Kultivator berjari enam itu diliputi rasa ngeri saat sambaran petir terus mengejarnya. Suara gemuruh berderu saat ia mundur. Namun, di tengah mundurnya pria itu, Wang Lin berdiri dan melangkah maju.
Begitu Wang Lin bergerak, kilatan petir menyambar dan memicu dua ledakan. Dua ledakan ini terdengar sangat keras dan mengejutkan. Dalam sekejap mata, Wang Lin berhasil menyusul kultivator berjari enam tersebut.
Dua jarinya membentuk wujud pedang dan ia menunjuk ke depan. Sambaran petir mendadak berkumpul dari segala arah menuju sang kultivator berjari enam. Saat petir itu turun, wajah kultivator berjari enam menjadi pucat dan ia berniat melawan. Namun, jari-jari Wang Lin menyerap seluruh petir tersebut. Sebuah sambaran petir yang tampak seperti petir dari zaman purba melesat keluar.
Petir itu menerobos segala mantra dan langsung menghujam tubuh kultivator berjari enam. Sambaran petir yang mengamuk itu merobek tubuhnya dan menyebabkan jiwa asalnya runtuh. Ia mengeluarkan erangan kesakitan sementara energi asalnya bocor keluar. Sesaat kemudian, sekujur tubuhnya hancur berkeping-keping.
Rune keemasan itu berkelebat dan salah satu rune emas menyatu dengan jiwa kultivator berjari enam. Rune itu kemudian memancarkan aura kehidupan dan kembali ke Stempel Penyegel Langit.
Semua ini terjadi dalam sekejap mata. Kultivator berjari enam itu tewas di tangan Wang Lin nyaris pada saat bersamaan ketika ia mencoba melancarkan serangan diam-diam.
Wajah Wang Lin tampak sedikit pucat. Mata ketiga di antara alisnya perlahan-lahan tertutup dan garis merah itu berangsur-angsur menghilang. Ia kemudian berbalik dan menatap Nangong Han, yang muncul dari jarak seratus kaki.
"Kau juga ingin bertarung denganku?"
Ekspresi Nangong Han tampak serius saat ia mengamati Wang Lin dengan cermat. Sesaat kemudian, ia tertawa kecil dan menggelengkan kepala. "Aku tidak bisa mengalahkanmu. Aku datang karena ingin membantumu menghadapi orang yang melancarkan serangan diam-diam tadi."
Wang Lin mengalihkan pandangannya dan duduk bersila untuk berkultivasi. Pada saat ini, awan mulai berkumpul di langit. Cahaya lima warna terpancar dari gumpalan awan itu dan terpecah menjadi tiga. Satu cahaya jatuh menimpa Wang Lin, satu lagi pada Nangong Han, dan yang terakhir pada Shengong Hu. Tubuh Shengong Hu bergetar hebat lalu ia menghilang.
Hanya Wang Lin dan Nangong Han yang diselimuti oleh cahaya lima warna tersebut dan ditarik menuju ke langit.
Wang Lin tidak kehilangan kesadarannya kali ini. Ia melihat sebuah celah muncul di langit dan tersedot ke dalamnya.
Penglihatannya sempat kabur. Begitu pandangannya kembali normal, ia melihat para kultivator di atas alun-alun.
Tubuh Wang Lin berkelebat dan ia mendarat di atas tanah. Nangong Han mendarat hampir bersamaan dengannya.
Sebanyak 108 kultivator di alun-alun itu semuanya telah sadar. Ekspresi Xu Ting tampak sangat suram saat ia menatap Wang Lin dalam keheningan.
Kultivator berjari enam itu juga menatap Wang Lin dengan pandangan penuh kebencian.
Master Flamespark menampilkan senyuman di wajahnya saat ia bangkit berdiri dan berucap perlahan, "Kuil Dewa Petir menganugerahkan 108 dewa!" Seiring dengan ucapan itu, tangan kanannya menggapai ke arah ruang kosong. Senandung Alam Dewa Petir mendadak mulai bergema.
Senandung ini terdengar sangat indah, seolah-olah berasal dari nyanyian para dewa di kahyangan.
Awan dalam jumlah besar mulai berkumpul seiring senandung tersebut dan energi spiritual surgawi di udara menjadi sangat pekat. Hal ini membuat tempat tersebut tampak bagaikan Alam Dewa yang sesungguhnya.
Beberapa ekor bangau terbang melintas sambil mengeluarkan pekikan yang menenangkan hati siapa pun mendengarnya.
Jika dipandang dari kejauhan, berpadu dengan Kuil Dewa Petir, tempat ini sama sekali tidak berbeda dari Alam Dewa yang asli.
Para kultivator di sekeliling bangkit berdiri bersama para leluhur keluarga masing-masing. Mereka semua memasang ekspresi penuh hormat dan membentuk lautan manusia yang padat.
Bukan hanya mereka, bahkan para monster tua di atas tikar meditasi turut berdiri dengan ekspresi serius. Di sisi lain, para utusan Kuil Dewa Petir berdiri tegak dengan ekspresi penuh takzim.
Pada saat ini, bukan hanya Kuil Dewa Petir saja yang bersuasana demikian. Kuil Dewa Petir telah menggunakan metode khusus untuk memancarkan pemandangan ini ke seluruh Sistem Bintang Allheaven.
Para kultivator dari setiap keluarga kultivasi di setiap planet kultivasi semuanya memegang batu transmisi suara dari Kuil Dewa Petir.
Batu transmisi suara Kuil Dewa Petir tidak hanya bisa mengirimkan suara, tetapi juga mampu mentransmisikan gambar dari apa yang sedang terjadi. Benda ini dibagikan secara cuma-cuma oleh Kuil Dewa Petir. Selain digunakan untuk penganugerahan gelar dewa, batu itu juga akan dipakai untuk mengerahkan pasukan dalam perang melawan Sistem Bintang Aliansi.
Pada saat ini, hampir seluruh kultivator menyaksikan pemandangan penganugerahan dewa melalui gambar yang ditampilkan oleh batu transmisi suara tersebut.
Kuil Dewa Petir terletak di pusat Sistem Bintang Allheaven. Pada saat ini, niat membunuh mulai terpancar dari keempat penjuru wilayah di sekitar Kuil Dewa Petir.
Di sisi timur, para kultivator mulai berkumpul. Mereka membentuk kerumunan padat yang berjumlah setidaknya 10.000 orang! Para kultivator ini mengenakan pakaian yang beragam; mereka jelas berasal dari keluarga kultivasi yang berbeda-beda. Saat ini, mereka semua menatap ke depan dalam keheningan.
Ada sesosok figur yang terbalut zirah merah berdiri di barisan terdepan mereka. Rambut putihnya tergerai tertiup angin dan wajahnya tanpa ekspresi sementara ia memegang batu transmisi suara. Pemandangan di Kuil Dewa Petir sedang dipancarkan melalui batu transmisi suara itu.
Wilayah selatan pun serupa. Sepuluh ribu kultivator duduk bersila di hamparan luar angkasa dengan seorang lelaki tua memimpin mereka sementara pandangan mereka tertuju ke arah bintang-bintang.
Wilayah barat dan utara juga memiliki pasukan kultivator serupa.
Pada detik ini, penganugerahan dewa di Kuil Dewa Petir disaksikan oleh semua orang!
Di dalam Kuil Dewa Petir, seekor bangau terbang mendekat dengan sehelai gulungan kertas kuning di paruhnya. Burung itu mengitari Master Flamespark sebelum gulungan kuning tersebut terjatuh dari paruhnya dan disambut oleh Master Flamespark.
Ia merentangkan gulungan itu dan membukanya di hadapannya. Gulungan ini memancarkan energi spiritual surgawi yang pekat. Jelas sekali bahwa benda ini adalah pusaka surgawi!
"Total ada 110 orang yang tersisa. Awalnya, dua dari kalian akan didiskualifikasi, tetapi setelah melalui ujian yang berat, langit memutuskan untuk memberi kalian semua kesempatan. Dua orang terkuat akan menjadi Dewa Petir dan Wakil Dewa Petir. Sebanyak 108 orang sisanya akan dibagi menjadi 36 Dewa Surga dan 72 Dewa Bumi!"
Master Flamespark berhenti sejenak. Pandangannya menyapu para kultivator di hadapannya lalu ia berseru, "Xu Mu, majulah!"
Mata Wang Lin menyipit. Ia kemudian terbang ke udara dan menangkupkan kedua tangannya. "Hadir!"
Ekspresi Master Flamespark tampak serius saat berkata, "Kau menduduki peringkat pertama dalam ujian manusia, bumi, surga, dan satu garis menuju langit. Xu Mu, aku menganugerahimu gelar Dewa Petir! Kau akan memimpin pasukan berjumlah 3.000 orang sebagai garda depan dalam penyerangan ke Sistem Bintang Aliansi!"
Seiring ucapan Master Flamespark, tangan kanannya menggapai ke ruang hampa dan sebuah kuas surgawi berwarna keemasan muncul. Ia mengibaskan kuas itu dan menuliskan baris pertama pada gulungan kuning tersebut.
"Dewa Petir Sejati: Xu Mu"
Tepat setelah ia selesai menuliskan kata-kata itu, kilatan cahaya keemasan terpancar dan auman menggelegar terdengar dari dalam gulungan. Tulisan tersebut melesat keluar dari gulungan kuning dan menyatu untuk membentuk wujud seekor harimau yang tercipta dari petir!
Harimau ini berukuran seratus kaki tingginya. Begitu muncul, ia mengaum keras dan menerkam ke arah Wang Lin. Makhluk itu berhenti sepuluh kaki dari Wang Lin dan menyusut hingga berubah menjadi sebuah bendera setinggi tiga inci. Wujud harimau tampak berkelebat di atas bendera tersebut!
"Aku memberimu pusaka surgawi Bendera Harimau Surga. Dengan benda ini, kau bisa memimpin 3.000 kultivator Sistem Bintang Allheaven dan membentuk pasukanmu sendiri!" Suara Master Flamespark bergemuruh dan menyebar ke segala penjuru.
Wang Lin menerima Bendera Harimau Surga tersebut. Ia menarik napas dalam-dalam lalu menangkupkan kedua tangannya. "Perintah diterima!"
Pada saat ini, wujud Wang Lin terlihat dengan jelas oleh seluruh kultivator di Sistem Bintang Allheaven. Badai kehebohan pun meletus di penjuru Sistem Bintang Allheaven!
"Dia adalah Xu Mu!"
"Master Iblis Xu Mu, sang Dewa Petir!"
"Orang ini melampaui batas 108 dewa. Kultivasinya pasti sangat luar biasa, dan dia bukanlah sosok yang bisa dianggap remeh!"
Di Planet Ran Yun, seorang wanita cantik mendongak menatap penganugerahan dewa yang terpampang di langit. Semula, ia tidak peduli dan berniat mengalihkan pandangannya. Namun, seketika itu juga, ia tertegun! Saat maniknya menangkap sosok Wang Lin, ia jatuh dalam lamunan. Orang itu tampak sangat familier, seolah-olah ia pernah melihatnya di suatu tempat sebelumnya.
Bukan hanya wanita itu, seluruh kultivator di Planet Ran Yun turut menatap ke langit. Gelombang kejut yang luar biasa bergolak di dalam lubuk hati mereka saat memandangi Wang Lin. Mereka tak mampu menenangkan diri untuk waktu yang lama.
Di Planet Qing Ling, banyak kultivator mendongak menatap langit. Namun pada saat ini, semua tetua dari berbagai keluarga berseru tertahan.
"Leluhur!"
Di puncak Puncak Heng Yun, Xie Qing bangkit dari lamunannya. Ia menatap langit dan matanya dipenuhi oleh binar kegembiraan. Ia bergumam, "Guru!"
Di sebuah planet kultivasi terpencil, Yao Bingyun sedang duduk di atas gunung es tertinggi. Ia mengangkat kepalanya dan menatap ke langit. Sorot matanya menyiratkan ekspresi yang sangat rumit.
"Aku tidak menyangka dia akan menjadi Dewa Petir..."
Di Wilayah Utara, di atas sebuah planet kultivasi yang nyaris tandus, bau busuk telah tercium dari tempat itu dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun para kultivator telah mencarinya, mereka tidak pernah bisa menemukan sumbernya. Saat ini, di dalam sebuah lembah di planet tersebut, Greed mendongak menatap langit dan menampilkan tatapan bengis.
"Dia benar-benar mencapai prestise yang begitu tinggi di Sistem Bintang Allheaven!"
Pada detik ini, seluruh kultivator di Sistem Bintang Allheaven yang mengenal Wang Lin mendongak menatap angkasa. Ada keterkejutan yang tergambar jelas di mata mereka semua.
Di dalam Kuil Dewa Petir, Master Flamespark berseru kembali, "Xu Ting, majulah!"
Xu Ting menarik napas dalam-dalam, lalu ia dengan cepat melangkah maju dan berdiri dengan penuh hormat.
"Aku menganugerahimu gelar Wakil Dewa Petir beserta pasukan yang terdiri dari 2.000 kultivator. Kau akan bertindak sebagai garda depan kedua!"
Meskipun Xu Ting merasa keberatan di dalam hatinya, ia terpaksa harus mengalah. Setelah merenung sejenak, ia berkata dengan penuh hormat, "Perintah diterima!"
Setelah itu, Master Flamespark terus memanggil nama-nama berikutnya. Seluruh 108 gelar dewa berhasil dianugerahkan! Masing-masing kultivator memperoleh sebuah bendera dan resmi menjadi seorang dewa!
"Dewa Petir, Wakil Dewa Petir, 36 Dewa Surga, dan 72 Dewa Bumi, masuklah ke kolam surgawi!" Master Flamespark mengibaskan lengan bajunya dan gulungan kuning itu pun menghilang. Awan berputar dan memadat membentuk sebuah kolam yang perlahan-lahan turun dari langit.
Terdapat air berwarna biru di dalam kolam tersebut yang memancarkan aura yang menggetarkan jiwa!
"Masuklah ke dalam kolam surgawi agar domain kalian dapat melebur dan kalian mampu membentuk asal surgawi kalian. Dengan begitu, kalian akan menjadi dewa sejati!" Suara Master Flamespark bergema ke seluruh langit dan bumi.
Chapter 879 · 7m baca
Celestial Bestowment
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter