Avatar itu meledak dan aura gila menyebar ke segala penjuru. Debu dan pasir di sekitarnya terempas ke udara, bahkan Paviliun Hutan Ungu di dekat sana ikut runtuh sebagian.
Ledakan avatar tersebut menyebabkan area itu diselimuti oleh kepulan debu. Ia merasakan tekanan di sekitarnya melonggar dan hendak berbalik untuk melarikan diri.
Namun tepat pada saat itu, dari dalam kepulan debu di hadapannya, sesosok ibu jari iblis muncul!
Mata wanita itu menampakkan sedikit teror dan keputusasaan.
Hal yang menyusul tepat setelah ibu jari itu adalah tatapan dingin Wang Lin. Ia menatap wanita itu seolah-olah sedang melihat seseorang yang sudah mati.
Pada saat ini, beberapa pendar cahaya terbang dari kejauhan dan raungan penuh amarah terdengar dari arah mereka. "Berhenti!"
Wang Lin mendengus dingin. Ia memang sedang menunggu kedatangan orang-orang itu. Ibu jarinya tidak hanya berhenti, tetapi justru bergerak semakin cepat. Dengan kecepatan beberapa kali lipat lebih cepat dari sebelumnya, ibu jarinya menekan ke bawah di antara alis wanita itu.
Mata wanita itu tiba-tiba meredup, tubuhnya bergetar, dan ia mulai jatuh dari langit, tetapi jiwa asal miliknya telah terjebak oleh jari Wang Lin.
Pada saat ini, kepulan debu itu menghilang. Wang Lin masih melayang di udara. Ia mendekatkan ibu jarinya ke mulutnya dan dengan sekali sedot menarik jiwa asal wanita itu ke dalam tubuhnya untuk disegel di dalam bendera jiwa.
Pendar-pendar cahaya melintas di langit dan empat sosok muncul sejauh seratus kaki di hadapan Wang Lin.
Tiga dari empat orang itu adalah laki-laki dan satu orang perempuan.
Di antara ketiga pria tersebut, Wang Lin mengenali dua orang dari mereka. Salah satunya adalah pria berwajah lembut, Zhao Xingsha, dan satu lagi adalah Bai Wei, yang pernah ia temui di planet perdagangan.
Adapun pria terakhir, orang ini paruh baya. Meskipun penampilannya biasa saja, kemarahannya sangat mengerikan. Ia menatap Wang Lin dan berteriak, "Membunuh anggota sekte sendiri?! Hari ini aku akan membersihkan sekte untuk Guru!"
Di belakang mereka bertiga terdapat seorang wanita. Ia sangat cantik dan memiliki bentuk tubuh yang sangat menggoda. Hanya dengan berdiri di sana, ia memancarkan wangi yang harum. Ia menatap Wang Lin dengan ekspresi aneh dan tampaknya ada di sini dengan niat untuk menonton pertunjukan.
Tak terhitung banyaknya pendar cahaya tiba di belakang mereka berempat juga. Wang Lin menyebarkan indra ilahinya dan mendapati bahwa mereka adalah para murid dari divisi ungu. Mereka pasti merasakan pertarungan itu dan datang untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Orang-orang ini tidak mendekat melainkan berhenti pada jarak sepuluh ribu kaki.
Lambat laun, semakin banyak orang yang datang dan tak lama kemudian, seluruh langit dipenuhi oleh para murid divisi ungu. Seluruh pandangan mereka tertuju pada Wang Lin.
Ada banyak ekspresi berbeda di antara pandangan-pandangan itu, tetapi ekspresi yang paling umum adalah keterkejutan.
Pria paruh baya yang tadi berteriak hendak melangkah maju namun dihentikan oleh Zhao Xingsha. Pria paruh baya itu menatap Zhao Xingsha dan berkata, "Apa maksud dari semua ini, Kakak Seperguruan Senior?!"
Ekspresi Zhao Xingsha sangat serius. Ia sama sekali tidak memedulikan pria paruh baya itu melainkan menatap Wang Lin dengan tatapan suram. Ia berkata, "Wang Lin, kau adalah murid ketujuh, jadi aku akan memanggilmu Adik Seperguruan Ketujuh. Apa penyebab dari semua ini?"
Ekspresi Wang Lin tetap sama. Kemunculan orang-orang ini sudah ada dalam dugaannya. Ia menduga bahwa semua ini diatur secara diam-diam oleh sang Pelihat-Semua, tetapi ia tidak tahu mengapa sang Pelihat-Semua melakukan ini. Meskipun tidak tahu apa yang sedang terjadi, sama sekali tidak ada jejak ketakutan di wajahnya.
Zhao Xingsha berada di tahap tengah Transformasi Jiwa! Bai Wei berada di tahap tengah Transformasi Jiwa! Pria paruh baya itu juga berada di tahap tengah Transformasi Jiwa! Satu-satunya orang yang tidak dapat dipastikan oleh Wang Lin adalah wanita itu; tingkat kultivasinya sangat kuat!
"Tahap akhir Transformasi Jiwa..." Mata Wang Lin bersinar terang.
Menanggapi pertanyaan Zhao Xingsha, Wang Lin dengan tenang bertanya, "Siapa Sun Yun?"
Begitu ia berbicara, ekspresi setiap orang berubah. Zhao Xingsha menatap Wang Lin sejenak. Sesaat kemudian, ia berkata, "Adik ketujuh, kau berada di pihak yang salah. Kakak seperguruan tidak bisa membantumu di sini!" Dengan mengatakan itu, ia melepaskan cengkeramannya dari pria paruh baya tersebut.
Dengan satu langkah, pria paruh baya itu melintasi hampir seratus kaki dan berhenti sepuluh kaki di hadapan Wang Lin. Ia berdiri di hadapan Wang Lin dan berkata, "Sampah dari planet kultivasi yang tandus, hari ini aku akan tunjukkan padamu seperti apa rupa jurus yang sesungguhnya!"
Sebuah aura berbahaya terpancar dari orang ini. Wang Lin menatap orang ini dan meletakkan tangannya di tas penyimpanan.
Tepat pada saat kritis ini, Bai Wei menunjukkan ekspresi ragu-ragu dan berkata, "Kakak kedua, menggunakan teknik terlarang pada sesama murid melanggar aturan sekte!"
Pria paruh baya itu menatap Bai Wei dan berkata, "Dia membunuh Kakak Kelima. Mungkinkah kau menaruh hati padanya, Bai Wei?"
Mata Bai Wei memancarkan cahaya misterius saat ia menatap pria paruh baya itu dan berkata, "Ucapan Kakak Seperguruan telah menyentuh salah satu pantanganku. Aku akan mengingat ini!"
Pria paruh baya itu mendengus, lalu ia berbalik, menatap Wang Lin, dan berkata, "Menyeranglah. Aku akan membiarkanmu menggunakan tiga jurus! Sekalipun kau menggunakan pusaka magis, aku akan membiarkanmu menggunakannya terlebih dahulu!"
Wang Lin dengan tenang menatap orang ini. Tingkat kultivasi orang ini berada di tahap tengah Transformasi Jiwa dan ia memiliki energi spiritual selestial yang jauh lebih banyak daripada dirinya sendiri. Namun, Wang Lin memiliki banyak pusaka magis, dan ditambah dengan tiga jurus pembunuh yang diberikan oleh Situ Nan, Wang Lin memiliki keyakinan 70% untuk menghadapi kultivator tahap tengah Transformasi Jiwa.
"Tiga jurus..." Wang Lin tersenyum tipis saat ia mengangkat ibu jarinya ke arah orang itu dan berkata, "Bagus!"
Dalam sekejap, energi spiritual selestial di dalam tubuh Wang Lin bergerak bagai orang gila dan ibu jarinya memancarkan cahaya iblis seolah-olah telah menarik seluruh cahaya di sekitar mereka. Pada saat yang sama, Wang Lin melangkah maju dan menekan ibu jarinya ke bawah!
Pria paruh baya itu telah menyadari jurus Wang Lin ini sejak tadi. Melihatnya lagi dari dekat, ia tidak bisa menahan diri untuk tidak mencibir. Ia menarik napas dalam-dalam dan tiba-tiba menutup kedua tangannya. Cahaya keemasan tiba-tiba mulai muncul dari dahinya. Cahaya keemasan ini sangat menyilaukan dan langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.
Kekuatan yang sangat besar menyebar dari tubuh orang tersebut.
Ibu jari Wang Lin dengan cepat mendarat di atas cahaya keemasan di sekeliling pria paruh baya itu saat pria paruh baya tersebut berteriak, "Avatar Terlarang, kembalilah!"
Dalam sekejap, cahaya keemasan itu tampak menjadi hidup dan bergerak bagai orang gila. Pada saat ibu jari Wang Lin turun, cahaya itu membentuk ibu jari yang identik dan berbenturan dengan ibu jari Wang Lin.
Wang Lin menunjukkan senyum mengejek saat ia dengan cepat menarik ibu jarinya dan menyentuh tas penyimpanannya. Peng cambuk Jiwa tiba-tiba muncul di tangannya, dan dengan satu cambukan, ibu jari yang tercipta dari cahaya itu pun runtuh. Bahkan sebagian cahaya keemasan yang mengelilingi pria paruh baya itu ikut runtuh.
"Ini adalah serangan pertama. Sekarang ini akan menjadi serangan kedua. Kakak kedua, sebaiknya kau jangan menghindar!" Saat Wang Lin berbicara, ia mencambuk dengan Pengcambuk Jiwa sekali lagi. Pengcambuk Jiwa melesat bagai naga dan bergerak dengan kekuatan yang mengerikan.
Dengan suara "pak" yang keras, cambuk itu menghantam pria paruh baya tersebut. Wajah pria paruh baya itu menjadi pucat karena jiwa asalnya hampir tercabut keluar dari tubuhnya dan seluruh cahaya keemasan di sekitarnya benar-benar runtuh.
Melihat serangan ketiga akan segera tiba, pria paruh baya itu dengan cepat mundur.
Wang Lin menatapnya dan tersenyum tipis. "Masih ada satu serangan lagi!"
Ekspresi pria paruh baya itu tampak suram saat ia mendengus dan mengeluarkan sebuah pedang panjang berukuran besar. Ia memegang pedang besar itu dan dengan satu guncangan, niat pedang yang kuat muncul.
"Termasuk ibu jari tadi, itu sudah tiga serangan. Bagaimana bisa ada satu lagi? Biarkan aku membersihkan sekte untuk Guru hari ini! Wang Lin, terimalah kematianmu!" Dengan ucapan itu, ia tiba-tiba menerjang maju sambil melemparkan pedang ke udara dan berteriak, "Formasi Mahakuasa Eksponensial."
Saat pedang itu terbang keluar, pedang tersebut membelah diri dari 1 menjadi 2, 2 menjadi 4, dan terus berlanjut hingga ada tak terhitung banyaknya pedang yang meluncur turun ke arah Wang Lin.
Pada saat yang sama, pria paruh baya itu duduk bersila, tangannya membentuk segel, dan ia mulai merapal mantra. Sebenang asap hitam keluar dari dahinya dan terus melayang di hadapannya. Semakin lama ia merapal mantra, semakin besar pula asap hitam itu hingga tampak seperti awan gelap di langit.
Mata Wang Lin bersinar terang dan ia menunjuk ke arah pedang selestialnya. Pedang selestial itu terbang ke langit menuju ke arah pedang yang tak terhitung jumlahnya. Bilah bulan sabit mengikuti pedang selestial itu bagai sambaran petir.
Gelombang raungan gemuruh datang dari langit saat pedang yang tak terhitung jumlahnya itu hancur berkeping-keping dan berjatuhan ke tanah.
Setelah melakukan semua ini, Wang Lin melambaikan tangan kirinya dan kapak perang muncul di dalam genggamannya. Saat ini ia tampak bagai dewa perang purba saat ia menerjang ke arah pria paruh baya itu dan mengayunkan kapaknya ke bawah.
Pria paruh baya itu tiba-tiba membuka matanya, menampakkan matanya yang sepenuhnya menghitam. Ia menyunggingkan senyuman saat ia tiba-tiba bangkit berdiri. Awan hitam di atas kepalanya mulai merangsek masuk ke dalam tubuhnya melalui lubang-lubang di wajahnya.
"Teknik avatar terlarang, Tubuh Iblis Abadi!" Pria paruh baya itu melepaskan raungan dan melangkah maju tepat saat kapak Wang Lin mendarat di tubuhnya.
Suara dua potong logam yang saling berbenturan bergema di area tersebut. Setelahnya, tidak ada satu pun luka di tubuh pria paruh baya itu. Adapun Wang Lin, ia mendapati kekuatan besar datang dari kapak tersebut dan lengannya tiba-tiba terasa mati rasa.
Pria paruh baya itu tersenyum, lalu tubuhnya bergetar dan berubah menjadi kabut hitam yang menerjang ke arah Wang Lin. Di mana pun ia lewat, bumi retak dan tumbuh-tumbuhan layu.
Mata Wang Lin bersinar terang dan ia mundur. Pada saat yang sama, ia melambaikan tangannya dan perangkap buas meluncur lepas dari pergelangan tangannya. Perangkap buas itu mendarat di tanah dan berubah menjadi Kereta Perang Pembunuh Dewa.
Niat membunuh memenuhi mata Wang Lin. Orang ini memulai pertarungan dengan teknik Avatar Terlarang ini. Teknik ini sangat kuat, dan jika bukan karena fakta bahwa Wang Lin memiliki banyak pusaka, ia tidak akan mampu menawannya.
Kabut hitam yang terbentuk dari pria paruh baya itu menerjang ke arah Wang Lin seperti orang gila. Pedang selestial di langit melesat ke arah kabut hitam dengan bilah bulan sabit yang mengikutinya dari dekat. Dalam sekejap mata, pedang selestial itu menembus kabut hitam.
Dengusan dingin datang dari pria paruh baya yang berada di dalam kabut hitam. Ia tidak memperdulikan pedang maupun bilah itu saat ia menerjang langsung ke arah Wang Lin.
Mata Wang Lin berubah dingin saat tangan kanannya membentuk segel dan ia berkata dengan lembut, "Jari Iblis!"
Jurus pembunuh kedua yang diajarkan oleh Situ Nan kini diaktifkan!
Chapter 483 · 7m baca
Demonic Finger
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter