Wang Lin menggunakan satu mantra untuk memukul mundur Tang Yanfeng dan menunjukkan tingkat kultivasi Nirvana Scryer tahap awalnya. Dengan pemikiran ini, orang-orang memiliki berbagai macam tanggapan ketika mendengar ucapan Zhan Konglie.
Para kultivator di sekitar hanya memiliki waktu sekejap untuk berpikir sebelum Zhan Konglie menerobos masuk ke dalam arena.
Matanya bersinar terang bagaikan obor saat ia menatap Wang Lin dengan ekspresi yang sangat serius dan menangkupkan kedua tangannya. "Senior Xu Mu, mohon pencerahannya!"
Ekspresi Wang Lin tampak netral saat menatap Zhan Konglie. Ia menggunakan tatapan yang seolah-olah sedang memandang rendah dari tempat yang tinggi. Wang Lin saat ini sangat berbeda dari sebelumnya.
Dulu, ia hanya bisa berpura-pura menjadi seorang senior. Bahkan di Kuil Surgawi Petir, tingkat kultivasinya hanya setara dengan Zhan Konglie. Sebenarnya, ia masih harus berhati-hati saat itu.
Namun, sekarang kultivasinya telah menembus tahap Corporeal Yang dan benar-benar mencapai tingkat kedua. Melihat Zhan Konglie sekarang, pikiran Wang Lin sangat tenang, bahkan tidak ada riak sedikit pun.
Wang Lin menarik tatapannya dan berkata dengan tenang, "Kamu bukan tandinganku. Mengmgingat kita pernah saling mengenal, mundurlah!"
Zhan Konglie merenung dalam diam sambil menatap Wang Lin. Matanya dipenuhi dengan emosi yang rumit saat ia berkata, "Senior, 700 tahun yang lalu, Junior memahami sifat guntur yang pantang menyerah di planet Petir Surgawi. Aku memadukan sifat pantang menyerah itu ke dalam tubuhku sendiri. Setelah aku kembali ke rumah, aku berkultivasi di depan peninggalan yang ditinggalkan oleh leluhur keluarga Zhan untuk membentuk domain-ku. Domain-ku adalah niat bertempur yang pantang menyerah!
"Zhan adalah namaku, dan itu juga domain-ku. Yang ada di sana hanyalah niat bertempur!
"Dengan domain ini, tingkat kultivasiku melonjak pesat tanpa hambatan apa pun hingga 400 tahun yang lalu ketika aku mencapai tahap Corporeal Yang, tetapi... Bahkan hingga hari ini, tingkat kultivasiku tidak pernah meningkat. Senior, apakah dao-ku benar atau salah!?"
Setelah ia mengucapkan kata-kata itu, sekelilingnya menjadi sunyi. Semua kultivator terdiam, bahkan beberapa leluhur juga terdiam. Dari cara pandang mata mereka, jelas sekali bahwa pertanyaan ini juga telah terbesit di benak mereka.
"Aku pernah bertanya kepada leluhur keluarga Zhan, Li Yunzi, tetapi jawaban yang kudapatkan malah membuatku semakin bingung!" Zhan Konglie menatap Wang Lin dan berkata, "Senior, mohon berikan pencerahan!"
Mata Wang Lin tampak tenang saat menatap Zhan Konglie dan berkata dengan santai, "Niat bertempurmu sangat rapuh!"
Mata Zhan Konglie berbinar terang, namun tak lama kemudian meredup dan ia semakin terdiam.
"Kukira jawaban leluhurmu kepadamu adalah untuk menantang, menantang semua orang di bawah bintang-bintang dengan tingkat kultivasi yang sama denganmu. Untuk terus bertempur dan memahami apa arti kata 'bertempur', untuk terus menang dan mengukuhkan niat bertempurmu hingga kamu memasuki kondisi tergila-gila bertempur. Pada saat itu, kamu akan menerobos ke tahap Nirvana Scryer!"
Tubuh Zhan Konglie bergetar dan ia tiba-tiba mendongak menatap Wang Lin. Meskipun kata-kata Wang Lin berbeda dari perkataan Li Yunzi, inti maknanya sangat mirip.
"Mohon pencerahannya, Senior! Untuk ini, aku bersedia memberimu cita-cita dao-ku." Zhan Konglie mundur beberapa langkah dan membungkuk hormat ke arah Wang Lin!
"Dengan santainya memberikan cita-cita dao-mu, apa gunanya sifat pantang menyerah yang kau banggakan itu? Zhan Konglie, karena kita saling kenal, aku akan memberimu satu kalimat. Niat bertempur yang dibentuk oleh pertempuran tanpa akhir memang kuat, tetapi kekuatan itu ada batasnya! Niat bertempur yang sejati adalah ketika hatimu memiliki keyakinan yang membuatmu harus bertempur, membuatmu harus menang, dan memberimu tekad untuk bertempur!
"Bahkan jika kamu harus menghadapiku, harus menghadapi leluhurmu, harus menghadapi dunia, lalu kenapa? Itu hanyalah kematian!"
Suara Wang Lin terdengar tenang, tetapi suaranya bagaikan petir di telinga Zhan Konglie. Guncangan petir itu membuat pikirannya terguncang dan ia mundur beberapa langkah. Niat bertempurnya menghilang dan digantikan oleh secercah pencerahan.
"Mundurlah!" Wang Lin melambaikan lengan bajunya dan Zhan Konglie mundur keluar arena. Ia merenung dalam diam untuk waktu yang lama sebelum membungkuk kepada Wang Lin dan duduk di atas batu merahnya untuk berkultivasi.
Sekelilingnya terdiam, tetapi mata pria berjubah hitam dengan sembilan bilah pedang di depannya bersinar terang. Ia mengangkat kepalanya saat menatap Wang Lin dan berkata dengan suara serak, "Secara langsung menunjukkan misteri dao, Saudara, kamu adalah murid dao. Pemahamanmu sangat mendalam. Aku, Nangong, mengagumimu! Kamu memenuhi syarat untuk menerima tantanganku!"
Pria berjubah hitam itu berbicara seolah-olah ia tidak peduli apakah Wang Lin menerima tantangannya atau tidak. Rasanya seperti sebuah kehormatan besar bisa ditantang olehnya. Ia tidak berdiri, tetapi tangan kanannya membentuk sebuah simbol segel dan ia melambaikan tangannya. Kesembilan bilah pedang itu bergetar dan energi pedang yang mengerikan terpancar dari bilah-bilah tersebut.
Ia melambaikan tangannya lagi dan sembilan sinar energi pedang melesat ke arah Wang Lin!
Energi pedang ini sangat kuat. Saat melesat keluar, energi itu tampak mengandung semacam hukum. Hal itu menyebabkan ruang di area tersebut berpilin dan bahkan layar cahaya pun bergetar. Seolah-olah layar itu tidak mampu menahan energi pedang dan hendak runtuh!
Salah satu leluhur keluarga kultivasi yang duduk di atas batu putih melihat energi pedang itu dan bergumam, "Pedang Surgawi Sembilan Nada!"
Setelah orang-orang di sekitar mendengar ini, mata mereka langsung berbinar. Mereka menatap pria berjubah hitam itu dengan berbagai pemikiran di kepala mereka.
"Pedang Surgawi Sembilan Nada milik keluarga Nangong dari Domain Selatan Sistem Bintang Allheaven. Jadi orang ini berasal dari keluarga Nangong."
"Sebelumnya, empat keluarga besar di Domain Selatan adalah Nangong, Tang, Zhang, dan Shengong. Keluarga Nangong awalnya berada di peringkat 1, tetapi mereka tiba-tiba menghilang 1.000 tahun yang lalu. Tidak ada satu pun anggota keluarga Nangong yang tersisa di planet kultivasi mereka. Hal ini bahkan menarik perhatian Kuil Surgawi Petir, namun pada akhirnya mereka tidak dapat menemukan alasan sedikit pun mengapa keluarga itu menghilang!"
"Pantas saja aku belum pernah melihat orang ini sebelumnya. Ternyata dia adalah seseorang dari keluarga Nangong!"
Saat berbagai obrolan ini menyebar, sembilan sinar energi pedang melesat ke arah Wang Lin dengan kecepatan sangat tinggi.
Wang Lin tetap tenang. Tingkat kultivasi pria berjubah hitam itu sama dengan miliknya, yaitu tahap awal Nirvana Scryer. Sembilan sinar energi pedang itu mengandung hukum destruktif yang menyegel jalur mundurnya.
Satu-satunya pilihan adalah menghadapinya secara langsung!
Mata Wang Lin menjadi dingin dan ia melangkah maju. Ia mengangkat tangan kanannya dan berkata, "Panggillah Angin!" Wang Lin tidak membuang-buang kata saat menghadapi orang ini melainkan langsung menggunakan mantra terkuatnya. Yang ia inginkan adalah posisi pertama, dan jika ia terus terjerat dengan orang ini, maka momentumnya akan melemah dan mendapatkan posisi pertama akan menjadi rumit.
Embusan angin hitam tiba-tiba muncul. Angin hitam itu tak terbatas dan memenuhi seluruh area. Energi pedang yang menyegel area tersebut sama sekali tidak mampu menghalanginya. Energi pedang itu hancur berkeping-keping dan tertiup mundur!
Angin hitam melengking, menciptakan angin dingin tiada akhir yang dapat memadamkan segala kehidupan. Dua naga hitam seketika muncul dari angin hitam tersebut. Kedua naga hitam itu panjangnya mencapai 10.000 kaki, dan saat tubuh mereka bergerak, suara gemuruh keras bergema dari mereka. Auman naga ganas itu bagaikan amarah para dewa!
Niat membunuh yang pekat menyelimuti area tersebut. Niat membunuh ini berasal dari Wang Lin. Meskipun mantra ini dinamai "Panggillah Angin", mantra ini menggunakan energi asal Wang Lin. Niat membunuh dari Wang Lin berpadu dengan angin hitam beserta niat bertempurnya yang melimpah!
Aum!
Auman ganas terdengar dari kedua naga hitam tersebut. Pada saat yang sama, badai tercipta, menyapu sembilan sinar energi pedang dan menyebabkan mereka langsung hancur!
Di dalam arena, Wang Lin berdiri di sana mengenakan jubah putihnya dan dikelilingi oleh angin hitam. Dua naga hitam melingkar di sekelilingnya dengan tubuh sepanjang 10.000 kaki dan terus-menerus mengaum. Wang Lin tetap tenang saat berjalan menuju pria berjubah hitam itu!
"Jika kamu ingin bertempur, ayo kita bertempur!" Suara yang begitu tenang hingga terasa dingin keluar dari Wang Lin.
Seketika itu juga, ekspresi semua kultivator yang melihat mantra tersebut berubah drastis. Bahkan para leluhur dari keluarga kultivasi pun terkejut.
"Ini... Mantra jenis apa ini!?!"
"Mantra ini terlalu kuat; bahkan dengan layar cahaya yang bertindak sebagai penghalang, aku masih merasa kedinginan. Rasanya seperti es memenuhi tubuhku dan memperlambat peredaran darahku!"
"Ini jelas bukan mantra biasa! Xu Mu ini layak dijuluki sebagai Master Iblis. Semua mantranya mengandung sifat iblis seperti itu! Terlalu kuat!"
"Mantra semacam ini sangat menakutkan. Jika aku harus menghadapinya, aku tidak akan mampu melawan sama sekali. Di mana dia mempelajari mantra ini? Aku belum pernah mendengarnya sebelumnya!"
"Mantra Badai Petir milik keluarga Yao mirip, namun kekuatannya masih kurang jika dibandingkan dengan ini!"
Mata pria tua berjubah ungu dari Kuil Surgawi Petir berbinar terang. Ia menampilkan senyuman dan berkata, "Aku mendengar dari Kepala Kuil bahwa Xu Mu ini adalah adik seperguruan lintas generasi dari Dewa Surgawi Qing Shui. Sepertinya ada kemungkinan! Namun, antara Pedang Surgawi Sembilan Nada milik Lord Jie Ji dan mantra surgawi yang hanya bisa membentuk dua naga hitam, manakah yang lebih kuat?"
Naga-naga hitam itu mengaum dan terus mengeluarkan angin dingin saat Wang Lin melangkah maju. Angin dingin itu melesat ke arah batu merah tempat pria berjubah hitam itu duduk. Mata pria berjubah hitam itu semakin bersinar terang, meskipun ia tetap tidak bergerak. Tangan kanannya membentuk sebuah simbol segel, menyebabkan empat dari sembilan bilah pedang melayang ke udara. Mereka saling berpotongan dan mulai berputar, menyebabkan badai muncul. Saat badai pedang ini muncul, ruang di sekitarnya mulai retak seolah-olah tidak sanggup menahannya lagi.
Suara pria berpakaian hitam itu terdengar serak saat ia perlahan berkata, "Pemusnahan Pedang Surgawi!"
Keempat bilah pedang itu langsung melesat keluar. Mereka berputar dan berpotongan dengan badai tersebut. Mereka berubah menjadi empat bilah pedang tak terbatas yang mampu menembus langit dan menebas kedua naga hitam itu tanpa ampun.
Pedang Surgawi Sembilan Nada. Pedang Surgawi adalah bentuk kekuatan mutlak tertinggi; seolah-olah tidak ada apa pun di dunia ini yang dapat menahannya!
Setelah melihat Qing Shui secara pribadi menggunakan Panggillah Angin dua kali, Wang Lin telah banyak belajar dan kendalinya atas Panggillah Angin telah meningkat. Namun, saat ini mau tak mau ia teringat pada lukisan yang dilihatnya di lantai sembilan di Alam Surgawi Petir dulu!
Rasanya seolah-olah ia telah menjadi bocah lelaki itu, dan ia tiba-tiba mendapatkan pencerahan. Wang Lin mengangkat kedua tangannya seolah-olah tangannya telah menyatu dengan kedua naga hitam tersebut...
Chapter 862 · 7m baca
Nine Tune Heavenly Blade
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter