Sebuah tubuh telanjang merobek celah dari dalam kepompong dan perlahan-lahan melangkah keluar. Petir yang dahsyat memancar keluar dari celah tersebut. Petir ini bukan berasal dari kepompong, melainkan dari tubuh itu sendiri.
Dialah Wang Lin!
Wang Lin menarik napas dalam-dalam saat ia menatap tubuhnya sendiri dan menunjukkan ekspresi aneh.
Ia telah menghabiskan waktu selama 60 tahun untuk menyerap sejumlah besar petir dan energi kehidupan demi membentuk tubuh ini. Tubuh ini mengandung kekuatan petir dan membentuk hubungan yang erat dengan petir di dalam jiwa asalnya.
Dengan sebuah pikiran, jiwa asal Wang Lin meninggalkan tubuhnya. Setelah berkeliling sejenak, ia kembali masuk ke dalam tubuhnya.
Sebuah tawa panjang keluar dari mulut Wang Lin. Suara ini terdengar bagaikan gemuruh petir!
Gemuruh petir itu bergema ke seluruh penjuru dunia. Suara itu bagaikan jeritan yang menantang langit.
“Aku mendapatkan kehidupan baru. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya!” Wang Lin melambaikan tangannya dan kantong penyimpanan miliknya keluar dari jiwa asalnya, lalu sehelai jubah putih muncul menutupi tubuhnya.
Ia mendarat di tanah dan duduk bersila. Tatapannya tertuju pada gunung yang tampak seperti naga yang sedang meringkuk.
Mata Wang Lin bersinar terang dan ia menepuk kantong penyimpanannya. Bendera jiwa satu miliar jiwa muncul di tangannya. Ia melambaikan tangannya dan fragmen-fragmen jiwa yang tak terhitung jumlahnya beterbangan keluar. Jika petir di sekitar planet itu masih ada, fragmen-fragmen jiwa ini sama sekali tidak akan mampu bertahan di tempat ini.
Sejumlah besar fragmen jiwa berkumpul untuk membentuk tiga jiwa utama dan berkeliaran di area tersebut.
Setelah menyiapkan perlindungan, Wang Lin menyebarkan indra ilahinya dan memeriksa area itu dengan cermat. Setelah memastikan tempat itu aman, Wang Lin menarik napas dalam-dalam dan menekan tangan kanannya di antara kedua alisnya. Sebuah riak muncul di dahinya dan sebuah manik kristal perlahan-lahan terbentuk.
Mata Wang Lin berpijar bagaikan api saat tangannya membentuk sebuah segel dan menunjuk ke depan. Manik penentang surga itu segera meluncur keluar dan mendarat di atas tulang Moongazer yang menyerupai gunung.
Dibandingkan dengan gunung yang sangat besar itu, manik penentang surga tampak begitu tidak berarti.
Ekspresi Wang Lin sangat berhati-hati. Manik penentang surga ini adalah harta karun nomor satunya, dan benda itu berasal dari Sistem Bintang Allheaven. Indra ilahinya disebarkan ke segala arah, dan jika ada tanda-tanda bahaya, ia akan segera mengambil tindakan yang diperlukan.
Itulah sebabnya ia harus menunggu hingga tubuhnya terbentuk sebelum mengeluarkan manik penentang surga. Tanpa tubuhnya, ia tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya. Jika ia langsung mengeluarkan manik penentang surga saat itu, tindakan tersebut akan terlalu berbahaya dan tidak bijaksana.
Manik penentang surga memancarkan cahaya keemasan. Di bawah cahaya keemasan ini, tulang Moongazer sedikit bergetar. Logam di dalamnya berubah menjadi benang-benang emas yang perlahan-lahan diserap oleh manik penentang surga.
Proses ini sangat lambat, dan Wang Lin tidak tahu apa alasannya. Dibandingkan saat menyerap elemen air, semakin mendekati kesempurnaan manik tersebut, proses penyerapannya justru menjadi semakin lambat.
Indra ilahi Wang Lin terus menyapu area tersebut, selalu berada dalam tingkat kewaspadaan yang tinggi. Ia bahkan mengirimkan jiwa keempatnya untuk bersembunyi di suatu tempat di dekat planet itu.
Wang Lin menggunakan jiwa keempat sebagai batu loncatan untuk menyebarkan indra ilahinya lebih jauh lagi.
Penyerapan manik penentang surga berjalan sangat lambat. Bagaimanapun juga, ukuran tulang Moongazer itu terlalu besar. Setelah beberapa hari, Wang Lin membagi sebagian indra ilahinya dan mengeluarkan beberapa harta karun magis.
Harta karun ini semuanya adalah milik si Tamak. Ini adalah hasil rampasan Wang Lin dari 60 tahun yang lalu.
Harta karun pertama adalah gunung raksasa itu. Meskipun sudah rusak, energi spiritual keabadian yang memancar darinya sangatlah kaya. Yang lebih hebat lagi adalah cetakan indra ilahi si Tamak telah lenyap.
Ini adalah salah satu alasan mengapa Wang Lin sangat tertarik.
Lenyapnya indra ilahi si Tamak bukan berarti ia sudah mati; jejak itu terhapus setelah 100 tahun menyatu dengan tulang Moongazer.
Wang Lin meletakkan tangan kanannya di atas gunung itu dan teringat saat si Tamak mengekstrak jiwa gunung tersebut. Matanya tampak tenang saat ia mengusap permukaan gunung itu perlahan-lahan.
Wang Lin memiliki kesan mendalam tentang cara mengekstrak jiwa dari benda-benda yang memiliki roh, seperti planet, gunung, dan sungai. Ini adalah sesuatu yang seharusnya hanya bisa dilakukan oleh kultivator langkah kedua, tetapi Wang Lin dapat mengalaminya secara langsung ketika iblis terssebar mengendalikan tubuhnya.
Saat tangan kanannya mengusap gunung itu, tangan Wang Lin tiba-tiba berhenti dan matanya memancarkan cahaya aneh. Ia perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu sebuah aura kuno dengan energi spiritual keabadian yang kaya keluar dari batuan tersebut. Saat Wang Lin mengangkat tangan kanannya, bola kabut ilusi terbentuk di antara tangannya dan gunung itu.
Ia perlahan mengangkat tangan kanannya. Gerakan Wang Lin sangat lembut. Tatapannya bagaikan kilat saat ia menatap bola kabut kecil di tangannya.
Bola kecil ini memancarkan aura yang kuat. Hal yang paling mengejutkan Wang Lin adalah energi spiritual keabadian terkandung dengan sempurna di dalam bola tersebut, seolah-olah seorang dewa sedang menggunakan mantra ini.
“Meskipun jiwa gunung ini jauh lebih lemah daripada saat si Tamak menggunakannya, benda ini tetap sangat kuat! Namun, jiwa gunung ini sangat tidak stabil, dan jika aku tidak berhati-hati, alih-alih melukai musuh, benda ini justru bisa melukaiku.” Mata Wang Lin bersinar terang.
Ia tahu bahwa alasan terjadinya hal ini adalah karena gunung tersebut tidak utuh, yang menyebabkan jiwa gunung itu mengalami kerusakan.
Tidak ada pula hambatan ketika ia mencoba mengekstrak jiwa gunung tersebut. Rasanya seolah-olah Wang Lin bisa mengekstraknya hanya dengan sebuah pikiran. Inilah yang benar-benar mengejutkan Wang Lin. Matanya bersinar saat tangan kanannya dengan lembut menekan gunung itu dan jiwanya kembali ke dalam gunung.
Tangan kanan Wang Lin segera menekan tanah. Dengan sebuah pikiran, ia mengangkat tangannya dan seluruh planet itu tampak bergetar. Namun, ini hanyalah sensasi dari indra ilahnya saja. Pada kenyataannya, daratan itu tidak bergeser sedikit pun!
Saat aura kuno itu muncul, aura tersebut langsung buyar begitu saja. Kejadian itu seperti seseorang yang melemparkan ember kayu ke dalam sumur lalu menarik seember penuh air ke atas. Namun, dalam perjalanan ke atas, dasar ember tersebut jebol dan seluruh air kembali tumpah ke dalam sumur.
Orang yang menarik ember itu tentu saja akan merasakan suatu entakan gaya. Jika orang itu sedikit saja tidak berhati-hati, ia bisa melukai dirinya sendiri.
Wang Lin merasakan hal yang sama ketika ia gagal mengekstrak jiwa planet tersebut. Saat aura kuno itu buyar, ia merasakan kekuatan yang dahsyat menghantam tubuhnya. Suara letupan terdengar dari tubuhnya dan wajahnya berubah pucat. Butuh waktu baginya untuk pulih kembali.
Menatap gunung di hadapannya, Wang Lin menarik napas dalam-dalam. Yang membuat gunung ini begitu berharga adalah gunung ini memberinya kesempatan untuk mengalami mantra ekstraksi jiwa yang hanya bisa digunakan oleh kultivator langkah kedua.
“Benda ini sangat berguna bagiku. Aku hanya tidak tahu bagaimana si Tamak menemukan dan memurnikannya!” Meskipun si Tamak adalah musuh Wang Lin, setelah melihat mantra ini, ia merasa sedikit kagum padanya.
“Naga petir kuno, gunung keabadian, tungku dewa kuno, layar gunung dan sungai, serta mahkota yang aneh itu. Ada juga harta karun yang tidak diketahui di dalam kantong penyimpanan si Tamak. Dia benar-benar diberkati oleh langit!” Wang Lin menghela napas. Salah satu dari harta karun itu saja sudah cukup membuat orang-orang di luar sana menjadi gila. Namun, yang mengejutkan Wang Lin adalah tidak ada seorang pun yang mencuri harta karun tersebut dari si Tamak.
Ia benar-benar dibuat bingung oleh hal ini.
Ia menatap gunung keabadian itu dan matanya memperlihatkan secercah kegembiraan.
“Seharusnya benda ini bisa diperbaiki, tetapi itu akan membutuhkan energi asal…” Wang Lin menyimpannya lalu menepuk kantong penyimpanannya untuk mengeluarkan benda lain.
Ini adalah layar gunung dan sungai!
Wang Lin belum pernah mendengar tentang lukisan gunung dan sungai sebelumnya. Namun, beberapa tokoh terkenal di dunia kultivasi sangat mengenal lukisan gunung dan sungai tersebut.
Di antara 10 harta karun keabadian tingkat tinggi teratas di Alam Keabadian, lukisan gunung dan sungai menduduki peringkat ke-5!
Rumor mengatakan bahwa lukisan gunung dan sungai sangat tidak bisa ditebak. Namun, hal yang membuatnya benar-benar kuat bukanlah mantra gunung dan sungai yang ada di permukaan, melainkan tinta dari lukisan itu!
Meskipun tinta ini tampak hitam, warna aslinya sebenarnya adalah merah tua, karena tinta itu terbentuk dari darah. Darah inilah yang menjadi sumber kekuatan sejati dari lukisan gunung dan sungai.
Rumor mengatakan bahwa darah yang digunakan untuk menggambar lukisan gunung dan sungai adalah darah dari dao surgawi. Namun, dao surgawi tidak memiliki wujud, jadi bagaimana mungkin ia memiliki darah? Ini menjadi sebuah misteri abadi.
Oleh karena itu, benda ini juga dinamai lukisan dao surgawi!
Apa yang didapatkan oleh si Tamak bukanlah lukisan gunung dan sungai yang asli, melainkan sebuah salinan yang tercetak di atas sebuah layar.
Mengenai mantra jenis apa yang bisa mencetak lukisan gunung dan sungai ke atas layar tersebut, si Tamak telah memeras otak dan mencari di banyak catatan kuno tetapi tetap tidak dapat menemukan caranya.
Tatapannya tertuju pada layar tersebut. Layar ini tampak sangat sederhana tanpa ada keistimewaan apa pun. Layar ini mirip dengan yang biasa terlihat di rumah-rumah besar orang kaya baru.
Lukisan gunung dan sungai itu tampak sedikit kabur, tetapi jika seseorang melihatnya dalam waktu lama, lukisan itu akan tampak sangat jelas.
Namun, saat ini sebuah retakan terbentang dari sisi kiri seolah membelah gunung dan sungai tersebut. Retakan itu terlihat sangat tidak serasi.
Cetakan indra ilahi pada harta karun ini telah lama runtuh di bawah kekuatan jari dewa kuno. Wang Lin melambaikan tangan kanannya dan meninggalkan cetakan indra ilahinya sendiri. Setelah merenung sejenak, ia membuka mulutnya dan menyedot layar itu ke dalam jiwa asalnya.
Ia mulai memurnikan benda ini dengan petir dari jiwa asalnya.
Harta karun magis terakhir adalah mahkota. Wang Lin melihat sendiri bahwa di bawah kekuatan jari dewa kuno dari Ular Moongazer, tidak ada satu pun retakan yang muncul pada mahkota tersebut!
Memegang benda itu dengan tangan kirinya, Wang Lin memindainya dengan indra ilahinya dan tidak menemukan keabnormalan apa pun pada benda itu. Mahkota itu persis seperti mahkota seorang kaisar fana, tidak ada yang luar biasa.
Namun, kelima manik yang ada di atasnya menarik perhatian Wang Lin. Wang Lin langsung dapat mengetahui bahwa kelima manik ini mengandung kekuatan dari lima elemen!
Kelima elemen ini mirip dengan roh lima elemen milik Red Butterfly, hanya saja memiliki lebih banyak roh. Sambil menatap mahkota tersebut, Wang Lin merenung sejenak sebelum mengenakannya di kepalanya seperti yang dilakukan oleh si Tamak.
Pada saat ini, sebuah kekuatan misterius tiba-tiba muncul dari kepala Wang Lin. Setelah berkeliling melalui tubuhnya, kekuatan itu kembali ke mahkota dan tidak aktif kembali.
Mata Wang Lin memancarkan warna yang aneh. Ia melepas mahkota itu dan mengamatinya dengan cermat sebelum merenung.
“Kekuatan itu tidak terlalu kuat. Ketika ia bergerak melalui tubuhku, rasanya seperti sedang mencari sesuatu. Ketika ia tidak menemukan apa yang dicarinya, ia akhirnya kembali ke dalam mahkota… Apa sebenarnya yang dicarinya?”
“Manik lima elemen… Mencari…” Wang Lin tertegun. Matanya berbinar dan ia berkata dengan lembut, “Tubuh pseudo lima elemen… Red Butterfly…”
Chapter 719 · 7m baca
Heaven Defying Bead Absorption and Greed’s Treasure
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter