Negara budidaya peringkat 4, Huo Fen. Seorang wanita yang sangat cantik dalam balutan gaun istana sedang duduk di aula Kuil Dewa Perang. Wanita ini berada di tahap akhir Transformasi Jiwa. Ada giok selestial yang diletakkan di sampingnya; sudah jelas bahwa ia sedang mencoba untuk menembus ke tahap Transformasi Jiwa.
Di hadapannya duduk seorang pemuda. Meskipun ia seorang pemuda, ia memancarkan aura kuno. Ia juga berada di tahap akhir Transformasi Jiwa. Sambil menatap wanita itu, ia menghela napas dan berkata, "Adik Seperguruan Zhou, giok selestial tidak cukup untuk membuat kita berdua terus menyerapnya. Kau harus duluan. Jika kau bisa mencapai tahap Transformasi Jiwa, maka negara kita, Hou Fen, dapat naik tingkat!"
Wanita itu merenung dalam diam. Sesaat kemudian, ia menatap pria itu dan berkata dengan lembut, "Kakak Seperguruan Yang, jika aku bisa mencapai tahap Transformasi Jiwa, maka kita berdua harus menjadi pasangan berkultivasi..." Setelah berbicara, ia menghela napas. Entah kenapa, ia tidak bisa tidak memikirkan seseorang dari masa lalu.
Pria itu tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya. "Umurku tidak tersisa banyak lagi, jadi kau tidak perlu melakukan ini; aku melakukan ini atas kehendakku sendiri. Selain itu, aku dengar bahwa... dia telah kembali ke planet Suzaku..."
Saat kedua orang itu merenung, sesosok tubuh tiba-tiba muncul di dalam aula tanpa suara.
"Yang Xiong, Zhou Zihong, bagaimana kabar kalian berdua!" Suara melankolis bergema di dalam aula. Pria dan wanita itu terkejut dan langsung mendongak.
Wang Lin menatap kedua sosok akrab yang sama sekali tidak berubah itu. Ini berkat cairan roh yang ia berikan kepada mereka di Medan Perang Asing dahulu.
"Wang Lin!"
Wang Lin tersenyum saat menatap mereka berdua, tetapi ia tidak banyak bicara. Ia menepuk tas penyimpanan miliknya dan sejumlah besar giok selestial melayang keluar, memenuhi ruangan aula.
"Agar kalian berdua bisa meresmikan ikatan kalian, anggaplah giok selestial ini sebagai hadiah dariku!" Kata-kata Wang Lin sarat akan ketulusan. Ia kemudian mengeluarkan beberapa pil sebelum berbalik dan pergi.
Di negara budidaya peringkat 5 yang dikendalikan oleh Klan Iblis Raksasa. Penampilan Chi Hu tidak banyak berubah, tetapi kini ia memancarkan aura kuno. Para anggota Klan Iblis Raksasa memiliki umur yang jauh lebih panjang daripada para kultivator biasa, dan Chi Hu telah menjadi patriark Klan Iblis Raksasa.
Ia telah mencapai tahap akhir Transformasi Jiwa dan hanya tinggal satu langkah lagi menuju tingkat Ascendant. Namun, dengan tubuhnya yang kuat dan kemampuan garis keturunannya, ia bahkan berani bertarung melawan para kultivator Ascendant.
Selama ratusan tahun ini, Chi Hu menjadi semakin bisa diandalkan dan kini memegang posisi tertentu di planet Suzaku. Klan Iblis Raksasa adalah kekuatan tulang punggung planet Suzaku.
Namun, berjalannya waktu tidak bisa menghapus rasa melankolis yang ia rasakan terhadap seorang teman. Dengan statusnya, ia secara alami mengetahui kembalinya Wang Lin.
Ia bahkan menyaksikan pertarungan antara Wang Lin dan bocah berkepala besar itu. Hatinya diliputi oleh emosi yang sangat rumit.
Hari ini, saat sedang berkultivasi, ia tiba-tiba membuka matanya dan tubuhnya bergetar. Di hadapannya, sosok Wang Lin sedang menatapnya.
"Saudara Chi Hu, sudah lama tidak berjumpa."
"Ceng Niu!" Chi Hu memasang ekspresi pahit saat menatap Wang Lin dan tidak mampu berkata apa-apa untuk waktu yang lama.
"Jangan bicarakan hal-hal masa lalu lagi." Sambil berbicara, Wang Lin menepuk tas penyimpanannya dan sejumlah besar giok selestial melayang keluar, membentuk sebuah bukit kecil. Pada saat yang bersamaan, ia mengeluarkan sebuah botol kecil berisi darah Lei Ji.
"Giok selestial itu untuk membantumu mencapai tahap Ascendant. Botol kecil ini berisi darah leluhur Klan Iblis Raksasa; itu dapat membantu kemampuan garis keturunanmu! Sampai jumpa, Chi Hu!"
Wang Lin menghela napas dan pergi.
Chi Hu menatap tempat di mana Wang Lin menghilang. Emosi rumit di dalam matanya menjadi semakin kuat.
Seorang lelaki tua renta sedang duduk di tempat yang dipenuhi kerangka di Lautan Iblis. Ia berada di tahap akhir Transformasi Jiwa. Pada saat ini, ia menyerap energi Yin dalam jumlah besar dan wajahnya memperlihatkan perjuangan yang menyakitkan.
Urat-urat di wajahnya menonjol, menampakkan garis-garis merah. Saat ia menyerap energi Yin, garis-garis hitam itu berhasil diredam.
Setelah sekian lama, ia menghela napas panjang. Wajahnya terlihat sangat lelah dan sekujur tubuhnya dipenuhi keringat.
"Leluhur Darah Merah, jika aku, Li Qiqing, tidak membalas dendam, maka aku bukan manusia!" Wajahnya memperlihatkan ekspresi mengerikan dan kebencian yang tak terbayangkan telah bersarang di dalam dirinya.
Kebencian ini hampir sebesar monster. Ada lingkaran biru pucat dalam radius 1.000 kaki darinya. Kultivasinya telah menarik perhatian beberapa binatang buas di Lautan Iblis. Monster-monster itu dengan cepat mendekat, tetapi mereka mengeluarkan jeritan menyengat saat menyentuh bekas cahaya biru tersebut.
Tubuh mereka dengan cepat layu. Tepat pada saat ini, mata lelaki tua itu tiba-tiba terbuka dan tubuhnya melesat dalam sekejap. Ia muncul di samping makhluk buas iblis itu dan mencengkeramnya. Ia menerkam makhluk itu, menggigit lehernya, dan mengisapnya tanpa ampun!
Tubuh makhluk buas iblis itu layu dengan kecepatan yang kasat mata dan segera berubah menjadi mumi. Tubuh lelaki tua itu berkelebat dan muncul di samping makhluk buas lainnya. Hal ini terus berlanjut, dan tak lama kemudian semua binatang buas itu mati.
Wajah lelaki tua itu sedikit memerah. Ia menarik napas dalam-dalam saat kembali ke tempat ia berkultivasi. Ia menatap ke arah Lautan Iblis dan matanya memancarkan rasa kebencian yang kuat.
"Leluhur Darah Merah, jika bukan karena kau memburu adikku, bagaimana mungkin ia bisa bertemu dengan Wang Lin itu..." Li Qiqing adalah kakak laki-laki Li Muwan, dan juga satu-satunya anggota keluarganya.
Leluhur Darah Merah ini adalah kultivator yang memburu Li Muwan. Kebencian Li Qiqing terhadap orang ini sangatlah besar. Ia berhasil mengetahui bahwa Leluhur Darah Merah ini telah datang ke Lautan Iblis, itulah sebabnya Li Qiqing juga datang secara diam-diam. Ia awalnya ingin membalas dendam, tetapi tingkat kultivasinya tidak cukup tinggi dan ia justru terkena kutukan darah (blood rune). Sekarang ia menjalani kehidupan yang lebih buruk daripada kematian, tetapi kebenciannya semakin membara.
Kilatan dingin muncul di dalam matanya dan ia menarik napas dalam-dalam. Ia tahu bahwa setiap kali kutukan darah itu aktif, Leluhur Darah Merah akan mengetahui lokasinya, jadi ia harus segera pergi. Namun, pupil matanya tiba-tiba menyusut, seluruh bulu di tubuhnya berdiri, dan ia menatap lurus ke depan.
Ia melihat sosok Wang Lin muncul beberapa puluh kaki darinya. Wang Lin menunjukkan emosi yang rumit ketika menatap lelaki tua ini.
Li Qiqing menatap Wang Lin. Setelah sekian lama, tubuhnya tersentak dan matanya memancarkan tatapan tidak percaya. Ia mengambil beberapa langkah mundur dan berteriak, "Sialan, siapa kau?!"
Ia telah melihat Wang Lin sejak lama, dan selama ratusan tahun ini, ia telah melihat patung Wang Lin, jadi bagaimana mungkin ia tidak mengenali Wang Lin? Namun, kemunculan Wang Lin yang tiba-tiba membuat pikirannya bergetar hebat.
Ia tidak tahu bahwa Wang Lin telah kembali ke planet Suzaku.
Sambil merenung dalam diam, Wang Lin menepuk tas penyimpanannya dan Peti Mati Penolak Surga melayang keluar. Li Muwan berbaring di dalamnya, dan masih ada senyuman di wajahnya.
Tubuh Li Qiqing bergetar saat ia menatap peti mati tersebut. Pada saat ini, segala sesuatu di hadapannya lenyap dan satu-satunya hal yang ada di dunia adalah adik perempuannya di dalam peti mati. Ia sudah ratusan tahun tidak melihatnya, satu-satunya orang tercinta yang tersisa...
"Adik..." Air mata mengalir dari mata Li Qiqing. Sifat kejam yang ada di matanya sedetik yang lalu lenyap dan digantikan oleh kasih sayang keluarga.
"Sebelum Ayah dan Ibu pergi, mereka membuatku berjanji untuk menjagamu. Kakak ini tidak berguna karena tidak bisa menjagamu..." Wajah Li Qiqing dipenuhi kesedihan saat ia menatap wanita di dalam peti mati itu. Rasa sakit yang merobek hati memenuhi tubuhnya.
Wang Lin tidak berbicara dan berdiri diam di samping.
Waktu terasa berlangsung selamanya saat ia berlalu perlahan. Berbagai macam pikiran membanjiri benak Li Qiqing saat ia duduk di samping peti mati sambil menatap adik perempuannya.
Tepat pada saat ini, sebuah raungan datang dari kejauhan dan tiga sinar energi pedang menyusul di belakangnya. Energi pedang di bagian terdepan berwarna merah dan seorang lelaki tua berdiri di atasnya. Orang ini berada di tahap akhir Transformasi Jiwa. Wajahnya dipenuhi dengan arogansi dan dua pria paruh baya di belakangnya menatap lelaki tua itu dengan penuh rasa hormat.
"Li Qiqing, aku ingin lihat ke mana lagi kau bisa melarikan diri sekarang!" Leluhur itu mencibir saat ia mendekat. Ia langsung melihat Li Qiqing dan peti mati dengan Li Muwan di dalamnya. Bersamaan dengan itu, ia juga melihat Wang Lin.
Pemandangan aneh ini membuatnya berhenti dan matanya berbinar. Ia memperhatikan peti mati itu dengan seksama dan merasakan energi spiritual selestial yang kaya datang darinya. Keserakahan langsung muncul di matanya.
Namun, ketika tatapannya jatuh pada Wang Lin, ia langsung terkejut. Ia merasa orang ini tampak akrab. Saat ia sedang merenung, Wang Lin menatapnya dengan dingin.
Tatapan ini membuat pikiran lelaki tua itu bergetar hebat. Energi pedang di bawah kakinya runtuh dan ia tanpa sadar mundur beberapa langkah sambil batuk darah. Matanya dipenuhi rasa teror, tetapi pada saat ini, ia mengenali Wang Lin!
"Wang... Wang Lin!!!" Leluhur tua itu terkesiap dan kehilangan akal sehatnya saat ia berbalik untuk melarikan diri. Sambil berlari, ia mencengkeram kedua muridnya dan melemparkan mereka tanpa ragu demi menghentikan pengejaran Wang Lin. Ia berteriak, "Meledaklah!"
Chapter 902 · 6m baca
Clearing All Karma (2)
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter