Renegade Immortal - Chapter 948 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 948 · 7m baca

Secret of the Battle Scrolls

by Er Gen

Li Yunzi tahu betul bahwa apa yang mereka lihat dan rasakan telah melampaui batas kemampuan akal budi manusia!

Hanya segelintir orang yang mampu membuka gulungan kedua. Kendati demikian, mereka hanya bisa membukanya sedikit saja. Adapun mereka yang bisa membuka gulungan kedua secara penuh selama tak terhitung generasi, jumlahnya hanya tiga orang, termasuk dirinya sendiri!

Hanya ketiga orang itu yang mampu membuka gulungan kedua sepenuhnya!

Wajah Xu Ting sepucat mayat, tubuhnya gemetar hebat, dan keringat bercucuran deras. Tatapannya kosong saat ia memandangi gulungan yang baru terbuka sedikit celah itu.

Ia merasakan aura ganas bergejolak keluar dari celah kecil pada gulungan tersebut, seolah hendak melahapnya. Hal ini membuatnya merasa sangat tertekan, seakan ada sesuatu yang menghimpit dadanya. Ia ingin meraung untuk melampiaskannya, tetapi ia tak mampu mengeluarkan suara.

Raungan yang berasal dari zaman purba bergema di telinganya. Kemudian, tiupan angin kencang menghantamnya, membuat pakaian dan rambutnya berkibar liar.

Pikirannya melayang dan ia disergap ilusi bahwa dirinya adalah sebuah perahu sebatang kara yang tengah berjuang di tengah terjangan ombak ganas.

Namun, Xu Ting bukanlah sembarangan orang; ia adalah junior berbakat dari keluarga Xu di planet Dong Lin. Ia telah memasuki kolam selestial, tempat domain miliknya melebur, hingga akhirnya ia memperoleh asal-muasal selesialnya. Jika ia berada di dunia kultivasi zaman kuno, ia adalah seorang dewa sejati!

Pada saat ini, ia menarik napas dalam-dalam dan matanya memancarkan kilau tajam. Dalam situasi putus asa itu, ia meredam rasa teror di dalam hatinya seraya menatap lekat-lekat gulungan tersebut, lalu dengan tangan yang gemetar perlahan-lahan membukanya.

Pemandangan ini membuat mata Li Yunzi berbinar dan memancarkan sedikit rasa kagum. Ia membatin, "Xu Ting adalah satu dari sedikit kultivator yang mampu memahami gulungan pertama dalam waktu empat detik. Biasanya, saat kultivator sepertinya membuka gulungan kedua, mereka hanya bisa membukanya hingga 40%; aku hanya ingin tahu seberapa jauh ia bisa membukanya."

Ekspresi Wang Lin tetap tenang saat ia menatap dingin ke arah Xu Ting.

Tangan Xu Ting bergetar semakin hebat. Setiap kali ia membuka gulungan itu sedikit lebih lebar, aura ganasnya menjadi semakin pekat. Ia merasa seolah-olah sedang menggenggam seekor makhluk buas purba di telapak tangannya dan bersiap membuka segelnya agar makhluk itu bisa melahapnya.

Waktu berlalu perlahan seiring terbukanya gulungan itu kian lebar di tangan Xu Ting yang gemetar. Pakaiannya basah oleh keringat dan wajahnya pias. Xu Ting telah berhasil membuka gulungan pertempuran itu sekitar 40%, dan niat bertempur yang terpancar darinya sudah terasa begitu pekat.

Sebuah badai mendadak muncul dan menyapu sekitar, menimbulkan serangkaian suara gemuruh. Semburan cahaya hitam melesat keluar dari gulungan dan menyelimuti tubuh Xu Ting.

Pikiran Xu Ting bergetar, namun ada tekad pantang menyerah yang bersemayam di lubuk hatinya. Ia mengatupkan giginya rapat-rapat, mengerahkan seluruh energi asal selesialnya, dan tanpa ampun terus membuka gulungan itu. Suara debuman terdengar saat ia berhasil membuka gulungan tersebut hingga 70%!

Li Yunzi tiba-tiba bangkit berdiri, sementara matanya dipenuhi oleh rasa terkejut yang tak terbayangkan.

Tepat pada detik ketika gulungan pertempuran itu terbuka 70%, raungan seekor makhluk buas terdengar dari dalamnya. Kepulan kabut hitam dalam jumlah besar mengepul keluar dan berubah wujud menjadi makhluk buas raksasa yang mencoba menerkam untuk melahap Xu Ting.

"Tahan!" Ada secercah antisipasi di dalam tatapan Li Yunzi.

Tubuh Xu Ting bergetar hebat. Tepat saat makhluk buas ganas itu menerjangnya, ia memuntahkan seteguk darah dan tubuhnya terpental mundur. Suara letupan terdengar beruntun disusul darah segar yang menyembur keluar dari tubuhnya.

Sambil menyunggingkan senyuman getir, ia jatuh tersungkur di atas tanah sejauh lebih dari seratus kaki dengan suara debuman keras.

Adapun gulungan pertempuran itu, ia langsung menutup kembali dengan sendirinya dan melayang di udara, seolah-olah pemandangan mengerikan barusan tidak pernah terjadi.

Li Yunzi menghela napas. Xu Ting ini ternyata mampu membuka gulungan itu hingga 70%. Meskipun ia gagal menahan makhluk buas di dalam gulungan pertempuran tersebut, ia tetaplah sosok yang sangat luar biasa di antara orang-orang yang pernah mencoba membuka gulungan pertempuran itu selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya.

Ia melambaikan tangan kanannya, membuat gulungan itu melesat ke arah Wang Lin. Dengan nada suram, Li Yunzi berkata, "Xu Mu, giliranmu!"

Ekspresi Wang Lin tetap datar saat ia menangkap gulungan pertempuran itu dan menatap Li Yunzi. Ia sama sekali tidak memiliki hubungan apa pun dengan Li Yunzi, jadi pria itu pasti memiliki motif lain di balik keinginannya menyuruh Wang Lin mengamati gulungan kedua ini. Sekarang, setelah melihat sendiri keadaan mengenaskan Xu Ting, ia semakin yakin akan dugaannya itu.

Yang terpenting, Wang Lin melihat dengan jelas bahwa serpihan asal-muasal yang diperoleh Xu Ting dari gulungan pertama telah direnggut oleh makhluk buas itu saat ia melahapnya.

"Gulungan Pertempuran ini cukup menarik!" Wang Lin menyunggingkan senyuman tipis sambil menggenggam gulungan tersebut dan tiba-tiba membukanya!

Gulungan pertempuran itu mendadak terbuka lebar di tangan Wang Lin. Aura ganas nan kuno langsung memancar dahsyat ke arah Wang Lin, seolah ingin mencabik dan melahapnya.

Li Yunzi menatap tajam ke arah Wang Lin. Sebenarnya, meskipun Li Yunzi awalnya menghargai Wang Lin, ekspektasinya tidaklah terlalu tinggi. Wang Lin bukanlah orang pertama di luar anggota keluarganya yang ia izinkan untuk melihat gulungan pertempuran tersebut.

Namun, selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, paling pol mereka hanya mampu membuka sebagian besar isinya; belum ada seorang pun yang sanggup membukanya secara penuh!

Kendati demikian, pemandangan yang tersaji di depan matanya saat ini membuat pandangan Li Yunzi terhadap Wang Lin berubah drastis. Wang Lin mampu mengajukan syarat dan meminjam kekuatan Qing Shui untuk menindaknya. Semua itu terdengar sederhana, tetapi berapa banyak orang di dunia kultivasi yang mampu memanfaatkan kesempatan dengan begitu sempurna? Terlebih lagi, berapa banyak orang di dunia kultivasi yang berani melakukan hal semacam itu di hadapannya?

Dibandingkan dengan Xu Ting, ia menaruh harapan yang jauh lebih besar pada performa Wang Lin.

Aura ganas purba yang melingkupinya sama sekali tidak membuat ekspresi Wang Lin berubah. Dalam pandangannya, aura ini sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan aura dewa kuno miliknya! Ini tidak lebih dari sekadar raungan binatang buas kecil di hadapannya. Tidak peduli seberapa keras ia meraung, makhluk itu tetaplah lemah!

Wang Lin membuka gulungan itu dengan tenang. Seiring terbukanya gulungan tersebut, aura ganasnya semakin menguat dan berubah menjadi embusan angin puyuh yang menyapu Wang Lin. Namun, embusan angin ini sama sekali tidak mampu menggoyahkan Wang Lin barang sedikit pun.

Pupil mata Li Yunzi mengerut tajam dan memancarkan kilau terang saat ia terus mengawasi Wang Lin.

Pada saat ini, sebagian besar asal selesial Xu Ting telah runtuh. Ia menatap Wang Lin dengan kebencian mendalam serta emosi yang rumit.

Gerakan Wang Lin tidaklah tergesa-gesa. Setelah membuka gulungan itu hingga 30%, ia mendengus dingin. Tak ingin membuang waktu lebih lama lagi, ia langsung membuka gulungan tersebut hingga 70%!

Seketika itu juga, makhluk buas yang tadi melahap Xu Ting kembali terbentuk diiringi raungan menggelegar dan mencoba menerkam Wang Lin.

Tatapan Wang Lin menajam dingin saat ia memandangi makhluk buas yang melesat ke arahnya itu, lalu membentak, "Binatang keparat, kau berani?!"

Bentakan ini terdengar seperti petir yang membelah langit dan menggema ke seluruh planet kultivasi. Bahkan puncak gunung tempat Wang Lin berdiri pun ikut bergetar hebat dan menunjukkan tanda-tanda keruntuhan. Retakan-retakan mulai bermunculan di tanah di sekitarnya, membentuk celah-celah jurang yang lebar.

Jika ia berhadapan dengan kultivator yang kuat, Wang Lin mungkin belum tentu cukup kuat untuk menghadapinya, tetapi roh makhluk buas purba belaka ini sama sekali tidak mampu menggoyahkan mental Wang Lin. Pada saat ini, Wang Lin adalah seorang dewa kuno!

Terlebih lagi, ia bukanlah dewa kuno biasa, melainkan seorang dewa kuno ningrat bintang 5!!

Makhluk buas yang ganas itu mengeluarkan raungan tertahan yang berubah menjadi cicitan ketakutan, lalu tubuhnya yang tadinya melesat agresif ke arah Wang Lin mendadak terhenti seketika. Ketakutan yang pekat terpancar dari mata makhluk itu. Ia merasa ngeri oleh gertakan yang diucapkan Wang Lin di hadapan gulungan tersebut.

Pada detik itu, ia merasakan sebuah aura yang membuatnya gemetar di hadapan kultivator ini. Ia dengan jelas mengenali bahwa aura ini adalah sesuatu yang sama sekali tidak berani ia provokasi!

Pemandangan luar biasa ini membuat mata Li Yunzi terbelalak lebar. Bahkan dengan tingkat kultivasi yang dimiliki Li Yunzi, ia tetap merasa terkejut bukan main, namun sesaat kemudian hatinya dipenuhi oleh luapan ekstase.

"Xu Mu ini mampu membuat roh makhluk buas itu mundur ketakutan!! Satu-satunya orang di dalam keluarga Zhan milikku yang bisa melakukan hal ini selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya hanyalah Sang Leluhur, Zhan Xingye!" Li Yunzi mengabaikan segalanya dan terus menatap lekat-lekat ke arah Wang Lin.

Xu Ting mengepalkan kedua tangannya erat-erat, sementara rasa syok terpampang jelas di matanya yang menatap nanar.

Wang Lin membuka gulungan itu tanpa ragu sedikit pun tepat setelah ia melepaskan bentakannya tadi!

Terdapat sebuah aksara "Pertempuran" yang sangat mencolok terpampang di atas gulungan tersebut, tampak seolah-olah hendak melompat keluar dari dalam gulungan. Sungguh menakjubkan!

Sebuah aura kuno terpancar dari aksara "Pertempuran" itu, dan dalam sekejap, bayangan dao pertempuran muncul di masing-masing matanya. Pada saat ini, penglihatan Wang Lin menjadi kabur dan ia terseret masuk ke dalam domain yang aneh tersebut.

Tempat itu masih berupa ruang hampa tanpa batas yang sama dengan lelaki tua berpakaian putih di dalamnya. Namun, kali ini lelaki tua itu sedang duduk, dan tangan kanannya terus menggoreskan aksara "Pertempuran" di dalam kehampaan!

"Orang tua ini telah mencapai alam Void dan memahami batas akhir dunia. Aku tidak meninggalkan keturunan apa pun, dan seluruh kultivasiku telah kukuras kedalam aksara 'Pertempuran' ini. Saat ini, sebelum aku mencoba menembus tepi dunia, aku meninggalkan keenam Gulungan Pertempuran ini berjaga-jaga seandainya aku gagal dan kehilangan nyawaku. Jika seseorang di masa depan berhasil mendapatkan keenam-enamnya, maka orang itu akan menjadi pewaris orang tua ini!"

Sambil bergumam, lelaki tua itu tiba-tiba menghentikan tangan kanannya. Ribuan aksara "Pertempuran" dengan berbagai ukuran melayang di sekelilingnya. Lelaki tua itu menunjuk dengan jari telunjuknya, dan dalam sekejap mata, seluruh aksara yang dipenuhi niat bertempur itu melebur menjadi satu aksara tunggal di hadapan sang lelaki tua!

"Pertempuran!" Suara lelaki tua itu terdengar tenang, tetapi begitu ia mengucapkan kata tersebut, aksara "Pertempuran" itu bergetar hebat, berubah menjadi seberkas cahaya hitam, dan melesat pergi menembus kehampaan...

Tubuh Wang Lin bergetar manakala bayangan dao pertempuran di matanya lenyap dan ia pun sadar kembali.

Li Yunzi segera melangkah mendekat. Matanya berbinar penuh antusias saat ia bertanya dengan nada mendesak, "Apakah kau melihatnya?!"

Wang Lin tertegun sejenak dalam kebisuan lalu menganggukkan kepalanya. Tepat saat ia hendak membuka mulut untuk berbicara, Li Yunzi melambaikan lengan bajunya. Tubuh Xu Ting yang terkapar sejauh lebih dari seratus kaki tersapu oleh embusan angin badai yang kuat dan terlempar hingga ribuan kilometer jauhnya.

Li Yunzi meredam gejolak kegembiraan di dalam hatinya dan berkata, "Sekarang, katakan padaku apa yang telah kau lihat!"

Wang Lin berkata pelan, "Warisan!"

"Warisan, itu benar-benar warisan. Hilangnya sang Leluhur pasti memiliki kaitan yang sangat erat dengan warisan ini!" Ekspresi Li Yunzi berubah drastis. Ia tentu saja memiliki cara untuk memastikan apakah Wang Lin berbohong atau tidak, tetapi semua itu kini sudah tidak penting lagi. Kemampuan untuk menyebut kata "warisan" saja sudah menjadi bukti yang lebih dari cukup.

"Ketika Leluhur Zhan Xingye melihat gulungan pertempuran kedua, ia mengucapkan kalimat yang mirip!"

Gunakan ← → untuk pindah chapter