Renegade Immortal - Chapter 811 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 811 · 7m baca

Wings of the Butterfly (2)

by Er Gen

Salah satu monster kabut berubah menjadi burung berkuku lima saat meluncur ke arah seorang anggota Klan Abadi Terpilih. Ia menarik anggota klan itu ke udara dan mengeluarkan jeritan yang menembus tubuh orang tersebut. Tubuh anggota klan itu meledak menjadi kabut darah yang langsung diserap oleh monster kabut itu.

Bahkan hingga detik-detik kematiannya, anggota klan itu sama sekali tidak melakukan perlawanan. Ada sedikit sisa perjuangan di matanya, tetapi itu terlalu lemah.

Di sisi lain, monster-monster kabut lainnya mendekati para anggota Klan Abadi Terpilih dan menelan mereka satu per satu. Area tersebut seketika dikelilingi oleh bau darah. Bersamaan dengan aura ini, tersirat pula rasa duka dan ketidakberdayaan yang begitu mendalam.

Setiap anggota klan yang tewas tidak mampu melawan. Kesedihan di mata mereka begitu pekat. Tepat pada saat kematian mereka, sebuah pencerahan tercipta di dalam hati mereka.

"Mungkin inilah takdir pengabdian klanku..."

Ta Shan berlutut di tanah dengan kedua tempurung lututnya yang telah hancur. Ia berjuang untuk mengangkat kepalanya dan menyaksikan kematian anggota klannya. Suara mirip auman buas terdengar dari tenggorokannya. Urat-urat di wajahnya menonjol saat ia mencoba melawan meterai budak yang telah mendarah daging menjadi insting klannya.

Sementara pria berjububah biru itu menyaksikan semua ini dengan dingin dan ekspresi tenang.

Tubuh leluhur Klan Abadi Terpilih bergetar hebat. Hembusan angin kencang bertiup saat pemuda di belakangnya disambar oleh seekor monster kabut ke udara lalu ditelan bulat-bulat.

Tanpa sadar, lelaki tua itu mendongak saat setetes darah hangat jatuh di wajahnya dan mengalir menuruni pipinya. Mata lelaki tua itu memancarkan rasa amarah yang luar biasa.

Ia bergumam, "Kenapa... Kenapa..."

Tepat pada saat itu, seekor monster kabut menerjang ke arahnya dan menyeret lelaki tua tersebut ke udara. Sebuah kekuatan muncul dari lubuk hatinya yang paling dalam dan merasuki seluruh tubuhnya. Mata lelaki tua itu dipenuhi kesedihan saat menatap pria berjububah biru itu lalu berteriak, "Kenapa?!"

Ketika lelaki tua itu berteriak, para anggota klan yang belum tewas berjuang keras untuk mengangkat kepala mereka. Tatapan mereka mengikuti arah pandangan lelaki tua itu dan tertuju pada sang pria berjububah biru.

Tatapan itu dipenuhi dengan kesedihan dan kemarahan yang tiada akhir!

"Misi kalian adalah menjadi makanan bagi monster kabut, dan itu tidak butuh alasan. Aku tidak akan membiarkan kalian semua mati, karena aku membutuhkan kalian untuk meneruskan keturunan..." Suara pria berjububah biru itu terdengar sangat tenang.

Tepat pada saat itu, salah satu monster kabut melesat ke kejauhan. Tujuannya adalah anak-anak yang bersembunyi di dalam bangunan!

Pria berjububah biru itu sedikit mengerutkan kening, tetapi ia tidak menghentikannya.

Lelaki tua itu melukiskan senyum getir tatkala monster kabut itu menerjang ke arahnya, dan ia hampir pingsan. Tepat pada saat ini, Wang Lin menghela napas dan menunjuk ke arah ruang kosong. Monster kabut yang hendak melahap lelaki tua itu tiba-tiba hancur berkeping-keping. Lelaki tua itu menatap monster kabut yang semakin mendekati bangunan-bangunan tersebut. Ia bahkan bisa mendengar anak-anak berteriak panik. Mereka memanggil orang-orang terkasih mereka...

Para anggota Klan Abadi Terpilih berjuang untuk bangkit. Raungan seperti geraman buas keluar dari mulut mereka bagaikan orang gila.

Meskipun lutut Ta Shan telah hancur, matanya memerah saat ia berusaha keras untuk berdiri. Sekalipun tulangnya harus remuk sekali lagi, ia tetap harus berdiri.

"Dewa... Dewa... Menurutmu klan kami ini apa!?!?! Klan kami menjaga Tungku Yin Misterius selama bertahun-tahun lamanya, tetapi apa yang kami dapatkan!?! Monster-monster kabut inilah beserta kematian anggota klan kami yang tak terhitung jumlahnya!

"Sekarang aku akhirnya tahu bahwa monster-monster inilah yang selama ini dijaga oleh klanku. Bahwa misi klanku adalah menjadi santapan bagi monster-monster kabut ini!

"Jika memang begitu kenyataannya, aku akan melawan. Bahkan jika tubuhku hancur berkeping-keping, aku tidak akan menyerah!" Raungan Ta Shan akhirnya lolos dari tenggorokannya yang koyak.

Bukan hanya dia, seluruh anggota Klan Abadi Terpilih turut melepaskan raungan. Tanda di antara alis mereka menyala dengan terang saat mereka berjuang untuk bangkit berdiri.

Ekspresi pria berjububah biru itu tetap dingin saat ia berujar dengan nada meremehkan, "Dulu sekali, klan kalian kalah dan berakhir menjadi budak. Inilah takdir hidup kalian! Kalian tidak bisa mengubahnya!"

Sambil berkata demikian, ia mengangkat tangan kanannya dan menekannya ke bawah, memicu rentetan ledakan. Darah menyembur keluar dari tubuh para anggota Klan Abadi Terpilih dan menghentikan upaya mereka untuk bangun.

Hanya Ta Shan yang menerjang maju sambil menderu. Begitu ia melompat maju, ledakan demi ledakan bergemuruh dari dalam tubuhnya seiring hancurnya tulang-tulang di tubuhnya, tetapi ia tetap nekat maju!

Mata pria berjububah biru itu menyipit tajam dan ia menunjuk ke depan dengan jarinya. Wang Lin menghela napas. Sebenarnya ia tidak ingin ikut campur. Asal-usul pria berjububah biru ini sangat misterius, dan ia ternyata adalah seorang dewa sejati!

Namun, saat menghela napas, Wang Lin membuka mulutnya dan pecahan artefak itu melesat keluar. Begitu muncul, benda itu langsung terbang di antara Ta Shan dan pria berjububah biru tersebut.

Mata pria berjububah biru itu menajam dan tatapannya berubah dingin. Tangan kanannya membentuk sebuah segel dan sebuah rune yang dipenuhi energi spiritual surgawi melesat ke arah Wang Lin.

"Kukira kau tidak akan ikut campur!" Pria paruh baya itu mencondongkan tubuhnya ke depan saat ia mengejar rune tersebut dan meluncur ke arah Wang Lin.

Tangan kanan Wang Lin menunjuk ke arah pecahan itu, menyebabkannya berputar dan menghantam sang pria berjububah biru. Di saat yang sama, Wang Lin tiba di sisi Ta Shan. Tangan kirinya menyentuh Ta Shan dan menyalurkan sejumlah energi asal ke dalam tubuh Ta Shan.

Tubuh Ta Shan seketika terlempar ke depan, meluncur ke arah monster kabut yang sedang menyerbu bangunan-bangunan.

Usai melakukan hal itu, Wang Lin berbalik dan membentuk gestur pedang dengan dua jarinya lalu langsung menebas ke bawah. Rune yang datang menyerang seketika hancur lebur dan berubah menjadi riak gelombang yang dengan cepat memudar.

Pada saat ini, pecahan artefak itu mendarat dan mata pria berjububah biru itu membeku dingin. Tangannya membentuk segel dan energi spiritual surgawi di dalam tubuhnya bergejolak, lalu sebuah tombak muncul di genggamannya.

Tombak ini berwarna putih bersih dan memancarkan energi spiritual surgawi yang pekat. Ia tertawa dingin seraya menghantamkan tombak tersebut ke arah pecahan yang meluncur ke arahnya.

Sebuah dentuman keras bergema dan pria berjububah biru itu terdorong mundur. Matanya memperlihatkan ekspresi serius. Namun, pecahan itu pun turut terpental mundur sejauh beberapa puluh kaki.

Sambil menarik mundur tubuhnya, pria paruh baya itu berteriak, "Para budak rendahan, serang bersama-sama!"

Ketika suara itu memasuki telinga para anggota Klan Abadi Terpilih yang sedang meronta, perintah tersebut berubah menjadi insting yang tak mampu mereka lawan. Mata mereka dipenuhi rasa duka dan pergulatan batin, tetapi tubuh mereka serentak meluncur menyerang ke arah Wang Lin.

Mata Wang Lin berkilat tajam dan ia mundur ke belakang. Kupu-kupu yang terbentuk dari Kereta Perang Pembunuh Dewa masih mengikuti Wang Lin. Begitu Wang Lin mundur, makhluk itu mengikutinya bagaikan bayangan.

Wang Lin merenung sejenak. Ia belum sepenuhnya memahami kekuatan dari Kereta Perang Pembunuh Dewa yang ketiga ini. Matanya berbinar saat tangan kanannya membentuk segel dan menekannya pada tubuh sang kupu-kupu.

Niat membunuh terpancar dari mata Wang Lin saat ia menunjuk ke arah pria berjububah biru tersebut.

Kupu-kupu itu tidak bergerak sama sekali, sayapnya hanya mengepak pelan, tetapi kali ini gerakannya sedikit lebih cepat. Serbuk lima warna berjatuhan dari sayapnya dan perlahan-lahan menyelimuti area sekitar.

Pria berjububah biru itu langsung menghentikan langkahnya, matanya dipenuhi rasa waspada. Ia sudah sejak lama memperhatikan kupu-kupu itu, dan makhluk itulah yang memberikannya firasat ngeri. Kalau tidak, ia pasti sudah menyerang sejak tadi alih-alih menunggu hingga detik ini.

Para anggota Klan Abadi Terpilih beterbangan ke udara di luar kendali mereka dan melesat ke arah Wang Lin. Pergolatan di mata mereka kian menghebat, namun mereka tetap tak kuasa melawan kekuatan meterai budak tersebut.

Mata Wang Lin bersinar terang saat ia menatap lekat-lekat ke arah kupu-kupu itu. Ia ingin mengetahui kekuatan sesungguhnya yang dimiliki oleh Kereta Perang Pembunuh Dewa ketiga ini. Kupu-kupu itu meninggalkan sisi Wang Lin dan terbang ke depan. Sayapnya tiba-tiba terhenti sesaat sebelum kembali mengepak perlahan!

Kepakan ini tidak menimbulkan riak angin apa pun, tetapi wajah pria berjububah biru yang tadinya siaga di kejauhan tiba-tiba memucat pasi. Tidak ada angin di sekitarnya, namun rambutnya tersibak ke belakang seolah diterpa angin sepoi-sepoi.

Sebuah ledakan terdengar dari dalam tubuhnya, membuatnya terdorong mundur sambil memuntahkan seteg darah segar. Kabut darah itu memadat menjadi wujud kupu-kupu, dan begitu muncul, makhluk itu langsung mengepakkan sayapnya.

Ledakan lain kembali terjadi di dada pria berjububah biru itu dan darah menyembur keluar. Darah itu berubah menjadi wujud kupu-kupu lain yang kemudian mengepakkan sayapnya.

Seiring suara ledakan yang terus bergema, tubuh pria berjububah biru itu terus-menerus terpental ke belakang. Setiap kali hal itu terjadi, darah dalam jumlah besar akan menyembur keluar dan berubah menjadi kupu-kupu. Setiap kepakan sayap kupu-kupu itu menimbulkan luka parah yang tak terbayangkan padanya.

Matanya dipenuhi teror dan bahkan tersirat rasa takut yang teramat sangat. Ia sama sekali tidak bisa melawan. Rasanya seolah-olah segala sesuatu di dalam tubuhnya bukan lagi miliknya dan telah disegel oleh kekuatan misterius.

Kupu-kupu itu kembali muncul sekali lagi dan pria berjububah biru itu terlempar mundur sekali lagi. Hal ini terus berlanjut hingga jaraknya lebih dari 10.000 kaki jauhnya. Ketakutan di matanya telah mencapai batas maksimal.

Sambil meronta-ronta, pria berjububah biru itu mendesis, "Petir, meledaklah!" Suara gemuruh meletus dari dalam tubuhnya dan tangan kanannya hancur, melepaskan gelombang kekuatan yang destruktif.

Dengan memanfaatkan ledakan ini, ia berhasil mengembalikan kendali atas tubuhnya untuk sementara waktu, namun wajahnya sudah sangat pucat pasi. Ia dilanda ketakutan luar biasa, dan rasa takut itu hampir merajai seluruh tubuhnya.

"Sihir apa ini!?! Harta karun macam apa ini!?!" Ia belum pernah melihat harta karun aneh sedemikian rupa seumur hidupnya. Hanya dengan kepakan sayap kupu-kupu itu saja sudah hampir membuatnya roboh.

Pada saat ini, ia langsung melesat menuju altar untuk melarikan diri.

Mata Wang Lin menyipit dan ia menghirup udara dingin. Ia memiliki ikatan misterius dengan Kereta Perang Pembunuh Dewa, dan ia punya firasat bahwa kereta perang ini bahkan belum mengeluarkan serangan terkuatnya.

Tepat pada saat ini, kupu-kupu lima warna di samping Wang Lin mengepakkan sayap kirinya secara perlahan!

Pria paruh baya yang tengah kabur tergesa-gesa itu baru saja menginjakkan kaki di ambang pintu altar. Seketika itu juga, tubuhnya bergetar hebat dan matanya dipenuhi rasa tak percaya. Tubuhnya mulai melenyap mulai dari bagian kaki, dan hanya dalam sekejap mata, seluruh tubuhnya telah lenyap tanpa sisa.

Pria berjububah biru itu tewas. Di suatu tempat di dalam Binatang Buas Nether, terdapat sebuah kehampaan hitam yang tak bertepi, di mana sesosok figur tengah duduk bersila di tengah kekosongan itu sambil memancarkan kabut hitam. Anehnya, terdapat energi spiritual surgawi yang tersembunyi di dalam kabut hitam tersebut.

Pada detik ini, ia tiba-tiba membuka matanya dan menatap lurus ke depan. Sorot matanya dipenuhi rasa terkejut yang teramat sangat.

"Mampu melenyapkan avatarku dengan begitu mudahnya... Harta karun jenis apa itu!?"

Jika Anda menemukan kesalahan (konten tidak standar, pengalihan iklan, tautan rusak, dll.), Beri tahu kami agar kami dapat memperbaikinya secepat mungkin.

Lapor

Gunakan ← → untuk pindah chapter