Sosok yang berdiri di ujung pedang melesat ke langit. Angin lembut berhembus melewati orang itu, menyebabkan tubuhnya bergetar. Kemudian dia tiba-tiba ambruk dan jatuh ke tanah.
Pedang itu seakan mengeluarkan tangisan pilu saat jatuh dari langit dan menancap di puncak gunung. Terjadi riakan, lalu sebagian besar batu gunung itu runtuh.
Sejumlah besar batu hancur berkumpul di sekitar pedang, dan dalam kedipan mata, pedang itu berubah menjadi patung batu. Di sampingnya, patung sang pemilik juga muncul.
Sosok pelayan di ujung pedang perlahan terbentuk saat reruntuhan batu itu berkumpul.
Patung-patung batu ini tampak sangat kasar, tetapi seiring berjalannya waktu, wujudnya menjadi semakin jelas, seolah-olah mulai bernyawa.
Segel dari patung batu itu telah menguasai benak Wang Lin. Segel tersebut memancarkan cahaya yang kuat di matanya. Rasanya seolah patung itu menjadi hidup dan mata batunya mulai menunjukkan kecerdasan.
"Generasi mendatang yang memiliki garis keturunanku, lepaskan pembatasan ini dan biarkan aku bangkit... Jika kalian tidak memiliki kekuatan yang cukup, ingatlah ini untuk generasi mendatang..."
Saat kalimat itu muncul, cetakan yang menguasai benak Wang Lin berniat untuk berakar dan menanamkan dirinya pada Wang Lin.
Untungnya, rasa sakit yang luar biasa dari tubuh Wang Lin merangsang kesadarannya dan membuatnya tersadar dari pengaruh tersebut. Dia segera mundur beberapa langkah dan memejamkan mata untuk menenangkan diri.
Pada saat yang sama, energi panas yang membakar sekujur tubuhnya memenuhi seluruh raganya dan membuyarkan cetakan di dalam pikirannya.
Begitu kesadarannya pulih, Wang Lin membuka matanya, yang kini dipenuhi rasa ngeri. Dia menarik napas dalam-dalam dan mundur beberapa langkah lagi. Patung batu ini benar-benar terlalu aneh, tetapi berkat pengalaman kultivasinya selama 1.000 tahun, dia mampu membuat beberapa tebakan.
Segel dari patung itu jelas merupakan sebuah mantra makhluk abadi, dan itu adalah sejenis warisan. Namun, apa yang diwariskan bukanlah kekuatan, melainkan sebuah cetakan budak yang berlangsung secara turun-temurun!
Kendati demikian, tidak ada mantra di dunia ini yang dapat lepas dari terpaan waktu. Mantra makhluk abadi ini mungkin sangat kuat di masa lalu, namun seiring berjalannya waktu, mantra itu menjadi semakin lemah.
Meski begitu, jika tubuh Wang Lin tidak sedang membara, akan sulit baginya untuk sadar sepenuhnya. Namun, yang membingungkan Wang Lin adalah keruntuhan cetakan itu bukanlah disebabkan oleh kekuatan pembakar tersebut. Meskipun kekuatan pembakar itu membantu mendorong keruntuhannya, sumber kehancurannya berasal dari cetakan itu sendiri.
Li Yuan menatap patung batu itu dan berkata dengan lembut, "Apakah kau merasakannya..."
"Saudara Xu tidak perlu khawatir, cetakan itu tidak akan memperbudakmu dan akan segera musnah... Karena cetakan itu sudah melekat pada seseorang. Leluhurku datang ke sini sejak lama dan mendobrak pembatasan ini dengan cara mereka sendiri untuk tiba di puncak gunung. Sejak saat itu, mereka menjadi budak bagi makhluk abadi ini... Generasi keturunan berikutnya dari para leluhurku juga menanggung cetakan budak itu..." Li Yuan menatap patung tersebut seolah ia sedang bergumam pada dirinya sendiri sekaligus berbicara kepada Wang Lin.
Li Yuan berkata peladahan, "Patung makhluk abadi ini tidak dapat dihancurkan..." Dia mengangkat tangan kanannya dan menekannya ke arah patung tersebut. Energi spiritual makhluk abadi di dalam tubuhnya melonjak keluar dan tak terhitung banyaknya retakan muncul di permukaan patung itu. Retakan-retakan tersebut merayap menutupi seluruh bagian patung bagaikan kelabang.
Dalam sekejap, patung batu itu hancur berkeping-keping.
Namun, begitu hancur, serpihan-serpihan itu menyatu kembali dan kembali normal dalam sekejap.
"Saudara Xu, kau melihatnya..." Li Yuan berbalik dan menatap Wang Lin.
Ekspresi Wang Lin tampak serius saat dia mengangguk.
Li Yuan menghela napas pahit dan perlahan berkata, "Dulu sekali, keluargaku, Keluarga Li, sangat terkenal di Sistem Bintang Allheaven sebagai salah satu dari enam keluarga kultivasi kuno. Keluarga kami mewarisi Dao pembatasan. Setiap generasi, selalu ada orang yang berhasil menembus tahap pertama kultivasi menuju tahap kedua.
"Keluarga Li pada masa itu berada di puncak kejayaannya!
"Namun, setelah para leluhur keluargaku memasuki tempat ini, tidak ada satupun keturunan kami di masa depan yang mampu menembus tahap pertama kultivasi. Puncak tahap akhir Ascendant adalah batasnya... Seolah-olah potensi anggota keluarga kami perlahan disedot sejak lahir...
"Selain itu, umur kami pun perlahan-lahan memendek. Pada alam kultivasi yang sama, umur anggota Keluarga Li hanya 30% dari orang lain... Semua ini terjadi karena cetakan budak itu!" Li Yuan tiba-tiba berbalik dan menatap patung tersebut dengan kebencian yang mengerikan di matanya. Kebencian itu seketika berubah menjadi kemelankoliasian, dan wajah Li Yuan mulai menunjukkan ekspresi pergolakan batin.
Mata Wang Lin tampak tenang. Dia berdiri di samping dan merenung dalam diam.
Saat berikutnya, tubuh Li Yuan tampak seperti berdiri di bawah hujan, karena pakaiannya basah kuyup oleh keringat. Rasanya ia mendadak menjadi jauh lebih tua dalam sekejap. Tangannya membentuk berbagai macam simbol segel dan menempatkannya di antara kedua alisnya. Setiap simbol segel dibentuk dari pembatasan yang tak terhitung jumlahnya, dan saat simbol-simbol itu melekat di antara alisnya, matanya perlahan mendapatkan kembali kejernihannya.
Li Yuan menghembuskan napas busuk dan berkata dengan getir, "Saudara Xu, saat emosiku terlalu meluap-luap, menjadi sulit untuk mengendalikan cetakan budak tersebut.
"Selama bertahun-tahun yang tak terhitung jumlahnya, karena cetakan budak inilah Keluarga Li kami secara bertahap mengalami kemunduran. Anggota klan mati satu per satu dan kultivasi mereka terjebak di tahap pertama. Mereka perlahan kehilangan kejayaan masa lalu...
"Hingga puluhan ribu tahun yang lalu, Keluarga Li kami melahirkan seorang jenius yang tak tertandingi; bakatnya jauh melampaui semua leluhur. Dia memiliki pemahaman yang mengerikan tentang pembatasan. Seandainya itu terjadi sebelum Keluarga Li kami dicap dengan cetakan budak, dia pasti akan menjadi orang terkuat di Keluarga Li kami!
"Meskipun kultivasi leluhur ini terjebak di puncak tahap akhir Ascendant, penguasaannya atas pembatasan membuat para kultivator tahap kedua pun tidak akan gegabah memprovokasinya. Demi memecahkan cetakan budak pada Keluarga Li kami, ia menggunakan sisa umurnya yang sedikit dan meninggalkan Sistem Bintang Allheaven. Ia pergi untuk mengunjungi para ahli pembatasan dengan harapan menemukan cara untuk menghancurkan cetakan tersebut.
"Di Sistem Bintang Aliansi, ia menukar teknik pembabatannya dengan sebuah gulungan dari seorang kultivator yang kuat. Di Sistem Bintang Debu Awan di bawah Alam Abadi Angin, ia menukar tabungan keluarganya dengan sebuah kompas.
"Sebelum ajalnya tiba, ia kembali ke Sistem Bintang Allheaven dan pulang ke Keluarga Li. Separuh dari anggota Keluarga Li yang tersisa secara sukarela mengorbankan hidup mereka dan menggunakan jiwa mereka untuk meniru jiwa makhluk abadi guna menempa sebuah pedang besi!
"Ia menggunakan pedang besi itu untuk mengumpulkan jiwa-jiwa, lalu memadatkannya dengan kompas, dan akhirnya menyegelnya dengan gulungan tersebut. Ketika ajal leluhur itu hampir tiba, Alam Abadi Petir terbuka. Ia membawa ketiga pusaka tersebut beserta seluruh harapan Keluarga Li kami ke dalam Alam Abadi Petir.
"Sayangnya, tidak ada lagi berita dari leluhur tersebut. Sejak saat itu, Keluarga Li kami jatuh ke dalam jurang keputusasaan dan semakin merosot. Anggota keluarga mati satu per satu. Cetakan budak itu bagaikan kutukan yang terus berlanjut dari satu siklus reinkarnasi ke siklus reinkarnasi berikutnya, dan Keluarga Li kami tidak pernah bisa lepas darinya... Hingga hari ini, termasuk diriku, Keluarga Li hanya menyisakan tiga orang..."
Suara Li Yuan dipenuhi dengan kesedihan. Dia tiba-tiba berbalik dan berkata dengan muram, "Baru 1.000 tahun yang lalu ayahku tanpa sengaja melihat pedang besi itu di sebuah planet kultivasi terpencil! Jika hanya itu masalahnya, hal itu tidak akan terlalu mengejutkan. Bagaimanapun, waktu telah berlalu terlalu lama, dan kami tidak punya cara untuk memastikan apakah itu benar-benar milik leluhur kami.
"Tetapi pedang besi ini ditempa dari separuh jiwa anggota keluargaku. Ayahku dapat melihat kemarahan dan keluh kesah anggota keluargaku dalam sekilas pandang."
Tangan kanan Li Yuan terulur, dan setelah kilatan cahaya melintas, sebuah pusaran air muncul. Saat pusaran air itu berputar, Ge Hong muncul dengan ekspresi ketakutan.
Dengan ngeri, tubuhnya diseret keluar dari pusaran dan dilemparkan ke kaki patung tersebut.
"Keluarga yang memiliki pedang besi itu bermarga Ge!" Mata Li Yuan berubah kejam dan dipenuhi dengan kebencian.
"Jika di masa lalu, ketika Keluarga Li kami masih kuat, menghancurkan keluarga seperti Keluarga Ge hanya butuh jentikan jariku saja. Namun, saat ini kultivasi Keluarga Li kami terjebak di puncak tahap akhir Ascendant, dan bahkan dengan bantuan pembatasan, kami tidak dapat mengalahkan Keluarga Ge yang memiliki dua kultivator tahap kedua.
"Beberapa tahun kemudian, aku pergi menyamar dan menyusup ke dalam Keluarga Ge. Aku pun mengetahui segalanya..." Li Yuan mendongak menatap langit dengan getir.
"Keluarga Ge sudah mengetahui identitasku sejak lama... Namun, mereka tidak mengatakan sepatah kata pun tentang masa lalu dan mengirimku ke Alam Abadi Petir bersama Ge Hong dan ketiga pusaka tersebut."
"Meskipun mereka tidak mengatakannya, aku sudah bisa menebak apa yang terjadi saat itu, mengingat kecerdasanku!" Mata Li Yuan berubah kejam saat dia menatap Ge Hong dan perlahan berkata, "Hari ini aku datang untuk memenuhi keinginan leluhurku, tetapi sebelum itu, aku butuh darahmu untuk meredakan keputusasaan selama puluhan ribu tahun yang telah diderita oleh para leluhur Keluarga Li!"
Ketika Li Yuan mengucapkan kata-kata ini, tangan kanannya terulur dan langsung mencengkeram Ge Hong. Tangannya memegang dahi wanita itu sementara matanya dipenuhi keputusasaan. Dia ingin mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya, dia terdiam.
Wang Lin mengerutkan kening dan perlahan berkata, "Rekan Kultivator Li, urusan antara Keluarga Li dan Keluarga Ge sama sekali tidak ada hubungannya denganku. Kenapa kau membawaku ke sini?"
Li Yuan berbalik menghadap Wang Lin dan berkata dengan tenang, "Aku melihat pertarungan Saudara Xu dengan kultivator Illusory Yin itu melalui pembatasanku. Salah satu mantra Saudara Xu sangat berguna bagiku. Saudara Xu bisa tenang, aku tidak akan memintamu membantu secara cuma-cuma. Setelah urusan ini selesai, aku akan memberimu teknik Pembatasan 18 Plum secara lengkap beserta Pembatasan Musnah milik keluargaku sebagai kompensasi! Sekarang, aku mohon Saudara Xu untuk bersabar, karena aku harus mempersembahkan kurban kepada jiwa-jiwa leluhurku terlebih dahulu!"
Mata Li Yuan dipenuhi dengan kebencian yang mendalam saat energi spiritual makhluk abadi melonjak keluar dari tubuhnya dan menyerbu ke dalam tubuh Ge Hong bagaikan naga yang mengamuk. Wanita itu menampilkan ekspresi pahit, namun matanya tampak sangat jernih. Dia berjuang untuk menoleh ke arah patung batu, dan setelah meliriknya sekilas, dia tiba-tiba memahami sesuatu. Dia membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, namun pada akhirnya dia tidak pernah mendapat kesempatan.
Tubuhnya meledak menjadi kabut darah dan menyelimuti patung batu tersebut. Jiwa asal wanita itu diserap oleh patung dan lenyap.
Li Yuan merenung dalam diam sambil menatap tangannya dengan ekspresi bingung. Setelah sekian lama, dia menghela napas dan berkata dengan nada kuno, "Leluhur, keturunanmu, Li Yuan, akan menyelesaikan apa yang telah kau mulai..."
Chapter 750 · 7m baca
Slave Imprint
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter