Sebelum Wang Lin memasuki manik penentang surga, dia memasang beberapa pembatasan tersembunyi untuk mencegah orang lain masuk ke dalam kamarnya. Bahkan jika mereka berhasil masuk, seluruh tubuh Wang Lin sudah tidak ada di sana, jadi mereka tidak akan bisa menemukan apa pun.
Bagaimanapun, bahkan Duanmu yang memotong roh tidak dapat mendapati keberadaan ruang di dalam manik penentang surga. Sekte Cloud Sky hanya memiliki para kultivator Formasi Jiwa, jadi mereka sama sekali tidak akan bisa menemukan apa pun.
Wang Lin memberi penghormatan kepada orang tuanya dan Situ Nan, lalu duduk untuk berkultivasi sejenak. Selanjutnya, dia mengeluarkan pil Pendirian Fondasi, meletakkannya di samping, dan memasukkan satu ke dalam mulutnya.
Begitu pil Pendirian Fondasi itu masuk ke dalam mulutnya, pil tersebut berubah menjadi energi spiritual yang murni. Wang Lin dengan tenang mengaktifkan taktik dewa kuno.
Di bawah kendalinya, energi spiritual yang diserap oleh taktik dewa kuno tidak masuk ke dalam tubuhnya, melainkan membentuk pusaran di perutnya.
Setelah serpihan terakhir energi spiritual dari pil Pendirian Fondasi masuk ke dalam pusaran, pusaran itu tiba-tiba membesar dan mulai bergerak ke atas.
Wang Lin saat ini bukan lagi seorang kultivator pemula. Dia tahu bahwa jika pusaran ini dapat berputar ke seluruh tubuhnya, maka dia telah berhasil memasuki tahap Pendirian Fondasi. Jika dia memiliki cukup bakat, maka pusaran tersebut tidak akan mengalami masalah untuk melakukannya.
Namun, jika bakatnya tidak mencukupi, maka seolah-olah ada penghalang tak kasat mata yang membuat jalur pusaran di sekitar tubuh menjadi lebih sulit untuk dilalui.
Pusaran di dalam tubuhnya mulai berputar semakin cepat. Pusaran itu bagaikan sebuah pohon besar, yang dengan cepat menumbuhkan akarnya ke seluruh tubuh Wang Lin.
Namun, Wang Lin memiliki terlalu banyak rintangan di dalam tubuhnya. Pusaran itu menjadi seperti ombak yang menghantam karu di pantai. Pada awalnya, ombak itu berhasil menembus banyak rintangan, tetapi tak lama kemudian pusaran tersebut mulai melambat dan bahkan terasa seolah-olah hendak menyusut.
Wang Lin menarik napas dalam-dalam. Tanpa berkata apa-apa, dia meminum pil Pendirian Fondasi lainnya. Pusaran itu tiba-tiba mendapatkan suntikan kekuatan dan mulai menyebar lagi.
Waktu berlalu perlahan saat Wang Lin menerobos ke tahap Pendirian Fondasi. Setelah waktu yang tidak diketahui berlalu, Wang Lin meminum pil Pendirian Fondasi yang ke-8 dan, dengan suara dentuman, pusaran itu melonjak ke seluruh tubuhnya. Di sekeliling tubuhnya terdapat bintik-bintik cahaya bersinar yang tak terhitung jumlahnya sementara cairan hitam mulai keluar dari pori-porinya.
Setelah sekian lama, Wang Lin tiba-tiba membuka matanya. Matanya bersinar bagaikan kilat dan dia langsung mendapati bahwa meridiannya hampir tembus pandang dan beberapa kali lebih besar dari sebelumnya. Bahkan tubuh aslinya pun tidak mengalami hal seperti ini ketika mencapai tahap Pendirian Fondasi.
Wang Lin merenung sejenak. Dia tidak yakin apakah semua ini ada hubungannya dengan taktik dewa kuno. Bagaimanapun, taktik dewa kuno adalah teknik yang menyerap energi spiritual, dan pil Pendirian Fondasi ibarat pil pei yuan yang lebih kuat, hanya saja efeknya berkali-kali lipat lebih kuat.
Ledakan energi spiritual yang kuat untuk membersihkan seluruh tubuh agar tubuh lebih cocok untuk kultivasi. Itulah arti sebenarnya dari Pendirian Fondasi.
Namun, perubahan jenis ini terjadi di bagian dalam, sementara rekonstruksi tubuh dewa kuno adalah perubahan di bagian luar. Faktanya, keduanya sangat mirip, hanya saja dewa kuno menggunakan energi spiritual untuk mengubah tubuh luar agar dapat menyerap energi spiritual dengan lebih baik dan menjadi lebih kuat.
Perubahan bagian dalam kultivator adalah agar dapat merasakan energi spiritual langit dan bumi dengan lebih baik, tetapi pada akhirnya, hal itu juga bertujuan untuk menjadi lebih kuat.
Yang satu adalah kultivasi bagian dalam sementara yang satu lagi adalah pemurnian tubuh luar. Jalurnya berbeda, tetapi tujuannya sama.
Tubuh asli Wang Lin dengan sengaja mencegah tubuh avatarnya menyerap energi spiritual dan mendorongnya ke dalam intinya, tetapi setelah tubuhnya mengalami rekonstruksi sekali dan bintang ungu muncul di kepalanya, tubuh aslinya sudah berada di jalur pemurnian tubuh luar.
Dia sangat berhati-hati saat avatarnya terbentuk, sehingga avatar itu tidak melalui rekonstruksi tubuh. Dia telah memerhatikannya sejak awal, sehingga avatarnya menempuh jalur kultivasi bagian dalam.
Wang Lin mengambil botol giok itu. Masih ada 5 pil Pendirian Fondasi yang tersisa. Dia merenung sejenak, lalu melemparkan pil-pil itu ke dalam tubuhnya dan mulai berkultivasi lagi.
Waktu perlahan berlalu. Energi spiritual di dalam 5 pil Pendirian Fondasi itu meledak keluar. Orang normal tidak akan mampu menampung energi spiritual sebanyak itu. Jika itu adalah orang normal, kalaupun mereka tidak mati, mereka akan kehilangan seluruh energi spiritual di dalam tubuh mereka.
Namun, Wang Lin memiliki taktik dewa kuno, salah satu teknik paling luar biasa yang ada. Satu hal yang paling tidak ditakuti oleh taktik dewa kuno adalah energi spiritual, tidak peduli seberapa banyak jumlahnya. Semua energi spiritual yang tercipta dari 5 pil Pendirian Fondasi itu diserap sebelum sempat mendatangkan bahaya bagi tubuh.
Kultivasi Wang Lin beranjak dari baru mencapai tahap Pendirian Fondasi hingga ke puncak tahap awal Pendirian Fondasi.
Namun, Wang Lin tidak puas. Dia merenung sejenak dan mengeluarkan sebuah tungku pil. Tungku pil itu tampak sangat biasa. Satu-satunya perbedaan adalah adanya segel kertas kuning di atasnya.
Tungku pil ini adalah tungku yang didapatkan Wang Lin dari Yun Fei, tungku yang coba dia gunakan untuk menyuruh seseorang melepaskan batasan pada dirinya. Namun, segala yang dilakukannya terbaca oleh iblis yang mengikutinya, yang berakhir pada kematiannya.
Tungku pil ini secara alami jatuh ke tangan Wang Lin.
Dia sempat mencoba menganalisisnya sebelumnya, tetapi tidak memiliki banyak waktu. Saat ini, dia kehabisan pil. Dia harus kembali ke luar untuk membuat lebih banyak lagi, jadi satu-satunya urusan yang tersisa untuk dia selesaikan di dalam ruang manik adalah tungku pil ini.
Sambil menatap tungku pil tersebut, mata Wang Lin sedikit bergetar. Wang Lin tahu bahwa tungku pil ini tidak biasa. Kata-kata pada segelnya saja sudah membuat kulitnya merinding.
Wang Lin merenung sejenak. Dia mengambil tungku pil itu dan mengguncangnya. Suara teredam terdengar dari dalam. Jelas ada sesuatu di sana.
Berdasarkan suaranya, hanya ada satu benda di dalam. Jika benda itu ditaruh di dalam tungku pil, ada kemungkinan besar itu adalah sebuah pil.
Kenapa seseorang menempelkan kertas kuning pada tungku pil? Selain itu, apa kegunaan kertas kuning ini? Dia belum membuka tungku pil itu karena dia tidak tahu untuk apa kertas kuning itu. Jika kertas itu adalah sebuah batasan dan dia membukanya secara paksa, hal itu bisa memicu serangkaian kejadian yang tak terkendali.
Setelah merenung sejenak, dia melambaikan tangannya dan sekelintir energi roh muncul di jarinya. Dia menghela napas dan menjentikkan jarinya. Secercah energi spiritual itu dengan cepat mendarat di atas kertas.
Pada saat itu, pemandangan aneh terbentang di hadapannya. Begitu sekelintir energi spiritual itu mendekati kertas kuning, kecepatannya tiba-tiba meningkat dan menghilang tanpa jejak ke dalam kertas kuning.
Mata Wang Lin berkilat. Dia meletakkan tungku pil itu ke tanah. Kedua tangannya membentuk banyak segel dan dia berteriak, "Tersebarlah!"
Tiba-tiba, bintik-bintik cahaya yang tak terhitung jumlahnya melayang di sekeliling tubuhnya, membentuk serpihan-serpihan energi spiritual yang mulai mendekati tungku pil tersebut. Namun, sebelum mereka terlalu dekat, semua energi spiritual itu tiba-tiba mempercepat lajunya dan menghilang ke dalam kertas kuning.
Wang Lin mengerutkan kening. Kertas kuning ini sangat aneh, seolah-olah memang dibuat untuk menyerap energi spiritual.
Dia tiba-tiba memikirkan sesuatu dan dengan ringan menempelkan jarinya pada tungku pil tersebut. Saat dia menyentuh kertas kuning itu, tidak terjadi hal yang tidak normal. Dia dengan lembut mencoba merobek kertas itu, tetapi isapan yang tak terbayangkan tiba-tiba datang dari kertas tersebut. Energi spiritual Wang Lin mulai tersedot tak terkendali.
Untungnya Wang Lin sudah bersiaga. Begitu merasakan isapan itu, dia menarik kembali tangannya.
Setelah merenung sejenak, Wang Lin memutuskan untuk tidak mencoba hal lain. Dia dengan hati-hati mengambil tungku pil itu dan memasukkannya kembali ke dalam kantong penyimpanan. Tungku ini benar-benar aneh. Saat pertama kali mendapatkan tungku pil tersebut, dia tidak bisa memasukkannya ke dalam kantong penyimpanan, tetapi ketika dia membuat avatarnya, dia bisa melakukannya.
Segala keanehan tungku pil ini membuat Wang Lin sangat bingung.
Setelah menyimpan tungku pil itu, Wang Lin berdiri dan meninggalkan ruang manik penentang surga.
Begitu dia muncul di halaman, dia menyadari ada sesuatu yang janggal. Dia bisa mencium bau darah yang samar. Setelah melihat sekeliling, tatapannya terkunci pada gerbang utama. Bau darah itu berasal dari sana.
Mata Wang Lin tampak tenang saat dia berjalan pelan mendekat. Di gerbang, dia melihat bangkai seekor kera roh.
Mata kera roh itu terbuka lebar dan berwarna abu-abu. Ada banyak luka di tubuhnya, termasuk lubang sebesar mangkuk di perutnya. Tidak ada lagi darah yang menetes dari tubuh itu, hanya menyisakan bau darah yang samar di udara.
Wang Lin berjongkok dan menyentuh kaki kanannya. Dia mendapati bahwa semua tulang di kaki kanan itu telah hancur. Jelas, ini adalah kera roh yang datang beberapa hari lalu untuk mengantarkan resep pil Pendirian Fondasi.
Mata Wang Lin bersinar. Luka di perut kera roh itu robek oleh tangan seseorang. Jelas, tujuannya adalah untuk mendapatkan inti kera roh tersebut.
Wang Lin juga pernah melakukan hal semacam ini. Dia merenung sejenak dan berhasil menarik kesimpulan yang jelas.
Dia tidak tahu apakah Cheng Xian sendiri ada hubungannya dengan hal ini. Selama setengah tahun ini, Cheng Xian sangat antusias dan tampaknya memiliki hubungan yang sangat mendalam dengan para kera roh. Ketika kera roh yang datang untuk mengantarkan resep alih-alih Cheng Xian, Wang Lin sudah menduga ada sesuatu yang tidak beres.
Jika bukan karena alasan lain, hanya karena kera roh itu telah mengantarkan resep pil Pendirian Fondasi kepadanya, Wang Lin tidak bisa begitu saja mengabaikan hal ini.
Dia menghela napas secara diam-diam. Tanpa melirik kera roh itu lagi, dia berjalan kembali ke kamarnya. Kali ini, dia tidak meminum cairan roh dan mengeluarkan satu lingkaran pembatasan.
Lingkaran pembatasan itu mendarat di tanah dan mengirimkan riak ke dalam tanah. Perlahan-lahan, seorang pemuda berambut putih keluar dan, begitu dia muncul, dia melepaskan embusan udara dingin.
Chapter 216 · 6m baca
Main Body, Appear!
by Er Gen
Gunakan ↠→ untuk pindah chapter