Renegade Immortal - Chapter 805 — NovelArc
Request novel bisa langsung di tab request ya, bebas request semua novel dari novelupdates

Chapter 805 · 6m baca

Fog Beast

by Er Gen

Begitu hantaman itu mendekat, Wang Lin langsung menyadari bahwa udara di sekitarnya seolah membeku. Seolah-olah pukulan itu membawa kekuatan misterius yang menutup segala jalur mundurnya.

Ekspresi Wang Lin tetap netral saat ia berkata dengan tenang, "Lumayan, tapi masih belum cukup!" Pada saat yang sama, Wang Lin mengangkat kaki kanannya dan melangkah maju dengan lembut.

Serangkaian suara dentuman tiba-tiba muncul di tanah di bawah kaki Wang Lin sebagai pusatnya. Dentuman itu menyebar bagai orang gila dan kekuatan yang menyegel jalan mundur Wang Lin langsung runtuh.

Semua belenggu di sekeliling Wang Lin hancur dengan suara seperti cermin yang pecah. Kekuatan yang hancur itu tersapu mundur ke segala arah di sekeliling Wang Lin.

Ekspresi pria berbadan kekar itu berubah drastis. Ia langsung merasakan kekuatan besar menghantamnya dan tubuhnya melambat.

Wang Lin mengambil satu langkah dan tiba di hadapan pria kekar itu dalam sekejap. Tangannya menyentuh dada pria itu, membuat pria tersebut terdorong mundur tanpa bisa dicegah. Tato di tubuh pria itu memancarkan kilau yang menyilaukan.

Pria kekar itu mundur puluhan langkah. Meskipun tidak ada luka yang terlihat di tubuhnya, bagian dalam tubuhnya terasa bagai dihantam badai. Namun, berkat tato-tato itu, cederanya tidak parah, jadi dia akan pulih setelah beristirahat sejenak.

Pria kekar itu memasang ekspresi buas saat ia melolong dan memukulkan tangannya ke dadanya. Suara gemuruh keras bergema di area tersebut. Pada saat yang sama, tato di tubuhnya mulai bergerak bagai kesurupan dan keluar dari tubuhnya satu per satu. Ia dikelilingi oleh tato yang tak terhitung jumlahnya, pemandangan yang tampak sangat mengejutkan.

Pria kekar itu tiba-tiba menerjang ke depan. Tato-tato di sekelilingnya mengikutinya saat ia melesat ke arah Wang Lin.

Mata Wang Lin bersinar. Meskipun tubuh pria kekar itu tidak bisa dibandingkan dengan pengawal surgawinya, perbedaannya tidak terlalu jauh. Ekspresinya tetap netral saat ia mencibir dan melangkahkan kaki kanannya ke depan. Ia tampak melintasi jarak yang jauh dan dalam sekejap berada sangat dekat dengan pria kekar yang sedang menyerang itu.

Tepat saat mereka berdekatan, tangan kanan pria kekar itu melayangkan pukulan. Pada saat ini, dunia di sekeliling mereka tampak bergetar. Tato-tato di sekitarnya bersinar terang bagaikan mantra dan menyerbu ke arah Wang Lin.

Ada kilatan cahaya dingin di mata Wang Lin saat ia mengangkat tangan kanannya dan mantra Penghenti Surgawi diaktifkan. Tubuh pria kekar itu langsung berhenti, dan pada saat yang sama, jari Wang Lin kembali menekan dada pria itu.

Tubuh pria kekar itu terlempar dengan suara dentuman keras. Ia memuntahkan seteguk darah dan tatapannya ke arah Wang Lin dipenuhi dengan keterkejutan. Adapun tato di sekeliling tubuhnya, mereka juga terdorong mundur bersamanya.

Saat ini bukan hanya dia yang terkejut. Semua anggota klon di sekitarnya juga terkejut menyaksikan pertarungan ini dan terdiam seribu bahasa.

Leluhur dari Klan Abadi Terpilih menjadi cemas dan buru-buru berkata, "Dewa Agung, mohon jangan marah dan biarkan Ta Shan tetap hidup!"

"Tidak perlu!" Pria kekar itu mendarat di tanah dan terus mundur. Barulah setelah ia mundur sejauh 100 kaki, ia berhasil menstabilkan dirinya. Ia melonglong sementara kedua tangannya membentuk sebuah segel dan dengan kejam memukuli dadanya.

Semua tato di sekelilingnya mulai bergerak aneh dan dengan cepat ditarik kembali ke dalam tubuh pria kekar itu. Namun, tato-tato itu tidak kembali ke kulitnya, melainkan menonjol keluar. Segera, tato-tato tersebut membentuk sekumpulan zirah hitam di sekelilingnya.

Saat zirah itu muncul, terpancarlah aura gelap. Bahkan ada bayangan samar yang muncul di belakang pria kekar itu seolah-olah itu adalah dewa iblis!

Leluhur Klan Abadi Terpilih menarik napas dingin dan berseru, "Zirah Roh Surgawi! Kau berhasil memurnikan seperangkat zirah roh!"

Mata Wang Lin menyipit. Ia sedikit familiar dengan zirah ini. Zirah itu sangat mirip dengan zirah yang dikenakan oleh iblis tersebar. Satu-satunya perbedaan adalah energi iblis dari zirah ini tidak begitu kuat; seolah-olah sedang ditekan oleh kekuatan lain.

Pria kekar itu melenguh dan menerjang maju. Pada saat ini, karena zirahnyam dan ukuran tubuhnya, ia tampak seperti raksasa yang buas. Jika seseorang bernali ciut, mereka pasti akan gemetar hanya dengan melihatnya.

Zirah hitam itu memancarkan aura yang mencengangkan. Saat pria kekar itu menerjang maju, bayangan di belakangnya memperlihatkan ekspresi garang.

Saat ia melesat keluar, kepalan tangan kanannya dilayangkan. Pukulan ini lebih kuat dari dua pukulan sebelumnya jika digabungkan dan jauh lebih berwibawa. Pada saat ini, bayangan di belakangnya berubah menjadi gumpalan gas hitam dan melilit kepalan tangan kanannya.

Ketika pukulan ini dilepaskan, terciptalah ledakan sonik dan aura mengejutkan meluncur ke arah Wang Lin. Pada saat yang sama, gas hitam dari bayangan itu berubah menjadi tengkorak. Tengkorak itu menyeringai saat mencoba melahap Wang Lin.

Ekspresi Wang Lin masih netral saat ia dengan tenang menatap pria kekar itu. Ia membuka mulutnya dan sebutir pasir terbang keluar. Pasir itu berubah menjadi pecahan stempel selebar 1.000 kaki dan menghantam ke arah pria kekar tersebut.

Ini adalah pertama kalinya stempel pecahan surgawi muncul di luar Alam Surgawi. Ketika ia muncul, energi spiritual surgawi yang kaya memenuhi udara. Ketika lelaki tua itu melihat ini, ia berlutut di tanah dan mulai memuja pecahan tersebut.

Bahkan mata pria kekar itu menunjukkan secercah keraguan sesaat. Namun, sedetik kemudian, ia mengatupkan giginya dan tidak ragu-ragu lagi. Pukulannya mendarat tepat pada pecahan yang menghalangi jalannya.

"Hancurlah untukku!"

Pukulan itu dilepaskan dan mendarat dengan suara dentuman keras. Pecahan itu sama sekali tidak bergeming, tetapi pria kekar itu justru terpelanting mundur. Tubuhnya bergetar saat ia memuntahkan darah dan terus mundur.

Matanya dipenuhi dengan keterkejutan. Ia tidak menyangka benda ini begitu kokoh. Bukan saja kekuatan penuhnya tidak menimbulkan kerusakan apa pun, tetapi serangan balasan tersebut membuat energi dan darah di dalam tubuhnya bergolak liar.

Bayangan iblis pada pukulan pria kekar itu juga buyut karena guncangan tersebut. Mata Wang Lin dingin saat ia menunjuk dengan tangan kanannya. Pecahan itu terbang ke udara dan menghantam turun dengan kejam.

Jeritan nyaring bergema di seluruh dunia. Tepat saat pecahan itu turun, pria kekar itu meraung. Kedua tangannya terangkat ke langit seolah-olah ia sedang berusaha menahannya.

Wang Lin berkata dengan tenang, "Jatuhlah!"

Pecahan itu tiba-tiba menghantam tanah. Gemuruh keras seketika meletus dan seluruh benua bergetar. Sejumlah besar retakan muncul di permukaan benua.

Saat retakan-retakan ini saling bersilangan, kabut dalam jumlah besar muncul dari dalam celah-celah tersebut. Begitu kabut itu muncul, kabut itu langsung berkumpul menjadi satu.

Kabut itu mengendap dengan sangat cepat, dan hampir dalam sekejap, masing-masing mengambil bentuk yang sangat aneh.

"Binatang buas kabut!" seru anggota Klan Abadi Terpilih, dan pola daun di antara alis mereka langsung mulai berkedip. Lapisan daun-daun itu terbuka, dan dari dalamnya terbanglah wadah bermulut panjang yang sebelumnya dilihat oleh Wang Lin.

Kabut itu segera selesai memadat dan lebih dari 100 binatang buas hitam yang ganas muncul di langit. Binatang-binatang itu semuanya memiliki penampilan yang berbeda dan memancarkan aura suram. Tak lama kemudian, lolongan rendah yang mampu menembus jiwa pun terdengar.

Ekspresi leluhur Klan Abadi Terpilih menjadi suram saat ia menekan tangannya di antara alisnya. Sebuah wadah bermulut panjang berukuran lebih dari 10 kaki muncul. Ia melesat ke langit dan berteriak, "Masing-masing dari kalian, ambil posisi dan bersihkan kabut ini dalam waktu 30 menit. Jangan biarkan binatang kabut berbentuk manusia muncul!"

Tubuhnya berkelebat dan langsung mendekati seekor binatang kabut yang baru saja muncul. Tangannya memukul wadah tersebut dan tak lama kemudian kekuatan isap yang kuat terpancar dari mulut wadah itu.

Mata binatang kabut itu belum terbuka, namun ia mulai meronta-ronta. Tak lama kemudian, tubuhnya berpilin dan berubah menjadi asap yang tersedot ke dalam wadah. Kemudian beberapa suara benturan terdengar dari dalam wadah tersebut.

Selain dia, semua kultivator di sekitarnya memegang pusaka masing-masing. Mata mereka dipenuhi kecemasan saat mereka menerjang ke arah binatang-binatang kabut itu.

Mata Wang Lin bersinar dan membuat stempel pecahan itu terbang ke atas dengan gerakan jarinya. Tubuh pria bernama Ta Shen itu patah di banyak tempat dan darah mengalir deras dari panca indranya. Namun, ia belum mati dan tatapannya ke arah Wang Lin dipenuhi dengan niat bertarung.

Wang Lin tidak melihat orang itu melainkan menatap binatang-binatang buas yang terbentuk dari kabut. Matanya terus berbinar saat ia menatap makhluk-makhluk kabut tersebut.

Binatang-binatang kabut ini baru saja terbentuk. Mereka memiliki tubuh, namun pikiran mereka belum sepenuhnya sadar. Selain itu, reaksi klan tersebut sangat cepat dan mereka memiliki pengalaman kaya dalam melawan binatang kabut ini. Dalam sekejap, sejumlah besar binatang kabut tersedot oleh pusaka-pusaka itu.

Namun, tepat pada saat ini, ketika salah satu binatang kabut sedang disedot ke dalam pusaka, ia tiba-tiba membuka matanya. Itulah binatang kabut pertama yang membuka matanya.

Wang Lin belum pernah melihat mata seperti ini. Mata binatang itu tidak memiliki pupil, melainkan memiliki enam bintik hitam. Selain itu, segala sesuatunya berwarna abu-abu. Mata ini sama sekali tidak memiliki rasa ampun.

Anggota Klan Abadi Terpilih itu diliputi rasa takut dan mundur tanpa ragu-ragu. Tepat saat ia mundur, binatang kabut itu melesat keluar. Gerakannya terlalu cepat. Makhluk itu menyusul dalam sekejap dan memasuki tubuh orang tersebut melalui panca indranya.

Anggota Klan Abadi Terpilih ini mengeluarkan jeritan menyedihkan yang bergema ke seluruh penjuru dunia. Pada detik ini, tubuhnya meledak menjadi kepulan darah dan daging. Binatang kabut itu kembali berwujud dan menjilat bibirnya dengan lidah panjangnya sebelum melesat ke arah orang berikutnya.

Setelah itu, satu demi satu binatang kabut membuka mata mereka dan berubah dari kondisi tidak aktif sebelumnya. Mereka sangat haus darah dan bergerak bagaikan kilat.

"Susunan Pembantaian Surgawi!" Leluhur di langit memperlihatkan ekspresi cemas dan menghindari binatang kabut yang mendatangi dirinya.

Mata Wang Lin menyipit dan binatang kabut yang telah membuka matanya itu melesat ke arahnya. Auman buas itu seolah mampu menembus pikiran seseorang.

Gunakan ← → untuk pindah chapter