya dipenuhi rasa benci dan menggertakkan gigi saat melihat Zhuo Fan perlahan-lahan sekarat, ia bergumam, “Keparat, dia selalu memamerkan kekuatannya di setiap kesempatan dan mempermalukan seluruh Tujuh Keluarga Besar!”
“Sudahlah, hentikan. Apa kau pikir kau itu monster seperti Zhuo Fan? Yang bisa berbuat semaunya sendiri?”
Setelah menjitak kepala Xie Tianyang, Jian Suifeng menggelengkan kepalanya, “Tianyang, apa kau sadar betapa berbahayanya tindakanmu tadi? Berbeda dengan You Guiqi yang suka bermain trik dan merencanakan tipu muslihat alih-alih bertindak gegabah, Raja Pil Kejam ini akan langsung menyerang siapa saja yang membuatnya tidak senang tanpa memedulikan akibatnya. Bahkan terhadap keluarga besar lainnya, tidak ada seorang pun yang bisa menghentikannya!”
Xie Tianyang menggigit bibirnya dan menghela napas pasrah.
“Kalian pasti Tuan Muda dari Kediaman Bangsawan Pedang!”
Xie Tianyang menoleh dan melihat Dong Xiaowan berlutut di dekat kakinya, “Kakak Song Yu telah diracuni oleh Aula Raja Pil, kumohon tolong selamatkan dia!”
Xie Tianyang melirik sekilas ke arah Zhuo Fan, lalu menatap Jian Suifeng, “Tetua ke-8, apa kita bisa menyelamatkannya?”
“Hah! Apa kau pikir ada orang di dunia ini yang bisa menyembuhkan racun buatan Aula Raja Pil? Kalaupun ada, organisasi itu tidak akan tumbuh menjadi momok yang begitu mengerikan.” Jian Suifeng menggelengkan kepalanya, “Tianyang, jangan ikut campur urusan orang lain!”
Xie Tianyang menatap Dong Xiaowan dengan ekspresi tak berdaya, “Maafkan aku, Nona, aku tidak bisa menolongnya.” Ia pun beranjak pergi bersama Jian Suifeng.
Dong Xiaowan menangis sesenggukan sembari menoleh kepada kakaknya. Dong Tianba menghela napas berat, “Pada akhirnya, Adik Song yang kita sayangi menemui ajalnya karena ulah kita. Kita akan membawa jenazahnya kembali ke Kota Hujan Malam (Nightrain City) dan memakamkannya di sana. Mulai sekarang, Klan Song akan kita angkat sebagai keluarga kita sendiri.”
Dong Xiaowan menyeka air matanya lalu mengangguk pelan.
“Tunggu!” Sebuah suara tiba-tiba menghentikan langkah mereka.
Chuchu muncul dari balik bayangan, “Dia telah terkena racun Telapak Awan Pelangi (Rainbow Cloud Palm). Jika kalian menyentuhnya, kalian juga akan ikut keracunan!”
Apa?
Kakak beradik itu langsung mundur beberapa langkah. Dong Xiaowan menatap Chuchu dengan penuh permohonan, “Lalu apa yang harus kami lakukan? Kita tidak mungkin meninggalkan jenazah Kakak Song begitu saja di sini.”
“Serahkan dia padaku. Aku akan menyembuhkannya!”
Chuchu melilitkan pita sutranya pada tubuh Zhuo Fan lalu menghilang dalam sekejap, meninggalkan Dong bersaudara dalam keterkejutan yang luar biasa.
Kediaman Bangsawan Pedang yang merupakan bagian dari Tujuh Keluarga Bangsawan saja tidak berdaya. Namun, seorang gadis dusun sanggup melakukannya?
Keduanya sama sekali tidak bisa mencerna apa yang baru saja terjadi, tetapi di antara mereka semua, orang yang paling terkejut justru adalah Zhuo Fan sendiri.
Ia bisa merasakan tiga jenis racun di dalam tubuhnya saling bergabung dan terus bermutasi, melipatgandakan tingkat toksisitasnya. Apakah ada metode lain yang bisa menyingkirkan racun ini selain Seni Transformasi Iblis?
[Mungkin saja...] Tebakan itu membuncahkan kembali semangatnya.
Lima belas menit kemudian, di sebuah kawasan kumuh, Chuchu membaringkan tubuh Zhuo Fan di atas ranjang tanah, sementara tangannya tiba-tiba memunculkan sebuah botol kecil.
Begitu ia membuka sumbat botol tersebut, aromanya langsung menguar memenuhi seluruh ruangan.
Zhuo Fan terperanjat, meskipun matanya terpejam rapat, kelopak matanya masih sempat bergetar. Inilah benda yang sebenarnya ia incar sejak awal, harta karun surgawi, Getah Giok Bodhi (Bodhi Jade Sap).
Setetes cairan hijau jatuh tepat di bibir Zhuo Fan, lalu meluncur masuk ke dalam mulutnya.
Seketika itu juga, Zhuo Fan merasakan gelombang vitalitas yang tak terbatas melonjak drastis di dalam tubuhnya, meresap dan menyelimuti setiap inci tubuhnya. Ia merasa begitu bahagia, namun rasa sesak dan pilu di lubuk hatinya justru jauh lebih besar.
[Kakak, alangkah lebih baiknya kalau tetesan itu kau tiumpkan saja ke bagian bawahku...]
Chapter 102 · 7m baca
Bodhi Jade Sap
by Night Owl
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter